chapter · fanfiction · PG 16 · Romance · Sad

can you love me ? part 5

Author             : Shafira yesung’elf (shafira surya)

Kategori          : Chapter, PG 16

Genre              : Romance , sad.

Cast               :Jiyeon t-ara as Park jiyeon

Seung ho actor as Yoo seung ho

Seu woo actress as  Seu woo

Other Cast:

            IU singer as Lee Jieun/ IU

Mian kalo udah nunggu lama.

Baru selesai Ujian, dan langsung ngebut bikin kelanjutannya ^^

Ada bonusnya, lebih panjang ceritanya . hehe

Happy reading😀, dan jangan lupa komen yaaa…

-Seung ho pov

            “ Jangan sentuh aku ! Dan kau Park Jiyeon, tidak puaskah kau telah merebut kasih sayang appa?! Dan sekarang kau ingin mengambil Seung ho! Inikah balasan yang harus aku dapatkan darimu? Keterlaluan sekali kau !”bentak Seu woo pada Jiyeon dengan tatapan yang penuh dengan kebencian.

            “ Jangan salahkan Jiyeon, Seu woo. ini semua salahku, dan tidak ada kaitannya dengan Jiyeon.”ujarku berusaha untuk menjelaskan.

            “ Mwo?! Tidak ada kaitannya dengan yeoja itu ? Ya! Jelas-jelas kalian bermain dibelakangku!”

            “ Mian..”ujar Jiyeon dengan suara yang agak bergetar.

            “ Hanya itu yang bisa kau katakan padaku? Dasar kau, nappeun yeoja !”

            “ Jangan membentaknya seperti itu Seu woo ! sudah kubilang ini semua salahku !”aku berusaha untuk membela Jiyeon.

            “ Aku adalah yeojachingumu, mengapa kau malah terus-terusan membela dia ?! aku benci kau Seung ho ! dan kau juga, Jiyeon!”Seu woo langsung berlari keluar. Aku berlari berusaha mengejarnya. Ketika Seu woo sudah mulai letih, aku mempercepat langkahku dan menarik tangannya.

            “ Lepaskan aku !”dia membentakku. Aku melihat air matanya kini mengalir dipelupuk matanya.

            “  Tidak, sebelum kau mendengarkan penjelasanku !”

            “ Andwae ! Aku tidak ingin mendengar apapun ! biarkan aku pergi !”ia terus-terusan memberontak. Lalu aku mendekapnya kedalam pelukanku.

            “ Sejujurnya ini semua salahku. Jiyeon sudah lama menyukaiku, tapi aku tidak pernah sadar akan perasaannya padaku. Karena itulah, aku memberikannya waktu 3 hari untuk bersamaku. Aku tidak ingin melihat dia terluka karena mencintaiku.”

            “ Dan kau juga mencintainya kan?”Tanya Seu woo yang kemudian melepaskan pelukanku dan menatapku untuk menunggu jawabanku.

            “ Aku..”aku terdiam.

            “ Jawab aku Seung ho ~ah !”

            “ Mian, aku tidak tahu.”aku menunduk menyesal.

            “ Kalau kau tidak tahu, itu tandanya kau juga mencintainya !”

            “ Aku..”

            “ Sudahlah, kalian berdua benar-benar sudah membuat kesabaranku habis ! aku mau pulang, dan jangan ganggu aku !”ujarnya dingin, dan berjalan pergi meninggalkanku. aku hanya menatap kepergiannya itu dengan tatapan begitu menyesal. Lalu aku baru teringat kalau aku telah meninggalkan Jiyeon sendirian di restoran! Aku segera berlari kembali ke restoran. Dan ketika aku sampai, Jiyeon sudah tidak ada lagi. Kursi yang tadi ia duduki sudah tidak ada orang lagi yang duduk disana.

            “ Mian, apa kau melihat yeoja yang tadi duduk disini ?”tanyaku kepada salah satu pelayan yang sedang membersihkan meja.

            “ Ah aghassi itu, aku melihatnya keluar sambil menangis.”jawabnya.

            “ Menangis?”

