fanfiction · PG 16 · Romance · Sad · three shoot

~Only You~ part 3 (END)

Author: Shafira Yesung’Elf/ Shafira surya

Kategori: Three shoot,  PG 15

Genre: Romance

Cast:  Lee ji eun as IU

Jang Wooyoung as Wooyoung

Park Jiyeon as Jiyeon

Yoo seung ho as Seung ho

 

-Seung ho pov

Aku sangat terbantu sekali dengan adanya Jiyeon. Ya , berkat dia aku bisa menemukan hadiah yang tepat untuk IU. Aku berharap ketika aku akan menyatakan perasaanku, dia bisa membalas perasaanku ini.

“ Jiyeon~ah, gomawo.”ujarku ketika kami sedang duduk di sebuah restoran untuk makan es krim.

“ Ne, cheonmaneyo Seung ho-ssi.”ia tersenyum.

“ Sebenarnya untuk apa kau memberikan hadiah ini? Ulang tahun IU kan masih lama, Seung ho-ssi.”tanyanya polos ,lalu aku tertawa.

“ Ya , aku tahu ulang tahunnya masih lama.”jawabku.

“ Lalu?”tanyanya lagi. kemudian aku mengenggam kedua tangan Jiyeon. Dia kaget ketika aku melakukan itu.

“ Kau jangan bilang-bilang ya, Jiyeon-ah..”ujarku.

“ Wae?”tanyanya bingung.

“ Aku akan menyatakan perasaanku kepada IU.”jawabku. tiba-tiba aku melihat raut wajah Jiyeon berubah. Tapi tak lama kemudian dia tersenyum.

“ Jeongmal? Aku sangat senang mendengarnya, Seung ho-ssi.”jawabnya.

“ Ne, aku mohon doa dari mu, supaya dia bisa menerima perasaanku.”

“ Ne, aku mendoakanmu . Hwaiting Seung ho-ssi..”ujar Jiyeon.

-Seung ho pov end

-Jiyeon pov

“ Aku antar kau pulang ya, Jiyeon~ah.”Seung ho menawariku.

“ Tidak usah Seung ho, mianhae. Biarkan aku pulang sendiri saja. Kamsahamnida telah mengajakku pergi.”

“ Anii, seharusnya aku yang berterima kasih karena kau telah menemaniku hari ini.”

“ Baiklah, aku pulang dulu ya.”ujarku lalu aku melambai kearahnya dan kemudian aku berjalan menuju halte. Setelah 5 menit menunggu, akhirnya bus yang akan kunaiki datang. Aku duduk di bangku paling belakang. Pandanganku kosong , menatap keluar BIS yang sedang hujan deras.

Aku turun tepat di halte dipusat kota Seoul. Aku melangkahkan kakiku keluar dari bus. Air mataku keluar bersamaan dengan derasnya air hujan. Pandanganku kosong dan aku tak tahu akan berjalan kemana.

Langkah kakiku berhenti tepat didepan rumah wooyoung. Aku tak tahu kenapa aku pergi kesini, yang jelas pikiranku sedang tidak karuan saat ini. aku mengeluarkan handphoneku dan menekan tombol dial tepat dinomornya wooyoung-ssi.

“ Waeyo , Jiyeon?”tanya Wooyoung setelah mengangkat teleponku.

“aku ada didepan.”ujarku.

“ Mwo? Ngapain?”tanyanya kaget.

“ Jebal, kau keluarlah sekarang.”aku memohon.

“ Baiklah , aku akan segera keluar.”lalu aku mematikan telponnya. Samar-samar aku melihat Wooyoung membuka pintu rumahnya. Ia begitu kaget melihatku. Lalu ia segera berlari kedepan rumah untuk menghampiriku.

“ YA!! Ngapain kau hujan-hujanan seperti ini?”tanyanya. aku masih terdiam.

“ Dia akan menyatakan perasaannya.”ujarku.

“ Siapa?”

“ Seung ho.”jawabku dan kini air mataku kembali mengalir.

“ Aigoo~, apa kau menangis sekarang?”tanyanya. lalu aku mengangguk.

“ Kau babo sekali, mengapa harus bertanya jika aku menangis atau tidak?”ujarku sambil memukul bahunya.

