chapter · fanfiction · PG 16 · Romance · Sad

Can you love me/part 4

Author             : Shafira yesung’elf (shafira surya)

Kategori          : Chapter, PG 16

Genre              : Romance , sad.

Cast               :Jiyeon t-ara as Park jiyeon

Seung ho actor as Yoo seung ho

Seu woo actress as  Seu woo

Other Cast:

            IU singer as Lee Jieun/ IU

-Jiyeon pov

            Hari ini adalah hari keduaku bersama Seung ho. Dari pagi hingga malam, kami akan bersama-sama terus. Rencananya hari ini kami akan pergi ke Lotte World. Ya, kami akan bersenang-senang hari ini !

            “ Sudah menunggu lama kah?”tanya Seung ho yang baru tiba didepan rumahku dengan membawa motor kesayangannya.

            “ Umm, ne. Kajja !”ujarku bersemangat lalu naik ke atas motornya. Setelah 2o menit menempuh perjalanan ke Lotte world, akhirnya kami sampai juga. Dari parkiran kami langsung berjalan menuju ke loket untuk mengantri tiket. Berhubung kami pergi di hari Sabtu, wajar saja jika pengunjung yang datang sangat banyak dan membuat kami harus sabar menunggu untuk membeli tiket.

            Setelah mendapatkan tiket, kami berdua langsung masuk kedalam . saat pertama kali masuk mataku langsung tertuju pada sebuah permainan roller coster. Aku memberi isyarat pada Seung ho kalau aku ingin naik roller coster itu.

            “ Kau ingin naik itu?”tanyanya, lalu aku mengangguk senang.

            “ Kajja.”ajaknya sambil menggandeng tanganku. Lalu kami kembali mengantri untuk naik ke arena itu. lalu setelah beberapa menit menunggu, akhirnya giliran kami untuk naik. Aku akui aku sedikit takut ketika sudah berada diatas. Dan ketika kulihat disamping kanan dan kiriku, begitu tinggi sekali! tapi tiba-tiba Seung ho menggenggam tanganku, dan meyakinkanku agar tidak takut dengan senyuman hangatnya itu.

            “ Jangan takut, kita akan baik-baik saja.”ujarnya, lalu aku mengangguk sambil membalas senyumannya itu. tak lama kemudian sedikit demi sedikit roller coster itu mulai berjalan, dan semakin ku eratkan pegangan tanganku pada Seung ho. Dan ketika kami meluncur kebawah, angin begitu terasa kencang sekali dan membuat wajahku tertunduk, dan kuputuskan untuk memejamkan mataku agar tidak melihat kesekitarku yang ketinggiannya sudah mencapai beberapa meter itu.

-Jiyeon pov end

-Seung ho pov

            Setelah bermain Roller coster, aku mengajak Jiyeon untuk masuk ke dalam rumah Hantu. Awalnya dia enggan, tapi setelah kubujuk, akhirnya dia setuju juga.

            “ Seung ho~ah, kita keluar saja..”ujarnya ketika kami baru masuk kedalam.

            “ Kita sudah mengantri lama masa tidak jadi masuk? Tenang saja, paling setannya hanya memegang tanganmu saja.”lalu dia membelalakan matanya mendengar perkataanku itu. aku hanya tertawa melihat reaksinya itu.

            Benar saja, ketika setan-setan buatan itu mengganggui kami, dia menjadi histeris sekali dan bahkan salah satu setannya itu ada yang dia pukul saking takutnya. Aku hanya tertawa melihat tingkahnya yang sangat menggemaskan itu.

            “ Ya !Puas kau membuatku ketakutan seperti itu ?!”ujar nya marah ketika kami sudah keluar dari rumah hantu itu. Aku melihat raut wajahnya menjadi sedikit pucat dari sebelum kami masuk kedalam sana. Dan ada sedikit air mata dipelupuk matanya.

            “ Kau menangis?”aku memberanikan diri untuk menanyakannya.

            “ Anii.”jawabnya berbohong. Aku hanya tersenyum, dan kemudian menghapus air matanya itu.

            “ Mianhae, aku tak tahu kalau kau menjadi benar-benar ketakutan seperti itu.”aku meminta maaf kepadanya.

            “ Aku bukannya takut, tapi aku hanya ..trauma.”jawabnya sambil terisak-isak.

            “ Trauma?”tanyaku.

