chapter · fanfiction · PG 16 · Romance · Sad

Lies/ part 3

Author: Shafira Yesung’Elf/ shafira surya

Ide cerita : Shafira & Asma Afifah

Kategori: Chapter,  PG 15

Genre: Romance, Sad

Cast: Jiyeon T-ara as Park Jiyeon

           Yoo seung ho as Yoo seung ho

            Siwon SuJu as Choi Siwon

 

-Jiyeon pov

            Aku terbangun dari tidurku ketika suara alarm Hp ku berbunyi yang menandakan sudah pukul 7. Aku segera mencuci mukaku dan menggosok gigiku. Setelah itu aku langsung turun kebawah. Aku melihat ahjussi dan ahjumma Choi sedang sarapan, begitu juga dengan Siwon. Dia sudah terlihat rapi dan sudah siap untuk berangkat kerja.

            “ Jiyeon, kajja kita sarapan.”ajak ahjumma Choi. Lalu aku berjalan ke meja makan dan duduk disamping Siwon.

            “ Apakah tidurmu nyenyak, sayang?”tanya ahjumma Choi sambil menaruh sepotong roti di atas piringku.

            “ Ne, ahjumma.”jawabku sambil memakan rotiku.

            “ Kau hari ini ada jadwal kuliah?”tanya Siwon.

            “ Umm, ne. Jam 8 aku ada kelas.”jawabku.

            “ Kalau begitu biarlah Siwon yang nanti mengantarmu.”ujar ahjussi Choi yang tiba-tiba ikut dalam pembicaraan kami.

            “ Ah, tidak usah ahjussi. Aku bisa berangkat naik Bus kok. Lagipula Siwon kan harus segera ke kantor.”aku berusaha mengelak.

            “ Gwenchana Jiyeon, paling hanya terlambat sebentar saja. Benar kan Siwon?”tanya ahjussi Choi kepada Siwon.

            “ Ne.”jawab Siwon.

            “ Bagaimana , Jiyeon?”kini ahjussi Choi bertanya padaku.

            “ Baiklah ahjussi.”jawabku dengan sangat terpaksa setuju.

-Jiyeon pov end

-Author pov

            Setelah berpamitan, Jiyeon segera masuk kedalam mobil karena Siwon telah menunggunya.

            “ Kau ini, lama sekali.”komentar Siwon.

            “ Mian, salah sendiri kenapa kau mau mengantarku !”Jiyeon berusaha mengajak bertengkar.

            “ Ah sudahlah, dasar kelas kepala.”ujar Siwon, lalu kembali sibuk mengemudi.

            “ Mwo? Kau bilang aku keras kepala ?! Ya!! Dasar kau Siwon-ssi, kurang ajar sekali !”ujar Jiyeon sambil berusaha untuk memukul kepalanya Siwom, namun Siwon berhasil menahan tangan Jiyeon dan ,menggenggamnya.

            “ Kita kan sudah bertunangan, bisakah kau jangan memanggil namaku dengan akhiran –ssi ?”buru-buru Jiyeon segera menarik tangannya dari genggaman Siwon, kini mukanya menjadi memerah.

            “ Nanti aku pikirkan lagi.”jawab Jiyeon, kebingungan. Kini mereka menjadi diam membisu. Siwon fokus mengemudi dan Jiyeon melihat ke sekitar.

            “ Sudah sampai.”ujar Siwon .

            “ Ah ne. Baiklah, aku pergi dulu. Gomawo, Siwon~ah..”ujar Jiyeon.

            “ Mwo? Kau bilang Siwon~ah? Aish~ akhirnya..”ujar siwon dengan begitu bahagianya.

            “ Ya! Kau tahu tidak, reaksimu itu terlalu berlebihan sekali !”ejek Jiyeon.

            “ Sudahlah, aku pergi dulu.”Jiyeon menambahi lalu berjalan meninggalkan Siwon.

-Author pov end

3 hari kemudian

-Jiyeon pov

            Hari ini jadwal kuliahku hanya sampai pukul 11.00 . 30 menit yang lalu eomma menelponku dan menyuruhku untuk pulang kerumah. Dia bilang ada sesuatu yang penting dan mengharuskan aku untuk pulang.

            Sebelum pulang aku mampir dulu ke restoran Kimbab kesukaannya eomma. Dia pasti akan senang jika aku membawakannya itu. lalu setelah membelinya aku langsung pergi menuju kerumahku yang sudah lama tak ku tinggali setelah aku bertunangan dengan Siwon.

            Ketika aku sampai didepan rumah, aku melihat sebuah mobil terpakir didepan rumahku. Dan terdapat sepatu namja yang terletak didekat pintu. Aku segera masuk kedalam.

