chapter · fanfiction · PG 16 · Romance · Sad

Different love /part 6 (END)

Kategori: Chapter,  AG

Genre: Romance, friendship

Cast: Jiyeon T-ara as Park Jiyeon

Minho SHINee as Choi Minho

Eunjung T-ara as Na Hyun Jung

Yoo Seung Ho as Yoo seung ho

Donghae Suju as Lee Donghae

Krystal f(x) as Jung Krsytal

-Jiyeon pov

Aku masih duduk terdiam ditaman belakang rumahku. Pandanganku kosong. Hal-hal indah yang dulu kurasakan seketika semuanya hilang begitu saja. Apa aku memang tak pantas untuk hidup didunia ini? Lantas mengapa aku dilahirkan? Apa aku harus terus-terusan menderita selama hidupku hingga aku mati nanti?

“ Jiyeon~ah..”panggil seseorang yang membuyarkan lamunanku. Aku menoleh. Aku melihat Seung ho yang sudah duduk didepanku kemudian meletakan sebuah nampan perak yang berisikan makanan dimeja.

“ Gwenchanayo?”tanyanya dengan raut wajahnya terlihat khawatir. Lalu aku mengangguk.

“ Kau belum makan kan? Bagaimana kalau aku suapi?”tanyanya sambil mengambil sebuah mangkuk dari nampan putih yang berada tepat didepannya,lalu aku menahannya.

“ Mianhae Seungho, aku sama sekali tak ingin makan.”ujarku. Dia terdiam kemudian menatapku dengan serius.

“ Jiyeon~ah  waeyo? Dan siapa orang yang tega melakukan ini padamu?”tanyanya.

“ Gwenchanayo Seung ho, aku memang pantas untuk mendapatkan semua ini.”jawabku sambil tersenyum sedih.

“ Jiyeon~ah, jebal jangan seperti ini. Aku sedih sekali melihatmu yang seperti ini, dan bahkan kau tidak mau makan.”ia memegang tanganku, dan menatapku dengan tatapan yang begitu hangat. Dan Air mataku kini kembali menetes dengan perlahan-lahan.

“ Hatiku begitu sakit sekali ketika aku melihat mereka berciuman, Seungho-ssi.”ujarku sambil terbata-bata mengatakannya.

“ Nugu?”tanyanya penasaran.

“ Minho dan Krystal.”jawabku . Lalu Aku kembali teringat dengan kejadian saat aku pergi ke Itaewon dan melihat mereka berdua ditaman itu. Air mataku semakin lama semakin deras mengalir. Seung ho mendekat kerahku dan mendekapkanku kedalam pelukannya.

“ Karena hal itu yang membuat mu begitu sedih, Jiyeon~ah?”tanyanya, kemudian aku mengangguk.

“ Aku mengerti perasaanmu itu. Aku akan membantumu, dan aku tak akan membiarkan kau merasa sendirian didunia ini, Jiyeon~ah.”ia mengusap rambutku dengan begitu lembut. aku melepaskan pelukannya.

“ Anii, kau tidak boleh seperti itu. “ujarku.

“ Waeyo?”tanyanya bingung.

“ Mianhaeyo Seung ho, aku tidak bisa membalas perasaanmu. Dan aku tidak ingin melukai perasaanmu , jika kau terus bersamaku malah akan membuatmu terluka.”jawabku dengan perasaan yang merasa bersalah. Dia tersenyum yang membuat aku bingung dengan responnya itu.

“ Kau salah Jiyeon~ah.”ujarnya dan membuatku semakin bingung.

“ Kini memang aku baru sadar kalau dulu perasaanmu begitu tulus terhadapku, dan sekarang perasaanmu sekarang sudah bukan untukku lagi. Tapi aku bisa menerimanya walaupun sebenarnya aku sedih. Tapi biarkan aku terus disampingmu, tanpa aku sadari dulu aku telah menyakitimu, dan sekarang biarkan aku membalas perbuatanku yang dulu, Jiyeon~ah. Aku merasa sangat bersalah sekali denganmu.”

“ Gwenchanayo, Seung ho-ssi. Aku sudah tidak mempermasalahkan itu lagi. lagipula kau menyakitiku karena kau tak tahu akan perasaanku yang sebenarnya kan? Dan sekarang biarkan lah aku menjadi temanmu, araso?”ujarku. Dia tersenyum kemudian mengacak rambutku.