            “ Ne, waktu umurku 5 tahun, eomma dan appa pernah mengajakku ke taman bermain. Waktu itu aku terpisah dari mereka. aku mencoba mencari mereka kedalam sebuah arena permainan. Ketika aku masuk tidak ada cahaya sama sekali didalam sana dan begitu gelap sekali. dan ternyata aku masuk kedalam rumah hantu. Semenjak itu aku benar-benar trauma dengan setan, atau apapun sejenisnya itu. Mianhae aku sudah membuatmu malu .”

            “ Anii, ini salahku. Tidak seharusnya aku memaksamu untuk masuk kedalam sana. Kau mau memaafkanku?”

            “ Ne.”jawabnya sambil tersenyum kepadaku dan sudah tidak menangis lagi.

            “ Ayo kita pergi ke arena berikutnya !”ajakku kemudian sambil menggandeng tangannya.

            Ketika kami sedang duduk ditaman sambil makan ice cream, handphoneku berbunyi. Aku meraih handphoneku yang kutaruh di saku celana. Aku melihat nama Seu woo di layar handphoneku. Aku terdiam, tidak langsung mengangkatnya.

            “ Nugu?”tanya Jiyeon.

            “ Seu woo.”jawabku.

            “ Angkatlah, jangan membuat dia khawatir seung ho ~ah.”ujarnya. lalu aku menuruti perkataannya itu.

            “ Yoboseyo.”ujarku.

            “ Jagi.. kau kemana? Tadi aku kerumahmu, dan orang rumahmu bilang kau sudah pergi dari tadi pagi.”ujarnya. aku sedikit bingung harus menjawab apa.

            “ Pergi kemana Jagi? Mengapa suara disekitarmu itu berisik sekali?”

            “ Ah, aku ada urusan dengan keluargaku, Seu woo ~ah. Mian.”jawabku, berbohong.

            “ Jeongmal? bagaimana kalau kita besok pergi?”

            “ Besok? Mian, tapi kebetulan besok aku juga mempunyai urusan yang sedikit penting. Mianhaeyo, jagi..”

            “ Ya! Mengapa akhir-akhir ini sulit sekali untuk mengajakmu jalan? Aku benar-benar suntuk sekali dirumah ! Aku ingin jalan-jalan denganmu!”

            “ Mian, nanti aku akan menemanimu jalan-jalan. Tapi tidak bisa sekarang atau pun besok. Aku janji.”

            “ Jinjja?”dia memastikan.

            “ Ne.”jawabku.

            “ Ah baiklah. Jangan lupa dengan janjimu itu. Saranghae.”

            “ Nado.. saranghae.”jawabku yang agak sedikit tidak enak dengan Jiyeon. Lalu aku meutuskan telpon dari Seu woo.

            “ Mian, karena aku kau harus berbohong padanya.”ujar Jiyeon dengan suara yang agak bergetar.

            “ Anii, gwenchana. ini bukan salahmu, Jiyeon~ah. “

            “ Besok hari terakhir kita, dan tepati janjimu untuk membantuku melupakan semua kenangan manis bersamamu.”

-Seung ho pov end

-Jiyeon pov

            Setelah bermain di Lotte World hingga malam hari, Seung ho langsung mengantarku pulang. Seperti biasa, dia selalu mengantarku hingga kedepan pintu apartementku. Lalu dia menatapku sambil memegang kedua tanganku.

            “ Hari yang sungguh menyenangkan.”ujarnya padaku. Dia tersenyum, dan aku membalas senyumannya itu.

            “  Ne, benar-benar sangat menyenangkan.”jawabku.

            “ Kalau begitu , aku pulang dulu.”ia berpamitan.

            “ Ne, hati-hati Seung ho~ah.”

            “ Tidak ada yang terlupakan?”tanyanya.

            “ Mwo?”tanyaku bingung.

            “ Goodbye kiss.”jawabnya sambil memamerkan senyum khasnya itu.

            “ Ya! Genit sekali kau, Yoo seung ho !”

            “ Wae? Apa aku salah? Selama 3 hari ini, kau adalah milikku.”aku hanya tertawa mendengar perkataannya itu. dan tanpa kusangka, Seung ho langsung mencium bibirku. Menciumku dengan begitu lembut dan hangat. Lalu tak berapa lama kemudian, dia melepaskan ciumannya itu, dan mengacak-acak rambutku sambil tertawa.

            “ aku pulang dulu ya.”

