chapter · fanfiction · PG 16 · Romance · Sad

Namja Playboy vs Yeoja angel’s heart/part 3

Author: Shafira Yesung’Elf

Kategori: Chapter,  PG 16

Genre: Romance

Cast: Park Jiyeon

Yoo seung ho

Yoon shi yoon

Terlalu sakit hati ini dengan semua tingkahmu itu,

Tapi rasa sayangku benar-benar begitu dalam terhadapmu..

-Seung ho pov

Bel pulang berbunyi.

Ting tong

“ Nanti kita jadi kan ketempat biasa?”tanya Dong wook. Aku mengangguk. Lalu tatapanku mengarah kepada Jiyeon. Dia keluar kelas bersama dengan anak baru itu.Hari ini kami sama sekali tidak berbicara sama sekali. Hatiku sedikit merasa kecewa. Apakah dia begitu cuek? Sehingga tak ingin menghampriku duluan? Ya! Lagi-lagi aku memikirkannya.

“ Bolehkah aku ikut?”tanya Eunjung, yang membuyarkan lamunanku.

“ Tentu.”jawabku sambil menebarkan senyum khasku .

“Ah, gomawo Seung ho-ssi.”ujarnya.

“ Kajja,  kita segera ke bar.”ajak Dong wook lalu aku bangkit dari kursiku dan mengambil tasku dan keluar kelas bersama dengan Dongwook, Eunjung dan Hyomin.

-Seung ho pov end

-Author pov

Jiyeon pergi kesebuah kedai makanan dipinggir jalan di pusat kota seoul. Waktu sudah menunjukan pukul 6 sore. Beberapa orang sudah memenuhi tempat dikedai makan itu. Jiyeon duduk ditempat paling belakang.

“ Ahjussi, aku pesan bir nya 1.”ujar Jiyeon kepada pelayan restoran itu.

“ Ne.”jawab pelayan itu lalu tak lama kemudian dia datang dengan membawa sebuah botol bir.

“ Kamsahamnida.”

Setelah menghabiskan 1 botol, Jiyeon kembali memesan 1 botol Bir, dan akhirnya ia menghabiskan 3 botol bir sendirian.

“ Ahjussi, aku tambah lagi birnya.”ujar Jiyeon yang kini ia sudah mabuk.

“ Mian aghassi, tapi kau sudah mabuk, jika kau minum lagi kau akan tambah mabuk.”jawab pelayan itu meminta maaf.

“ Aish~baiklah-baiklah! Ini uangnya. Kamsahamnida Ahjussi, bir nya sangat enaaaaak sekali.”

“ Ne, hati-hati dijalan Aghassi.”lalu Jiyeon berjalan meninggalkan kedai itu dengan langkah terhuyung-huyung.

Tepat pukul 8.30 Jiyeon sampai didepan rumahnya. Ia melihat sebuah motor terparkir didepan rumahnya. Ia sangat kenal dengan motor itu. Lalu ia masuk kedalam rumah. Ia melihat Seung ho dan Eonninya sedang duduk diruang tamu dan begitu kaget ketika melihat Jiyeon.

“ Ya! Jiyeon~ah ! kau kemana saja? Kenapa HP mu mati hah? Tahu tidak, kami begitu khawatir sekali!”So Eun eonni memarahi Jiyeon. Dan Jiyeon hanya tertawa.

“ Dan tunggu, aku mencium bau alcohol,ya ! Aigoo~kau sampai mabuk seperti ini.”ia menambahi.

“ Anii,aku tidak mabuk. Aku hanya meminum 3 botol bir.”jawab Jiyeon sambil terkekeh.

“ Mwo? Aish ~ kau tahu tidak ,Seung ho dari tadi menunggumu, ia khawatir sekali padamu.”lalu Jiyeon menoleh kearah Seung ho yang dari tadi hanya diam.

“ Gwenchana?”tanya Seung ho.

“ Ya!! Seung ho-ssi ! bukankah kau sedang bersenang-senang dengan yeoja itu? Kau tahu tidak, aku sediiiih sekali melihatnya. Kau kan namjachinguku. Tapi kenapa kau tidak peduli denganku?”ujar Jiyeon yang tidak sadar dengan apa yang ia katakan.

“ Mwo?”So eun onnie heran.

“ Kau jahat Seung ho-ssi ! kau jahat ! ” kini air mata Jiyeon sudah mengalir, ia memukul badan Seung ho dengan pelan.

“ Nappeun namja.”ujar Jiyeon dan tiba-tiba tubuhnya langsung ambruk terjatuh dan segera ditopang oleh Seung ho dan kini Jiyeon sudah tertidur pulas.

Keesokan harinya..

-Author pov end

-Jiyeon pov

Aku terbangun ketika aku melihat jam wekerku sudah menunjukan pukul 6 kurang 15. Kepalaku rasanya pusing sekali. dan tenggorokanku terasa perih. Aku melihat disampingku sudah terdapat air. Mungkin eonni sudah menyiapkannya untukku. Aku baru ingat kalau semalam aku mabuk, dan Seung ho datang kerumah. Dan aku sempat mengluarkan semua unek-unek yang kurasakan. Apakah Seung ho akan marah denganku? Dan aku rasa hubungan kami akan segera berakhir.