“ Ne.”jawabnya.

“ Lebih baik sekarang kau makan, kalau seperti ini terus lama-lama kau akan menjadi kurus kering, Jiyeon~ah.”ia menambahi perkataannya.

“ Aku belum ingin makan, Seung ho-ssi.”jawabku.

“ Kumohon, demi temanmu ini.”ia membujukku. Dan akhirnya aku setuju untuk makan. Dia senang sekali saat aku mengangguk.

-Jiyeon pov end

– Seung ho pov

Aku begitu senang ketika Jiyeon mengangguk untuk makan. Akhirnya aku berhasil membujuk yeoja yang begitu keras kepala dan dingin ini. Aku tertegun ketika ia mengatakan kalau ia tidak ingin menyakitiku jika aku terus-terusan bersamanya karena ia tidak bisa membalas perasaanku. Benar-benar yeoja yang berhati besar, padahal dulu aku begitu menyakitinya. Dan sekarang dia sama sekali tidak membalaskan dendam padaku.

“ Jiyeon..”panggilku.

“ Wae?”tanyanya.

“ Sebenarnya siapa yang sudah memukulmu hingga kau terluka seperti ini?”tanyaku. dia diam dan tidak menjawab pertanyaanku.

“ Apakah itu perbuatan hyun jung?”tanyaku. kemudian dia menggeleng.

“ Anii, bukan dia Seung ho-ssi. Aku dipukuli oleh beberapa yeoja karena aku tidak sengaja menabrak salah satu dari mereka dan aku sama sekali tidak meminta maaf kepada mereka. Sebenarnya ini salahku, jika aku meminta maaf mungkin mereka tidak akan begitu.       “jawab Jiyeon.
“ Jeongmal?”tanyaku yang tidak begitu yakin dengan apa yang dikatakannya.

“ Ne, Hyun jung tidak mungkin tega berbuat seperti ini kepadaku, Seung ho-ssi. Kami kan berteman.” Aku mengangguk percaya dengan perkataannya.

“ Kembalilah dengan dia, Seung ho-ssi. Dia pasti sangat kehilangan dirimu.”aku kaget mendengarnya mengatakan itu.
“ Mwo?”

“ Kembalilah bersamanya seperti dulu. Kalian berdua sangat serasi, sangat disayangkan jika kalian putus.”

“ Anii, aku tidak ingin kembali dengannya.”jawabku tegas.

“ Aku tahu sebenarnya kau masih ada rasa dengannya. Jangan membohongi perasaanmu, Seung ho-ssi. Dan aku rasa tidak sepenuhnya perasaanmu terhadapnya hilang begitu saja.”aku terdiam mendengar ucapannya. Mengingat kembali hari-hari yang sudah kujalani bersamanya, hari-hari yang begitu menyenangkan dan sangat sayang untuk dilupakan begitu saja.

-Seung ho pov end

Keesokan harinya..

-Jiyeon pov

Hari ini aku memutuskan untuk masuk sekolah. Terlalu bosan jika aku harus berdiam diri dirumah. Tapi Manager Kim terus-terusan untuk melarangku masuk sekolah.

“ Jebal aghassi, saya benar-benar takut anda tidak baik-baik saja jika hari ini masuk sekolah.”ia memohon kembali saat aku sedang mengikat tali sepatuku.

“ Manager Kim, sebentar lagi aku akan menghadapi UAS, dan jika aku tak masuk, aku bisa ketinggalan pelajaran, lagi pula kondisi tubuhku sudah lebih baik dari kemarin.”jawabku berbohong.

“ Tapi aghassi..”

“ Aku baik-baik saja, Manager Kim. Kau tidak usah khawatir seperti itu. Jebal, aku kan bukan anak kecil lagi.”aku memohon dengan memasang puppy eyes ku .

“ Baiklah aghassi, tapi segera hubungi aku jika aghassi merasa tidak enak badan.”akhirnya dengan sangat terpaksa ia menyetujui juga permintaanku.

“ Ne, manager Kim. “jawabku. Lalu aku berjalan menuju ke mobil, dan manager Kim membukakan pintunya untukku.

“ Kamsahamnida.”ujarku lalu masuk kedalam mobil.

