chapter · fanfiction · PG 16 · Romance · Sad

My Life/ part 6

Author: Shafira Yesung’Elf
 
Kategori: Chapter
 
Genre: Romance, Sad
 
Cast:  Park Jiyeon
 
Choi Minho
 
Park Sang Hyun/ Thunder

 

Annyeong Readers ^^

Udah pada penasaran yah sama kelanjutan ff ini??

Mian yah baru aku post, oke deh langsung ajaaaa..

Happy Reading😀

-Jiyeon pov

“ Kalau begitu, apa kau bisa mencintaiku, Jiyeon~ah?”aku membelalakan mataku, begitu kaget mendengarnya.

“ M..Mwo? Mencintaimu?”aku mulai panik dan sedikit bingung. Dia menatapku dengan tatapan yang begitu serius dan mengenggam kedua tanganku dengan begitu erat nya.

“ Saranghaeyo..”ucapnya lembut dan membuatku seakan tersengat listrik ketika mendengarnya.

“ Aku baru sadar kalau aku benar-benar mencintaimu, Jiyeon. Sehari saja tidak bertemu denganmu, membuatku menjadi gelisah memikirkanmu.”aku hanya melongo menatapnya, seakan tidak percaya. Lalu aku mencubit pipiku sebelah kanan dengan begitu keras. Aku harap ini bukan mimpi, dan jika memang ini hanya mimpi, jeball jangan bangunkan aku lagi. Aku tetap ingin seperti ini saja.

“ Aww, appo..”rintihku. ternyata benar, ini semua bukan mimpi ! ternyata guru saem yang selama ini aku sukai, ternyata memiliki perasaan yang sama sepertiku !

“ apa kau kira yang aku katakan ini hanya mimpi?”ia tertawa, membuatku menjadi malu dengan tingkahku tadi.

“ Mian seonsaengnim, aku hanya benar-benar..”

“ Tidak percaya ?”sambungnya. lalu aku mengangguk, dan kemudian menunduk malu.

“ Lihat aku, Jiyeon~ah..”aku mengangkat kepalaku dan menatapnya.

“ W..Wae?”tanyaku bingung dan sekaligus salting. tiba-tiba dia mengangkat tangan kananku dan menaruhnya tepat didada nya.

“ Bisakah kau merasakan detak jantung ku ini, Jiyeon?”aku terdiam. Aku menutup mataku dan kemudian perlahan-lahan aku mulai merasakan detak jantungnya itu. Begitu  berdetak cepat, tapi tetap berirama (?) .  lalu aku kembali membuka mataku dan tetap menatapnya.

“ Setiap bersamamu, jantung ku selalu berdebar-debar seperti ini, Jiyeon.. “lanjutnya lagi. Aku terdiam , dan tetap menatapnya.

“  S..saem.. “ucapku pelan.“ Sejujurnya aku memiliki perasaan yang sama seperti mu.”aku melanjutkan kembali.

“ Jeongmal?”

“ Ne, perasaanku padamu, sama seperti perasaanmu padaku…”jawabku.

“ Gomawo Jiyeon..jeongmal gomawoyo..”dengan begitu senang Minho saem langsung memelukku. Dia terlihat begitu bahagia sekali.

Aku tak tahu mengapa hati ini malah merasa sakit? Ada apa denganku?

Seharusnya aku senang karena dia menyukaiku, tapi mengapa ada perasaan sedih yang terus-terusan menganjal?

“ Sadarlah Jiyeon, dan hilangkan pikiran itu..”umpatku didalam hati.

“Jiyeon..”

“ Jiyeon..”

“ Ah.. mian, waeyo saem?”ujarku yang tersadar dari lamunanku.

“ Gwenchana?”ia tampak khawatir, lalu melepaskan pelukannya.

“ N.. Ne, gwenchanayo.”jawabku sambil tersenyum untuk menandakan kalau aku baik-baik saja, dan dia membalas senyumanku itu.

“ Jiyeon~ah..”Minho saem kembali memanggil.

“ Ne ?”

“ Karena sekarang kita sudah jadian, aku mau kau jangan memanggilku saem lagi. Panggil aku, oppa..”aku tertawa mendengarnya.

“ Waeyo? Kenapa kau ketawa?”

“ Aniio, aku terbiasa memanggilmu saem, dan sekarang aku harus memanggilmu oppa.. jadi terdengar aneh.”jawabku, polos.

“ Ya! Tapi sangat tidak enak sekali jika sepasang kekasih memanggil dengan sebutan seperti itu..”

