chapter · fanfiction · PG 16 · Romance · Sad

Different Love/part 4

Kategori: Chapter,  AG

Genre: Romance, friendship

Cast: Jiyeon T-ara as Park Jiyeon

Minho SHINee as Choi Minho

Eunjung T-ara as Na Hyun Jung

Yoo Seung Ho as Yoo seung ho

Donghae Suju as Lee Donghae

Krystal f(x) as Jung Krsytal

-Jiyeon pov

Di atap sekolah

Kini aku sudah berhadapan dengan Seung ho. Dia menatapku. Menatap dengan penuh arti. Aku tak tahu apa yang ingin dia beritahukan kepadaku. Aku rasa seperti hal yang penting.

“ Apa yang ingin kau bicarakan?”tanyaku. Sepertinya aku memang benar-benar sudah merelakannya. Dulu jika berhadapan dengannya rasanya hatiku begitu sedih dan sakit, tapi kini aku tidak merasakan apa-apa. Ya tuhan ternyata aku benar-benar kehilangan sesosok Minho disampingku.

“ Aku putus dengan Eunjung.”jawabnya. tidak ada ekspresi sedih di wajahnya. Terlihat datar.

“ Lalu mengapa kau harus memberitahukannya kepadaku? Aku rasa itu bukan urusanku!”aku kesal sekali, untuk apa dia mengadu kepadaku kalau dia putus dengan Eunjung! Dasar namja gila !

“ Karena aku baru sadar kalau kau lah yang lebih mencintaiku, Jiyeon~ah..”aku tersontak kaget. Seakan tidak percaya dengan apa yang ia katakan barusan.

“ Jeongmal mianhae karena telah melukaimu, Jiyeon.. aku sungguh bersalah sekali kepadamu. Maukah kau menjadi yeojachinguku, Jiyeon~ah??”ia bertanya sambil memegang kedua tanganku. Aku bingung harus berkata apa padanya. Tapi kini aku benar-benar sudah mengerti kalau perasaanku terhadapnya sudah tidak ada lagi.

“ Mianhae, tapi perasaan itu kini sudah bukan untukmu lagi..”aku melepaskan genggaman tangannya dariku.

“  Jeongmal? Tidak bisa kah kau memberikan kesempatan kepadaku, Jiyeon??”ia memohon-mohon. Aku sangat kasihan melihatnya seperti itu, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa.

“ Mianhae, tapi aku benar-benar tidak bisa..”jawabku, lalu aku pergi meninggalkannya. Aku merasa bersalah, tapi memang itulah kenyataan pahit yang harus ia terima. Aku bukan nya ingin membalas dendam, tapi rasa itu memang sudah tidak ada lagi untuknya.

-Jiyeon pov end

-Minho pov

Aku mengikuti mereka berdua yang berjalan menuju ke atap sekolah. aku mendengarkan pembicaraan mereka dari dekat pintu yang terbuka. Kini mereka berdua saling berhadap-hadapan. Dan yang membuat aku begitu sebal adalah tatapan yoo seung yang menatap jiyeon! Aish~ apa sih maunya namja itu !

“ Apa yang ingin kau bicarakan?”tanya Jiyeon yang memulai untuk berbicara.

“ Aku putus dengan Eunjung.”jawab namja itu kemudian. Kini Jiyeon memandangnya dengan perasaan sebal.

“  Lalu mengapa kau harus memberitahukannya kepadaku? Aku rasa itu bukan urusanku!”bentak Jiyeon. Sungguh aku senang sekali melihat Jiyeon membentaknya.

“ Karena aku baru sadar kalau kau lah yang lebih mencintaiku, Jiyeon~ah..”kali ini bukan cuma Jiyeon saja yang tersontak kaget, tapi begitu juga dengan aku.

“Jeongmal mianhae karena telah melukaimu, Jiyeon.. aku sungguh bersalah sekali kepadamu. Maukah kau menjadi yeojachinguku, Jiyeon~ah??” tanyanya sambil memegang kedua tangan Jiyeon. Aku tak sanggup lagi untuk mendengarkan pembicaraan mereka, kini hatiku benar-benar sakit sekali. Aku melangkahkan kakiku untuk segera menjauh dari sana. Dan sedikit demi sedikit air mata ku mulai menetes.

Ketika akan keluar dari gerbang sekolah, langkahku terhenti ketika melihat yeoja yang begitu ku kenal ada didepanku. Dia tersenyum. Lalu ia mendekat ke arahku. Yeoja itu adalah Krystal.

“ Annyeong Minho~ssi..”sapanya.

“ Untuk apa kau ke Seoul?”tanyaku yang begitu heran melihatnya ada disini.

“ aku ingin bertemu denganmu.”jawabnya. aku tertawa sinis   mendengar jawaban yang keluar dari mulutnya.

“ Mianhaeyo Minho, aku tau kau pasti marah denganku. Tapi kini aku baru sadar kalau aku begitu mencintaimu.”