            “ Ne, dia menangis. Bahkan dia seperti begitu menderita sekali. tapi aku tidak tahu apa yang terjadi dengannya”jawab pelayan itu.

            “ Baiklah kalau begitu, kamsahamnida.”ujarku, lalu pelayan itu kembali melanjutkan pekerjaannya.

-Seung ho pov end

-Jiyeon pov

            “ Mian..”ujarku yang berusaha untuk menahan air mataku agar tidak keluar. Rasanya begitu berat untuk menahan air mata ini.

            “ Hanya itu yang bisa kau katakan padaku? Dasar kau nappeun yeoja !”Seu woo membentakku. Aku berusaha untuk tetap kuat.

            “ Bertahanlah, jiyeon..”ujarku dalam hati.

            “ Jangan membentaknya seperti itu Seu woo ! sudah kubilang ini semua salahku !”Seung ho membelaku. Aku hanya diam, tidak mampu berkata apa-apa.

            “ Aku adalah yeojachingumu, mengapa kau malah terus-terusan membela dia ?! aku benci kau Seung ho ! dan kau juga, Jiyeon!”Seu woo langsung berlari keluar. Begitu juga dengan Seung ho yang berusaha untuk mengejar Seu woo. Aku hanya bisa menatap kepergian mereka berdua itu. Dengan perlahan-lahan air mataku mulai menetes. Orang-orang disekelilingku mulai memperhatikanku. Aku menunduk dan berjalan keluar restoran dengan langkah yang begitu berat.

            Rasanya hatiku menjadi begitu sakit sekali. Aku tidak menyangka Seu woo akan mengetahui hal ini. Aku benar-benar jahat . aku telah menghancurkan hubungan mereka berdua. Bukankah aku menginginkan agar mereka berpisah? Anii, bukan ini yang aku inginkan. Aku tahu kalau Seung ho begitu mencintai Seu woo, jadi jika mereka berpisah aku hanya akan membuat Seung ho menjadi menderita karena kehilangan Seu woo.

~ Sa rang han da geot ji mal Bo go ship eul guh ran ni geot jit mal~ (lies –T-ara)

Handphoneku berbunyi, dan aku melihat nama Seung ho tertera dilayar Handphoneku. Na ottokeh? Apa aku harus mengangkatnya? Tapi aku tidak bisa, jika mendengar suaranya malah akan membuatku menjadi tambah sedih. Tapi.., aku juga ingin mendengar suaranya itu. lalu kuputuskan untuk mengangkatnya.

“ Jiyeon..”suara Seung ho terdengar, dan rasanya begitu tenang jika mendengar suara itu.

Aku terdiam.

“ Apa kau mendengarku?”tanyanya.

“ Ne.”jawabku.

“ Kau ada dimana sekarang? Mengapa kau langsung pergi ?”

“ Joneun.. ah mian, aku teringat kalau aku ada urusan jadi aku langsung pergi. Mianhae Seung ho~ah.”ujarku, berbohong.

“ Gwenchana?”

“ Umm, gwenchana.”jawabku, yang lagi-lagi berbohong.

“ Jangan menangis, Jiyeon. Jangan menangis.”ujarku dalam hati.

“ Jangan berbohong padaku lagi, Jiyeon~ah, aku tahu yang sebenarnya.”

“ Maksudmu?”tanyaku, tidak mengerti.

“ Menangislah jika kau ingin menangis.”aku merasa suara itu begitu dekat sekali, dan seakan-akan berada dibelakangku. Aku menoleh kebelakang dan kini Seung ho sudah berdiri didepanku.

“ Seung ho..”aku terkejut melihatnya.

“  Mianhae aku sudah membuatmu sedih lagi.”

“ Anii, aku baik-baik saja Seung ho~ah. Aku tidak selemah yang kau kira.”aku tersenyum, walaupun agak dipaksakan.

“ Jeongmal?”tanyanya.

“ Ne.”lagi-lagi aku mengatakan yang sebaliknya.

“ Syukurlah kalau begitu.”dia tersenyum lega.