            “ Umm, ne.”jawabku,sambil malu-malu .

            “ Annyeong, Jiyeon~ah.”

            “chakkaman!”ujarku menahannya untuk pergi. Dia terlihat bingung. Belum sempat dia bertanya, aku langsung memeluknya. Memeluknya dengan begitu erat. Aku tidak ingin melepaskan momen bahagia saat-saat ini.

            “ Waeyo?”tanyanya.

            “ Anii.”jawabku, lalu melepaskan pelukanku darinya.

            “ Pulanglah, sudah larut malam.”ujarku.

            “  Ah, ne. baiklah, sekarang aku akan benar-benar pulang. Selamat malam.”ujarnya sambil melambai kearahku .

            “ Hati-hati Seung ho ~ah.”jawabku, dan membalas lambaiannya itu.

-Jiyeon pov end

******************Keesokan harinya **********************

-Seung  ho pov

            Hari ini adalah hari terakhirku bersama Jiyeon. Rencananya , aku akan mengajaknya pergi ke kebun binatang. Aku tahu sangat terlihat konyol jika mengajaknya berkencan di kebun binatang, tapi Jiyeon sangat suka dengan binatang. Jadi aku putuskan untuk mengajaknya kesana.

            “ Sudah siap?”tanyaku pada Jiyeon, ketika aku menjemputnya.

            “ Ne. kita mau kemana?”tanyanya.

            “ Kebun binatang, bagaimana?”

            “ Ne, kajja !”ujarnya bersemangat lalu dia naik ke atas motorku.

            Setelah sampai, Jiyeon sangat bersemangat sekali untuk segera masuk kedalam. dia sempat menarik tanganku, saking tidak sabarnya.

            “ Jiyeon~ah, neomu appo.”ujarku.

            “ Ah mian, seung ho~ah.”ujarnya sambil melepaskan genggamannya.

            “ Sepertinya aku terlalu bersemangat sekali.”dia terkekeh, dan aku tertawa melihatnya itu.

            “ Kajja, kita pergi lihat Singa!”ajakku, lalu aku mengenggam tangannya dan membawanya menuju kandang Singa.

            “ Jiyeon~ah, kau tahu tidak.”

            “ Wae?”tanyanya.

            “ Kalau kau sedang marah, kau mirip sekali dengan Singa !”aku meledeknya.

            “ Ya !Nappeun kau, seung ho~ah ! tega sekali bilang aku seperti singa!”

            “ Anii, aku hanya bercanda.”aku tertawa, dan dia pun tertawa juga. Inilah kebahagiaan yang dia inginkan yang dulu sempat hilang.

            “ Gomawo.”ujarnya.

            “ Untuk?”

            “ Kenangan yang begitu indah selama 3 hari ini. Dan yah walaupun aku harus melupakannya semuanya.”

            “  Haruskah semuanya?”tanyaku.

            “ Ne, semuanya. Mianhaeyo..”dia menunduk menyesal.

-Seung ho pov end

-Jiyeon pov

            “ Haruskah semuanya?”ia menatapku. Dan membuatku sulit untuk menjawabnya.

            “ Ne, semuanya. Mianhaeyo.”jawabku sambil menunduk dengan perasaan begitu menyesal. Tidak! Tidak ! aku tidak boleh seperti ini, aku harus merelakannya. Ya benar, aku harus merelakan dia bersama orang yang dia cintai. Dan orang yang dia cintai itu, bukan aku.

-Jiyeon pov end

-Author pov

            Setelah mereka bersenang-senang di kebun binatang hingga pukul 7 malam, lalu mereka pergi ke Itaewon untuk makan malam. Di Itaewon ada sebuah rumah makan ala Amerika yang sangat di gemari oleh Seung ho.

            “ Apakah tempat ini sering kau datangi bersama Seu woo?”tanya Jiyeon ketika mereka sedang menunggu pesanan mereka datang.

            “ Ne, kami sering makan disini. Jawab Seung ho.

            “ Ah, begitu. Tempatnya keren sekali. rasanya membuatku jadi ingin pergi ke Amerika.”

            “ Ne, memang sangat keren sekali.”

            Lalu mereka menyantap pesanan mereka yang sudah datang. Dan sangat menikmati makan malam mereka masing-masing.

            “ Kalung itu, selalu kau kenakan?”tanya Seung ho sambil melihat ke arah kalung pemberiannya yang ada di leher Jiyeon.