“ Mian, aku tidak bisa membedakan air mata mu dengan air hujan.”jawabnya polos.

“ Ya!! Kenapa kau malah bercanda seperti itu !”ujarku marah. Tiba-tiba ia langsung memelukku.

“ Mianhae Jiyeon~ah, aku tahu kalau kau sekarang sedih sekali.”

“ Ne, aku benar-benar sedih sekali, Wooyoung-ssi. Aku begitu menyukainya, sangat menyukainya.”

“ Biarkan waktu yang menyadarkannya, Jiyeon~ah. Yang kau bisa lakukan hanya terus berharap jika suatu saat nanti dia bisa sadar akan perasaanmu.”

“ Gomawo, Wooyoung-ssi.”

-Jiyeon pov end

-IU pov

Aku melihat mereka berdua berpelukan. Jiyeon dan Wooyoung, apa yang mereka lakukan? Apa kini mereka berpacaran? Omona~ bagaimana bisa? Tapi hatiku benar-benar sakit sekali jika harus menerima kenyataan pahit ini. tapi Jiyeon kan temanku, seharusnya aku senang jika dia bahagia.

Keesokan harinya

“ Ya!! IU-ssi, kenapa kau hanya  diam saja?”tanya Jiyeon.

“ Mianhae..”jawabku lirih. Sebenarnya aku tidak sanggup jika harus melihat Jiyeon. Mengapa ia tak mengatakan yang sebenarnya kalau dia menyukai Wooyoung?bagaimanapun kami kan berteman.

-IU pov end

-Wooyoung pov

Ada apa dengan IU? Kenapa dari tadi dia hanya diam saja bahkan tadi pagi dia berangkat sekolah sendiri? Tidak hanya denganku, tapi dia begitu juga dengan Jiyeon. Sejujurnya aku begitu khawatir melihatnya seperti itu.

Aku mengikutinya yang berjalan keatap sekolah sambil membawa gitar kesayangannya itu. Dia duduk disalah satu kursi bekas dan memainkan sebuah lagu.

Eonjengan i nunmuri meomchugil
Eonjengan i eodumi geodhigo
Ttaseuhan haetsari i nunmureul mallyeojugil

Jichin nae moseubi
Jogeumsshik jigyeoweojineun geol neukkimmyeon
Dabeorigo shipjyo
Himdeulge jikkyeoodeon kkumeul
Gajin geotbodaneun
Bujokhan geoshi neomunado manheun ge
Neukkyeojil ttaemada
Darie himi pullyeoseo na jujeoanjyo

Eonjengan i nunmuri meomchugil
Eonjengan i eodumi geodhigo
Ttaseuhan haetsari i nunmureul mallyeojugil

Gwaenchanheul georago
Nae seuseuroreul wirohamyeo beotineun
Haruharuuga nal jogeumsshik duryeobge mandeulgo OH~
Nareul mideurago oh
Malhamyeonseodo midji mothaneun naneun
Ije eolmana deo
Orae beotil su isseul ji moreugesseoyo

Kidarimyeon eonjengan ogetji
Bami gireodo haeneun tteudeushi
Apeun nae gaseumdo eonjengan da natgetji

Nal ijen dowajugil
Haneuri jebal dowajugil
Na honjaseoman igyeonaegiga
Jeomjeom deo jashini eopseojyeoyo

Eonjengan (eonjengan) i nunmuri meomchugil
Eonjengan i eodumi geodhigo (i eodumi geodhigo)
Ttaseuhan (ttaseuhan) haetsari i nunmureul mallyeojugil
(i nunmureul mallyeojugil)

Kidarimyeon eonjengan ogetji (Someday, Someday)
Bami gireodo haeneun tteudeushi (haeneun tteudeushi)
Apeun nae gaseumdo eonjengan da natgetji
(eonjengan da natgetji i yeah)

Eonjengan..
Eonjengan..

(IU-someday)

Setelah dia selesai bernyanyi, aku segera berjalan kearahnya.

“ Apakah itu lagu yang baru kau buat?”tanyaku kepada IU. Dia kaget melihatku yang sekarang ada disampingnya.

“ Sedang apa kau?”tanya IU dengan nada yang agak ketus.

“ Memperhatikanmu , aku suka dengan lagu barumu itu.”jawabku.