            “ Eomma, aku pulang..”ujarku dengan begitu bersemangat untuk bertemu eomma.

            “ Jiyeon~ah..”panggil seorang namja. Namja itu duduk disebelah eomma. Dan aku begitu mengenali namja itu.

            “ Yoo seung ho ?” ujarku dengan begitu kagetnya. Kimbab yang aku pegang terlepas dari pegangan tanganku. Entah aku benar-benar tidak tahu harus senang atau kah sedih melihatnya yang kini sudah ada didepanku.

            “ Aigoo~, apa itu yang kau pegang?”tanya eomma, yang kemudian mengambil Kimbab yang tak sengaja ku jatuhkan.

            “ Itu Kimbab, aku membelikannya untuk eomma.”jawabku yang masih terus menatap Seung ho.

            “ Kimbab? Omona~sudah lama sekali aku tak memakan ini. Seung ho~ah, ahjumma tinggal dulu ya. Kalian mengobrol lah.”ujar eomma yang kemudian meninggalkan kami. Aku masih terdiam, dan dia menatapku dengan bingung.

            “ Waeyo? Kau tidak senang melihatku pulang?”tanyanya. aku hanya menggeleng menanggapi pertanyaannya itu.

            “ Trus mengapa kau hanya diam saja? Dan mengapa kau menatapku seakan-akan kau sedang melihat hantu?”

            “ Aku masih kaget melihatmu yang tiba-tiba sudah ada didepanku. Kukira kau sudah lupa denganku. Bahkan kau tak memberiku kabar selama 3 tahun ini.”kata-kata yang keluar dari mulutku itu membuat air mataku kini mengalir. Dia mendekat kearahku dan mendekapku kedalam pelukannya.

            “ Mianhae.. jeongmal mianhaeyo, Jiyeon~ah.”dia meminta maaf padaku. Lalu aku melepaskan pelukannya dan menatapnya dengan begitu lekat.

            “ Mengapa kau tidak memberiku kabar, Seung ho~ah?”tanyaku.

            “ Mian Jiyeon~ah, waktu itu Hpku tertinggal di pesawat. Jadinya aku tidak bisa menghubungi mu.”

            “ Memangnya kau tidak hapal dengan nomor Handphoneku?”

            “ Mian, Jiyeon~ah.”Seung ho menunduk menyesal.

            “ Tapi walaupun kau tidak ingat dengan nomor Hp ku, kan kau bisa mengirimi aku surat.”ujarku sambil terisak-isak. Dia kembali mendekapku.

            “ Sudahlah jangan menangis, yang penting sekarang aku sudah kembali. Aku sudah menepati janjiku padamu, Jiyeon~ah.”

            “ Ne, aku senang kau sudah menepati janjimu itu.”jawabku yang kini begitu merasa hangat dipeluknya.

            “ Jiyeon~ah..”panggilnya.

            “ Ne?”tanyaku.

            “ Eommamu bilang, kalau sekarang kau tinggal bersama saudaramu. Waeyo? Mengapa kau memutuskan untuk tinggal bersama mereka?”tanyanya yang seketika membuatku bingung. Sepertinya eomma sudah merahasiakan masalah pertunanganku dengan Siwon. Dan aku rasa aku juga tak mungkin untuk memberitahukan hal ini.

            “ Umm, ne . Baru-baru ini aku pindah dirumah saudaraku . Karena mereka membutuhkan aku untuk menemani salah satu putra mereka yang sedikit bermasalah dalam bersosialisasi. ”jawabku, berbohong.

            “ Jeongmal?  Kau sungguh berhati malaikat , jagi..”pujinya, dan aku hanya tersenyum getir.

            “ Mianhae, seungho..”ujarku dalam hati..

-Jiyeon pov end

-Author pov

            Seung ho mengantar pulang Jiyeon kerumah Siwon. Seung ho sama sekali tidak mengetahui kalau Siwon adalah tunangannya Jiyeon, yang dia ketahui kalo Siwon adalah anak dari saudaranya yang bermasalah.

            “ Gomawo jagi, sudah mengantarku pulang.”ujar Jiyeon.

            “ Ne jagi, segera masuk dan beristirahatlah.”jawab Seung ho.

            “ Ne, kalau begitu aku masuk dulu ya . Hati-hati dijalan.”

            “ Jiyeon~ah..”panggil Seung ho.

            “ Ne?”tanya Jiyeon. Seung ho mendekatkan wajahnya ke wajah Jiyeon dan menciumnya dengan begitu lembut.

            “ Besok aku akan menjemputmu.”ujar Seung ho.

            “ Andwae ! ah anii, maksudku, jangan Seung ho ~ah.. aku bisa berangkat sendiri kok.”Jiyeon berusaha mengelak.

