chapter · fanfiction · PG 16 · Romance · Sad

Can you love me ? /part 3

Author             : Shafira yesung’elf (shafira surya)

Kategori          : Chapter, PG 16

Genre              : Romance , sad.

Cast               :Jiyeon t-ara as Park jiyeon

Seung ho actor as Yoo seung ho

Seu woo actress as  Seu woo

Other Cast:

            IU singer as Lee Jieun/ IU

-Jiyeon pov

            “Ijinkan appa untuk menebus semua kesalahan appa padamu. Tinggalah bersama keluarga baru appa. Dan appa tak akan membiarkan kau sendirian lagi. “ujar appa yang kini begitu memohon padaku. Aku terdiam.

            “ Bagaimana, Jiyeon~ah? Appa sangat berharap kau mau untuk tinggal dengan appa..”

            “ Mianhae, tapi jika aku masuk kedalam lingkaran kehidupan keluarga kalian, aku hanya akan menjadi pengganggu disana. Lagipula aku sangat bahagia dengan kehidupanku yang sekarang.”jawabku dengan tegas menolaknya.

            “ Appa !”panggil seseorang, lalu aku dan appa menoleh ke asal suara itu. Dan kini Seu woo sedang berjalan kearah kami bersama dengan Seung ho.

            “ Ah, Jiyeon~ah..”Seu woo menambahi.

            “ Kau sudah pulang?”tanya appa kepada Seu woo.

            “ Ne, appa. Apakah appa kesini untuk mengajak Jiyeon pulang bersama kita?”tanyanya bersemangat.

            “ Ne.”jawab appa sambil tersenyum sedih.

            “ Ternyata memang benar kalau kau adalah anaknya appa, Jiyeon~ah..”ujar Seu woo kepadaku. Seung ho menatapku dan aku berusaha untuk menghindar dari tatapannya itu.

            “ Kajja, kita pulang bersama.”ujar Seu woo sambil merangkul lenganku. Aku menarik tanganku sehingga terlepas dari pegangan tangannya.

            “ Mian, aku benar-benar tidak bisa untuk tinggal bersama kalian. Jeongmal mianhaeyo. Aku pulang dulu.”ujarku sambil menunduk minta maaf lalu segera pergi dari hadapan mereka.

            Air mataku lagi-lagi menetes untuk kesekian kalinya. Aku begitu berdosa sekali membuat appa menjadi sedih seperti ini. Tapi aku tidak bisa jika harus tinggal bersama dengan yeoja itu, jika aku melihatnya hanya akan membuatku tambah membencinya. Belum lagi, aku masih belum bisa sepenuhnya memaafkan perbuatan appa padaku.

            Setelah pulang ke apartement untuk berganti pakaian, aku langsung pergi ke Sinchon. Didaerah itu memang terkenal dengan tempat hiburannya anak muda, dan salah satu klub malam yang dulu aku sering datangi adalah didaerah itu.

            Aku sedikit ragu-ragu untuk masuk kedalam klub malam yang sudah dipenuhi oleh banyak orang itu. namun akhirnya aku melangkahkan kakiku masuk kedalam. Aku duduk disalah satu tempat duduk yang kosong, dan memesan minuman. Aku menghabiskan 3 botol bir sekaligus dan kini sudah membuatku menjadi mabuk. Aku berjalan dengan sempoyongan ke arah panggung . Irama musik yang sedang diputar membuat badanku ingin bergerak dan menyesuaikan dengan tempo yang pas. Lalu tak lama kemudian Seorang namja mendekat kearahku dan mengajak ku untuk dance bersama. Dan aku begitu menikmatinya. Tiba-tiba seseorang menarik tanganku dan membuatku turun dari panggung . tidak sampai disitu saja, dia terus menarik lenganku dengan begitu kasar sehingga kami keluar dari klub malam itu.

            “ Ya! Yoo seung ho lepaskan tanganku !”ya, namja itu adalah Seung ho. Lalu dia melepaskan genggaman nya, dan menimbulkan bekas berwarna merah dipergelangan tanganku.

            “ Aku benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiranmu, Jiyeon! Untuk apa kau pergi kedalam sana?! Kau itu seorang yeoja, sangat tidak pantas sekali malam-malam kau pergi kesana !”dia membentakku. Dan terlihat dari wajahnya kalau dia benar-benar marah sekali padaku.