“ Aish~baiklah, baiklah .”akhirnya aku mengalah.

“coba katakan, aku ingin mendengarnya .”

“ Oppa..”panggilku, tapi dengan begitu pelan karena malu .

“ Mwo? Suara mu pelan sekali Jiyeon, aku tidak bisa mendengarnya..”

“ Aigoo~benar-benar deh. Baiklah baiklaaah ! “aku menarik nafas dalam-dalam sebelum akhirnya kembali bicara.” Oppa…”ujarku , dan kini dengan suara yang agak keras dan menurutku cukup terdengar olehnya. Dia tertawa setelah aku memanggilnya oppa.

“ Ya! Sekarang kau malah mentertawaiku!”ujarku marah sambil memasang wajah cemberut.

“ Mian.. mian. Jangan marah, Jiyeon. Aku hanya bercanda saja..”dia berusaha membujukku, tapi aku pura-pura tetap marah dengannya.

“ Jiyeon.. jebal, jangan marah lagi padaku..”dia memohon padaku dan sedikt membuatku jadi tidak enak padanya.

“ Hahaha, aku tidak marah oppa. Aku hanya bercanda saja..”ujarku sambil tersenyum jahil.

“ Aish~kau ini.. “dia kembali memelukku.” Kau benar-benar sudah membuatku jadi kalang kabut (?), Jiyeon..”

“ Hehehe, mianhae oppa…”jawabku sambil membalas pelukannya yang begitu hangat itu.

-Jiyeon pov end

-Author pov

Ketika sampai dirumah, Joo sudah menunggu Jiyeon tepat didepan pintu. Dan ketika Jiyeon masuk, Jiyeon benar-benar kaget ketika melihat Joo yang sedang menunggunya dan menatapnya dengan begitu dingin dan sombong.

“ Aku harus bicara denganmu!”ujar joo.

“ Bicaralah.”jawab Jiyeon, dengan begitu tegas.

“ Dengar ya, Jiyeon~ssi, jangan karena kau pelayan nya Dara onnie, kau bisa bersikap kasar denganku dan juga cheondung ! bagaimanapun juga, aku adalah tunangan cheondung, dan cheondung adalah adik dari Dara onnie yang telah memperkerjakanmu, disini ! Jadi kau harus hormat dan mengahrgai kami, disini ! ”Jiyeon hanya tersenyum mengejek mendengar apa yang Joo katakan padanya.

“Aku sangat menghargai Thunder sebagai adik dari Dara onnie, tapi sikapnya yang sangat tidak sopan itu, benar-benar sudah kelewatan ! Dan terutama kau, aghassi Joo !”jawab Jiyeon yang tak mau kalah.

“ M..Mwo?! kau bilang aku ?! Ya! Park Jiyeon, kau ini pelayan yang benar-benar sangat kurang ajar !”Kini Joo sudah benar-benar emosi dengan perkataan Jiyeon, lalu dengan segera dia menjambak rambut Jiyeon dengan begitu kuat dan kasar.

“ aaaaakh !”teriak Jiyeon, karena kesakitan, namun Jiyeon tidak hanya tinggal diam, dia pun menjambak rambut Joo. Dan akhirnya terjadi perkelahian antara Joo dan Jiyeon.         Karena mendengar keributan, Thunder segera keluar kamar dan memeriksa apa yang terjadi.

“ Ya ! apa yang kalian berdua lakukan ?!”bentak Thunder yang  berusaha untuk melerai . Jiyeon dan Joo begitu kaget melihat Thunder yang kini sudah berdiri didepan mereka.

“ Jagi, dia benar-benar kelewatan sekali ! dia menjambak rambutku duluan ! belum lagi dia mencakar wajah ku dan menjadi berdarah seperti ini !”ujar Joo pada Thunder , yang mengatakan sebuah kebohongan pada nya.

“ Neomu appo, jagiya…”rengek Joo. Jiyeon hanya memandang Joo dengan begitu jijik.

“ Jangan seperti anak kecil, Joo ! kau sudah besar, dan itu salahmu karena berkelahi ! lagipulah hanya luka kecil seperti itu. “

“ Tapi…”

“ Sudahlah, masuk sana kekamarmu dan obati lukamu itu.”dan dengan ogah-ogahan akhirnya joo naik ke atas dan masuk kemarnya. Dan hanya tinggal Jiyeon dan Thunder dibawah.

“ Sebenarnya apa yang terjadi?”tanya Thunder.

