chapter · fanfiction · PG 16 · Romance · Sad

My Life/ part 3

Author: Shafira Yesung’Elf

Kategori: Chapter,  PG 15

Genre: Romance, Sad

Cast: Park Jiyeon

            Choi Minho

            Park Sang Hyun/ Thunder

                *SILENT READERS, Jangan MENDEKAT !*

 

-Thunder pov

            Gara-gara aku mempermainkannya kemarin, kini Jiyeon benar-benar marah padaku. Dia sama sekali tidak menghiraukanku. Seharusnya aku senang, tapi ini sedikit membuatku menjadi sedikit risih dengan sikapnya itu !

            “ Ya!! Park Jiyeon !”panggilku ketika akan pulang. Dia sama sekali tidak menanggapiku dan terus berjalan. Aku mengejarnya dan berhenti tepat didepannya.

            “ Wae?!”bentaknya.

            “ Anii..”jawabku bingung mau mengatakan apa.

            “ Aish~benar-benar kau ini! “ujarnya marah lalu kembali berjalan.

            “ Kenapa kau marah padaku sih? Jelas-jelas kau yang memulai mencari masalah denganku ! Jika kau tidak melemparkan botol air mineral itu, aku tidak akan membuatmu kesal.”ujarku . Jiyeon menghentikan langkahnya dan menghadap kearahku.

            “ Mwo? ! kau bilang aku yang salah? Ya!! Kau ini benar-benar egois sekali Thunder! Aku melemparkan botol itu karena aku benar-benar kesal padamu ! Aku berlari kekantin untuk membelikan minum untukmu, dan ketika aku kembali kau sudah tidak ada! Mana ada orang yang tidak kesal jika diperlakukan seperti itu!”sepertinya dia benar-benar kesal denganku. Aku bisa melihat dari raut wajahnya itu.

            “ Tapi itu juga salahmu, jika kau tidak memaksa untuk pulang bersama, aku tak akan menyuruhmu membelikanku minum !”ujarku yang kini mencari-cari alasan .

            “ Percuma aku bicara dengan namja sepertimu !”ujarnya lalu meninggalkanku yang masih menatap kepergiannya itu.

-Thunder pov end

-Jiyeon pov

            Aku benar-benar kesal sekali dengan kata-katanya tadi siang. Tapi aku mempunyai tanggung jawab untuk mengurusinya. Aku memutuskan untuk membuatkannya susu hangat. Bagaimanapun aku harus menghargai Dara eonni yang telah menolongku.

            Aku berjalan ke ruang keluarga dan menaruh segelas susu panas itu di atas meja tepat disamping Thunder yang sedang asyik membaca. Dia menatap kearahku.

            “ Jika kau tak mau, tak usah meminumnya!”ujarku lalu kembali masuk kekamar.

            Pukul 10 malam aku keluar kamar untuk minum. Aku melihat Thunder yang tertidur di sofa dengan buku yang menutupi wajahnya. Aku mengambil selimut dari kamarnya dan menyelimutkannya dan kemudian mengambil buku yang ia pegang itu dan menaruhnya diatas meja. Kini pandanganku mengarah pada gelas kosong yang ada diatas meja itu.

            “ Dia meminumnya..”ujarku sambil tersenyum senang. Ku pandangi wajahnya yang begitu manis saat tertidur itu. Setidaknya kini ada sedikit perubahan yang terjadi, dia sudah mulai menerima kedatanganku.

-Jiyeon pov end

-Thunder pov

            Saat aku terbangun, aku tersadar kalau aku ketiduran di sofa saat sedang belajar. Dan seseorang telah meletakan buku yang aku pegang semalam diatas meja, dan juga menyelimutkanku. Aku berjalan kearah dapur untuk menemui pelayan han. Mungkin saja dia yang mengambilkan selimut itu untukku.

            “ Tuan sudah bangun?”tanyanya ketika aku berada didapur.

            “ Ne. pelayan Han ada yang ingin kutanyakan. Siapa yang memberikan aku selimut, semalam?”tanyaku.

            “ Jiyeon aghassi, semalam dia kekamar tuan untuk mengambil selimut tuan.”jawabnya.

            “ Jiyeon?”

            “ Ne tuan.”jawabnya.