“ Bagaimana dengan Seu woo? Apa kalian sudah baikan?”

“ Belum, dia masih marah padaku.”jawabnya.

“ Baboya !”aku memukul kepalanya.

“ Ya ! appo.”Seung ho meringis kesakitan.

“cepat kejar dia, dan minta maaf padanya dan bilanglah padanya kalau ini semua adalah salahku.”

“ Salahmu? Anii, ini semua salahku.”Seung ho membantah.

“ Kau salah Seung ho~ah. Ini semua memang kesalahanku. Ketika kau jadian dengannya, sudah seharusnya aku merelakanmu. Aku benar-benar minta maaf telah merusak hubungan kalian. Besok aku akan meminta maaf padanya.”

“ Tapi Jiyeon..”

“ Sst.. diamlah. Moodku sedang bagus hari ini, jika kau membantah lagi, kau hanya akan merusaknya. Hari ini hari terakhir kita bersama, jadi jeongmal kamsahamnida untuk 3 hari ini Seung ho~ah. Baik-baiklah bersamanya, dan aku tak akan menganggu kalian lagi.”

“ Aku..”belum sempat Seung ho melanjutkan kata-katanya, aku telah mencium bibirnya. Lalu tak lama kemudian,aku melepaskan ciumanku. Dia menatapku.

“ Itu adalah tanda terima kasihku kepadamu. Aku janji tidak akan pernah menganggu kalian lagi.”

“ Jiyeon..”

“ Mulai sekarang kita akan tetap menjadi teman, dan sampai kapan pun.. hanya sebatas teman.”aku berusaha tetap tegar untuk mengatakan hal itu, walaupun aku tidak ingin mengatakannya.

“ Sudah malam sekali, aku harus pulang Seung ho~ah.”

“ Baiklah, aku akan mengantar kau pulang.”

“ Tidak usah, lebih baik kau cepat pulang dan segera hubungi Seu woo. Lagipula, aku bisa pulang sendiri Seung ho~ah.”

“ Tapi sudah malam sekali..”

“ Kau tenang saja. Tidak usah khawatir seperti itu. kalau begitu aku pulang dulu ya. Annyeong.”ujarku berpamitan pada Seung ho.

“ Hati-hati Jiyeon~ah, jika ada apa-apa langsung telpon aku.”aku mengangguk, lalu berjalan meninggalkannya dan memantapkan diriku untuk melupakan semua kenangan manis yang sudah aku lalui bersama Seung ho.

-Jiyeon pov end

-Seu woo pov

            Dengan langkah yang gontai, aku melangkahkan kakiku masuk kedalam kelas. Aku melihat Seung ho sudah datang, begitu juga dengan Jiyeon. Mereka berdua menatap kearahku, dan aku hanya pura-pura tidak melihat mereka. aku langsung berjalan menuju kursiku, dan mengobrol bersama IU.

            “ Seu woo~ah, gwenchana?”tanya IU.

            “ Wae?”tanyaku bingung.

            “ Apa kau menangis semalam? Matamu sembab.”

            “ Jeongmal? Aish~memalukan sekali. ini gara-gara aku bertengkar dengan eomma!”aku berbohong.

            “ Bertengkar?”tanya IU.

            “ Ne.”jawabku.

            Saat bel istirahat berbunyi aku langsung pergi menuju kekamar mandi. Dan saat aku keluar dari kamar mandi, aku melihat Jiyeon yang sepertinya sedang menungguku.

            “ Bisa kita bicara?”tanyanya.

            “ Mian, aku sibuk.”jawabku berusaha menghindar. Lalu aku meninggalkannya sendirian.

            “ Apa kau masih marah padaku?”tanya Seung ho ketika aku sedang membereskan barang-barangku untuk pulang.

            “ Tidak.”jawabku datar.

            “ Seu woo~ah, mianhae..”

            “ Sudah aku bilang, kalau aku tidak marah. Untuk apa kau minta maaf?”

            “ Tapi..”

            “ Aku tidak marah, dan aku ingin pulang sekarang.”jawabku lalu segera keluar kelas untuk pulang.