Sesampainya disekolah.

Entah mengapa aku sedikit risih dengan tatapan aneh orang-orang yang lewat disekitarku. Apa karena luka memar yang ada diwajahku ini? Aish~padahal hanya sebuah memar malah membuat suatu hal menjadi berlebihan.

“ Annyeong Jiyeon~ah.”sapa Seung ho.

“ Annyeong.”balasku.

“ Mengapa kau sudah masuk sekolah ? padahal wajahmu masih terlihat pucat seperti itu, Jiyeon~ah.”ujarnya.

“ Anii, aku sudah sehat kok. Kau tenang saja Seung ho-ssi.”jawabku sambil tertawa.

“ Syukurlah kalau kau sudah baikan.”

“ Gomawo.”aku tersenyum kearahnya. Dan dia membalas senyumanku. Lalu Kami berhenti tepat didepan kelas Seung ho, dan sekilas aku sempat melihat hyun jung yang menatapku dingin.

“ sama-sama Jiyeon~ah. Baiklah, aku masuk dulu ya. Semoga hari mu menyenangkan.”ujarnya sambil melambai kearahku.

“ Ne, kau juga Seung ho –ssi..”balasku sambil melambai kearahnya kemudian berjalan menuju kekelasku. Ketika aku masuk kedalam kelas, tiba-tiba suasana seisi kelas menjadi diam, dan tatapan anak-anak mengarah padaku. Aku berusaha tidak menghiraukannya dan tetap berjalan menuju kursiku. Aku melihat Minho sudah duduk dibangkunya dan dia sedang menatap kearahku. Aku pura-pura tidak melihatnya dan tetap fokus dengan pandanganku kedepan. Dan setelah beberapa menit suasana dikelas menjadi ramai seperti semula.

“ Gwenchanayo?”tanya Minho tiba-tiba yang sudah berdiri disamping kursiku. Aku menoleh kearahnya.

“ Ne.” jawabku datar. Kemudian aku melihat Krystal masuk kedalam kelas dan berjalan kearah Minho.

“ Annyeong jagiyaaa.”sapa Krystal sambil merangkul lengan Minho. Kemudian Aku mengeluarkan buku dari dalam tasku berusaha untuk mengalihkan perhatianku. Aku tau hatiku kembali sakit melihat kedua orang itu, tapi aku harus melawan rasa sakit ini.

“ Annyeong..”sapa Krystal kearahku. Aku menoleh dan menatapnya.

“ Kau yeoja yang waktu itu bertemu kami diItaewon kan?”tanyanya.

“ Ne.”jawabku kemudian langsung beralih kembali kebuku yang aku pegang.

“ Apa kau sakit? Wajahmu begitu pucat.”tanyanya.

“ Gwencha..”belum sempat melanjutkan perkataanku tiba-tiba aku melihat setetes darah jatuh kedalam lembaran buku yang aku pegang, dan darah itu berasal dari hidungku. Aku menyekanya dengan menggunakan tanganku.

“ Kau mimisan..”ujar Krystal. Lalu aku bangkit dari kursiku.

“ Aku akan mengantarmu ke UKS.”ujar Minho sambil menggenggam tanganku. Aku menepis tangannya.

“ Aku bisa sendiri.”lalu aku berjalan menuju keluar kelas dan bel masuk sekolah pun berbunyi.

Ting tong

Aku mendengar suara bel itu, tapi mengapa begitu pelan terdengar ditelingaku? Dan mengapa semua yang kulihat menjadi berbayang-bayang? Dan aku merasa dunia disekitaku menjadi berputar-putar. Apakah aku akan pergi kesebuah dunia yang baru setelah ini? apakah ini sudah saatnya?

Sebelum pandanganku benar-benar menjadi gelap gulita, aku melihat seorang namja yang begitu tampan yang mendekat kearahku. Dia terlihat begitu khawatir, dan tiba-tiba semuanya langsung menjadi gelap.

“ Jiyeon~ah..”panggil seseorang. Aku tidak menjawab.

“ Jiyeon~ah..”suara itu mengulangi.

“ Jiyeon..” panggilnya lagi. dan perlahan-lahan aku membukakan kelopak mataku. sedikit demi sedikit cahaya mulai masuk kedalam mataku.