            “ Ternyata dia..”ujarku dalam hati.

            “ Oh, baiklah. . Aku akan pergi mandi sekarang.”ujarku lalu berjalan menuju kamar mandi yang terletak didalam kamarku.

-Thunder pov end

-Jiyeon pov

            Aku berangkat kuliah lebih dulu dibanding Thunder. Aku melihat Minho saem sedang berjalan sendirian. Aku begitu semangat untuk datang ketempat kuliah karena pagi ini aku ada kelas yang di ajar Minho saem. Aku segera berlari kearahnya.

            “ Annyeong seonsaengnim..”sapaku.

            “ Ne, annyeong Jiyeon. Sepertinya kau bersemangat sekali hari ini?”dia tersenyum ramah padaku.

            “ Ne! Minho saem,eodiga?”tanyaku.

            “ Ke perpustakaan. Aku akan mengambil buku untuk materi pembelajaran kita hari ini.”

            “ Ooh..”jawabku.

            “ Mau ikut?”ia menawariku dan spontan membuatku kaget sekaligus senang. Aku berpikir sejenak.

            “ Jika kau ada urusan, tak apa.  Mungkin kau ingin ikut.”ujarnya.

            “ Ne, seonsaengnim !”jawabku bersemangat dan berjalan mengikutinya menuju perpustakaan.

-Jiyeon pov end

-Thunder pov

            Pagi ini aku tidak bertemu Jiyeon. Sebelum aku berangkat, dia sudah berangkat terlebih dulu. Pelayan Han bilang , Jiyeon berangkat lumayan pagi. Benar-benar aneh sekali. Rajin sekali yeoja itu datang pagi-pagi. Pasti ada sesuatu yang ia sembunyikan.

            Ketika aku sampai dikampus, aku melihat Jiyeon . Dia sedang berjalan bersama Minho saem. Dan mereka terlihat akrab sekali.

            “ Mereka mau kemana?”tanyaku begitu penasaran.

            “ Aish~biarkan saja ! lagian bukan urusanku.”ujarku lalu berjalan menuju kelasku.

-Thunder pov end

-Jiyeon pov

            Hari ini jadwal kuliahku hanya sampai jam 12. Aku memutuskan untuk langsung pulang kerumah. Tiba-tiba ketika aku sedang berjalan, aku merasa seseorang sedang berjalan disampingku. Aku menoleh kesampingku. Dan aku begitu kaget melihat Thunder yang kini disebelahku.

            “ Apa yang kau lakukan tadi pagi bersama Minho saem?”tanyanya tiba-tiba. Aku mendengus kesal kearahnya.

            “ Kau ini benar-benar tidak sopan sekali Thunder~ah ! Seharusnya kau memanggilku dulu, lalu baru katakan keperluanmu denganku !”aku memarahinya.

            “ Aish~, baiklah. Jiyeon~ah, sebenarnya apa yang kau lakukan dengan Minho saem tadi pagi?”

            “ Apa urusannya denganmu?”tanyaku galak.

            “ Ya ! aku hanya bertanya saja ! Sepertinya kau menyukainya ! kau bahkan datang pagi-pagi hari ini !”ujarnya.

            “ Itu kan bukan urusanmu ! jangan bilang, kalau kau cemburu padanya?!”tanyaku.

            “ Mwo ?! Kau bilang cemburu?! Ya !! Yang benar saja ! Jangan kau kira aku cemburu akan kedekatanmu dengannya!”jawabnya.

            “ Kau ini, benar-benar selalu membuatku jengkel ! sudahlah, aku mau pulang !”ujarku lalu berjalan meninggalkannya. Seseorang menarik tanganku. Dan dia adalah Thunder.

            “ Pulanglah bersamaku.”ujarnya dengan suara yang begitu pelan.

            “ Mwo?”ulangku, berusaha memastikan apa yang kudengar.

            “ Ku bilang, Pulang lah denganku ! Tapi kau jangan salah paham dulu, aku menyuruhmu untuk pulang denganku karena aku ingin kau masak untukku !”

            “ Masak? Ya!! Bukankah kau tak mau dengan masakanku? Dan lagian sudah ada Pelayan Han , bukan?”