“ Kau sudah bangun?”tanya So eun onnie ketika aku keluar kamar.

“ Emm..”aku mengangguk. Lalu aku berjalan menuju kamar mandi. Setelah mandi dan berpakaian lengkap aku segera menuju meja makan untuk sarapan bersama eonnie.

“ Ada apa sebenarnya?”tanyanya.

“ Ada apa gimana?”tanyaku heran sambil mengambil sebuah roti yang sudah disiapkan oleh So eun onnie.

“ Kau dan Seung ho.”jawabnya.

“ Oh. Tidak ada apa-apa eonn.”jawabku, berbohong.

“ Jangan bohong, kau sudah mengatakan semua unek-unekmu semalam. Katakan padaku yang sebenarnya jangan berbohong seperti itu.”

“ Aish, baiklah. Aku semakin lama sudah semakin kesal dengan sikapnya Seung ho. Dia itu playboy sekali eon, aku sudah cukup sabar, dan sekarang aku sudah tidak tahan lagi.”ujarku.

“ Apa benar Seung ho playboy?”tanyanya.

“ Ya, dia sangat-sangat playboy.”jawabku dengan tampang 100% yakin sekali.

“ Lalu kenapa kau mau jadian dengan dia? Kalau sudah tau dia Playboy, kenapa tetap memilih dia?”kini aku terdian dengan pertanyaannya. Eonni benar, mengapa aku malah menyukainya waktu itu? Padahal dia begitu playboy. Hanya karena dia telah menolongku, aku malah menyukainya.

“ Molla. Sudahlah, aku hampir telat eonn. Aku pergi dulu ya, eonnie.”aku berpamitan.

“ Ne, hati-hati Jiyeon~ah.”

Begitu keluar rumah aku begitu kaget melihat Seung ho yang sudah menungguku diluar. Dia tersenyum kearahku seakan-akan tidak ada sesuatu hal yang terjadi.

“ Ngapain kau kesini?”tanyaku kesal.

“ Menjemput yeojachinguku untuk berangkat bersama.”jawabnya.

“ Mian, aku mau naik bus saja.”jawabku lalu berjalan meninggalkannya yang masih diam terpaku ditempatnya.

-Jiyeon pov end

-Seung ho pov

Ada apa ini? mengapa hatiku terasa sakit sekali saat ia pergi meninggalkanku dan memutuskan untuk berangkat sekolah sendiri?Aku merasa ada sesuatu yang hilang , tapi apa itu? Mengapa perasaan merasa kehilangan ini tiba-tiba datang? Apakah aku benar-benar menyukainya?

Aku sampai dikelas pukul 07.50 . aku melihat Jiyeon sudah duduk ditempatnya. Dan ia sedang asyik mengobrol bersama Shi Yoon. Aku merasa kesal sekali melihat keakraban mereka berndua itu. Tapi tahankan emosi itu, karena kutahu ini hanya sebuah perasaan ilusi semata saja.

-Seung ho pov end

-Author pov

Ketika bel istirahat berbunyi, seperti biasa Seung ho berkumpul bersama teman-temannya. Mereka tertawa bersama. Namun pandangan Seung ho kini tertuju kepada Jiyeon. Dia melihat Jiyeon dan Shi yoon keluar dari kelas bersama-sama. Dia segera menghampiri Jiyeon.

“ Kau mau kemana?”tanya Seung ho.

“ Bukan urusanmu. Kajja, Shi yoon-ssi.”ajak Jiyeon buru-buru meninggalkan Seung ho. Namun seung ho segera menarik tangannya.

“ Kau ikut aku !”Seung ho menarik tangan Jiyeon.

“ Lepaskan aku Seung ho !”bentak Jiyeon yang berusaha melepaskan genggaman tangan Seung ho.

“ Lepaskan tangannya Seung ho ! Dia tidak mau pergi bersama mu !”ujar Shi yoon yang kemudian melepaskan genggaman Seung ho dari Jiyeon.

“ Diam kau !” bentak Seung ho, lalu ia segera memukul wajah Shi yoon. Dan namja itu tersungkur kelantai.

“ Ya!! Apa-apaan kau Seung ho !”bentak Jiyeon begitu kaget melihat Seung ho yang tiba-tiba memukul Shi yoon.

“ Ini balasan karena kau telah menyakiti Jiyeon!”ujar Shi yoon dan kini ia memukul wajah Seung ho.

“ Kalian berdua, Hentikan !” Bentak Jiyeon. Dan kini suasana menjadi begitu ramai. Seung ho begitu marah dan ia meninggalkan Jiyeon dan Shi yoon.

“ Ya!! Seung ho-ssi !”panggil Jiyeon namun Seung ho sama sekali tidak membalikan badannya.

