chapter · fanfiction · PG 16 · Romance · Sad

My Life/part 1

Author: Shafira Yesung’Elf

Kategori: Chapter,  PG 15

Genre: Romance, Sad

Cast: Park Jiyeon

            Choi Minho

            Park Sang Hyun/ Thunder

 

-Jiyeon pov

            Aku adalah Park Jiyeon. Umurku 18 tahun. Seharusnya kini aku kuliah, tapi karena masalah biaya, aku tidak bisa melanjutkan untuk kuliah. Yang bisa aku lakukan hanya bekerja, untuk memenuhi kebutuhan hidupku, dan juga kakakku, Park Hyunjae.

            Orang tua ku sudah meninggal ketika aku berumur 5 tahun, kejadian itu sudah lama sekali. dan aku sama sekali tidak ingat kejadian waktu mereka tertabrak. Aku tinggal bersama kakakku, Hyunjae oppa yang berumur 25 tahun. Dan dia bekerja sebagai kuli bangunan. Sedangkan aku bekerja sebagai pelayan disebuah restoran.

            Kakakku begitu membenciku. Aku tidak tahu mengapa dia seperti itu. Tapi yang jelas, hubungan kami sangat tidak baik. Dia sering memarahiku, memukulku, dan semenjak orang tuaku pergi dia sama sekali tidak ingin peduli dengan diriku, dan bahkan aku menghidupi sendiri, biaya untuk keperluanku hidup.

            “ YA!! Park Jiyeon! Makanan apa ini?! tidak ada rasanya! Dasar Yeoja babo! ”bentak Hyunjae oppa, kemudian dia menjatuhkan mangkuk yang berisi bubur buatanku dan pergi keluar rumah sambil membanting pintu dengan keras.

BLAAAM *suara bantingan pintu*

            “ tidak tahukah kau kalau aku membuat ini dengan susah payah?”isakku sambil memunguti pecahan-pecahan mangkuk yang ia jatuhkan.

-Jiyeon pov end

-Minho pov

            Hari ini seorang muridku mengajakku untuk makan siang disebuah restaurant didekat Lotte World. Dia akan berencana pergi ke Amerika untuk sekolah disana. Dia adalah salah satu muridku , namanya Yoo seung ho. Keinginannya terkabul setelah seorang komponis dari Amerika datang dan menawarinya beasiswa untuk melanjutkan kuliah disana.

            “ Mianhae seonsaengnim  , apakah anda sudah menunggu lama?”tanya muridku yang baru datang.

            “ Anii, baru saja.”jawabku.

            “ Kajja, kita masuk seonsaengnim.”lalu kami berdua masuk kedalam dan menempati tempat duduk yang berada dipaling belakang. Lalu tak lama setelah kami duduk, seorang pelayan datang. Ia memberikan sebuah buku menu .

            “ Aku mau pesan Bulgogi saja, Minho saem mau pesan apa?”tanya seung ho.

            “ Emm, aku pesan Spaghetti saja.”jawabku.

            “ 1 porsi  Bulgogi dan juga 1 porsi Spaghetti. Mau minum apa?”tanya pelayan itu.

            “ Aku Ice lemon tea saja.”ujar seung ho, lalu dia melihat kearahku.

            “ Seonsaengnim mau pesan apa?”

            “ Aku mineral water saja.”

            “ Baiklah, saya ulangi lagi pesanannya, 1 porsi Bulgogi , 1 porsi Spaghetti, 1 ice lemon tea dan 1 mineral water. Mohon ditunggu sebentar.” Ujar pelayan itu, lalu dia pergi sambil membawa catatan pesanan kami. Tak lama kemudian pelayan itu datang sambil membawa pesanan kami. Aku bangkit dari tempat duduk ku dan berjalan menuju wastafel yang berada didekat kamar mandi.

            Aku memutar keran air dan membasuh tanganku dengan perlahan. Tiba-tiba seseorang mendorongku dan membuat air dari keran tersiram ke arah bajuku. Aku menoleh dan mendapati seorang pelayan yeoja sudah berdiri didepanku. Aku begitu terkesima. Dia ‘neomu yepopo’ .

            “ Mianhaeyo tuan, aku benar-benar tidak sengaja.”ujar pelayan itu sambil menggosokan sebuah lap kearah bajuku yang  basah.