            “ Mian Seung ho..”ujarku lirih.

-Seu woo pov end

-Jiyeon pov

            Ketika bel istirahat siang, aku melihat Seu woo langsung keluar kelas. Aku mengikutinya untuk meminta maaf padanya. Dia pergi kekamar mandi, lalu aku putuskan untuk menunggunya didepan. Ketika dia keluar, aku segera menghampirinya.

            “ Bisa kita bicara?”tanyaku.

            “ Mian, aku sibuk.”jawabnya , lalu dia pergi. Aku hanya bisa meandanginya dengan perasaan bersalah.

            Saat kami sedang bersiap-siap untuk pulang, Seung ho mendekati Seu woo. Aku melihat Seung ho begitu menyesal.

            “ Apa kau masih marah padaku?”tanya Seung ho pada Seu woo.

            “ Tidak.”jawab Seu woo.

            “ Seu woo~ah, mianhae..”

            “ Sudah aku bilang, kalau aku tidak marah. Untuk apa kau minta maaf?”

            “ Tapi..”

            “ Aku tidak marah, dan aku ingin pulang sekarang.”lalu Seu woo pergi meninggalkan Seung ho. Ada raut kesedihan yang terpancar dari wajahnya Seung ho, dan itu membuatku sedih.

            “ Jangan menampakan wajah kesedihan didepanku, Seung ho ~ah..”ujarku lirih, dan tanpa didengar oleh Seung ho.

            Aku memutuskan untuk pergi kerumah Seu woo dan meminta maaf padanya. Aku tidak bisa terus-terusan melihat Seung ho sedih. Aku harus menyelesaikan masalah ini . aku ingin Seung ho bahagia bersamanya.

            Tok tok tok. aku mengetok pintu rumah Seu woo. lalu tak berapa lama kemudian seorang namja membuka pintu. Dia adalah appa.    

            “ Jiyeon..”ujar appa kaget.

            “ Appa, sudah lama tak bertemu.”ujarku lalu segera memeluknya.

            “  Ya, sudah lama kita tidak bertemu. Ada apa kesini nak?”tanyanya.

            “ Aku ingin bertemu dengan Seu woo, ada sesuatu yang harus aku katakan padanya.”jawabku.

            “ Kalau begitu, ayo masuk. Akan appa panggilkan dia dulu.”

            “ Tidak usah appa, aku akan menunggunya disini. Dan jangan katakan kalau aku yang menemuinya.”lalu appa menuruti kata-kataku dan masuk kedalam rumahnya untuk memanggil Seu woo. dan tak lama kemudian Seu woo keluar.

            “ Ternyata kau..”ujarnya ketika dia keluar, dan ketika dia melihat wajahku, dia langsung berusaha untuk masuk kembali, tapi aku berhasil menahannya.

            “ Jebal, ijinkan aku bicara padamu. Sebentar saja.. Aku mohon.”

-Jiyeon pov end

-Seu woo pov

            “ Jadi, apa yang ingin kau bicarakan? Aku tak punya waktu banyak untuk meladenimu.”

            “ Hanya sebentar saja. Aku janji.”dia menatapku dengan begitu serius.

            “ Baiklah, cepat katakan !”

            “ Jangan salahkan Seung ho  karena kejadian kemarin itu. ini semua salahku, Mianhae. Aku mohon jangan membencinya..”

            “ Jadi, kau kesini hanya demi Seung ho?!”bentakku. Lalu tiba-tiba dia berlutut didepanku, air matanya mulai mengalir dengan perlahan.

            “ Ya ! apa yang kau lakukan?!”

            “ Seu woo ~ah, aku mohon jangan benci Seung ho. Aku begitu mencintainya, aku tak sanggup jika terus-terusan melihat dia menjadi sedih. Aku tidak bisa melihatnya sedih. Aku mohon , kembalilah padanya. Aku janji tidak akan menganggu kalian lagi.”

            “ Itu urusanku mau membencinya atau tidak!”jawabku.

            “ Tapi dia mencintaimu Seu woo~ah, bagaimana bisa kau membenci seseorang yang begitu mencintaimu ?”