            “ Ini adalah hidupku, dan kau tak berhak untuk mengaturnya !”kini aku yang membentaknya. Dan membuat dia menjadi diam sejenak.

            “ Tapi aku adalah chingu mu, bagaimana bisa aku membiarkan kau terjerumus kedalam perbuatan yang tidak baik !”ujarnya. aku tertawa pahit mendengarnya.

            “chingu? ” ujarku pelan.

            “ Jebal, kembalilah menjadi Jiyeon yang dulu, Jiyeon yang sangat ceria yang selalu ada disampingku. “dia memohon padaku sambil memegang kedua bahuku. Dia menatapku dengan begitu lekat. Aku menunduk sedih.

            “ apa kau tahu, aku sudah tidak ada tujuan hidup sama sekali lagi sekarang.  Waktu appa dan eomma meninggalkanku, cuma kau yang memberikanku semangat untuk tetap menjalani hidup ini. Tapi sekarang semua itu sudah tidak ada lagi, jadi untuk apa aku kembali menjadi Jiyeon yang kemarin?”ujarku dengan begitu sedihnya.

            “ Tapi aku kan masih terus disampingmu, Jiyeon~ah..”

            “ Tapi sekarang sudah berbeda Seung ho~ah, kau sudah memiliki Seu woo. Seharusnya dari awal aku sadar, sampai kapan pun kau tak akan pernah mencintaiku.”aku tersenyum getir.

            “ Bagaimana jika aku juga mencintaimu?”

-Jiyeon pov end

-Seung ho pov

            “ Bagaimana jika aku juga mencintaimu?”tiba-tiba kata-kata itu terlontar begitu saja dari mulutku. Aku masih menatapnya dengan begitu lekat. Aku benar-benar tidak bisa melihat sikapnya kembali menjadi dulu lagi.

            Dia tertawa mendengar perkataan itu. lalu kembali menatapku dengan serius.

            “ Kalau memang kau mencintaiku, tapi mengapa kau memilih Seu woo? Dan mengapa kau tidak memilih aku ?”kini dia bertanya padaku. Aku terdiam. Aku tidak tahu harus menjawab apa. Semua jawaban yang ada dikepalaku, seakan-akan hilang begitu saja.

            “ Sudahlah. Kau tidak perlu menjawabnya. Sampai kapanpun, aku tidak akan pernah memilikimu.”dia tersenyum, tapi dari raut wajahnya itu terpancar sebuah kesedihan.

            “ Aku pulang dulu. Lebih baik kau pulang juga.”ujarnya lalu membalikkan badannya dan berjalan pergi meninggalkanku. aku hanya diam memandangi kepergiannya itu.

            “ Mianhae..”ucapku lirih.

-Seung ho pov end

-Jiyeon pov

            Aku berjalan menuju halte bis dengan perasaan yang begitu sedih. Air mataku selalu saja menetes karena begitu mencintainya. Tiba-tiba aku mendengar seseorang meneriaki namaku.

“ Jiyeon!”

Aku menoleh kebelakang dan melihat sesosok Seung ho yang mengejarku. Nafasnya begitu terengah-engah dan keringat mengalir begitu deras disekitar wajahnya.

“  Berikan aku waktu 3 hari untuk bersama mu !”ujarnya dengan nafas yang tidak beraturan.

“ Mwo?”tanyaku, kaget.

“ Ijinkan aku bersamamu selama 3 hari.”ia mengulangi. Aku terdiam mendengarnya. Aku sungguh tidak percaya dengan apa yang ia katakan padaku.

“ Bagaimana?”tanyanya. kemudian aku berpikir sejenak.

“ Baiklah, tapi setelah 3 hari bantulah aku untuk melupakanmu dan berbahagialah bersama Seu woo. Bagaimana?”tanyaku, tapi dia tidak langsung menjawab.

“ Baiklah, 3 hari dimulai dari besok. Tapi jangan sampai Seu woo mengetahui ini.”

“ Ne, seung ho~ah..”jawabku sambil menatapnya yang tersenyum hangat kearahku.

“ Aku antar kau pulang ya?”tanyanya, lalu aku mengangguk.

“ Kajja.”ujarnya yang kemudian menggenggam tanganku dan berjalan bersama seperti sepasang kekasih.