            “ Anii, tidak apa-apa.”jawabku.

            “ sekali lagi aku benar-benar minta maaf padamu tuan.”ujarnya lagi yang kini sambil menunduk minta maaf.

            “ Ne.”jawabku, lalu kembali menuju mejaku. Seung ho menatap ku dengan wajah yang penuh tanya.

            “ Waeyo seonsaengnim?”tanyanya.

            “ Anii, hanya basah terkena air tadi.”

            “ Jeongmal? Aish~ ceroboh sekali pelayan itu. Sudahlah, kajja kita makan, Minho saem..”

            “Ne..”

-Minho pov end

-Jiyeon pov

            “ YA! Park Jiyeon, cepat bawa ini ke dapur !”perintah Direktur Jang. Aku mengangguk lalu membawa sebuah nampan yang berisi gelas dan piring kotor. Aku segera berjalan menuju kearah dapur. Dan tanpa sengaja aku mengenai badan seseorang dan mendorongnya. Aku melihat ia sedang mencuci tangannya dan gara-gara aku, bajunya menjadi basah.

            “ Masalah apalagi sekarang?”tanyaku dalam hati.  Namja itu menoleh kearahku. Dan dengan segera aku langsung meminta maaf kepadanya.

            “ Mianhaeyo tuan, aku benar-benar tidak sengaja.”ujarku sambil menaruh nampan yang ku bawa diatas meja dan segera mengelap baju namja itu.

            “ Anii, tidak apa-apa.”ujarnya.

            “ Sekali lagi aku benar-benar minta maaf padamu tuan.”ujarku sambil menunduk minta maaf dan tidak berani untuk menatap matanya.

            “ Ne.”jawabnya lalu ia berjalan kembali menuju ke tempat duduknya. Aku hanya bisa memandanginya dengan tatapan menyesal dengan apa yang barusan aku lakukan. Pasti aku akan mendapatkan masalah lagi.

            Benar saja! Kini Direktur Jang sedang menatap kearahku. Tatapannya begitu tajam, dan ia menyuruhku untuk datang kekantornya. Dan aku hanya bisa mengangguk pasrah, dan segera menuju kekantornya setelah menaruh nampan yang aku bawa ke dapur.

@kantor Direktur Jang.

            “ Ya! Park Jiyeon lagi-lagi kau membuat masalah ! Sebenarnya apa sih pekerjaan yang kau bisa lakukan tanpa membuat masalah?!”bentaknya. aku hanya menunduk menyesal.

            “ Mianhae Direktur Jang, tadi aku benar-benar tidak sengaja melakukan itu.”

            “ Selalu kata ‘ tidak sengaja’ yang aku dengar dari mulutmu! Sudah sering sekali kau melakukan sebuah kecerobohan ! dan kini aku benar-benar tidak bisa mempertahankanmu lagi!”ujarnya. seketika aku langsung kaget mendengar perkataannya. Apakah kini aku diberhentikan olehnya?

            “ Maksud Direktur , aku di pecat?”tanyaku yang berusaha untuk memastikan.

            “ Ne, dengan sangat menyesal aku harus memberhentikanmu.”

            “ Tapi Direktur, aku tidak mempunyai pekerjaan lain..”

            “ Itu urusanmu, dan aku sama sekali tidak ingin peduli dengan hal itu! Sudah sana cepat bereskan barangmu!” aku berjalan menuju keluar ruangan. Tiba-tiba direktur Jang memanggilku kembali. Aku sangat berharap dia menyesal telah memecatku.

            “ Ne?”tanyaku dengan penuh harap.

            “ Ini gajimu untuk bulan ini.”ujarnya sambil memberikan sebuah amplop putih. Dan kini aku begitu kecewa dengan kenyataan yang sebenarnya.

-Jiyeon pov end

– Author pov

            Dengan langkah gontai, Jiyeon berjalan kembali menuju kerumahnya. Ia sudah membawa semua barang-barangnya yang ia kumpulkan dalam 1 kardus. Kini ia tidak bisa membayangkan apa yang oppanya akan lakukan terhadap dirinya jika ia tahu kalau ia diberhentikan dari pekerjaannya.

            Kini Jiyeon sampai didepan rumahnya. Ia masuk kedalam rumahnya dengan perlahan dan mendapati kakaknya yang sedang menonton tv. Seketika Hyunjae begitu heran melihat adiknya yang sudah pulang.