            “ Mencintaiku? Anii, kau lah orang yang dia cintai Jiyeon~ah. Bukan aku..”ujarku dalam hati.

            “ Tapi aku ada hak untuk membenci siapapun yang aku inginkan !”

            “ Jeball, aku akan melakukan apapun demimu asalkan kau mau memaafkannya.”ia memohon padaku.

            “ Apapun?”tanyaku.

            “ Ya, apapun itu.”

            “ Baiklah..”aku berpikir sejenak. Lalu aku memutuskan apa yang harus aku lakukan padanya.

            “ Aku akan memaafkan Seung ho, tapi asalkan kau,pergi dari kehidupanku ,dan Seung ho !”

            “ Pergi?”tanyanya.

            “ Ne, pergi kemanapun asalkan jangan di Seoul. Aku tidak ingin kau mengambil Seung ho dariku !”

            “ Tapi, aku..”

            “ Itu terserah kau, tapi yang jelas aku tidak akan memaafkan Seung ho..”

            “ Baiklah, aku akan menuruti kemauanmu itu. Aku akan pergi meninggalkan Seoul, dan kau harus kembali pada  Seung ho !”

            “ Baik, jika kau menepati janjimu, maka aku juga akan menepati janjiku.”jawabku.” Mian Jiyeon ~ah, aku harus melakukan ini. Aku tidak ingin kehilangan Seung ho.”

-Seu woo pov end

-Author pov

            Jiyeon masuk kedalam rumahnya dengan perasaan yang begitu kacau balau. Dia harus segera  pergi dari Seoul, tapi dia tidak tahu kemana dia harus pergi. Lalu terlintas dibenaknya untuk pindah ke Amerika, dan tinggal dengan eommanya.

            “ Apa aku harus tinggal bersama eomma? Tapi aku..”

            “ Aku akan bahagia jika Seung ho bahagia. Dan Amerika adalah jawabannya.”ujar Jiyeon dengan begitu mantap. Lalu dia mengambil handphonenya dan menelpon eommanya.

            “ Yoboseyo.”ujar seorang yeoja yang mengangkat telpon. Sudah lama sekali Jiyeon tidak mendengar suara eommanya.

            “ Ini aku..”jawab Jiyeon.

            “ Jiyeon?”

            “ Ne, ini aku, Jiyeon.”

            “ Omona~sudah lama sekali aku tidak mendengar suaramu. Bagaimana kabarmu, Jiyeon?”

            “ Aku baik-baik saja. Eomma, ada yang ingin aku bicarakan.”

            “ Katakan saja.”

            “ Bolehkah aku tinggal di Amerika bersamamu?”tanya Jiyeon .

            “ Di Amerika? Apa kau serius?”tanya yeoja itu dengan begitu kaget.

            “ Ne, itu juga kalau kau tidak keberatan.”

            “ Tapi kenapa? Bukankah ada appamu di Seoul? Dia bilang padaku kalau sekarang dia tinggal di Seoul bersama istri barunya.”

            “ Iya, aku tahu itu. aku sudah pernah bertemu dengannya. Tapi ada suatu masalah, dan aku harus pergi eomma. Dan aku memutuskan untuk tinggal denganmu saja.”

            “ Masalah? Apakah dengan appamu ?”

            “ Anii, hubungan kami baik-baik saja. Aku tidak bisa mengatakannya eomma, tapi aku mohon ijinkan aku untuk tinggal bersamamu.”Jiyeon memohon.

            “ Tapi apakah kau benar-benar yakin dengan keputusanmu ini?”

            “ Aku.. sangat yakin .”jawab Jiyeon, dengan penuh keyakinan.

            “ Baiklah, aku akan segera mengirimu tiket pesawat. Nanti aku akan mengabarimu jika aku sudah mendapatkan tiketnya.”

            “ Ne, kamsahamnida, eomma.”

            “ Ne, Jiyeon. Aku senang kau mau tinggal denganku.”