            “ Ne, aku selalu memakainya.”jawabnya.

            “ Wae?”tanya Seung ho.

            “ Karena ini sangat berarti untukku.”

            “ Jeongmal?”tanya Seung ho.

            “ Ne.”

            “ Gomawo.”ujar Seung ho sambil mengenggam tangan Jiyeon dengan begitu mesra.

            Lalu tiba-tiba seseorang yeoja menghampiri mereka.

            “ Seung ho..”ujar yeoja itu.

            “ Seu woo?”Seung ho begitu kaget, dan begitu juga dengan Jiyeon.

-Author pov end

-Seu woo pov

            Aku berniat untuk pergi ke Itaewon untuk makan di salah satu tempat yang sering aku datangi bersama Seung ho. Aku sangat suntuk sekali dirumah. Jadi kuputuskan untuk makan malam disana.

            Aku seperti melihat seorang Seung ho yang sedang duduk disalah satu meja . tapi setahuku Seung ho sedang sibuk, dan ada seorang yeoja yang duduk didepannya! Aku berjalan lebih mendekat untuk memastikan apa yang kulihat. Dan ternyata benar, namja itu adalah Seung ho. Dan dia memegang tangan yeoja yang ada didepannya itu dengan begitu mesra. Dan yang lebih membuatku kaget, yeoja itu adalah jiyeon!

            “ Seung ho..”panggilku.

            “ Seu woo?” dia begitu terkejut melihatku.

            “ Jadi ini yang kau lakukan selama ini dibelakangku?!”

            “ Anii, ini tidak seperti yang kau pikirkan Seu woo~ah.”

            “ Jangan sentuh aku ! Dan kau Park Jiyeon, tidak puaskah kau telah merebut kasih sayang appa ?! dan sekarang kau ingin mengambil Seung ho ! Inikah balasan yang harus aku dapatkan darimu? Keterlaluan sekali kau !”aku membentaknya dan menatapnya dengan penuh kebencian.

-Seu woo pov end

Tbc.. penasarang gimana nasibnya Jiyeon setelah ketahuan??Jawabannya ada di part berikutnya yaa ^^. Jangan lupa di KOMEN, dan kalau suka sama FF nya, di like yah🙂

19 thoughts on “Can you love me/part 4

  1. woaaaaaaaaaaa,,,, baru post kah????
    klo yaaaaaaaa woaaaaaaa,,, aku gk telat kekeke….
    yaaaa ampun Seung Ho plin plan bgt sihhh euhhhh….
    Ji Yeon Go Ji Yeon GOOOOOOOOOOOOOOOO….. wkwkwkwkwk…
    “… Dan kau Park Jiyeon, tidak puaskah kau telah merebut kasih sayang appa ?! … ” issshhh Seo Woo, tu kan appa nya Jiyeon bukan appa kandung mu,,,, huuuu….

    kekeke…. lnjut yaahh eon, aku slalu menunggu🙂

    1. ne saeng, baru post kok😀
      hahahaha, tau tuh, si seu woo iri an banget ama jiyeon ! padahal dia duluan yang ngerebut seung ho sama appa nya .. hahaah
      gomawo saeng udah di komen, ditunggu ya ^^ tapi mungkin masih lama aku postnya, aku mau uas dulu🙂

  2. hee ,, pa Lu kta !!!!??? seu woo ,, kau bnar” TIDAK TAHU MALU !!!!! justru Lu yg ngrampas smua y dr Ji Yeon tw !!! dsar mka BADAK !!!!
    q seneng bgt Liat seu woo menderita … tu suatu hiburan .
    bot Author bkin crita y ,, banyakin adegan seu woo menderita. kLo prLu ,, dia mti ketabrak kreta , truk , trjun k jurang to paLah … *jahat y driku* ^^

    cpet d Lanjut ea … ^^

  3. iyahhhhhhhhhhhhh.. jijik banget liat si Seo Woo..!!
    buat aja endingnya dia mati, huhahhaa #tawa penuh kelicikan

    jgn lama lama yah next part nya thor..
    aku tunggu.. hwaitiing😀

  4. Mwo?! Knp harus ada seu woo disana?!?!
    Ngancurin suasana romantisnya jiyeon sama Seungho lagi! Huh!
    Karna udah ada Lanjutannya, aku capcus keNext chapter ya thor, ,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s