            “ Umm, baiklah, tapi setelah kau selesai kuliah, kau harus menemaniku jalan-jalan, jagiya..”Seung ho memohon.

            “ Ah ne, baiklah.”jawab Jiyeon.

            “ Kalau begitu aku pulang dulu ya. Annyeong.”

            “ Ne, annyeong jagi..”balas Jiyeon.

            Jiyeon melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah. Ketika membuka pintu dia begitu kaget ketika melihat Siwon sudah ada didepannya.

            “ Ya! Kau mengagetkanku saja!”ujar Jiyeon kepada Siwon

            “ Siapa dia? Dan mengapa kalian berciuman diluar sana ?!”

-Author pov end

-Siwon pov

            Sudah larut malam tapi Jiyeon belum juga pulang. Sudah berkali-kali aku menghubunginya tapi dia tidak mengangkatnya. Sebenarnya kemana dia? Untung saja eomma dan appa percaya ketika ku bilang dia pergi kerumah ahjumma Park.

            Aku mendengar suara mobil didepan rumah. Aku mencoba untuk melihat keluar melalui jendela. Aku melihat Jiyeon berada didalam mobil itu. dan dia sedang bersama seorang namja. Dan dengan hitungan detik, namja itu sudah mencium Jiyeon.

            Aku benar-benar kesal sekali melihatnya. Apakah namja itu adalah pacarnya? Lalu bagaimana dengan pertunangan ini? Seharusnya aku sadar kalau Jiyeon hanya menganggap pertunangan ini sebagai sebuah kebohongan.

            Aku sudah berdiri didekat pintu. Dan ketika Jiyeon membuka pintu, dia begitu kaget melihatku. Aku menatapnya.

            “ Ya! Kau mengagetkanku saja!”ujarnya.

            “ Siapa dia? Dan mengapa kalian berciuman diluar sana?!”bentakku dengan begitu kesal.

            “ Dia adalah namjachinguku! Wae? Mengapa kau marah seperti ini?!”dia juga membentakku.

            “ Jika eomma dan appa melihatnya, bagaimana jadinya? “

            “ Sangat bagus ! biar mereka tahu kalau semua ini hanya sebuah kebohongan ! jangan kau kira aku mencintaimu, Siwon ! Aku sama sekali tidak mencintaimu, dan jangan harap aku akan mencintaimu!”Mendengar kata-katanya membuatku menjadi sakit.

            “ Tega sekali kau mengatakan itu, Park Jiyeon!”ujarku dingin lalu meninggalkannya dan kembali menuju kekamarku dengan perasaan yang begitu kesal.

-Siwon pov end

-Jiyeon pov

            “ Tega sekali kau mengatakan itu, Park Jiyeon!”ujarnya dingin lalu meninggalkanku.

            Apa yang barusan kukatakan? Mengapa aku bisa mengatakan hal yang begitu menyakitkan? Aku benar-benar emosi sekali dan membuatku mengatakan hal yang sekejam itu padanya. Aku benar-benar merasa bersalah sekali padanya. Dan jika orang tuanya mendengar semua yang aku katakan tadi, mereka pasti sangat kecewa sekali denganku.

            “ Mianhae Siwon~ah..”

-Jiyeon pov  end

-Author pov

            Jiyeon berjalan menuju ruang makan dengan begitu malas. Dan dia begitu kaget ketika melihat kursi yang biasa diduduki Siwon kini tidak ada orangnya.

            “ Ahjussi, Siwon kemana? Mengapa dia tidak ikut sarapan bersama kita?”tanya Jiyeon.

            “ Dia sudah pergi berangkat kerja pagi-pagi sekali.”jawab ahjussi Choi.

            “ Berangkat pagi-pagi? Wae? Apakah ada masalah?”tanya Jiyeon.

            “ Entahlah, Jiyeon. Ahjussi juga agak sedikit bingung dengan sikapnya pagi ini. Apakah kalian bertengkar?”

            “ Anii, kami baik-baik saja, ahjussi.”jawab Jiyeon, berbohong.

            “ apakah dia berusaha untuk menghindariku?”tanya Jiyeon dalam hati yang kini merasa bersalah sekali.

-Author pov end

TBC.. penasaran dengan nasib pertunangannya Jiyeon dan Siwon? Dan bagaimana kelanjutan hubungan Jiyeon dengan Seung ho? Jawabannya ada di part berikutnya yaa😀 jangan lupa buat di komenyaa , SILENT READERS>> GET OUT .. dan jangan lupa buat di LIKE juga ya ^^

20 thoughts on “Lies/ part 3

  1. OMO~ OMO~
    tambah ribet ja dehhhh urusannya, tapi keren kok kekekeke😀
    aku tunggu next partnya🙂
    jngan lama2 yaaahhh🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s