chapter · fanfiction · PG 16 · Romance

can you love me? /part 2

Author             : Shafira yesung’elf (shafira surya)

Kategori          : Chapter, PG 16

Genre              : Romance , sad.

Cast               :Jiyeon t-ara as Park jiyeon

Seung ho actor as Yoo seung ho

Seu woo actress as  Seu woo

Other Cast:

            IU singer as Lee Jieun/ IU

~Jiyeon pov

            Aku tidak menyangka dengan apa yang ku lihat sekarang. Dia memang benar-benar appa ! Selama ini dia meninggalkan aku dan malah bersenang-senag dengan keluarga barunya tanpa memikirkan kehidupanku , sedikit pun !

            Namja itu menyadari kehadiranku. Dia begitu kaget melihatku. Seung ho dan Seu woo juga menoleh ke arahku dengan tatapan bingung. Aku menatap namja itu dengan pandangan sinis.

            “Jiyeon?”tanya Seu woo yang bingung.

            “ Jiyeon?”ujar appa.

            “ Appa mengenalnya? Dia adalah teman sekelasku, Park Jiyeon.”ujar Seu woo.

            “ Park Jiyeon?”ulangnya.

            “ Ne.”jawab Seu woo.

            Aku segera berlari meninggalkan sekolah. Aku sempat mendengar appa memanggilku, tapi aku tidak menghiraukannya. Air mata kini mulai membasahi pipiku. Aku terus berlari hingga aku merasa tidak sanggup lagi berlari dan berhenti sejenak. Seseorang menarik tanganku dan mendekapku kedalam pelukannya. Dan dia adalah Seung ho.

            “ Menangislah jika kau ingin menangis Jiyeon..”ujar Seung ho sambil mengusap rambutku dengan penuh kehangatan. Aku benar-benar merasa nyaman setiap dia memelukku seperti ini. Tapi sekarang sudah berbeda, kini sudah ada Seu woo dihatinya dan dia melakukan ini hanya karena aku adalah temannya.

            Aku menghapus air mataku dan melepaskan pelukannya. Aku tersenyum kepadanya seolah-olah aku baik-baik saja.

            “ Gwenchanayo?”tanyanya.

            “ Ne, gwenchana.”jawabku berbohong.

            “ Sebenarnya ada apa? Dan apa hubunganmu dengan namja itu?”tanyanya. Aku hanya tersenyum getir menanggapinya.

            “ Mian, aku benar-benar tidak ingin membahas masalah ini, Sob.. Seung ho-ssi..”ujarku yang hampir mengatakan kata ‘sobang’ .

            “ Aku benar-benar lelah sekarang, dan aku ingin pulang.”

            “ Baiklah, akan kuantar kau pulang.”ajak Seung ho sambil memegang tanganku. Aku segera melepaskan genggamannya itu.

            “ Mian, aku pulang sendiri saja. “ujarku, menolak.

            “ Baiklah, hati-hati..”

            “ Ne..”jawabku lalu berjalan meninggalkannya dan menuju ke halte terdekat.Air mataku mengalir. Mengalir dengan begitu derasnya. Aku tidak peduli dengan tatapan orang-orang yang melihat ku dengan tatapan aneh mereka.

Seu woo, yeoja yang benar-benar menyebalkan !Mengapa semua kebahagianku harus diambil olehnya? Apakah aku memang tidak layak untuk bahagia?  Jeball, aku benar-benar tidak sanggup jika harus seperti ini terus.

-Jiyeon pov end

– Seung ho pov

            Aku kembali kerumah dengan perasaan yang begitu tidak karuan. Aku begitu terpukul melihat Jiyeon yang mulai menjauh dariku . Disaat ada Seu woo dihatiku, tapi mengapa aku malah kehilangan sesosok Jiyeon?

            “ Jiyeon~ssi, mengapa kau menjauh dariku?”

            “ Tidak sadarkah kau kalau aku begitu sedih melihatmu seperti itu.”

            Ring ding dong ring ding dong. Hp ku berbunyi.

            “ Seu woo?”

            “ Yoboseyo..” aku menjawab.