            “ Mengapa jam segini kau sudah pulang? Dan kardus apa itu yang kau bawa?”tanyanya.

            “ Aku..”jawabku dengan perasaan yang begitu takut akan dimarahi olehnya.

            “ Wae?”tanyanya lagi.

            “ Aku dipecat dari tempat kerjaku.”jawabku.

            “ Mwo?! Kau di pecat?! Ya!! Sebenarnya apa sih yang bisa kau lakukan!”bentaknya , kemudian dia mendorong kardus yang Jiyeon pegang dan mendorong tubuhnya hingga tersungkur ke lantai.

            “ Mianhae oppa, jeongmal mianhaeyo..”ujar Jiyeon lirih. Lalu Hyunjae oppa mendekat kearahnya dan seketika dia menjambak rambut Jiyeon.

            “ kau tahu tidak selama bertahun-tahun ini kau selalu menyusahkanku ?!”bentaknya , dan Jiyeon hanya bisa menangis merasakan rasa sakit akibat jambakan oppanya itu.

            “ Sakit oppa..”rintih Jiyeon..

            “ Sakit?!! Rasa sakit mu belum sebanding dengan rasa sakit yang aku rasakan Park Jiyeon!! Apa kau tahu siapa yang menyebabkan appa dan eomma meninggal?”tanyanya yang kemudian melepaskan jambakannya dan menatap jiyeon dengan penuh amarah.

            “ Mereka mengalami kecelakaan,kan?”

            “ Ne , kau benar ! tapi itu semua akibatmu Jiyeon!!”

-Author pov end

-Jiyeon pov

            “ Ne, kau benar! Tapi itu semua akibatmu Jiyeon!!”

            Gara-gara aku? Apa telah yang kuperbuat? Dan mengapa aku sama sekali tidak ingat saat mereka meninggal? Sebenanrnya apa yang salah dengan diriku?

            “ A.. aku?”tanyaku.

            “ Kalau kau tidak terjatuh waktu itu, pasti mereka masih hidup hingga saat ini!”bentaknya dan kini membuat air mataku mengalir kembali.

            “ Waeyo? Mengapa aku sama sekali tidak mengingatnya?”

            “Karena waktu itu kau didorong oleh mereka dan kepalamu terbentur mengenai aspal. Dan kau mengalami amnesia ringan, sehingga kau tidak mengingat kejadian itu.”

            Aku berusaha mengingat kembali. Sakit. Rasanya kepalaku seperti berputar-putar. Bayangan-bayangan aneh mulai terlihat di benakku.

            “ Jadi aku lah penyebab kematian mereka?”

            “ Ne, dan itulah penyebabnya mengapa selama ini aku begitu membencimu! “bentaknya. Aku berjalan mendekat kearahnya dan berlutut didepannya.

            “ Oppa, tidak bisakah kau memaafkanku? Hanya kau yang aku punya didunia ini.”isakku sambil memohon kepadanya.

            “ Mwo? Memaafkanmu? Jangan harap ! Sudahlah, aku begitu muak tinggal bersamamu! Terlalu banyak penderitaan jika aku terus bersamamu! Aku akan pergi ke busan! Dan kau lebih baik tinggal disini saja! Dan jangan peduli denganku lagi!Urusi saja hidupmu sendiri!”bentaknya, kemudian  ia masuk kedalam kamarnya. Dan tak lama kemudian dia keluar sambil membawa sebuah tas dan berjalan menuju pintu. Tiba-tiba langkahnya terhenti.

            “ Satu hal yang aku begitu sesali, andai kau tidak terlahir didunia ini.”ujarnya, lalu dia segera keluar dan membanting pintu. Dan aku hanya menatap kepergiannya.

            “Eomma, appa, jeongmal mianhaeyo..”

-Jiyeon pov end

3 hari kemudian…

-Dara pov

            Hari ini jadwal 2ne1 sedang tidak sibuk, dan aku berencana untuk pergi ke salon untuk Spa. Kini jam sudah menunjukan pukul 11 pagi. Aku melihat seorang yeoja yang sedan jalan di pinggiran jembatan sungai Han , dia terlihat begitu lemas sekali. Dan tiba-tiba yeoja itu jatuh dan terbaring ke aspal.