“ Apakah namjachingumu itu telah memutuskanmu? Makanya kau sekarang kembali kepadaku?! Hah?!”bentakku. lalu ia memelukku. Dia menangis.

“ Jeongmal mianhaeyo Minho-ssi.. aku benar-benar sungguh menyesal sekali.. aku kesini karena aku benar-benar tidak bisa melupakanmu. Bahkan aku rela untuk pindah sekolah kesini demimu.”aku tersontak kaget lalu melepaskan pelukannya.

“ Mwo? Apa yang kau bilang barusan?”tanyaku.

“ Mulai besok aku akan bersekolah disini Minho-ssi, tapi sayangnya aku tidak bisa sekelas denganmu karena kelasmu sudah penuh.”jawabnya.

“ Aish~ untuk apa sih kau pindah ke sini? Uruskan saja namjachingumu itu! “

“ Minho-ssi aku benar-benar minta maaf .. Aku ingin kau kembali kepadaku.. kau mau kan??”tanyanya. aku diam , bingung harus menjawab apa.

“ Mianhaeyo Krystal, aku tidak tahu harus menjawab apa. Aku pusing sekali hari ini.”

“ Gwenchana Minho-ssi, lebih baik kau pulang sekarang..” lalu ia menggandeng tanganku. Sebenarnya aku risih sekali dengan gandengan tangannya itu, tapi aku benar-benar malas untuk banyak berbicara hari ini.

-Minho pov end

-Jiyeon pov

Besoknya..

Aku  bersemangat sekali untuk masuk sekolah hari ini. karena kini aku sudah sadar kalau aku benar-benar membutuhkan Minho disampingku. Tapi ketika aku berjalan di lorong sekolah, aku melihat Minho bersama seorang yeoja di depan kelas. Yeoja itu merangkul Minho, dan Minho hanya diam saja disampingnya. Siapa yeoja itu? Mengapa ia begitu dekat sekali dengan Minho? Apakah dia kekasihnya? Aigoo~ aku sedih sekali melihatnya.

Minho menyadari kalau aku memperhatikannya, dan mata kami saling bertatapan. Lalu aku buru-buru menundukan kepalaku dan berjalan menuju kedalam kelas. Ketika aku akan duduk di kursiku, aku mendengar beberapa anak sedang membicarakan Minho.

“ Siapa sih dia?”tanya seorang yeoja.

“ Entahlah, tapi dia anak baru dikelas 2B, dan yang aku dengar-dengar dari anak sebelah, dia itu mantannya Minho di Busan dulu. Dia kesini untuk mengejar kembali Minho.”jawab seorang temannya.

“ Mwo?Aigoo~hilang sudah kesempatan untukku.”timpal yeoja yang satu lagi.

Benarkah dia mantannya Minho? Apakah Minho sudah tidak menyukaiku lagi dan memutuskan untuk kembali kepada mantannya itu? Mengapa disaat aku mulai menyukainya tapi mengapa Minho mulai membuka kembali hatinya untuk mantannya itu? Aku rasanya ingin menangis, menangis sekencang-kencangnya. Tapi yang bisa aku lakukan hanya menahannya, menahan bendungan air mata yang rasanya ingin sekali kukeluarkan.

-Jiyeon pov end

-Minho pov

Sepanjang  jam pelajaran berlangsung, aku melihat Jiyeon sedang melamun. Pikirannya kosong. Aku rasa ia pasti sedang memikirkan kata-kata Yoo seung ho itu. Mungkin jiyeon akan menerimanya, karena aku tahu Jiyeon begitu menyukai Yoo seung ho.

“ Park Jiyeon..”panggil Hyuna saem. Jiyeon mendongak ke arahnya.

“ Apa kau sakit?”Jiyeon menggeleng.

“ Sepertinya kau sedang tidak berkonsentrasi hari ini, dan wajahmu terlihat muram sekali. Kalau kau ingin ke UKS, aku mengijinkanmu.”ujar Hyuna saem sambil tersenyum kearah Jiyeon. Dan lagi-lagi Jiyeon hanya menggeleng lemah.

-Minho pov end

-Author pov

Ketika bel istirahat berbunyi Krystal langsung mendatangi Minho yang masih di tempat duduknya, ia membawa segelas lemon tea untuk Minho. Disaat waktu yang berbarengan ketika Jiyeon bangkit dari kursinya dan akan berjalan menuju pintu, karena terburu-buru Krystal tak sengaja menabrak Jiyeon dan lemon tea yang ia pegang tumpah mengenai baju Jiyeon. Seketika seisi kelas memandang kearah mereka.

“ Upss.. Mianhae, jeongmal minahae..”ujar Krystal meminta maaf kepada Jiyeon. Jiyeon hanya diam.  Lalu Minho mendekat kearahnya.

“ Mianhae Jiyeon, Krystal tidak sengaja menumpahkannya kebajumu.”ujar Minho lalu ia berbicara kepada Krystal.

“ Aish~kau ini, masih saja tidak hati-hati.”