            “ Park Jiyeon! Noona ku bilang , kau adalah pelayan istimewaku, apa salahnya aku menyuruhmu memasak untukku?! Bukankah itu sudah tanggung jawabmu?”

            “ Aish~ tapi  waktu itu kau bilang..”belum sempat aku melanjutkan kata-kataku , dia sudah memotongnya.

            “cepatlah, aku sudah lapar sekali.”ujarnya, lalu berjalan menuju ke mobilnya. Aku mengikutinya dan memandanginya dari belakang.

            “ Dasar kau, benar-benar tak sopan ..”umpatku dengan pelan. Tiba-tiba dia menoleh.

            “ Apa yang kau katakan?”tanyanya, galak.

            “ Anii, aku tak mengatakan apa-apa.”jawabku berbohong. Lalu kami berdua masuk kedalam mobilnya.

-Minho pov

            Jiyeon, dia benar-benar yeoja yang begitu manis sekali. Dia mampu membuatku merasa begitu nyaman didekatnya. Sebenarnya perasaan seperti apa yang kini sedang kurasakan? Apa ini tandanya aku sudah melupakan Krystal? Anii, ini hanya perasaanku saja. Aku tak mungkin menyukainya. Aku tidak mungkin menggantikan posisi Krystal dengan orang lain. Sudah cukup aku membuatnya meninggal, dan aku tak mau melakukan kesalahan untuk kedua kalinya pada dirinya..

-Minho pov end

Keesokan harinya..

-Jiyeon pov

            Hari ini benar-benar suram sekali. Tidak ada kelas yang di ajar oleh Minho saem, dan hari ini aku belum bertemu dengannya !

            “ Waeyo Jiyeon~ah? Kau sedang mencari siapa?”tanya Jieun, yang menyadari sikapku yang sedang mencari seseorang.

            “ Anii, Jieun~ah. Aku tidak mencari seseorang kok.”aku berbohong.

            “ Jeongmal?”ia memastikan.

            “ Ne.”jawabku.

            “ Yasudah kalau begitu. Jiyeon~ah, apa kau ingin ikut aku kekantin?”ia menawari.

            “ Mian, Jieun~ah, tapi aku ada perlu.. jeongmal mianhaeyo.”

            “ Ne, gwenchana, Jiyeon~ah. Aku kekantin dulu ya, annyeong.”ujarnya , lalu berjalan menuju kekantin. Aku memutuskan untuk pergi ke ruang musik tempat Minho saem bermain piano waktu itu. Mungkin saja dia ada disitu.

            Ternyata benar. Dia sedang bermain piano. Dan lagi-lagi aku begitu terhibur dengan permainan pianonya itu. Aku melangkahkan kakiku masuk kedalam, dan berjalan mendekat kearahnya.

            “ Jiyeon~ah..”ujarnya tiba-tiba.

            “ Ne, seonsaengnim..”ujarku.

            “ Ternyata benar kau..”

            “ Mian, apakah aku menganggu seonsaengnim?”tanyaku ragu.

            “ Anii, kajja duduk disini.”ujarnya, lalu aku duduk disampingnya.  Dia memainkan sebuah lagu . terdapat sebuah sheet piano didepannya dengan judul’  i can’t let you go, even if i die’ . dia memainkannya dengan penuh penghayatan, dan aku bisa merasakan kesedihan yang ada didalam lagu itu. Benar-benar membuatku terkesima.

            “ Bagus sekali..”pujiku setelah dia selesai memainkan lagu itu. Tiba-tiba pandanganku mengarah pada sebuah foto yang ada diatas meja disampingku. Aku meraihnya. Yeoja yang ada difoto itu benar-benar yeppeo, dan terlihat begitu anggun.

            “ Jangan sentuh itu !”bentak Minho saem tiba-tiba dan membuatku begitu kaget. Spontan foto yang ku pegang itu terjatuh dan pecah.

            Aku segera meraih foto itu, namun Minho saem menepis tanganku. Dan dia terlihat begitu marah sekali. aku benar-benar merasa bersalah sekali padanya.

            “ Sudah kubilang, jangan disentuh !”

            “ Mian seonsaengnim, aku benar-benar tak sengaja memecahkannya..”air mata rasanya ingin keluar dari pelupuk mataku, tapi aku berusaha untuk menahannya. Baru kali ini aku melihatnya marah. Dan begitu menyeramkan.