-Author pov end

Keesokan harinya

-Jiyeon pov

            Semalam eomma menelponku dan mengatakan hari ini dia akan segera mengirimi tiket pesawat untukku. Besok adalah hari keberangkatanku ke Amerika. Dan aku putuskan hari ini tidak akan masuk sekolah. Aku berencana untuk menemui appa sebelum aku pergi ke Amerika. Dan kami bertemu di salah satu restoran kimbab dipusat kota.

            “ Sudah menunggu lama, Jiyeon?”tanya appa yang baru saja datang.

            “ Anii, belum terlalu lama appa. Oh ia, appa mau memesan makanan appa?biar aku panggil pelayannya dulu ya.”

            “ Pelayan.”lalu pelayan yang aku panggil itu datang.

            “ Mau pesan apa aghassi?”tanya pelayan itu.

            “ Aku pesan 1 porsi kimbab spesial ya dan air mineral saja. Appa mau pesan apa?”

            “ Samakan saja dengan dia.”jawab appa.

            “ Baiklah, 2 porsi kimbab spesial dan 2 air mineral. Silahkan ditunggu sebentar ya.”ujar pelayan itu lalu dia segera membawa daftar pesanan kami.

            “ Apa yang ingin kau katakan nak?”tanya appa .

            “ Kita bicarakan nanti saja appa, lebih baik kita sekarang makan dulu.”ujarku berusaha untuk mengulur waktu. Lalu setelah kami selesai makan aku memutuskan untuk mengatakan kepergianku kepada appa.

            “ Appa aku ingin mengatakan sesuatu.”aku memulai pembicaraan.

            “ Apa Jiyeon?”

            “ Aku… “aku diam sejenak. “ Akan pergi ke Amerika.”lanjutku. appa tersontak mendengar kata Amerika.

            “ A.. Amerika?”

            “ Ne appa, aku akan ke Amerika.”

            “ Kapan kau kesana?”

            “ Besok.”jawabku.

            “ Besok? Tapi kenapa kau mau ke Amerika ? ada apa sebenarnya Jiyeon? Mengapa kau tiba-tiba mengatakan begitu mendadak?”

            “ Kemarin aku menelpon eomma, dan aku bilang aku akan tinggal bersamanya. Lalu semalam dia menghubungiku dan dia akan mengirim tiketnya hari ini untuk keberangkatan besok.”

            “ Tapi kenapa kau mau kesana Jiyeon? Bagaimana jika eomma meninggalkan kau lagi? Lebih baik kau tinggal bersama appa.”

            “ Anii appa, kau sudah ada keluarga baru sekarang. Dan ingat, puteri mu bukan hanya aku, tapi Seu woo juga. Aku akan lebih senang jika kau lebih perhatian dengan mereka. dan aku akan baik-baik saja, appa. Tenang saja.”

            “ Tapi sampai kapan kau akan tinggal disana?”

            “ Entahlah appa, selama yang aku inginkan. Mungkin 5 tahun, atau mungkin selamanya.”

            “ Jebal Jiyeon, jangan meninggalkan appa.”dia memohon padaku.

            “ Aku tidak meninggalkanmu appa. Lagipula kita bisa bertemu, dan kau bisa menelponku. Atau ketika liburan kau bisa mengajak seu woo dan istri baru appa ke Amerika untuk berlibur.”

            “ Kau benar-benar yakin dengan keputusanmu ini?”

            “ Aku benar-benar yakin appa. Sangat yakin.”

            “ Baiklah, jika memang itu keputusan yang ingin kau ambil.”

-Jiyeon pov end

-Seu woo pov

            “ Seung ho~ah..”aku memanggil Seung ho yang sedang serius mengerjakan tugas.

            “ Mmh, ne ?”

            “ Mianhae,kemarin aku terlalu emosi.”dia tersenyum, seakan memaafkan perbuatanku.

            “ Gwenchana, kau sudah tidak marah padaku lagi kan ?”

            “ anii, aku sudah memaafkanmu Seung ho~ah.”jawabku.

            “ Syukurlah kalau kau sudah memaafkanku.”

            “ Ada apa? Apa kau sedang ada masalah?”tanyaku yang melihat wajah Seung ho yang terlihat seperti khawatir akan sesuatu.

