chapter · fanfiction · PG 16 · Romance · Sad

Namja Playboy vs Yeoja angel’s heart/part 4

Author: Shafira Yesung’Elf

Kategori: Chapter,  PG 16

Genre: Romance

Cast: Park Jiyeon

Yoo seung ho

Yoon shi yoon

 

 

Kini aku begitu merindukannya,

Merindukan sesosok dirinya yang ada didekatku..

-Jiyeon pov

            Hari ini terasa berat rasanya untuk masuk sekolah. Entah apa yang harus kulakukan jika bertemu dengan Seung ho . Rasa kehilangan akan dirinya masih tetap menghantuiku.

            Aku melangkahkan kakiku untuk masuk kedalam kelas. Baru sekitar setengah murid yang sudah memenuhi seisi kelas. Dan aku melihat Seung ho sudah datang. Dia sedang duduk bersama teman-temannya. Ia sempat melihat kearahku. Lalu aku pura-pura tidak melihatnya dan tetap berjalan menuju tempat dudukku. Aku melihat Shi yoon –ssi sudah datang. Dia tersenyum kearahku.

            “ Annyeong..”sapanya.

            “ Ne, annyeong..”balasku ,lalu menundukan wajahku ke meja dengan lesu.

            “ Waeyo?”tanyanya.

            “ Aku sudah putus.”jawabku.

            “ Jeongmal? Waeyo? Dia memutuskanmu?”tanya Shi yoon.

            “ Anii, aku yang memutuskannya.”

            “ Bersemangatlah Jiyeon~ah, masih banyak namja didunia ini.”ujarnya sambil menepuk bahuku.

            “ Ne, gomawo shi yoon-ssi.”

-Jiyeon  pov end

-Shi yoon pov

            Aku sangat senang mendengar kabar bahwa Jiyeon sudah putus dengan Seung ho. Tapi, yeoja itu.. aku tahu kalau sebenarnya dia begitu sedih. Aku melihat matanya yang begitu sembab, apakah dia semalaman menangisi namja itu?Aish~Jiyeon~ah, sadarlah kalau aku begitu menyukaimu..

-Shi yoon pov end

-Jiyeon pov

            Sejujurnya perasaan ini begitu menyiksaku. Setiap kali melihat seung ho aku merasa begitu sakit, dan kenangan-kenangan manis bersamanya membuatku terus mengingatnya. Mengapa aku masih begitu mengharapkannya ada disampingku?

            “ Jiyeon~ah, gwenchanayo?”tanya Shi yoon yang membuyarkan lamunanku.

            “ Ah mianhae, tadi kau bilang apa?”

            “ Anii, bagaimana kalau nanti kita pergi kekaroke an?”tanyanya.

            “ Mianhae Shi yoon-ssi, aku benar-benar tidak ingin pergi kemana-mana hari ini. Mian aku pulang dulu ya..”ujarku lalu berjalan menuju keluar kelas. Tanpa sengaja ketika akan keluar kelas aku menabrak seseorang.           

            “ Mianhae..yo..”aku begitu kaget dengan apa yang kulihat sekarang. Aku menabrak Seung ho yang kini sedang bersama dengan Eunjung. Dan yang begitu membuat aku sakit, tangan eunjung memegang lengan Seung ho dengan mesra sekali.

            “Ya!!Jiyeon-ssi, kalau jalan itu lihat-lihat!”bentak Eunjung kepadaku, Seung ho menatapku dan mata kami saling bertemu, dengan cepat aku langsung mengalihkan pandanganku. Dan aku segera kembali meminta maaf.

            “ Mianha…”

            “ Mianhae, Jiyeon tidak sengaja menabrakmu. Kajja, kita pergi jiyeon.”ujar Shi yoon yang datang tiba-tiba, lalu ia menggenggam tanganku dan menarikku pergi. Aku hanya tetap diam ketika ia masih mengenggam tanganku. Langkah nya terhenti ketika kami sudah berada didepan gerbang sekolah. ia melepaskan genggaman tangannya.

            “ Mianhae, Jiyeon. Jangan marah padaku.”ia meminta maaf. Aku pun menggeleng.

            “ Anii, malah harusnya aku berterima kasih padamu Shi yoon-ssi. Aish~ temanku yang satu ini memang bisa diandalkan.”

            “ Jeongmal? Kau tak marah padaku?”

            “ Anii, aku sama sekali tidak marah. Oia Shi yoon-ssi, apakah tawaranmu untuk pergi berkaraoke masih berlaku?”tanyaku, dia terdiam sejenak lalu menjawab pertanyaanku.