            “ Jagiya.. kau sedang apa? Mengapa kau meninggalkanku tadi?”tanya Seu woo.

            “ Aku baru saja sampai rumah. Mianhae jagi, tadi aku benar-benar khawatir sekali dengan Jiyeon.”jawabku yang kini merasa bersalah sekali dengan Seu woo .

            “ Jagi, mungkin kau tidak akan percaya dengan apa yang aku katakan ini!”ujarnya bersemangat.

            “ Wae?”tanyaku penasaran.

            “ Aku dan Jiyeon, kami berdua adalah saudara tiri.”ujarnya senang dan seketika membuatku begitu kaget.

            “ Ternyata appa tiriku ini adalah appanya Jiyeon. Appa bilang padaku, kalau selama ini dia kira Jiyeon tinggal bersama dengan eommanya. Dan ketika appa menyelidiki, ternyata eomma Jiyeon meninggalkannya dan pergi ke Amerika.”Seu woo menambahi. Aku benar-benar kaget dengan apa yang aku dengar barusan. Jadi namja itu adalah appanya Jiyeon?

            “ Jagi.. mengapa kau hanya diam? Apa kau mendengarkanku?”tanya Seu woo.

            “ Ne, aku mendengarkanmu jagi. Jadi kalian berdua adalah saudara?”tanyaku.

            “ Ne, dan appa akan mengajak Jiyeon untuk tinggal dirumah kami.”

            “ Syukurlah kalau begitu, aku rasa Jiyeon pasti akan senang sekali.”

            Benarkah Jiyeon akan senang dan bersedia untuk tinggal bersama appanya? Aku rasa pasti Jiyeon sangat benci dengan kedua orang tuanya. Tapi mungkin saja Jiyeon akan memaafkan appanya.

-Seung ho pov end

Keesokan harinya..

-Jiyeon pov

            Aku telah memutuskan untuk kembali menjadi Jiyeon yang dulu. Jiyeon yang sering bermain ke clubbing dan sering bolos sekolah. Dan juga aku sudah memotong rambutku menjadi pendek, sama seperti dulu.

            Hari ini aku berniat untuk bolos sekolah dan pergi bermain-main.  Seseorang mengetuk pintu aparttemenku. Dan aku segera membukanya.Aku begitu kaget ketika melihat Seung ho yang sudah ada didepan apartementku. Aku segera menutup pintu itu, namun dia telah berhasil untuk menahannya.

            “ Ya!! Park jiyeon, ada apa denganmu? Mengapa rambutmu jadi pendek?”tanyanya heran.

            “ Dan mengapa jam segini kau belum siap ? Apa kau berniat untuk bolos?”tanyanya, marah. Aku hanya tersenyum sinis menganggapinya.

            “  Ya!! cepat pakai seragammu dan berangkat sekolah denganku !”ia menyuruhku.

            “ Andwae !” bentakku.

            “ Ada apa denganmu? Mengapa penampilanmu berubah menjadi seperti dulu lagi?”tanyanya yang kini mulai khawatir. Dan aku hanya terdiam.

            “ Jawab pertanyaanku Jiyeon~ssi!”kini dia membentakku.

            “ Karena seseorang yang membuatku berubah sudah tidak ada lagi.”jawabku sinis.

            “ Maksudmu apa?”

            “ Sudahlah, aku sedang tidak ingin melihatmu Seung ho! Lebih baik kau cepat pergi !”bentakku. dia terdiam mendengar kata-kataku.

            “ Baiklah, jadi ini mau mu? Aku akan pergi !”ujarnya.

            “ Satu hal yang ingin kukatakan, aku begitu kecewa dengamu Park Jiyeon!”ia meninggalkanku yang masih mematung mendengar kata-katanya itu. Lagi-lagi air mataku keluar, keluar karena begitu mencintai Yoo seung ho.

            “ Tidak sadarkah kau, aku begini karena siapa?”ujarku disela-sela tangisanku.

-Jiyeon pov end

– Author pov

            Seung ho berangkat kesekolah dengan perasaan yang begitu kesal dan sekaligus sedih. Dia benar-benar tidak menyangka Jiyeon berubah menjadi seperti itu. Kini dia benar-benar bingung dengan sikap temannya itu.