            “ Anii, tidak apa-apa Seu woo ~ah, kajja kita ke kantin.”ajaknya, lalu kami berjalan bersama menuju kantin.

            “ Aku tahu apa yang kau pikirkan Seung ho, kau mengkhawatirkan Jiyeon yang hari ini tidak masuk sekolah kan? Mengapa hanya bayang-bayang Jiyeon yang selalu ada di pikiranmu”ujarku dalam hati sambil memandangi wajahnya .

Bip bip.

            Aku mengambil handphoneku dari saku baju. Aku melihat ada 1 pesan masuk. Aku membukanya, dan kulihat nama Jiyeon yang tertera di handphoneku. Aku segera membacanya.

From: Jiyeon

Besok jam 10.30 aku akan segera ke Amerika. Jangan beritahu Seung ho, dan tepati janjimu itu !

            Ternyata dia benar-benar menepati janjinya. Tapi bagaimana dengan Seung ho? Mereka kan bersahabat, dan jika Seung ho tidak mengetahui kepergian Jiyeon..

            “ Ada apa?”tanya Seung ho , khawatir.

            “ Anii, gwenchana.”jawabku berbohong, lalu segera membalas sms jiyeon.

To : Jiyeon

Bagus. Semoga harimu menyenangkan, Jiyeon.

            Terkirim padanya. Lalu apakah aku harus menyembunyikannya dari Seung ho?

-Seu woo pov end

Keesokan harinya

-Seung ho pov

            Sudah 2 hari ini Jiyeon tidak masuk. Kelas benar-benar sepi tanpanya. Dan aku benar-benar kehilangan dirinya. Sepertinya benar kata Seu woo, aku mencintainya. Tapi aku tidak bisa memaksakan ego ku untuk memiliki Jiyeon juga. Tidak bisa, dan tidak akan pernah bisa.

            “ Ada apa denganmu? Mengapa dari kemarin kau terus-terusan melamun, jagi?”suara  Seu woo membuyarkan lamunanku.

            “ Anii, aku hanya sedang berpikir .”

            “ Berpikir?”tanyanya.

            “ Ne. “jawabku. Berbohong.

-Seung ho pov end

-Seu woo pov

            Sudah pukul 10, dan 30 menit lagi Jiyeon akan segera pergi ke Amerika. Apa aku harus memberitahunya? Tapi, jika begitu aku akan kehilangan Seung ho. Andwae. Aku tidak akan melakukan hal itu. aku tidak akan pernah melepaskan Seung ho untuk orang lain.

            Tapi, jelas-jelas aku tahu kalau Seung ho mencintai Jiyeon. Aku memang bisa memiliki raga nya, tapi aku tidak bisa memiliki hatinya. Apa yang harus aku lakukan? 25 menit lagi Jiyeon akan segera berangkat. Aku benar-benar bingung.

            “ Seung ho ~ah..”panggilku dengan rada takut.

            “ Wae?”tanyanya.

            “ Ada yang ingin aku beritahu..”

            “ Apa? Katakan saja.”jawabnya. aku berusaha untuk mengatakannya, tapi begitu sulit sekali.

            “ Sebenarnya..”

            “ Apa Seu woo~ah?”

            “ Tapi kau jangan marah padaku, dan jangan membenciku juga, ya?”

            “ Ada apa sebenarnya? Aku tidak mengerti dengan perkataanmu.”

            “ Well, sebenarnya 2 hari yang lalu Jiyeon datang kerumahku.”

            “ Jiyeon?”

            “ Ne, dia menyuruhku untuk memaafkanmu, dan kembali padamu. “

            “ Tunggu, kalian sedang membicarakan Jiyeon ?!”ujar IU yang tiba-tiba ikut nimbrung.

            “ Ya ! diam, aku sedang menjelaskan !”aku memarahi IU.

            “ Mian..”

            “ Lalu aku bilang padanya, aku akan kembali padamu, jika dia pergi dari kehidupanmu, dan aku…”aku terdiam, dan menunggu reaksi seung ho.