            Aku segera memberhentikan mobilku dan mengenakan topi untuk menyamarkan identitasku. Orang-orang disekitar yeoja itu langsung mengerubunginya. Aku mendekat kearah yeoja itu. Wajahnya begitu pucat. Tapi wajahnya begitu yepopo.

            “ Bawa dia ke mobilku saja, nanti aku akan mengantarnya ke rumah sakit.”ujarku , lalu orang-orang disekitarku mengangkat yeoja itu dan menaruhnya di jok belakang mobilku.

-Dara pov end

-Jiyeon pov

            Aku membuka mataku dengan perlahan. Dan aku melihat seorang yeoja yang lebih tua duduk disampingku. Aku melihat ke sekitar, dan ternyata bukan sungai Han. Padahal seingatku aku sedang berjalan dipinggiran sungai Han.

            “Apa kau sudah baikan?”tanya yeoja itu. Aku berusah bangun untuk duduk, dan yeoja itu membantuku.

            “ Ne. Apakah onnie yang sudah menolongku?”tanyaku.

            “ Ne, ketika aku sedang melewati jembatan sungai Han , aku melihatmu yang tiba-tiba pingsan. Lalu aku segera membawamu ke seoul hospital.”

            “ Mianhae, aku telah merepotkan eonni. Dan kamsahamnida onnie telah menolongku.”ujarku.

            “ Ah ne~ gwenchanayo. Oh iya, namamu siapa?”tanyanya.

            “ Joneun, Park Jiyeon imnida.”jawabku.

            “ Nama onnie siapa?”kini aku yang bertanya.

            “ Sandara Park, dan kau bisa memanggilku dara eonni.”

            “ Sandara park? Tunggu.. sepertinya aku tahu yeoja yang bernama itu..”ujarku yang berusaha mengingat.

            “ Onnie adalah member 2ne1?”tebakku.

            “ Ah ne, akhirnya ketahuan juga.”ia terkekeh.

            “ Wah pantesan, sepertinya aku pernah melihat onnie. “ujarku tertawa.

            “ Umurmu berapa, Jiyeon?”tanyanya.

            “ 18 tahun.”jawabku.
            “ Wah, sama seperti Thunder. Kalau begitu kau kuliah dimana?”

            “ Mmmh, aku tidak kuliah.”jawabku, menunduk malu.

            “ Waeyo? “tanyanya.

            “ Aku tidak mempunyai biaya untuk kuliah, onnie.”

            “ Memangnya, dimana kedua orang tuamu?”

            “ Mereka sudah meninggal.”jawabku, sedih.

            “ Lalu kau tinggal bersama siapa?”

            “ Tadinya aku tinggal bersama oppaku, tapi kini dia sudah pergi ke Busan dan meninggalkanku sendirian.”

            “ Apa kau bekerja?”

            “ Awalnya iya, aku bekerja sebagai pelayan. Tapi sekarang aku sudah dipecat. Dan aku belum mendapatkan pekerjaan apapun.”

-Jiyeon pov end

– Dara pov

            Aku memutuskannya untuk membawa yeoja ini kerumah. Setelah pergi kerumahnya untuk membawa barang-barangya. Aku menyuruhnya untuk pindah dan tinggal dirumah kami.

            Aku memberikannya sebuah pekerjaan, untuk menjadi pelayan istimewa Thunder selama aku tinggal di dorm 2ne1. Dan aku ingin Jiyeon membuat sifat dingin dan sombong dari adikku itu hilang. Aku yakin yeoja itu mampu melakukan tugas-tugas itu. Sebagai gantinya, aku akan membiayainya kuliah dan memberikannya uang saku. Dan juga aku akan memberikan sebuah kamar yang layak untuknya.

            “ Nah, kita sudah sampai.”ujarku ketika kami sudah sampai didepan rumah.

            “ Wah, besar sekali. Tapi, bagaimana jika orang tua onnie nanti pulang dari Amerika dan melihatku? Apa yang harus kukatakan?”tanyanya , yang begitu mengkhawatirkan masalah itu.

            “ Tenang saja, mereka akan lama tinggal disana. Mereka sama sekali tidak peduli dengan kami. Karena itulah, aku mohon bantuan mu jiyeon~ssi untuk merubah sifat jelek dari adikku itu.”aku memohon padanya.

            “ Ne, aku akan bekerja keras onnie.”jawabnya bersemangat.