            “ Ne, apa kau mau pergi denganku?”

            “ Baiklah, karena kau tadi sudah menolongku, kajja kita pergi untuk berkaraoke!”

-Jiyeon pov end

-Shi yoon pov

            Aku sangat senang sekali karena Jiyeon mau pergi bersamaku. Dia begitu menikmati setiap lagu yang ia nyanyikan. Syukurlah jika ia tidak sedih lagi. Hatiku merasa pedih jika harus melihat wajahnya yang muram karena memikirkan Yoo seung ho. Tidak seharusnya Jiyeon mendapatkan nappeun namja seperti dia.

            “ YA!! Kenapa kau hanya diam saja? Tahu tidak dari tadi aku terus yang bernyanyi? !” ia mengomel kepadaku, dan aku hanya tersenyum melihat wajahnya yang sedang marah itu.

            “ Hahaha, mianhae, baiklah sekarang giliran aku yang akan bernyanyi.”

            “ Aku akan menyaksikan aksimu Shi yoon –ssi.”ujarnya lalu duduk manis sambil melihat kearahku. Setelah aku menemukan lagu yang akan kunyanyikan, aku mendengar alunan musik mulai terdengar. Aku menikmati dan menghayati penuh lagu yang kini sedang aku nyanyikan.  

            Kini aku membalikan badanku untuk melihat ke arah jiyeon, kukira ia memperhatikanku ketika bernyanyi. Tapi ternyata aku salah, ia sedang  menangis. Kini aku benar-benar salah besar yang telah menganggap bahwa jiyeon tidak sedih lagi, dibalik senyumnya itu, ia menahan rasa sakitnya yang ia tanggung sendiri.

            Aku berjalan mendekat kearahnya dan kemudian duduk disampingnya . dia begitu kaget ketika aku sudah berada disampingnya.

            “ Mianhae.. seharusnya aku bersenang-senang saat ini”ujarnya dengan suara yang sedikit bergetar karena berusaha untuk menahan tangisannya agar tidak keluar lagi.

            “ Anii, jangan merasa bersalah seperti itu Jiyeon~ah.. aku mengerti keadaanmu sekarang ini.”

            “ Lebih baik aku pulang saja, Shi yoo-ssi..”

            “ Mau ku antar?”tanyaku.

            “ Anii, tidak usah.. aku bisa pulang sendiri Shi yoon-ssi. Mianhae telah membuat harimu yang seharusnya menyenangkan malah menjadi seperti ini.”ia meminta maaf kepadaku.

            “ Anii, malahan aku sangat senang hari ini. hati-hati ya Jiyeon~ah.. kalau ada apa-apa, segera hubungi aku.”

            “ Ne, annyonghi haseyo.”ujarnya yang kemudian meninggalkanku sendiri.

-Shi yoon pov end

-Seung ho pov

            Aish~ kini aku benar-benar sudah dibuat gila oleh yeoja itu! Mengapa selalu wajahnya yang terus-terusan terbayang dipikiranku! Aku tidak pernah mengalami hal ini sebelumnya, apakah ini tandanya kalau aku begitu mencintainya? Tapi mana mungkin playboy seperti aku bisa mencintai seorang yeoja.

-Seung ho pov end

3 hari kemudian..

-Jiyeon pov

            Aku benar-benar yakin dengan keputusan yang aku buat. Hari ini adalah hari keberangkatanku . Ya, aku sudah memutuskan untuk tinggal di Busan bersama halmeoni dan harabeoji. Jika aku terus-terusan tinggal disini, hanya membuatku terus-terusan memikirkan Seung ho. Dan semakin membuatku bersedih.

“ Ya!Jiyeon~ah, awas saja jika kau malah merepotkan halmeoni dan harabeoji, aku akan membawamu kembali ke Seoul.”ujar So eun eonni saat kami sudah berada di Seoul Station.

            “ Ne, eonni, aku janji tidak akan merepotkan mereka. Onnie baik-baik ya disini, dan jangan bertengkar dengan kimbum oppa. Aku pasti akan kangen dengan eonni.”ujarku sambil memeluknya, dan kini air mataku sudah mengalir.

            “ Ne, kau juga baik-baik disana. Eonni pasti sangat merindukanmu. Dan sering-seringlah memberi kabar padaku.”ujar so eun onnie yang kini juga menangis sama seperti aku. Lalu aku melepaskan pelukan eonni dan kemudian berpamitan kepada kimbum oppa.