            “ Lalu kemarin dia memberiku sms, kalau hari ini dia akan pergi ke Amerika. Dan dia berkata untuk tidak memberitahukannya padamu. Mian..”aku menyesal.

            “ H.. hari ini? Ya ! mengapa kau tak mengatakannya dari kemarin ?! dan apa maksudmu untuk menyuruhnya pergi ?!”kini Seung ho terlihat begitu marah sekali denganku.

            “ Mian Seung ho~ ah, aku melakukan ini karena aku takut kehilanganmu. Dan ternyata aku memang kehilanganmu, kau mencintainya, bukan mencintaiku.. “

            “ Seu woo~ah, kau keterlaluan sekali !”IU memarahiku.

            “ Pesawat jam berapa?”Seung ho kembali berbicara.

            “ Ne? igo, jam 10.30 .”

            “ Mwo ?!”ujar Seung ho dan IU berbarengan.

            “ Ya ! sekarang sudah jam 10. 13, dan kau baru memberitahukannya padaku !”

            “ Seu woo~ah.. benar-benar kau ini !”ujar IU.

            “ Aish ~, sudah tidak ada waktu lagi !”

            “ Ya! Kau mau kemana?”tanyaku pada Seung ho .

            “ Aku akan mengejarnya !”jawabnya dan dia bergegas pergi. Aku hanya bisa menatap kepergiannya itu.

            “ Aku tahu ini salah, mianhae Seung ho..”ujarku, lirih.

-Seu woo pov end

-Jiyeon pov

            Sekarang sudah pukul 10. 25, dan sebentar lagi aku akan segera pergi. Aku terus-terusan memperhatikan sekeliling, berharap Seung ho akan datang. Tapi aku tahu itu tidak akan mungkin terjadi. Aku terlalu berharap, dan aku tahu kalau dia tidak akan datang.

            “ Kau mencari seseorang, nak? Dari tadi kau terlihat begitu gelisah..”tanya appa yang dia ikut mengantarku hingga ke bandara.           

            “ Anii, aku hanya melihat-lihat saja, appa.”aku berbohong.

            Perhatian-perhatian. Bagi penumpang pesawat Korean Air dengan nomor penerbangan KA-boeing 330 (Author ngasal :P) tujuan Amerika, diharapkan untuk segera masuk kedalam pesawat.

            Aku sudah harus masuk, dan seseorang yang ku tunggu tidak datang. Yah, memang itulah kenyataan pahit yang harus aku terima. Aku rasa aku akan bahagia di Amerika, walaupun tanpa Seung ho.

-Jiyeon pov end

-Tbc.. penasaran dengan akhir ceritanya? Dan apakah Seung ho akan bertemu dengan Jiyeon ?Jawabannya ada di part terakhir ya, di part 6🙂

Jangan lupa di komen, dan kalau suka sama ff nya, di like yaaa😀 . gomawo ^^

32 thoughts on “can you love me ? part 5

  1. AKHIRNYA SELESAI UAS😄
    aku juga, pulang sekolah langsung buru2 buka laptop buat post ff~ gimana ulangannya? lancarkah?

    dan AKHIRNYA aku bisa baca ff mu! aku nungguin dan ter-update juga..
    jangan lama2 bikin part 6nya ya ^^

      1. hahaha, boleh boleh, aku tampung ide nya :3
        iaa saeng, biar buat cerita baru lagi.. lagian yang my life sama lies nya belum selesai, masih bingung kelanjutannya ._.

  2. jahat bgt si seu woo ….😦

    jiyeon.nya jgn k amerika dnk,,, kasian seungho nya….T.T

    ditunggu lanjutannya thor….:)

  3. author! di asianfanfics kok ada ff yg sama kayak ceritamu ini?? kamu ngepost disana apa dia plagiatin ceritamu??st disana apa dia plagiatin ceritamu??

  4. Nyesek gila bacanya thor…
    Soalnya ceritanya sama kyk kisahku di dunia nyata…
    Huks,,
    Jiyeon~! Kembalilah ke Seungho!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s