            “ Jagiya, waeyo? Mengapa pagi-pagi begini wajahmu begitu kusut sekali? Ada masalah?”tanya Seu woo ketika Seung ho baru sampai dikelas.

            “ Kau baik-baik sajakah?”tanya IU yang juga terlihat heran dengan Seung ho.

            “ Ah anii, gwenchanayo.. hanya kurang tidur semalam.”jawab Seung ho yang berbohong.

            “ Jeongmal? Aish~kasihan sekali jagiya ku ini..”ujar Seu woo sambil memegang kedua pipi Seung ho dengan begitu mesranya.

            “ Ya !! kalian ini pagi-pagi sudah bermesraan! Aish~benar-benar deh.. hey yoo seung ho, mengapa Jiyeon belum datang ya? Padahal sebentar lagi bel  berbunyi. Apa dia tidak masuk sekolah ya? ”ujar IU sambil melihat ke arah jam yang ada ditangannya.

            “ Omo~ jika Jiyeon tidak masuk, aku tidak bisa mengatakan kabar bahagia itu? Aish~ na ottokeh Jagiya?” rengek Seu woo sambil menarik-narik kedua tangan Seung ho dengan pelan.

            “ Aish~jangan seperti anak kecil begitu..”ujar Seung ho sambil tersenyum menggoda.

            “ Jiyeon !”panggil IU. Dan membuat Seung ho dan Seu woo segera menoleh untuk memastikan. Dan kini Jiyeon sedang berjalan masuk kedalam kelas.

-Author pov end

-Jiyeon pov

            Aku mengurungkan niatku untuk membolos. Setelah Seung ho pergi aku segera berganti pakaian dan berangkat sekolah. Entah malaikat apa yang kini sedang merasukiku, aku menjadi tidak ingin membolos sekarang.

            Aku berjalan masuk menuju kelasku. Dan ketika sampai didepan pintu , aku melihat pemandangan yang benar-benar menyakitkan mataku. Aku melihat Seu woo menarik-narik tangan Seung ho dengan mesranya.

            Sakit.

            Benar-benar sakit sekali.

            “  Jiyeon!”panggil Iu dan membuatku tersadar . Aku kembali berjalan menuju ketempat dudukku yang berada disebelah Seung ho. Iu, dan Seu woo memandangiku dengan tatapan takjub dengan rambut baruku. Sedangkan Seung ho begitu kaget melihatku.

            “ Omona~kau keren sekali dengan rambut baru mu itu, Jiyeon~ssi..”puji Seu woo, dan aku hanya menanggapinya dengan senyuman getir.

            “ Ya!! Park Jiyeon! Apa kau bangun kesiangan? Tumben sekali jam segini kau baru datang. “tanya IU ,heran . dan aku hanya mengangguk .

            “ Jiyeon~ssi, mengapa kau kemarin langsung pergi begitu saja? Aku benar-benar tak menyangka kalau appaku adalah appamu.”ujar Seu woo dan membuatku begitu kaget, dan Iu pun juga kaget mendengarnya.

            “ Jeongmal?”tanya iu, yang begitu kaget sekali mendengarnya.

            “ Ne, Jiyeon adalah saudara tiriku, IU~ssi. Benarkan Jiyeon~ssi?”

            “ Mian, sepertinya kau salah sangka. Aku sama sekali tidak mengenal namja itu.”jawabku berbohong lalu mengalihkan perhatianku dengan membaca buku.

            “ Tapi appa bilang..” belum sempat Seu woo melanjutkan, Tak goo saem masuk kedalam kelas dan membuat suasana kelas menjadi sunyi. Aku benar-benar tertolong sekali, setidaknya aku bisa menghindar dari pertanyaan Seu woo. Seung ho menatapku, dan aku hanya pura-pura tidak melihatnya.

-Jiyeon pov end

-Author pov

            Pukul 10 bel isitrahat berbunyi. Setelah Tak goo saem keluar, beberapa murid keluar kelas dan pergi menuju kekantin. Ketika Jiyeon berusaha kabur dari Seu woo, Seung ho menahannya.