“Oh.”jawabnya datar.

“ Ada apa? Apa kau ada masalah?”tanyaku.

“ Anii, aku baik-baik saja.”

“ Jeongmal? Tapi sepertinya kau sedang tidak baik-baik saja.”

“ Aku baik-baik saja Wooyoung-ssi. Sudahlah aku mau kembali kekelas saja.”ujarnya, aku segera menahannya. Ini kesempatan untukku. Aku tidak mau menyia-nyiakannya lagi.

“ Ada yang ingin kukatakan.” Ujarku.

“ Apa?”tanyanya.

“ Saranghae.”ujarku. Dia begitu kaget mendengarku mengatakan itu.

“ Mwo? Apa kau bercanda ? Sepertinya hari ini kau sedang tidak beres.”ia tertawa menyindir. Lalu aku memegang bahunya dan menatapnya begitu lekat.

“ Anii, aku serius. Aku sudah menyukaimu sejak dulu, IU-ssi. Sejak kita TK dulu.”

“ Kau bohong, Wooyoung-ssi. Aku tahu kau sudah jadian dengan Jiyeon~ah. Dan aku tidak mau menyakiti temanku sendiri.”

“ Mwo? Aku jadian dengan Jiyeon? Aish~sejak kapan aku mau dengan yeoja bawel seperti dia?”

“ Kemarin aku melihatmu, berpelukan dengannya .”jawabnya.

“ Oh itu..”ujarku yang teringat dengan kejadian kemarin.

“ Apa kau tahu kalau Seung ho menyukaimu?”tanyaku kepada IU.

“ Anii, aku tidak tahu.”jawabnya polos.

“ Aish~jelas-jelas kelihatan sekali kalau dia menyukaimu. kembali ke inti pertanyaan. Jadi Jiyeon itu sebenarnya sudah lama menyukai Seung ho, kemarin dia datang kerumahku. Dia bilang kalau Seung ho akan menyatakan perasaannya kepadamu. Aku memeluknya hanya karena aku ingin memberinya semangat saja .”

“ Mwo? Seung ho menyukaiku? Dan Jiyeon menyukain Seung ho? Aigoo~ kasihan sekali Jiyeon. Selama ini dia pasti sedih sekali.”ujar IU yang kini terlihat merasa bersalah.

“ Tidak hanya Jiyeon, aku juga sedih melihat kedekatanmu dengan Seung ho.”ujarku sambil memegang kedua tangannya.

“ IU-ssi, jeongmal saranghaeyo. Apakah kau juga mempunyai perasaan yang sama denganku?”tanyaku. sejujurnya aku sangat takut dengan jawaban IU, tapi inilah saatnya untuk mengetahui isi hatinya.

“ Nado saranghaeyo, wooyoung-ssi.”ujarnya sambil tersenyum lembut. aku mendekapnya kedalam pelukanku.

“ Gomawoyo IU-ssi.”

Terima kasih tuhan, akhirnya aku mengetahui juga perasaannya yang sesungguhnya terhadapku.

-Wooyoung pov end

-Jiyeon pov

Apa aku telah menyakiti IU? Mengapa ia seperti menghindariku? Aku sedih sekali melihat sikapnya yang berbeda sekali dengan biasanya. Ia hanya diam sepanjang pelajaran, tidak mengajakku berbicara  seperti biasanya.

“ Jiyeon~ah, apa kau melihat IU?”tanya Seung ho yang tiba-tiba sudah ada didepanku.

“ Anii, aku tidak melihatnya.”

“ Aish~ kemana ya dia?”ujar Seung ho yang terlihat khawatir.

“ Apa kau begitu menyukainya?”tanyaku pelan.

“ Mwo? Barusan kau bilang apa? Mian aku tidak terlalu mendengarnya.”ujar Seung ho .

“ Anii, aku tidak mengatakan apa-apa.”jawabku lalu pergi meninggalkannya.

Mengapa kau sama sekali tidak menyadari perasaanku yang begitu dalam ini?

-Jiyeon pov end

-Seung ho pov

Mwo? Ada apa dengan Jiyeon? Sepertinya dia benar-benar mengatakan sesuatu. Tapi mengapa ia bilang tidak mengatakan apa-apa. Tibatiba aku melihat IU dan Wooyoung yang baru saja masuk kedalam kelas. Aku segera menghampiri IU.