            “ Oppa, aku titip eonni ku yah.. jika dia nakal, marahi saja dia..”ujarku dan kami sama-sama tertawa.

            “ Ne, hati-hati ya Jiyeon.. baik-baik disana.”ujarnya lalu kami berpelukan. Setelah berpamitan dengan kimbum oppa, kini waktunya untuk berpamitan dengan shi yoon-ssi.

            “ Shi yoon-ssi, terima kasih karena kau terus-terusan berada disampingku disaatku sedang sedih. Kau benar-benar seorang teman yang sangat berarti untukku.”ujarku sambil memegang bahunya. Dia tersenyum hangat.

            “ Ne, sama-sama Jiyeon~ah. Jika ada apa-apa tolong kabari aku.. jangan sampai kita sama sekali seperti tidak mengenal satu sama lain setelah kau pergi.”

            “ Ne, aku pasti akan mengabarimu. Baik-baik ya diSeoul, aku pasti akan merindukanmu.”

            “ Ne. Kau juga, aku juga pasti akan merindukan sesosok teman sepertimu.”ujarnya dan kami berpelukan. Lalu aku melepaskan pelukannya dan memandang mereka bertiga sebelum aku pergi. Air mataku kini mengalir bertambah deras.

            “ Semuanya, aku pergi dulu ya. Kamsahamnida telah mengantarkan kepergianku. Jaga diri kalian baik-baik ya. Annyonghi haseyo.”ujarku lalu berjalan masuk kedalam kereta. Aku menghapus air mataku dan berusaha untuk tegar.

            “ sampai jumpa seung ho-ssi, aku pasti akan begitu merindukanmu..”ujarku dalam hati.

-Jiyeon pov end

-Shi yoon pov

            Sejujurnya ini sangat berat bagiku untuk melepaskanmu Jiyeon~ah, tapi kini kesempatan untukku untuk masuk kedalam hatimu memang sudah tidak bisa lagi. Hatimu benar-benar sudah tertutup, dan memang hanya Seung ho yang bisa membahagiakanmu.

            “ Apa kau benar-benar sudah merelakannya?”tanya So eun noona tiba-tiba. Aku menoleh kearahnya yang kini sedang menatapku, begitu juga dengan kimbum hyung.

            “ Mwo?”tanyaku kebingungan dengan maksudnya.

            “ Kau menyukainya kan? Lantas mengapa kau membiarkannya pergi?”tanyanya.

            “ Aku memang menyukainya, tapi ada seseorang yang bisa membahagiakan Jiyeon dibanding denganku.”jawabku.

            “ Nugu?”tanyanya.

            “ Dia”jawabku sambil menunjuk ke seseorang yang kini telah berdiri dibelakang so eun noona dan kimbum hyung. Mereka berdua menoleh ke belakang untuk mengetahui siapa yang aku maksud.

            “ Yoo seung ho?”ujar mereka bersamaan dan kini mereka berdua benar-benar kaget melihat seung ho yang sudah ada disini. Nafasnya begitu terengah-engah, dan wajahnya penuh dengan keringat.

            “ Apa Aku terlambat?”tanyanya.

            “ A.. ani.. “jawab So eun noona dengan terbata-bata.

            “Cepat carilah dia, dan bawa ia kembali kesini.”ujarku menyuruhnya, ia mengangguk dan kemudian masuk kedalam kereta yang Jiyeon naiki.

            Jiyeon~ah, aku tahu kalau kebahagiaan yang kau inginkan, jika kau bisa kembali bersama Seung ho. Aku rela melakukan ini hanya demi membuatmu bahagia.

_Flashback_

            Aku tahu apa yang harus kulakukan untuk Jiyeon, dan aku harus melakukan ini deminya walaupun aku tidak bisa mendapatkan cintanya..

            “ Yoboseyoo”ujar suara dari dalam telepon.

            “ Seung ho-ssi, ini aku Shi yoon”jawabku

            “ Mwo? Ngapain kau menelponku?”tanyanya dengan begitu ketus.

            “ Aku hanya ingin memberitahumu satu hal.”jawabku.

            “ Apa? Cepat katakan! Aku sedang sibuk saat ini!”

            “ Besok Jiyeon akan pergi ke busan, jika kau tidak ingin dia pergi datanglah ke Seoul station jam 10. Aku melakukan ini semuanya hanya demi Jiyeon. Hanya kau orang yang dia cintai, dan jika kau tidak datang maka aku yang akan membahagiakannya. Jadi jangan sampai menyesal, seung ho-ssi.” Ujarku, lalu memutuskan sambungan teleponku dengannya.