            “ Mau kemana?”tanya Seung ho.

            “ Toilet.”jawab Jiyeon.

            “ Jiyeon~ssi..”panggil Seu woo. Dan kini dengan terpaksa Jiyeon menoleh ke arah Seu woo dengan malas-malasan.

            “ Apa lagi?”tanya Jiyeon.

            “ Benarkah kau tidak mengenal appaku? Appa sangat yakin kalau kau adalah anaknya.”

            “ Sejak dulu orang tuaku sudah meninggalkanku, jadi aku sama sekali tidak mempunyai orang tua. “jawab Jiyeon dengan tegasnya. Lalu dia langsung pergi keluar kelas dan berjalan menuju atap sekolah.

            Dulu saat kelas 1, atap sekolah adalah tempat untuk bersembunyi jika dia bolos dari pelajaran. Dan ditempat itulah Seung ho menyadarkannya dan membuat Jiyeon berubah.

            “ Ah aku rindu sekali dengan tempat ini..”ujar Jiyeon sambil merentangkan kedua tangannya dan menikmati udara yang begitu sejuk dan dingin.

            “ Sudah kuduga kau akan kembali kesini.”ujar Seung ho yang datang tiba-tiba. Jiyeon begitu kaget dengan kehadiran Seung ho.

            “ Mwo? Sedang apa kau disini?!”bentak Jiyeon.

            “ Ada apa denganmu Jiyeon? Mengapa akhir-akhir ini sifatmu menjadi berubah seperti ini ? Apa aku melakukan sebuah kesalahan padamu?”tanya Seung ho.Jiyeon terdiam.

            “ Jebal, jangan seperti ini.. aku benar-benar bingung sekali dengan perubahan sikapmu itu.”ujar Seung ho yang berjalan mendekat kearah Jiyeon dan berdiri tepat didepan jiyeon.

            “ Aku seperti ini karena kau ! karena kau sama sekali tidak sadar dengan perasaanku !”bentak Jiyeon.

            “ Maksudmu apa Jiyeon?”tanya Seung ho yang benar-benar tidak mengerti dengan maksud Jiyeon.

            “ Saranghae.”

            “ Jeongmal Saranghaeyo, Seung ho~ssi. Mengapa kau sama sekali tidak menyadari perasaanku padamu selama ini?”ujar Jiyeon. Kini air matanya mulai jatuh dengan perlahan-lahan. Dan seung ho begitu terkejut mendengar perkataan Jiyeon.

            “ Joneun..”

            “ Jangan diteruskan.”ujar Jiyeon.

            “ Aku tidak ingin mendengarnya. Dan aku tidak ingin mengganggu hubunganmu dengan Seu woo. Anggap saja aku tak pernah mengatakan hal ini padamu. “Jiyeon melanjutkan.

            “ Aku akan kembali kekelas…”ujar Jiyeon lalu pergi meninggalkan Seung ho yang masih berdiri mematung.

-Author pov end

~Pulang sekolah~

-Jiyeon pov

            “ Aku pulang duluan.”ujarku berpamitan kepada Seung ho, IU dan Seu woo. Kemudian aku berjalan keluar kelas. Dan saat aku melewati lorong kelas, seseorang merangkul lenganku. Dia adalah IU.

            “ Kajja, kita turun bersama.”ajaknya, dan aku mengangguk.

            “ Gwenchana?”tanyanya .

            “ Hmm, ne. Waeyo?”

            “ Seung ho dan Seu woo. Aku benar-benar tidak menyangka sekali !”ujarnya.

            “ Aku tahu kau pasti sangat sedih sekali. Jika kau butuh teman untuk bercerita, aku siap untuk mendengarkanmu, Jiyeon ! jangan kau pendam masalahmu sendiri.”

            “ Gomawo, IU-ssi. Tapi aku benar-benar tidak apa-apa. Terima kasih karena telah mengkhawatirkanku.”

            “ Ne. Kalau begitu aku pulang dulu ya. Annyeong.”ujarnya sambil melambai kearahku.