“ Tidak kah kau lihat kalau kami berkelahi?”ujar Jiyeon dengan begitu dingin.

“ Aku tahu itu, tapi maksudku apa yang membuat kalian berkelahi seperti tadi?Benarkah kau yang memulaimemukulnya duluan?”

“ Mwo? Kau percaya dengan perkataan yeoja itu?!”kini Jiyeon benar-benar emosi sekali dengan Thunder.

“ A..Anii, aku hanya ingin memastikan. Aku tahu kau tidak akan berbuat seperti itu.”

“ Ya! Kalau kau memang tau aku tidak akan berbuat seperti itu, tapi kenapa tadi kau bertanya kepadaku seperti itu?!”

“ Aku hanya ingin memastikan apa yang Joo katakan. Mengapa setiap hal yang kuperbuat selalu salah, Park Jiyeon?”

“ Karena dimataku, kau selalu salah, Park Sang Hyun.”jawab Jiyeon dengan tersenyum dingin, lalu setelah itu dia langsung berjalan menuju kamarnya dan meninggalkan Thunder yang terdiam mendengar perkataan Jiyeon.

-Author pov end

-Jiyeon pov

“ Aku hanya ingin memastikan apa yang Joo katakan. Mengapa setiap hal yang kuperbuat selalu salah, Park Jiyeon?”dia menatapku dengan begitu lekat.

Deg

Wae? Mengapa jantung ini berdebar seperti ini? Dan mengapa begitu terasa sesak sekali?

“ Karena dimataku, kau selalu salah, Park sang hyun .”jawabku sambil tersenyum dingin kearahnya dan kemudian pergi meninggalkannya dan berjalan menuju kekamarku. Aku segera menutup pintu kamarku. Kemudian menaruh tanganku tepat didadaku berusaha menahan rasa sesak, tapi bukan rasa sesak seperti orang asma, tapi rasa sesak yang berbeda . dan dengan perlahan-lahan air mata mulai jatuh dari pelupuk mataku.

“ W..wae? mengapa seperti ini? “ujarku sambil terisak-isak .” Mengapa dia yang  selalu membuatku seperti ini?”

-Jiyeon pov end

Keesokan harinya..

-Thunder pov

Tepat pukul 07.30 aku segera keluar kamar untuk sarapan, aku melihat Jiyeon sedang menyiapkan sarapan untukku. Aku berjalan menuju meja makan, kemudian duduk sambil memperhatikannya. Ada yang sedikit aneh dengan wajahnya hari ini. Mata nya sembab. Ya, benar, tapi mengapa? Apa dia menangis? Dan jika memang menangis, apa karena perkataanku semalam? Aish~apa perkataan ku itu benar-benar menyakitinya?

“ Ada apa dengan matamu?”tanyaku sambil tetap memperhatikannya yang kini sedang menaruh sarapanku, dan kemudian dia duduk untuk sarapan. Dia tetap diam, tanpa menjawab pertanyaanku.

“ Ya ! aku sedang bertanya denganmu, tidak bisakah kau menjawabnya?”ujarku.

“ Haruskah aku menjawabnya?”dia menatapku,menatap dengan begitu dingin sama seperti yang sering ia lakukan.

“ Tentu saja ! Jika kau tak menjawabnya, itu tandanya kau bersikap tidak sopan. Bukankah kau yang selalu mengajariku untuk bersikap sopan, dan sekarang kau mau melanggarnya ?”tiba-tiba dia berdiri, dan tersenyum getir kearahku.

“ Haruskah aku bersikap sopan terhadapmu?”

“ Mwo?”tanyaku yang tidak mengerti dengan maksudnya.

“ Sadarlah, kalau kau sudah bersikap kasar terhadapku ! bahkan kau menuduhku ! dan haruskah aku bersikap sopan terhadapmu sedangkan kau sama sekali tidak bersikap sopan terhadapku, Park sang hyun!”dia membentakku, dan aku bisa melihat dari raut wajahnya, kalau dia benar-benar marah sekali padaku.

“ Harus berapa kali aku bilang, kalau aku tidak menuduhmu, Jiyeon. Aku tahu Joo yang memulainya duluan, aku tahu itu.”aku berusaha untuk kembali menjelaskannya pada Jiyeon.

“ Aku tidak ingin mendengar penjelasanmu itu. aku benar-benar muak mendengarnya!”dia segera berjalan meninggalkan meja makan, dan aku segera menahannya.