“ Syukurlah kau sudah sadar..”ujar seorang namja. Aku melihat keasal suara itu. Suara yang begitu aku kenal, ya suara itu adalah suaranya Minho. Dia duduk tepat disamping ku. Wajahnya terlihat sangat khawatir.

“ Aku dimana?”tanyaku.

“ Di UKS, tadi kau pingsan setelah mimisan.”jawabnya. dan aku kembali mengingat kejadian sebelum aku pingsan tepat didepan kelas.

“ Kau kembali saja kekelas.”aku menyuruhnya.

“ Kenapa kau kemarin tidak masuk, Jiyeon~ah?”aku diam, tidak langsung menjawab pertanyaannya.

“ Apa pedulimu?”tanyaku.

“ Tentu saja aku peduli! Apa karena kau melihatku dengan Krystal saat ditaman itu?”

“ Ya benar, karena hal itu membuat aku menjadi tersiksa seperti ini!” batinku. Tapi aku hanya tertawa sinis.

“ Mwo? Jadi kau kira aku tidak masuk karena aku cemburu melihat kau dan Krystal berciuman? aku sama sekali tidak peduli dengan hal itu !”jawabku berbohong.

“ Baguslah kalau begitu. Aku harap kau bisa bahagia dengan Yoo seung ho, Jiyeon~ah. Dan aku bisa berbahagia dengan Krystal.”ujarnya dan membuat hatiku terasa seperti ditusuk saat ia mengatakan hal itu.

“ Ne, gomawo sudah membawaku kesini. Sekarang kau bisa kembali kekelas. Tidak usah mengkhawatirkanku.”

“ Baiklah, aku kembali kekelas dulu.”Minho bangkit dari kursinya kemudian berjalan keluar pintu. Air mataku kini kembali mengalir.

“ Mianhaeyo, neomu saranghaeyo minho-ssi. Mengapa kau tidak sadar juga akan perasaanku?”ucapku pelan .

-Jiyeon pov end

-Minho pov

Pikiranku seketika menjadi sangat tidak karuan waktu melihat Jiyeon mimisan dan pingsan tepat didepan kelas. Apa ia begitu menderita sekali? Jiyeon~ah, aku begitu sedih melihatmu seperti ini? tahukah kau kalau hatiku begitu sakit sekali? tahukah kau kalau aku terus mengharapkan dirimu ?

Aku melihat sedikit demi sedikit ia menggerakan jarinya. Ia sudah sadar.

“ Jiyeon~ah..”panggilku. namun tak ada jawaban darinya.

“ Jiyeon~ah..”aku memanggil namaya lagi.

“ Jiyeon..” aku melihat sedikit  demi sedikit ia membukakan matanya.

“ Syukurlah kau sudah sadar.”ujarku senang.

“ Aku dimana?”tanyanya.

“ Kau di UKS, tadi kau pingsan setelah mimisan.”

“ Kau kembali lah kekelas.”ia menyuruhku. Tapi aku tak melakukannya.

“Kenapa kau kemarin tidak masuk, Jiyeon~ah?”tanyaku.

“ Apa pedulimu?”kini ia yang kembali bertanya.

“ Tentu saja aku peduli! Apa karena kau melihatku dengan Krystal saat ditaman itu?”tanyaku. dia hanya diam, kemudian tertawa sinis.

“ Mwo? Jadi kau kira aku tidak masuk karena aku cemburu melihat kau dan Krystal berciuman? aku sama sekali tidak peduli dengan hal itu !”Damn. ia benar-benar sama sekali tidak peduli dengan hal itu. Dia memang sama sekali tidak memiliki perasaan yang sama denganku.

“ Baguslah kalau begitu. Aku harap kau bisa bahagia dengan Yoo seung ho, Jiyeon~ah. Dan aku bisa berbahagia dengan Krystal.”sebenarnya aku tidak sanggup untuk mengatakan hal ini, tapi inilah kenyataan yang harus kuterima. Dia memang ditakdirkan untuk Seung ho.

“ Ne, gomawo sudah membawaku kesini. Sekarang kau bisa kembali kekelas. Tidak usah mengkhawatirkanku.”