            “ Kajja, kita masuk ke dalam.”

-Dara pov end

-Jiyeon pov

            Aku begitu senang bertemu dengan Dara onnie. Dia memberikanku sebuah pekerjaan, dan sebagai imbalannya, dia akan membiayaiku untuk kuliah. Tapi pekerjaan ini cukup sulit, aku harus merubah sifat jelek yang ada didiri adiknya itu. Tapi, aku akan berusaha untuk melakukan yang terbaik.

            “Nah kita sudah sampai.”ujarnya. aku begitu terpanan melihat bangunan yang ada didepanku. Begitu besar dan mewah. Sayangnya, penghuni rumah ini begitu sedikit, dah hanya ada pelayan-pelayan saja.

            “ Wah besar sekali. tapi bagaimana jika orang tua onnie pulang dari amerika dan melihatku? Aa yang harus kukatakan?”tanyaku kebingungan.

            “ Tenang saja, mereka akan lama tinggal disana. Mereka sama sekali tidak peduli dengan kami. Karena itulah,aku mohon bantuanmu Jiyeon~ssi untuk merubah sifat jelek dari adikki itu.”ia memohon kepadaku.

            “ Ne, aku akan bekerja keras onnie.”jawabku.

            “ Kajja, kita masuk kedalam.”ajakknya. lalu aku mengambil tasku yang ditaruh didalam bagasi, dan membawanya masuk kedalam.

            Ketika aku melangkahkan kakiku masuk kedalam, aku begitu kaget melihat isi dari rumah ini. baru kali ini aku menginjak lantai yang begitu mengkilat, dan begitu banyak barang-barang mewah disekitarku.

            “ Dara noona.”panggil seseorang kepada Dara onnie. Aku melihat seorang namja yang ada diseberangku. Dia mengenakan kemeja kotak-kotak putih, dan dia begitu tampan sekali, dan wajahnya mirip seperti dara onnie. Dia pasti Thunder, adik dari Dara onnie.

            “ Siapa yeoja yang kau bawa ini? mengapa dia begitu buruk rupa sekali?”tanyanya, dan seketika membuatku langsung tersinggung dengan perkataannya itu. Tidak ku sangka seseorang yang akan rubah, jauh dari yang kuperkirakaan. Omona~

Tbc.. penasaran gimana nasib Jiyeon selanjutnya? Tunggu part berikutnya yaaaa, dan jangan lupa *Read, Comment, and Like”🙂 dont be a SILENT READERS, silent READERS, hush hush sana!

27 thoughts on “My Life/part 1

  1. Aaaaa….onnie kependekannn …😦

    ampunn dehh .. Mulai dri minho n dara bilg jiyeon yeppo .. lah pas ama thunder koq jdi Buruk Rupa geetoo?
    ishh..katarak tuh mtanya thunder ..hehe ._.V

    onnie next asap yahh ?!
    onnie cntik deh :*

  2. hahaha, kan thunder itu orangnya sombong banget saeng, makanya dia gak bilang yepopo.. trus juga kan si jiyeon anak orang gak mampu jadinya tampilannya kurang bagus gitu laaah hehehee.. haha mian saeng, soalnya aku bayak ulangan minggu ini, jadi baru segitu ajaaa…

  3. ya ampun thunder itu lgy knak katarak ato gmna?
    msa’ minho sma dara aja uda blng jiyeon cantik ,, eh malah dya blng jiyeon buruk rupa…T.T

    ditunggu lanjutannya thor….:)

  4. Ya ampun, Thunder oppa itu kenapa sih? Masa yeoja kaya Jiyeon onnie dibilangin ‘Buruk Rupa’

    Lanjutin next part!

  5. eonnie aku suka aku suka, aku slalu bca FF eonnie trus lho hahaha😀 yg ni aku sukaaaaaaaaaa bgt krena da Minho and Cheondung🙂

  6. Ceritany seru bngt.
    Tp mian y, kalo aq gk komen d’setiap part, soalny kan aq lngsng bc smpe hbz, jd nnt d’part akhr aq br komen lg. Hehe. .

  7. saiia mampir untuk pertama kalinya di WP ini
    dan ini FF pertama yang mau saiia baca…. buat author saiia izin baca yah FF nya bagus bgt ini bener-bener bikin qu tertarik buat bacanya ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s