            “ Tolong tinggalkanku sendiri.”ujarnya.

            “ Mian seonsaengnim. Aku benar-benar tak sengaja.”aku meminta maaf lagi.

            “ Tolong tinggalkan aku sendiri !”ulangnya lagi dengan nada yang lebih tinggi dibanding sebelumnya. Aku menurutinya dan cepat-cepat aku meninggalkan ruangan itu.

-Jiyeon pov end

-Thunder pov

            Waktu sudah menunjukan pukul 2, tapi Jiyeon belum juga pulang. Apakah dia sedang bersama dengan seonsaengnim? Aish~ apa bagusnya sih namja itu ! apa yang membuat Jiyeon jadi menyukainya?

            Aku melihat Jiyeon baru saja pulang. Dia berjalan menuju kamarnya. Aku segera menghentikan langkahnya.

            “ Apa kau bertemu lagi dengan Minho saem?”tanyaku yang berusaha untuk menvari masalah dengannya.

            “ Aku sedang tidak ingin bertengkar denganmu.”jawabnya lalu segera masuk kedalam kamarnya. Selintas aku sempat melihat matanya. Dia menangis. Mengapa dia menangis? Apakah karena Minho saem? Aish~ apa-apaan sih aku ini !untuk apa aku mempedulikannya. Itu urusannya, dan untuk apa aku peduli.

            “ Hiks…Hiks..Hiks..”

            Dia benar-benar menangis. Dan sepertinya dia benar-benar sedih sekali.

-Thunder pov end

-Author pov

            Saat dikampus Thunder terus memperhatikan Jiyeon . Dari kemarin hingga sekarang, Jiyeon menjadi diam. Tidak keluar kamar, dan Thunder terus-terusan mendengarnya menangis. Dan sikap Jiyeon yang seperti itu membuat Thunder menjadi bingung.

            “  Ada apa denganmu ? ”ujar Thunder ketika mereka sedang berjalan menuju kelas.

            “ Anii.”jawab Jiyeon berbohong.

            “ Ya!! Jangan berbohong padaku ! dari kemarin siang aku terus-terusan mendengar kau menangis! Lama-lama aku bisa gila mendengar tangisan mu itu!”

            “ Aku tidak menangis.”ujar Jiyeon. Thunder tertawa mengejek.

            “ Aish~ sudahlah ! benar-benar kau ini !”ujar Thunder marah. Jiyeon menatap Thunder dengan tatapan bingung. Lalu Thunder berjalan mendahului Jiyeon.

            “ Ya!! Mengapa kau yang marah? “tanya Jiyeon berusaha mengejar Thunder.

            “ Anii, aku tidak marah.”

            “Jelas-jelas kau marah. Buktinya kau langsung pergi begitu saja.”ujar Jiyeon.

            “Anii, aku hanya kesal dengan sikapmu yang terus-terusan membohongiku itu ! jelas-jelas aku mendengarmu menangis!”

            “ Aish~, baiklah aku akan mengaku ! aku memang menangis. Sudah puaskah?”

            “ tanpa kau mengaku aku juga sudah tahu kalau kau benar-bena rmenangis.”jawab Thunder.

            “ Ya!! Dasar kau Park sang hyun!”

-Author pov end

– Jiyeon pov   

            Sial sekali hari ini ada kelas Miho saem. Aku benar-benar tak berani untuk menatapnya. Kemarin dia benar-benar berbeda dari Minho saem yang biasanya. Tapi siapa yeoja yang ada di foto itu? Mengapa dia begitu marah ketika aku menyentuhnya ? apakah itu yeojachingunya?

@rumah

            Aku berjalan dengan malas-malasan kedalam rumah. Sepertinya Minho saem benar-benar marah padaku. Apa yang harus ku lakukan? Aku benar-benar tak ingin dia membenciku seperti ini..

            Aku melihat Thunder yang sedang menonton. Aku berjalan kearahnya.dan duduk disampingnya lalu menghadap kearahnya. Dia menatapku bingung. Belum sempat dia berbicara, aku sudah berbicara terlebih dulu.