“ IU-ssi.”

“ Ah waeyo Seung ho-ssi?”tanyanya.

“ Anii, ada yang ingin aku katakan. Bisakah kita berbicara ditempat kemarin?”tanyaku. Dia terdiam.

“ Baiklah.”jawabnya dan senyuman dari bibirku mengembang. Lalu kami berjalan menuju taman dibelakang sekolah.

“ Apa yang ingin kau katakan Seung ho-ssi?”tanya IU.

“Aku..”ujarku.

“ Saranghae.”akhirnya kata-kata itu keluar juga dari bibirku.

“ Mau kah kau menjadi yeojachinguku?”

“ Jeongmal mianhaeyo, Seung ho-ssi. Sebenarnya aku dan Wooyoung sudah jadian dan dari dulu aku memang menyukai dia.”jawabnya. aku kaget sekali mendengar jawaban dari dia itu.

“ Mwo >? Sejak kapan kau jadian dengannya?”tanyaku kaget.

“ Baru hari ini, mianhaeyo Seung ho-ssi. Aku hanya menganggapmu sebagai teman dan tidak lebih.”

“ Kalau begitu aku mempunyai satu permintaan.”

“ Apa ? “tanya IU.

“ aku membelikan sebuah boneka beruang untukmu, maukah kau menyimpannya?”tanyaku sambil mengambil sebuah boneka beruang yang sudah kusimpan dibelakang pohon.

“ Boneka Beruang?”tanyanya.Lalu aku mengangguk.

“ Mianhaeyo, sebenarnya ada seseorang yang lebih pantas untuk menerima itu, Seung ho-ssi. Tapi orang itu bukan aku.”

“ Nugu?”tanyaku.

“ Jiyeon, park jiyeon.”jawabnya.

“ Wae? Mengapa dia?”ujarku yang bingung dengan maksudnya itu.

“ Selama ini ada orang yang begitu lama menyukaimu dengan tulus Seung ho-ssi, dan orang itu adalah Jiyeon, bukan aku.”

“ Dia suka denganku? Tapi mengapa bisa aku tidak mengetahuinya?”tanyaku yang kini begitu kaget sekali.

“ Sejujurnya dia berhasil membuat aku dan kau tidak mengetahui perasaannya itu. Wooyoung bilang denganku kalau ia begitu sedih ketika kau bilang padanya kau akan menyatakan perasaan padaku.”

“ Dan lagi saat kau memintanya menemaninya untuk membeli boneka itu, tahukah kau sebenarnya Jiyeon sangat menyukai beruang, dan dia sangat berharap boneka itu untuknya bukan untukku.” Kini aku benar-benar kaget sekali mendengarnya. Selama ini aku tidak menyadari perasaan Jiyeon sama sekali.

“ Lalu sekarang apa yang harus kulakukan?”tanyaku.

“carilah Jiyeon, dan berikan boneka beruang itu untuknya. Dan selebihnya itu tergantung dengan dirimu. Tanya pada hatimu apa kau juga memiliki rasa yang sama seperti Jiyeon?”

Jiyeon? Apakah aku menyukainya?Sejujurnya dia adalah gadis yang sangat baik. Saat aku pergi bersamanya aku juga merasa nyaman didekatnya.

“ Baiklah, Gomawo IU-ssi. Aku akan mencarinya .”ujarku lalu meninggalkan IU dan segera mencari Jiyeon.”

“ Hwaiting Seung ho-ssi.”ujar IU menyemangatiku.

Tunggulah aku Jiyeon, aku akan segera membalas perasaan tulusmu itu.

-Seung ho pov end

-Jiyeon pov

Duduk dibawah pohon ini memang sangat nyaman sekali rasanya. Apalagi jika sedang sedih, membuat perasaan menjadi sedikit lebih baik.

Apakah sekarang Seung ho sudah menyatakan perasaannya kepada IU? Aish~beruntung sekali menjadi IU, dua orang namja menyukainya dan memperebutkannya, sedangkan aku, tak ada satu pun yang menyukaiku. Aah sedih sekali hidupku ini.

Mwo?

“ Beruang?”ujarku kaget ketika melihat sebuah boneka beruang ada didepan wajahku.