“ Baiklah, aku kembali kekelas dulu.”jawabku kemudian bangkit dari kursiku. Dengan langkah yang berat aku berjalan menuju pintu dan merebahkan diriku di tembok. Aku mendengar isakan tangis dari Jiyeon. “Mengapa ia menangis?”pikirku heran.

“ Mianhaeyo, neomu saranghaeyo minho-ssi. Mengapa kau tidak sadar juga akan perasaanku?”ia mengucapkannya pelan. Mwo? Apa aku tidak salah dengar? Dia mengatakan Saranghae? Anii, memang benar dia mengatakan itu. Aku segera berlari kedalam dan memeluknya erat.

“ Apa benar yang kau katakan barusan itu?”tanyaku. ia kaget sekali melihatku yang seketika langsung memeluknya.

“ Benarkah kau juga memiliki perasaan yang sama seperti yang aku rasakan, Jiyeon~ah? Jebal, jawab aku.”

“ Apa kau mendengarnya?”tanyanya.

“ Ya, aku mendengarnya. “jawabku.

“ Aku..”

-Minho pov end

-Jiyeon pov

Omo~bagaimana ini? dia sudah mendengar semuanya? Apa yang harus kulakukan sekarang?

“ Aku..”tiba-tiba bibirnya yang hangat menyentuh bibirku. Seketika aliran darahku mengalir begitu deras dan pipiku terasa panas.

“ Saranghae.”ia membisikan kata-kata itu ketelingaku. Kemudian dia tersenyum kearahku.

“ Nado saranghae.”jawabku , kemudian dia memelukku dengan begitu hangat. Lalu aku melepaskan pelukannya.

“ Wae?”tanyanya bingung.

“ Bagaimana dengan Krystal?”tanyaku yang baru teringat dengan yeoja itu. Bukankah ia kembali jadian dengan Minho?

“ Kenapa dengan dia?”tanyanya lagi.

“ Bukankah kau jadian dengannya?”tanyaku. kemudian dia menggeleng dan tertawa.

“ Kami tidak jadian lagi, Jiyeon~ah.”jawabnya sambil mengusap rambutku.

“ Lalu mengapa kalian berciuman saat ditaman?”tanyaku bingung.

“ Sebenarnya kami sama sekali tidak menjalin hubungan lagi. dia terus-terusan memohon untuk kembali lagi dengannya, tapi aku terus menolaknya. Dan saat ditaman itu, sebenarnya dia yang langsung menciumku tiba-tiba.”ia menjelaskan semuanya kepadaku. Aku mengangguk mengerti.

“ Mianhae kalau aku begitu dingin denganmu.”aku meminta maaf kepadanya. Dia tersenyum lembut .

“ Jujurlah pada dirimu sendiri Jiyeon, dan kembali lah seperti dulu lagi. semua orang begitu menyayangimu, dan termasuk aku. Tapi ngomong-ngomong, bukankah kau jadian dengan Seung ho?”tanyanya. dan kini aku yang tertawa.

“ Anii, aku sudah bilang kepadanya, kalau aku benar-benar tidak bisa membalas perasaannya itu. Karena aku begitu menyukaimu, Minh0-ssi.”dia tersenyum dan aku membalas senyumannya itu. Dia kembali memelukku lagi.

“ Gomawo, Jiyeon~ah. Aku sungguh bahagia sekali hari ini.”

“ Aku juga, Minho-ssi . Jeongmal saranghaeyo.”

THE END

Akhirnya ff pertamaku ini tamat jugaaa^^.. komen yaaa, jangan jadi SILENT RIDERS🙂

34 thoughts on “Different love /part 6 (END)

  1. cwi , ,cwit . . Prikitiw . . . *pLak , , Lebay*
    akhir yg m.bHgiakan . . *nangis , jngKir bLik / pLaak, ,abaikan*
    bot author y , , bot ff Park ji yeon yg Lbih Buaaanyaaaakk Lg.
    OK !!??

  2. K to the E to the R to the E to the N! K E R E N! Untung endingnya jiyeon onnie ama minho oppa..fiuuh ._.
    Teruskan ff jiyeon onn yg lain ya!

  3. bkan sma seung ho. Ywdh dech gg apa.
    Untung ending’a hapPy ..tak tega kLo sad ending..bkan sma seung ho. Ywdh dech gg apa.
    Untung ending’a hapPy ..tak tega kLo sad ending..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s