Ketika didalam bis kami sama-sama terdiam. Aku menatapnya yang sedang menatap keluar jendela. Apa yang dia pikirkan? Apakah dia menyesal telah melakukan ini? Mungkinkah dia sedang memikirkan Seu woo?

“Mianhae, Seu woo~ah, ijinkan aku memilikinya selama 3 hari, dan setelah itu, aku akan melupakan semua kenangan bersamanya.”ujarku dalam hati sambil menatap seung ho dengan begitu lekat.

-Jiyeon pov end

– Author pov

            Seung ho dan Jiyeon masih sama-sama terdiam hingga mereka sampai didepan pintu apartemennya Jiyeon.

            “ Mau mampir dulu?”tanya Jiyeon.

            “ Ah anii, sudah malam. Lagipula besok kita sekolah. Oh ia, besok malam aku akan menjemputmu, sekitar jam 7.”ujar Seung ho.

            “ Kita akan kemana?”kini Jiyeon bertanya.

            “ Rahasia.”jawab Seung ho sambil tertawa. Dan jiyeon pun ikut tertawa.

            “ Gomawo sudah mengantarku pulang, Seung ho~ah.. “

            “ Ne, masuklah kedalam. Udaranya sangat dingin sekali.”ujar Seung ho sambil menggosokan kedua lengannya agar menjadi hangat.

            “ Seung ho~ah, chakkaman.”ujar Jiyeon lalu segera masuk kedalam apartementnya. Lalu tak lama kemudian dia keluar sambil membawa sebuah syal merah.

            “ Pakai ini.” Ujar Jiyeon sambil memakaikannya ke leher Seung ho.

            “ Udaranya sangat dingin, dan bisa membuatmu menjadi sakit.”Seung ho terus menatap kearah Jiyeon.

            “ Wae?”tanya Jiyeon, bingung.

            “ Anii, gomawo Jiyeon~ah..”jawab Seung ho sambil memberikan senyumannya kepada Jiyeon.

            “ Ne, Seung ho ~ah.”

            “ Kalau begitu aku pulang dulu. Annyeong.”ujar Seung ho sambil melambai kearah Jiyeon. Dan Jiyeon pun membalas lambaian dari Seung ho.

            “ Hati- hati dijalan.”ujar Jiyeon lalu setelah Seung ho pergi dia langsung masuk kedalam apartementnya.

-Author pov end

-Jiyeon pov

            Hari ini adalah hari Jum’at, dan mulai dari hari ini hingga hari minggu, aku akan menghabiskan waktu bersama Seung ho. Aku benar-benar bersemangat sekali untuk pergi bersamanya hari ini.

            Ketika aku akan berangkat sekolah, aku melihat appa berada didepan pintu apartementku. Aku begitu kaget melihatnya.

            “ Mau apa ?”tanyaku, dingin.

            “ Bisakah kita berbicara sebentar?”aku terdiam.

            “ Appa mohon, hanya sebentar saja.”ia kembali memohon dan aku menyetujuinya dan kemudian mempersilahkan dia masuk kedalam apartementku. Dia memandang kesekeliling ruangan.

            “ Jadi selama ini, kau tinggal sendirian disini?”tanyanya .

            “ Sudahlah, cepat katakan maksud kedatanganmu kesini !”

            “ Jiyeon~ah, mengapa kau begitu membenci appa? Appa sama sekali tidak bermaksud untuk membuangmu, nak.  Appa benar-benar sayang sekali padamu.”

            “ Sayang?”

            “ Bukankah kau lebih menyayangi keluarga barumu itu dibandingkan aku?”

            “ Apa maksudmu nak? Mengapa kau bisa tega mengatakan hal sekejam itu kepada appamu ini? Appa benar-benar menyayangimu. “kini aku melihat matanya mulai berkaca-kaca.

            “ Jebal, jangan menatapku seperti itu, appa. Aku tidak ingin menangis didepanmu..”aku memohon didalam hati.

            “ Appa benar-benar ingin menebus semua kesalahan yang telah appa perbuat padamu. Bagaimana caranya agar kau bisa memaafkanku?”tiba-tiba dia berlutut dihadapanku. Air matanya mengalir.