“ Annyeong Jiyeon”sapa beruang itu. Sepertinya aku mengenali suara itu, suara Yoo seung ho. Mwo? Apakah aku bermimpi?

“ YA!Jiyeon~ah kenapa kau malah bengong seperti itu?”tiba-tiba Seung ho yang kini muncul didepanku.

“ Anii.”jawabku. lalu Seung ho duduk disebelahku.

“ Sedang apa kau disni?”tanyanya.

“ Hanya duduk saja, lalu sedang apa kau disini?”tanyaku.

“ Hanya iseng saja.”jawabnya.

“ Iseng?bukankah kau seharusnya akan menyatakan perasaanmu?”tanyaku.

“ Anii, aku sudah kedahuluan Wooyoung.”jawabnya, spontan membuatku kaget.

“ Mwo? Wooyoung menyatakan perasaannya pada IU?”tanyaku .

“ Ne.”

“ Lalu apakah diterima?”

“ Ya, sekarang mereka resmi jadian.”jawabnya dengan raut wajah yang biasa saja dan sedikit membuatku bingung dengan ekspresinya itu.

“ Mianhae, pasti sekarang kau sedih. Apa yang harus kulakukan untuk membuatmu menjadi tidak sedih lagi?”tanyaku berusaha untuk menghiburnya.

“Tetaplah disampingku.”

“ Mwo?”tanyaku yang sekarang benar-benar tidak mengerti dengan perkataannya itu.

“ Kau harus selalu disampingku, Jiyeon~ah.”ia mengulangi dan aku masih tetap tidak mengerti.

“ Apa maksudmu itu Seung ho-ssi? Aku benar-benar tidak mengerti.”

“ Baiklah, dengarkan perkataanku dengan seksama. Aku tak akan mengulangnya lagi. Araso?dan jangan memotong saat aku sedang berbicara.”tanyanya. lalu aku mengangguk mengerti.

“ Terima kasih Jiyeon~ah atas perasaanmu yang begitu tulus terhadapku. Mungkin tanpa aku sadari aku telah menyakitimu, dan sekarang biarkanlah aku menebus dosaku. Aku ingin membalas perasaanmu yang sudah kau pendam sekian lama itu.”

“ Saranghae. Maukah kau menjadi yeojachinguku?”ia menambahi. Aku benar-benar tidak menyangka apa yang barusan ia katakan. Air mataku mengalir karena begitu terharu mendengarnya.

“ Jeongmal?”tanyaku.

“ Ne, kini aku baru sadar akan perasaanmu yang begitu tulus terhadapku.”

“ Maukah kau…”belum sempat ia bertanya lagi, aku sudah mengangguk terlebih dulu. Senyuman mengembang dari bibirnya. Lalu dia mendekapku kedalam pelukannya.

“ Dan seharusnya boneka ini kembali kepada pemilik yang sebenarnya, Jieyon~ah.”ia memberikan boneka beruang yang kami beli kemarin.

“ Gomawoyo, Seung ho-ssi.”

-Jiyeon pov end

-IU pov

Aku melihat Jiyeon tersenyum bahagia dipelukan Yoo Seung ho. Aku sungguh bahagia melihat mereka berdua itu. Akhirnya perasaan Jiyeon terbalaskan juga, dan begitu juga denganku.

“ Ya!!kenapa kau terus-terusan memandang mereka?”tanya Wooyoung.

“ Mianhae, aku begitu senang melihat mereka.”jawabku.

“ Seharusnya kau juga senang dengan hubungan kita sekarang.”

“ Kau tahu tidak, sekarang kau sama bawelnya dengan Jiyeon!”ejekku.

“ YA!! Jangan samakanku dengan Jiyeon, yeoja itu lebih bawel dari pada aku!”ujar Wooyoung sambil berusaha mengejarku dan aku berusaha menghindar darinya.

Tuhan, terima kasih untuk hari ini, aku begitu bahagia sekali hari ini. dan terima kasih untuk Wooyoung untuk perasaan yang sama seperti yang aku rasakan.. saranghae..

THE END

Gimana bagus enggak?? KOMEN yaaa🙂 jangan jadi SILENT READERS yaaaa

13 thoughts on “~Only You~ part 3 (END)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s