_Flashback end_

-Shi yoon pov end          

-Seung ho pov

                Apa yang harus kulakukan? Apakah aku biarkan saja dia pergi? Tapi mengapa hatiku begitu sakit jika aku harus membiarkannya pergi? Aku benar-benar bingung dengan perasaanku sendiri.

               Aku melihat kearah jam yang sudah menunjukan pukul 9. 1 jam lagi Jiyeon akan berangkat. Apakah aku menyukainya? Dan apakah aku mencintainya? Tapi sepertinya kini aku mengetahui jawaban dari semua keraguan yang kualami setelah sekian lama ini.

              Aku segera mengambil kunci motorku dan melaju dengan cepat sehingga aku bisa sampai sebelum Jiyeon berangkat. Aku harus menghentikannya, dan aku tak ingin dia pergi. Aku tak ingin seseorang yang begitu aku sayangi dan cintai lagi-lagi meninggalkan aku..

             Tepat pukul 9. 45 aku sampai di Seoul station. Aku segera berlari untuk mencari Jiyeon. Dan tak berapa lama kemudian aku melihat so eun noona . aku segera berlari kearahnya yang ternyata juga ada Shi yoon tapi tidak ada jiyeon disana. Aku melihat shi yoon menunjuk kearahku dan seketika so eun noona dan namja disebelahnya menoleh kearahku.

             “ Yoo seung ho?”ujar mereka berdua bersamaan.

             “ Apa aku terlambat?”tanyaku dengan nafas yang begitu terengah-engah.

              “ A..ani..”jawab So eun noona.

              “Cepat carilah dia, dan bawa ia kembali kesini.”ujar Shi yoon-ssi, lalu aku mengangguk mengerti dan kemudian segera berlari menuju kedalam kereta yang Jiyeon naiki. Aku mencari-carinya disetiap kursi, dan aku belum menemukannya. Dan sampailah aku disebuah kursi, aku melihat seorang yeoja yang sedang menunduk sedih. Aku begitu mengenal yeoja itu. Ya, dia adalah Park Jiyeon.

              “ Syukurlah..”ujarku, lalu dia mendongak kearahku dengan wajah yang begitu kaget. Aku segera mengambil tasnya dan membawanya keluar.

             “Ya! Apa-apaan kau Seung ho-ssi!”bentaknya, tapi aku tetap tidak menghiraukannya begitu juga dengan tatapan para penumpang yang sedang memperhatikanku. Aku berhasil keluar dengan membawa barang-barang Jiyeon, dan kini Jiyeon berdiri didepanku dengan tatapan marah. Dan kereta yang tadinya akan dinaiki Jiyeon sudah berjalan dengan perlahan.

             “ Apa kau gila, hah?! Gara-gara kau aku jadi tidak bisa ke busan! “bentaknya.

             “ Mianhae..”jawabku.

             “ Hanya itu yang bisa kau katakan? Dasar gila !”makinya lalu mengambil semua barang-barangnya dari tanganku dan pergi meninggalkanku. Aku segera menahannya.

             “ jangan pergi..”ujarku.

            “ ada sesuatu yang ingin aku katakan, tapi tidak bisa disini..”

-Seung ho pov end

-Jiyeon pov

            Aku benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran namja ini! setelah dia membuat aku ketinggalan kereta, sekarang dia membawa aku ke sebuah pemakaman. Benar-benar membuat aku menjadi tambah gila !

           “ Ya!! Untuk apa kau membawa ku kesini?!”bentakku.

           “ kau akan tahu nanti..”ujarnya lalu menggandeng tanganku dan berjalan melintasi beberapa makam. Lalu kami berhenti disebuah makam, di atas nissan bertuliskan nama Park Hyejin. Lalu seung ho duduk disamping makam itu. Dan aku masih berdiri mematung.

           “ Kajja duduk disini.”ajaknya. lalu aku menurut dan duduk disampingnya walaupun sebenarnya tidak mengerti maksudnya untuk mengajakku kesini.

           “ Ini adalah makam eommaku, dia meninggal 5 tahun yang lalu.”ujarnya dan membuat ku kaget mengenai  eommanya yang sudah meninggal.

           “ Lantas untuk apa kau membawa ku kesini?”tanyaku marah.

          “ Tolong dengarkan aku dulu, jika aku sudah selesai, baru kau boleh berkomentar.”ujarnya dan dengan sangat terpaksa aku menurutinya.

          “ dia meninggal karena sakit kanker otak.”ia melanjutkan dengan nada suara yang parau.