            “ Pinjamkan aku bahumu .”ujarku

            “ Mwo?”tanyanya bingung.

            “ Pinjam bahumu.”

-Jiyeon pov end

-Thunder pov

            Ketika aku sedang asyik menonton, tiba-tiba Jiyeon datang. Dia duduk disampingku, lalu menghadap kearahku. Aku bingung melihatnya . belum sempat aku bertanya, dia sudah memotongnya.

            “Pinjamkan aku bahumu.”ujarnya. 

            “Mwo?”tanyaku tidak mengerti.

            “ Pinjam bahumu.”ia mengulangi lagi. Tiba-tiba dia langsung mendekat ke arahku dan membenamkan wajahnya di bahuku. Belum sempat aku memarahinya, aku mendengar dia menangis.

            “ Apa yang harus kulakukan? Dia benar-benar membenciku sekarang.”ujarnya , dan kini air matanya membasahi pipinya dan juga bajuku.

Deg

Perasaan apa ini?

 Mengapa jantungku menjadi berdetak begitu kencang seperti ini?

            “ Nugu?”tanyaku.

            “ Minho saem..”dia menjawab sambil terisak-isak.

            “ Ketika aku ke ruangannya, aku tak sengaja memecahkan bingkai fotonya. Aku tak sengaja karena aku begitu kaget ketika dia membentakku untuk tidak memegang nya. Apa yang harus kulakukan Thunder~ah?”

            Aku bingung harus bagaimana untuk menenangkannya. Aku mencoba untuk menepuk-nepuk bahunya dengan pelan untuk memberikan ketenangan.

            “ Bersikaplah seperti biasa, dan cobalah untuk meminta maaf lagi padanya.”ujarku memberi saran. Entah sejak kapan, aku menjadi bisa memberikan sebuah saran seperti ini pada orang lain. Padahal sebelumnya, jelas-jelas selalu aku yang dikasih tahu oleh orang lain. Dan ini semua terjadi semenjak dia datang dan masuk kedalam hidupku.

            Dia terus menangis dan kubiarkan dia menangis agar perasaannya bisa menjadi tenang. Tak berapa lama kemudian aku sudah tidak mendengar lagi isakan tangisnya. Dan aku melihat dia sudah tertidur. Dia terlihat kelelahan sekali. aku menghapus air matanya yang masih tertinggal dipipinya. Aku memandangi wajahnya saat terlelap itu.

            “ Neomu yeppeo..”ucapku pelan.

            Deg

            Lagi-lagi jantung ini kembali berdetak tidak karuan..

                        Aku mendekatkan wajahku ke arahnya. Dengan perlahan aku menempelkan bibirku di bibirnya yang hangat itu. Aku tidak tahu mengapa aku menciumnya, tapi yang jelas saat ini aku seperti tersihir olehnya.

-Thunder pov end

Tbc.. Apakah Minho akan membenci Jiyeon? Dan bagaimanakah kelanjutan dari kisah Jiyeon dan Thunder? Jawabannya ada di part berikutnya ya ^^ jangan lupa di KOMEN, dan kalau suka sama FF nya, jangan lupa di LIKE..

19 thoughts on “My Life/ part 3

  1. Thunder-aa ,, tega y kau menghianati q !!! hiks hiks hiks
    padahaL q seLlu setia dsini . kau ,, benar” jahat !!!
    *sambiL nangis histeris*
    gmna akting q ,, keren g ??? mkasih . g sah muji gtu ah ,, jdi mLu … ^^ *ddduuueeerr / pLettaakk !!* *abaikan*

    Author,, sebeLum q makin giLa . cpet d Lanjut yau . . . ^^

  2. OMO~ Minho jahat bgt siihhh, aku jdi ingin nangis klo jiyeon eonni nangis hikkss,,,,hiikkksss,,,😦
    cheondung~aa weleh-weleh main cium eonni ku ja, tapi tak apalah, tapi Minho jhat bgt
    keren2, aku tunggu part slanjutnya, jangan lama2 yaaahhh🙂

  3. bagus bgt makin lama makin seru thunder ternyata suka ji yeon,tapi apa ji yeon juga suka thunder?aduh jadi penasaran nih… lanjuitn terus dan jangan lama lama ngepost part selanjutnya😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s