“ apa yang kau lakukan? Lepaskan tanganku !”dia berusaha untuk melepaskan genggaman tanganku dari tangannya.

“ Jangan seperti ini, Jiyeon~ah. Jangan terus-terusan marah padaku dengan seperti ini.”

“ Apa hak mu untuk menyuruhku seperti itu? hah?!”dia kembali membentakku. Dan membuatku tak hanya ingin tinggal diam saja.

“ Kau bukan eomma ku, dan kau bahkan tidak ada hunbungan darah denganku !”ia kembali membentakku.

“ Karena aku menyukaimu !”aku pun membalas membentaknya, dan membuatnya kaget mendengarnya.

“ Mwo?”dia tercengang.

“ Aku baru sadar kalau aku sudah menyukaimu. Aku benar-benar menyukaimu, Jiyeon~ah.”jawabku dengan begitu yakin. Dia terdiam sejenak sebelum akhirnya berbicara.

“ Mwo? Menyukaiku?”

“ Ne,  aku menyukaimu.”dia hanya tertawa dan semakin membuatku bingung melihat tingkahnya itu.

“ Wae? Apa ada yang salah?”

“ Tentu saja salah. Dengar baik-baik ya, aku tak akan bisa menyukai namja sepertimu, Thunder~ah. Aku tidak akan pernah bisa menyukai seorang namja yang sama sekali tidak memiliki sopan santun seperti mu !”ujarnya dan membuatku terdiam mendengar jawaban dari mulutnya itu.

“ Jadi, lebih baik kau tidak usah membuang waktumu untuk menyukaiku. Lebih baik, kau pikirkanlah tunanganmu itu.”ia menambahi dan kemudian dia segera berjalan menuju pintu.

“ Naega…”ujarku, dan berhasil membuat Jiyeon menghentikan langkahnya.

“ Aku akan berubah.”jawabku. “ Berubah menjadi seorang namja yang  kau inginkan.”aku menambahi. Setelah mendengarnya, dia langsung pergi tanpa merespon ucapanku itu. aku menghela nafas, dan kembali memikirkan apa yang telah aku ucapkan hari ini padanya.

“ Aish~mau jadi gila rasanya !”ujarku sambil mengacak rambutku karena begitu putus asa.

“cheondung~ah..”panggil seseorang. Aku segera menoleh, dan mendapati Joo sudah berdiri tepat dibelakangku.

“ J..Joo?”

“ Apa karena yeoja itu?”air matanya mengalir.”apa karena yeoja itu, kau tidak mau bertunangan denganku?”

-Thunder pov end

Tbc.. penasaran gimana kelanjutannya? Ditunggu part berikutnya yaaa ^^.. jangan lupa untuk komen yaaaa, dont be a SILENT READERS ,please… and dont be a PLAGIATOR ! 🙂

21 thoughts on “My Life/ part 6

  1. yes….. aku suka bgt nh sm fanfic yg satu ini
    akhirnya thunder mengutarakan perasaan nya jg sm jiyeon walaupun sering ribut tp mungkin itu awal dari cerita cinta mereka…
    ditunggu part berikut nya tp jgn kelamaan yach….. heheheee
    daebakk….. aza aza hwaiting

  2. hohoho…. eonni…. makin seru huhuhuhu.. mau kya Jiyeon d’sukai sma 2 namja tampan huhuhu….. kekeke….
    eonni pendek bgt yahh jenjang wakktunya cuma 2 hari, klo bener2 d;itung cuma 1 hari huffttt kkeekeke…. tpi seru lanjut yahh eon🙂

  3. wah akhirnya keluar juga nih ff.nya eonn….
    wah minho sama jiyeon jadian,,, tapi kok jiyeonnya sedih…
    jgn” jiyeon beneran suka sma thunder ya?
    aaa…si thunder nembak jiyeon….

    makin seru nih konfliknya….
    lanjut eonn….:)

  4. onnie nanti jiyeon sama minho kan pas endingnya
    aku maunya jiyeon sama minho krna mreka cocok banget
    kalau thunder sama joo aja
    ” maksa ” tapi kalau jiyeon enggak sma minho gmana
    ihhhhhhhh aku sedih dan nangis akhhhhhhhhhhhhh ” lebay ”🙂

  5. annyeong onnie, aq reader baru disini , slam kenal^^
    aq uda baca ffnya dri part 1, mian baru bisa coment di part 6 -__-
    keren bnget onnie, gak sabar nunnggu part selanjutnya,
    ditunnggu lanjutannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s