“ Mianhae, aku hanya ingin cepat-cepat bertemu kau Minho-ssi..”jawab Krystal manja. Jiyeon kesal sekali melihat tingkah mereka berdua yang seperti itu didepannya. Lalu ia pergi meninggalkan mereka dan berjalan menuju ke toilet.

-Author pov end

-Jiyeon pov

Aku sebal sekali waktu yeoja yang bernama Krystal itu tidak sengaja menumpahkan minuman ke bajuku.  Dan noda di bajuku belum sepenuhnya hilang. Masih terdapat noda yang tertinggal disana. Dan yang membuat aku lebih kesal lagi, kenapa ia bisa begitu dekat dengan Minho.

Ketika aku keluar dari kamar mandi, tiba-tiba seseorang mengulurkan sebuah saputangan. Aku mendongak, dan aku melihat seseorang itu adalah Minho. Aigoo~jantungku kembali berdegup begitu kencang.

“ Maafkan perbuatan Krystal tadi.”aku hanya diam saja.

“  Jadi dia menghampiriku hanya untuk minta maaf demi Krystal?”batinku. lalu aku meninggaalkannya dan berjalan menuju ke atap sekolah. tempat yang paling tenang. Ketika aku sudah berada diatas sana, seseorang menarik tanganku begitu kuat kemudian mencengkramnya. Aku menoleh sebal. Minho? Untuk apa lagi dia masih kesini?

“  Lepaskan Minho !” bentakku sambil berusaha melepaskan tanganku darinya. Lalu dia melepaskan tanganku dengan kasar.

“ Kenapa kau tidak pernah menjawab orang yang sedang berbicara kepadamu, hah?!”kini raut wajahnya benar-benar begitu menyeramkan.

“ Itu adalah hakku ! kau tidak usah mengurusinya!! Urusi saja Krystal !”kini aku yang membentaknya.

“ Bahkan kau sama sekali tidak pernah memikirkan perasaan orang yang sedang kau bentak!”Minho menambahi.

“ terserah kau saja, Minho-ssi !”aku membalikan badanku dan pergi meninggalkannya.

“ Apa kau benar-benar senang jika aku bersama Krystal?”tanyanya dan membuat langkahku terhenti. Pertanyaan apa ini? Apakah aku harus menjawabnya? Aish~apa yang harus aku katakan..

“ Jawab, Jiyeon~ah !” kini dia menarik lenganku dan membalikan badanku sehingga menghadap kearahnya. Kini jantungku kembali berdegup tidak karuan.

“ Ya!”jawabku ketus. Apa yang barusan kukatakan? Itu bukan sebenarnya jawaban yang aku inginkan. Astaga, lagi-lagi aku membohongi perasaanku. Na ottokeh?

“ Baiklah kalau begitu. Aku akan menemui krystal dan memintanya untuk kembali kepadaku.”ujar Minho lalu pergi meninggalkanku. Tubuhku lemas dan jatuh terduduk di lantai. Air mataku mengalir, tidak kuasa menahan rasa sakitnya. Tiba-tiba seorang namja memelukku. Dia yoo seung ho.

“ apakah dia namja yang telah merebut hatimu?”tanyanya. tapi aku hanya diam masih dalam keadaan menangis.

“ Mengapa kau membohongi perasaanmu Jiyeon? Mengapa kau membuat dirimu menderita seperti ini untuk kedua kalinya? Aku sedih sekali melihatmu seperti ini.”ia mengusap lembut kepalaku. Lalu aku melepaskan pelukannya .

“ Aku baik-baik saja Seung ho..”jawabku berusaha tegar.

“ Kajja , lebih baik kita kembali sekarang..”ajakku tapi dia tidak menanggapinya sama sekali.

“ Menangislah kalau kau memang ingin menangis Jiyeon.. aku tau kau pasti sedih..”aku tertegun menndengar ucapannya itu. Dia benar, sebenarnya air mataku masih ingin mengalir. Hatiku benar-benar sakit sekali.. dia mendekat ke arahku dan memelukku kembali. Dan kini air mataku kembali mengalir.

“ Lupakanlah dia Jiyeon-ah~, aku yang akan terus menemanimu. Tak akan kubiarkan hidupmu menjadi begitu menderita seperti dulu.”aku tidak menjawabnya.

“ Kembali lah tersenyum seperti dulu lagi , Jiyeon..”ia mengangkat wajahku sehingga menatap wajahnya. Aku tersenyum datar. Dan ia juga tersenyum ke arahku.

-Jiyeon pov end

Tbc..

8 thoughts on “Different Love/part 4

  1. Yah minho!!
    Klo kmu bener2 suka sama jiyeon, gk usah mikir yg lain-lain! Pikirin cara dapet hatinya jiyeon aja! Bukan mikir yg macem2..
    Aigoo…
    Makin sip aja thor ceritanya!

  2. kyaaa knp seunghoo putus harus blg2 ma jiyi.. huh giliran dah putus baru nyadar cinta jiyi tulus khan suebel….. kya itt kristal ngapain balik deket2in minho

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s