            “ Ne, annyeong.”jawabku dan membalas lambaiannya. Dan kemudian berjalan menuju Halte. Dan tiba-tiba aku mendengar seseorang memanggilku dan membuatku menghentikan langkahku.

            “ Jiyeon..”panggil seseorang itu. Aku menoleh kearahnya. Dan aku begitu kaget sekali dengan apa yang kulihat sekarang. Kini appa sudah berdiri didepanku. Dia tersenyum.

            “ Ternyata kau benar-benar Jiyeon..”ujarnya.

            “ Untuk apa kau menemuiku?”tanyaku dengan sinis.

            “ Bagaimana kabarmu? Sudah lama sekali kita tidak bertemu. Dan sekarang kau begitu yepopo sekali, nak..”pujinya. aku tertawa mengejek.

            “ Setelah 3 tahun kau meninggalkanku, sekarang kau datang kembali ke kehidupanku, sebenarnya mau mu itu apa sih?!”

            “ Mianhae, appa tahu appa begitu salah meninggalkanmu dan tidak menghubungimu sama sekali. “        
            “ Aku sendirian hidup di Seoul, sedangkan kau bersenang-senang dengan keluarga barumu itu !”bentakku.

            “ Jeongmal mianhaeyo ,Jiyeon. Appa benar-benar baru tahu kalau eommamu meninggalkanmu. Beberapa bulan yang lalu aku menghubunginya untuk menanyai kabarmu, dan dia bilang kini dia tinggal di Amerika. Appa benar-benar marah saat mendengarnya. Appa kira dia menjagamu, ternyata dia malah meninggalkan mu seperti itu. Jika tahu seperti itu, appa tidak akan pernah membiarkanmu untuk tinggal dengannya.”ujarnya dengan mata yang kini berkaca-kaca.

            “ Sudah terlambat. Kini aku sama sekali tidak membutuhkan kata penyesalanmu itu. Aku bahagia dengan hidupku sekarang, jadi kau tidak usah repot-repot untuk memikirkanku. Lagipula, sekarang kau sudah ada Seu woo. Dan dia begitu menyayangimu. Dia lebih pantas menjadi anakmu dibandingkan aku.”

            “ Ijinkan appa untuk menebus semua kesalahan appa padamu. Tinggalah bersama keluarga baru appa. Dan appa tak akan membiarkan kau sendirian lagi. “ia memohon kepadaku.

-Jiyeon pov end

Tbc.. apakah Jiyeon akan menerima ajakan appanya? Jawabannya ada di part 3^^ ditunggu yaaaa . dan jangan lupa kasih Komen, jangan jadi SILENT READERS . kalo suka sama FF nya, tolong di LIKE ya :)  kamsahamnida^^

12 thoughts on “can you love me? /part 2

  1. Hwwwaaaaaa , , Ji Yeon ksian bgt =(
    sabar ea Ji Yeon ….
    Owh ea , , aPpA y g sah d Ksih maaf , gmPang bgt ngcPin kta “maaf” !!! stLah skian thun bru ngMong kya gtu , dLu kmna z ??!!! *maaf emosi* n’ mding u cri cWo Lg z dech . . .

    cPet d Lnjut ea . . .
    ASAP

  2. chingu knp ff mu selalu bagus? km kok hebat bgt ayo lanjutin lg jgn lama lama postny dah g sabar nunggu part3ny,ji yeon kasian bgt,ntar ji yeon sm seung ho kn,kalo seung ho tetep sma seu woo critany dibikin sad ending aj

  3. sedih, sampe nangis. . .:”-(
    Kasihan jiyeon.a, klo aku jdi jiyeon aku gak bkal maafin appa.a. .
    Seo woo jg nyebelin bngt. . .

  4. Yaampun hidup jiyeon bner2 menderita setelah di tinggal ke 2 ortunya. Seu woo sangat enak hidupnya. Dia selalu mendapatkan kebahagiaan.

    Oh iya thor kalau boleh saran aku lebih suka jiyeon sama seung hoo.
    Cepet2 next ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s