            “ Mianhae Jiyeon.. jeongmal mianhaeyo..”kini tidak hanya appa yang menangis, tapi kini air mataku juga mengalir. Aku tidak bisa menahannya terlalu lama lagi. Terlalu menyakitkan melihatnya seperti ini. Aku tidak mau menjadi anak yang begitu durhaka walaupun appa pernah berbuat salah padaku.

            “ Jangan seperti ini appa, cepat bangun..”aku membantunya berdiri. Dia menangis dan begitu sedih sekali. aku segera memeluknya dan membuat dia kaget melihat sikapku yang menjadi luluh.

            “ Mianhae appa, tidak seharusnya aku membencimu seperti ini. Sejujurnya aku juga begitu menyayangimu, tapi amarahku yang membuatku susah untuk memaafkanmu. Mianhae appa.. jeongmal mianhaeyoo..”

            “ Ne, gwenchana Jiyeon~ah. Appa mengerti mengapa kau bersikap dingin kepada appa. Appa ingin kita menjadi dekat kembali seperti dulu. Appa tak ingin kita berpisah lagi.”

            “ Ne, appa. Aku benar-benar sangat menyayangimu..”aku memeluknya dengan begitu erat.

            Appa mengantarku hingga kesekolah. Dia menawariku untuk tinggal bersama dengannya. Tapi aku tetap menolaknya. Aku sudah terbiasa tinggal sendirian, dan terlalu asing bagiku untuk tinggal bersama dengan keluarga barunya.

            “ Benarkah kau tak ingin tinggal bersama appa?”tanya appa sebelum aku keluar dari mobilnya.

            “ Ne, appa. Aku benar-benar sudah terbiasa untuk tinggal sendirian. Dan aku ingin belajar hidup mandiri.”

            “ Yasudah, appa bisa mengerti keinginan kamu. Tapi jika ada sesuatu hal yang penting, kau bisa menelpon appa.”

            “ Ne, appa. Tenang saja. Kalau begitu aku pergi dulu ya, appa.”

            “ Ne, belajarlah yang rajin.”

            “ Annyeong.”ujarku lalu segera berjalan menuju ke gedung sekolah.

            Aku melangkahkan kakiku masuk kedalam kelas dengan perasaan yang begitu lega. Aku tidak menyangka akan berbaikan dengan appa seperti ini. Aku melihat Seung ho sedang mengobrol bersama Seu woo. Pandangan yang sedikit menyakitkan buatku, tapi inilah kenyataan yang harus kuterima kelak setelah 3 hari bersamanya.

            “ Annyeong Jiyeon~ah, sepertinya kau bersemangat sekali hari ini.”ujar IU.

            “ Jeongmal?”tanyaku pada IU.

            “ Ne, biasanya wajahmu terlihat murung.”jawabnya.

            “ Anio. Hanya perasaanmu saja, IU~ah..”jawabku lalu duduk ditempat dudukku. Sekilas Seung ho sempat menatapku.

            “ Jiyeon~ah, apakah tadi appa kerumahmu?”tanya Seu woo tiba-tiba.

            “ Umm, ne. wae?”tanyaku.

            “ Anioo, soalnya dia sempat bilang kepadaku kalau dia akan kerumahmu. Apakah kalian sudah berbaikan?”dia bertanya lagi. Lalu aku mengangguk.

            “ jeongmal?”tanya Seu woo dan Seung ho berbarengan.

            “ Ya ! kenapa kau semangat sekali jagi?”ujar Seu woo kepada Seung ho. Dan kini mereka tertawa bersama. Aku hanya menatap kearah buku yang ada diatas mejaku. Pura-pura membacanya. IU tersenyum kearahku, seolah-olah ia tahu apa yang kupikirkan. Dan aku membalas senyumannya itu. lalu aku mengobrol bersama dengan IU tanpa menghiraukan Seung ho dan Seu woo.

—-******———-******———****——-****——-*****——-********—–

            Tepat pukul 7 Seung ho menjemputku. Dia mengenakan kaos berwarna biru dan jaket berwarna hitam. Dia terlihat keren sekali malam ini.

            “ Pergi sekarang?”tanyanya.

            “ Ne. Kajja.”jawabku. lalu kami berjalan menuju motornya. Dia membawaku sebuah kesebuah bukit. Diatas kami sudah dipenuhi dengan begitu banyak bintang yang berkelap kelip. Dan pemandangan disekitar kami begitu indah sekali.