           “ Disaat ia sedang berjuang menahan rasa sakit , appa mengkhianati nya. Dia malah sibuk dengan yeoja-yeoja murahan yang tiap malam selalu datang ke rumah. Dan beberapa hari kemudian eomma meninggal, meninggal tanpa seorang suami disisinya.”air matanya mengalir dan raut kesedihan kini terlihat dari wajahnya. Aku yang mendengarnya saja sudah merasa sedih sekali, apalagi dirinya yang mengalami semua itu.  

            “ setelah kematian eomma, aku begitu membenci appa dan menjadi seperti dirinya. Aku seperti ini bukan karena keinginan ku, tapi karena masa laluku yang begitu membenci yeoja, Jiyeon~ah.. mianhaeyo karena aku sudah menyakitimu. Kini baru aku sadar kalau aku sangat kehilangan dirimu..” aku segera memeluknya untuk memberikan sebuah ketenangan.

             “ Mianhaeyo, aku sama sekali tidak tahu kalau kau mempunyai masa lalu yang begitu menyakitkan. Kembalilah menjadi dirimu yang sebenarnya Seung ho-ssi, tidak semua yeoja itu sama persis seperti apa yang kau pikirkan. “ia melepaskan pelukanku dengan perlahan. Lalu Ia menatapku dengan tatapan lembutnya.

              “ Ne, aku akan berubah . Aku ingin menjadi diriku yang sebenarnya dan aku tidak ingin lagi kehilangan dirimu. Kembalilah ke sisiku Jiyeon, aku janji tidak akan pernah menyakitimu seperti waktu itu. Kini aku baru sadar kalau kau begitu berarti untukku. Dan aku tak ingin kehilangan orang yang aku cintai lagi untuk kedua kalinya.”

              “ Ne..” jawabku, lalu dia memelukku, dengan pelukan yang begitu hangat yang pernah aku rasakan.

              “ Kajja kita pulang.”ajakku sambil mengenggam tangannya. Lalu kami berjalan menuju motornya.

               “ Jiyeon~ah..”panggilnya. lalu aku menoleh ke arahnya, dan kini wajahnya semakin mendekat kearahku. Aku perlahan mundur agar bisa menyender dimotornya.

               “Saranghaeyo.”ujarnya dan kini bibirnya yang hangat menyentuh bibirku dengan perlahan. Masih sama seperti ciuman yang dulu aku rasakan , tapi kini hanya tempatnya yang sangat jauh berbeda.

               “YA! Seung ho-ssi, kau tahu tidak kita ini sedang berada di pemakaman!”

              “ Ah ne, aku baru ingat. Kajja kita pulang, kita lanjutkan nanti saja.”ujarnya dan aku hanya tersenyum melihat tingkahnya itu.

THE END

Akhirnyaaaaaa tamat juga… mianhae kalo jelek yahh.. dan jangan lupa di KOMENT yaaa ^^, jangan jadi SILENT READERS🙂

32 thoughts on “Namja Playboy vs Yeoja angel’s heart/part 4

  1. waa…
    oenni bagus deh ceritanya..
    aku gak pusing juga bacanya.. jadi enak.. hehe🙂
    aku mau lanjutin baca yang laen ah…
    keke…

  2. mian baru comment , baru baca ..
    hehehe *author: kmana z lo ??!!!
    happy ending ^^
    td y q mkir jiyeon bkal prgi n ninggalin seung ho dg penyesalan bkal nyiksa dia *sadis*
    tp seungho dach nemuin jiyeon dluan , yahhh g jd lyat seungho mnderita dech … *pLakk1!! -_-V

  3. wawwww..kerennn bgddd…
    tp crtnya kok pendek…
    bkn crita kayak gn lg dunk…
    aboutanak sma yg msh remaja..jd sederhana nd pztnya castny tetep the couple seung ho-jiyeon..
    semangat…

  4. Pokoknya ff nya daebak🙂
    Aku penggemar SeungJi banget🙂
    Leganya happy ending .
    Ttap berkarya chingu .
    Dan mian , boleh nmpang promosi wp aku gak ?

    Bgi pcnta SeungJi dan Myungzy kunjungi hazmigroupkoreanfanfiction.wordpress.com . Gomawo chinguu🙂

  5. Gk berasa ni ff udah end aja…
    Berasa baru 2 jm aku baca ff ini.. #emang baru 2 jm woyyy!!!!
    Happy ending juga..
    Padahal aku kira bakal sad ending….
    Ffnya bagus! ‘-‘)b

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s