-Author pov end

-Seung ho pov

“Apa-apaan sih kau Seung ho-ssi ! Hanya demi seorang yeoja kau malah berantem seperti ini? “umpatku.sebelumnya aku sama sekali tidak seperti ini. dan tiba-tiba saja tanganku ingin sekali memukul wajah namja itu. Dan alhasil aku benar-benar memukul wajahnya.

“ Ya ! Seung ho-ssi !”panggil seseorang, dak ketika aku menoleh dia adalah Jiyeon.

“ Mwo? Mau apa lagi?”tanyaku begitu kaget melihatnya yang sekarang ada di atap sekolah bersamaku. Dan dia membawa kotak p3k.

“ Aku tahu disebelah bibirmu yang dibagian kanan itu terluka. Makanya aku mau mengobatimu.”ujar nya lalu aku memegang bibir dibagian sebelah kanan dan ketika aku pegang terasa nyeri sedikit. Jiyeon mendekat kearahku.

“  cepat duduk .” ia menyuruhku duduk lalu aku segera duduk diatas aspal atap sekolah yang sedikit agak panas karena akibat dari sinar matahari. Jiyeon mengambil sebuah kapas dan menaruhnya dibibirku untuk membersihakan luka itu terlebih dulu. Aku memandang wajahnya, dia begitu yepopo sekali.

Deg

Dia menatapku. Membuat jantungku menjadi berdegup tidak karuan.

“ Apa yang kau lihat?”tanyanya.

“ Anii. Teruskan saja membersihkan lukanya.”lalu dia kembali fokus membersihkan lukaku. Lalu dia mengoleskan sebuah obat antiseptik dengan perlahan-lahan.

“ Auw..”rintihku.

“ Hanya perih sedikit, jangan seperti anak kecil.”ujarnya.

“Nah sudah selesai.”ia memberitahu. Lalu membereskan peralatan p3k yang ia pakai.

“ Gomawo, Jiyeon~ah. Dan Mian dengan sikapku yang kasar tadi.”aku meminta maaf dan dia tersenyum.

“ Seung ho-ssi, ada yang ingin kukatakan.”

“ Apa ?”tanyaku penasaran.

“ Kita.. lebih baik putus saja.”

“ Waeyo? Kenapa kau tiba-tiba ingin putus seperti ini?”tanyaku  yang begitu kaget dengan keputusannya yang tiba-tiba itu.

“ Aku hanya tidak merasa pantas menjadi yeojachingumu. Masih banyak yeoja yang lebih jauh sempurna dibandingkan denganku, Seung ho-ssi. Jeongmal mianhae, aku mohon kau mengerti dengan keputusanku ini.”dia menunduk sambil meminta maaf kepadaku kemudian dia pergi meninggalkanku. Seketika hatiku merasa begitu terpukul mendengarnya. Aku begitu disukai oleh yeoja-yeoja, tapi kenapa baru kali ini aku merasa begitu sedih diputusi olehnya?

-Seung ho pov end

-Jiyeon pov

Aku tahu ini sebuah keputusan yang begitu berat untuk kujalani, tapi inilah kenyataan yang sebenarnya. Aku dan Seung ho memang tidak ditakdirkan untuk bersama, karena dia memang bukan untukku.

“ Eonnie, aku pulang.”

“ Kau sudah pulang, Jiyeon~ah? “tanya So eun onnie.

“ Ne, kau sedang membuat apa onnie?”tanyaku yang begitu heran melihat dapur yang begitu berantakan.

“ Aku sedang membuat kue untuk Kim Bum.”jawabnya.

“ Kue? Kenapa kau memberinya kue?”tanyaku.

“ Ya! Kau ini sangat tidak romantis sekali, aku membuat ini sebagai tanda cintaku untuknya, lebih baik kau ikutan membuat 1 dan kau berikan untuk Seung ho !”

“ Untuk apa aku berikan kepadanya?”tanyaku polos.

“ Karena dia pacarmu, Jiyeon~ah.”

“ Anii, kami sudah putus.”jawabku.

“ Mwo?! Kau putus?”tanyanya kaget.

“ Iya, aku sudah putus dengannya.”jawabku.

“ Ya! Kau babo sekali !Mengapa kau putus dengannya? Dia begitu baik kepadamu !”

“ Dia playboy eonni, kan aku sudah bilang tadi pagi.”

“ Tapi mungkin itu hanya perasaanmu saja. Dia itu begitu baik kepadamu, dan kau tahu tidak waktu kau belum pulang, raut wajahnya begitu khawatir!”

“ Sudahlah eon, aku letih. Aku mau istirahat dulu.”ujarku lalu masuk kedalam kamar.

Aku membenamkan wajahku kebantal dengan posisi yang masih bisa bernapas. Dan kini dengan perlahan aku membiarkan air mataku mengalir dengan perlahan. Sebenarnya aku sama sekali tidak ingin mengakhiri hubungan itu, tapi tindakan itulah yang aku rasa yang paling baik untukku.

-Jiyeon pov end

Tbc.. gimana bagus gak? Komen yaa, jangan jadi SILENT READERS🙂

13 thoughts on “Namja Playboy vs Yeoja angel’s heart/part 3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s