            “ Kau suka tempat ini?”tanyanya.

            “ Ne, aku sangat suka sekali. Gomawo, Seung ho~ah..”aku tersenyum kearahnya.

            “ Jiyeon~ah, pejamkan matamu.”ia menyuruhku.

            “ Mwo?”ulangku.

            “ Pejamkan matamu.”ia mengulangi lagi. Lalu aku segera menutup kedua mataku. Aku tidak tahu apa yang akan dia lakukan. Tapi aku merasakan ada sesuatu dileherku. Seperti kalung.

            “ Kau boleh membuka matamu sekarang.”lalu aku membuka mataku dengan perlahan. Aku melihat ada sebuah kalung dengan bandul berbentuk bintang yang sudah ia pasangkan dileherku.

            “ Bintang?”tanyaku.

            “ Ne, sebuah bintang.”jawabnya. kemudian dia mengenggam kedua tanganku dan menatapku dengan begitu lekat.

            “ Jiyeon~ah, jika waktu 3 hari kita telah habis, anggaplah kalung ini adalah aku yang akan selalu menerangi setiap hari-harimu tanpa aku. Dan aku ingin kau tetap tegar untuk menjalani kehidupan ini tanpa bantuanku.”tanpa terasa air mataku menetes mendengar kata-katanya itu. dia menghapus air mataku dengan kedua tangannya.

            “ Gomawo Seung ho~ah..”ujarku sambil tersenyum kearahnya. Dia membalas senyumanku. Tiba-tiba dia mendekatkan wajahnya kearahku. Perlahan-lahan bibirnya yang dingin itu sudah menyentuh bibirku dengan perlahan. Aku begitu menikmati, saat-saat bersamanya.

-Jiyeon pov end

-Seung ho pov

            Tidak bisa ku pungkiri, hatiku juga ingin memiliki jiyeon. Mengapa aku baru sadar akan perasaannya yang begitu dalam padaku? Disatu sisi aku begitu menyayangi Seu woo, dan disisi lain, aku tidak ingin kehilangan Jiyeon.

            “ Gomawao, Seung ho ~ah..”ujar Jiyeon kepadaku sambil memberikan sebuah senyuman yang begitu manis sekali. aku membalas senyumannya itu. denga perlahan aku mendekatkan wajahku ke wajahnya Jiyeon hingga tidak ada jarak lagi antara kami. Aku menempelkan bibirku dibibirnya sehingga tidak ada jarak lagi diantara kami.

            “ Mianhae Seu woo, biarkan selama 3 hari ini hanya ada bayang-bayang Jiyeon dibenakku.”ujarku dalam hati.

-Seung ho pov end

Tbc.. penasaran gimana kelanjutan kisah cintanya Jiyeon dan Seung ho? Tunggu part berikutnya ya ^^ dan jangan lupa buat di KOMEN. Dan kalau suka ama ceritanya, tolong di LIKE ya. Gomawo🙂

32 thoughts on “Can you love me ? /part 3

  1. Ji Yeon ksian bgt ,, cma jd phak k-3 doank … =(
    kLo q mnding cri cWo Laen z ,, toh msih bnYak cwo” cakep d Luar sna …. hehehehe

    cPet d Lnjut ea …. ^^

  2. hoaaaaaaaa hikkss… hikkss…hikksss😦
    Jiyeon sabar yaahhhh pda akhirnya kmu akan jdi sma Seung Ho kok klo gk jadi ydh sma MinHo ja yaahhhh, jngan nangis trus hikksss… nanti aku ikut2an hikkss…

    DAEBAK!!!
    tapi kok part ni dikit bgt yahhhh, tak apa part slanjutnya akan lbih panjang *mudah2an*

  3. AAAAA ji yeon kasian bgt kamu nungguin seung ho udah kamu sama minho aj hiks hiks,onnie ff ny bagus,keren,& menguras hati bgt aku gemes deh sma seungho kan kasian tu ji yeonnya onnie kutunggu part 4 nya daebak😀

  4. Berharap banget habis 3 hari itu Seungho jadi tau n nentuin perasaannya yg sebenarnya ke jiyeon!
    Good job thor! Fighting! ‘-‘)9

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s