familly · fanfiction · Romance · Sad

I love you but i can’t (part 1)

Author             : Shafira yesung’elf (shafira surya)

Kategori          : Chapter, PG 16

Genre              : Romance , sad.

Cast               : Park jiyeon

                          Choi Minho

  Jung Krystal

  Yoo seung ho

 Annyeong Readers^^

Saya kembali dengan membawa FF baru buatan saya.. hehe

Kalau begitu langsung aja deh, Happy Reading😀

-Jiyeon pov

            Drrt drrt drrt.

            Alarm hp ku berbunyi untuk kesekian kalinya. Dengan mata yang masih menutup, aku berusaha untuk meraih hp ku yang ada disampingku, tepatnya diatas meja.

            Bruk

Tapi aku  malah terjatuh. “ Sial”umpatku.

“ Aghassi Jiyeon sudah bangun kah?”aku mendengar suara pelayan Han yang baru saja masuk kedalam kamarku. Dia begitu kaget melihatku terjatuh dilantai.

“ Aigoo~aghassi, mengapa bisa jatuh seperti ini? Gwenchana ?”tanyanya sambil membantu ku untuk berdiri.

“ Gwenchanayo, aku hanya terjatuh saja. Dan aku tidak terluka sama sekali.”jawabku.

“ Syukurlah, jika tidak, tuan pasti akan sangat marah sekali..”ujarnya sambil menghela nafas lega karena aku baik-baik saja.

“ Hehehe, mianhae, telah membuat mu khawatir, pelayan Han..”ujarku, lalu aku segera berjalan masuk kedalam kamar mandi. Hanya butuh waktu 20 menit untuk berada didalam sana. Lalu setelah siap, aku segera turun untuk sarapan bersama appa.

“ Pagi, appa..”sapaku pada appa yang sedang membaca koran sambil sarapan.

“ Pagi, Jiyeon.. kajja, makanlah sarapanmu.”ujarnya menyuruhku untuk segera sarapan. Aku menurutinya dan segera menyantap sarapan yang sudah dibuatkan untukku.

“ Jiyeon~ah, bolehkah appa bertanya sesuatu padamu, nak?”tanya appa tiba-tiba, dan sedikit membuatku bingung.

“ Ne, appa. “jawabku. Dia diam sejenak sebelum akhirnya bicara.

“ Apakah kamu setuju jika apaa mempunyai yeojachingu?”tanyanya. aku terdiam. Begitu kaget mendengarnya. Setelah eomma meninggal 7 tahun yang lalu, appa tidak pernah dekat dengan seorang yeoja. Dan sepertinya, kali ini appa sedang jatuh cinta dengan seorang yeoja.

“ Appa sudah ada orang yang disukai,kah?”tanyaku. dia diam sejenak.

“ Ya.”jawabnya.

“ Aigoo~, appa sepertinya benar-benar sedang jatuh cinta kali ini. Tapi tunggu dulu, apakah yeoja itu masih muda?”

“ Hanya beda 5 tahun dengan appa, Jiyeon~ah.. “jawabnya.” Dan dia sudah mempunyai anak.”ia menambahi.

“ A..anak? lalu bagaimana dengan suami nya?”

“ Mereka sudah bercerai 5 tahun yang lalu.”

“ Jeongmal? apakah appa yakin?”tanyaku lagi yang berusaha memastikan kalau appa sama sekali tidak merebut istri orang lain.

“ Appa sangat yakin, Jiyeon~ah. Dan appa sudah memastikannya.”jawab appa dengan begitu yakin.

“ Appa, kalau memang appa merasa bahagia dan nyaman bersamanya, aku tidak masalah kok. Malahan aku sangat senang mendengarnya.”jawabku sambil tersenyum padanya.

“ Gomawo Jiyeon~ah. Appa kira kau tidak akan mengijinkan appa untuk menggantikan posisi eommamu dengan yeoja lain..”dia tersenyum denga begitu bahagia. Senyuman yang tak pernah kulihat semenjak eomma meninggal.

“ Appa, jeongmal mianhaeyo. Aku benar-benar hampir terlambat. Kita bicarakan lagi nanti malam saja ya, appa. Annyeong.”ujarku lalu segera berlari menuju keluar rumah. Aku rasa Seung ho pasti sudah menungguku. Dan benar saja ! aku sudah melihatnya menungguku tepat didepan rumah bersama dengan motor kesayangannya itu.

“ Ya! Park Jiyeon! Kau ingin aku membunuhmu ya?!”bentaknya dengan begitu kesal karena aku telah membuatnya lama menunggu.

“M..mian, jeongmal mianhaeyo..kajja kita berangkat sekarang !aku akan menjelaskannya nanti.”ujarku buru-buru, lalu aku segera naik keatas motornya.

“ Aish~, yeoja ini benar-benar membuatku kesal pagi-pagi begini !”ujar Seung ho, lalu kami pun berangkat menuju ke sekolah.Yoo seung ho itu adalah teman ku dari kecil. Kami sudah berteman lama, dan aku sudah menganggapnya sebagai ‘kakak’ ku sendiri.

Hanya butuh waktu 15 menit untuk sampai kesekolah. Dan untungnya, aku dan Seung ho tiba disekolah bersamaan dengan bel tanda masuk berbunyi. Saat diparkiran mataku terpaku pada seorang namja yang sedang memarkirkan motornya yang berada tidak jauh dari kami. “ namja itu lagi”batinku. Aku tidak tahu namanya. Saat aku pertama kali masuk kesekolah ini tepatnya 1 minggu yang lalu, dan melihat namja itu saat bermain basket sendirian.

-flashback

            Rasanya badanku benar-benar mau remuk ! perlakuan sunbae-sunbae disini benar-benar begitu kelewatan ! baru hari pertama MOS (author gak tau di korea nama nya apa. Jadi anggap aja MOS yah, readers..), tapi rasa nya aku ingin menyerah saja!

            Dan sebenarnya dimana Seung ho? Aku sudah berkeliling disekitar sekolah, tapi aku belum juga menemukannya! Belum lagi aku tidak membawa hp. Benar-benar ingin gila rasa nya ! naega ottokeh?

            Aku mendengar suara seseorang yang sedang bermain basket dilapangan. Nugu? Apakah mungkin Seung ho? Tapi tidak mungkin anak baru berani bermain basket diwilayah senior. Tapi.. mungkin saja ! Seung ho kan tidak takut sama siapapun, dan dia sering mencari masalah dengan orang lain!

            “ Aish~ awas saja kau, Yoo seung ho ! mati kau !”umpatku, lalu aku segera berlari menuju lapangan basket untuk mengecek. Aku melihat seseorang  namja yang sedang bermain sendirian. Aku tidak tahu apakah itu Seung ho atau bukan, tapi dia memiliki postur tubuh yang sama seperti Seung ho.dan aku sangat yakin kalau itu Seung ho ! Aku segera menghampiri namja itu.

            “ YA! Yoo seung ho !”ia membalikkan badannya, dan aku begitu kaget dengan apa yang ku lihat. Dia bukan Seung ho, tapi seorang sunbae.”Omo~, baboya kau , park Jiyeon!”batinku.

            Dia menatapku dengan bingung. Aku hanya berdiri mematung menatapnya. namja itu begitu tampan. Walaupun dia penuh dengan keringat, tapi dia tetap begitu terlihat tampan.

            “ Mianhae, sunbae.. jeongmal mianhae..”aku menunduk minta maaf, lalu segera berlari meninggalkan lapangan basket itu dengan perasaan malu yang luar biasa.

            “ Benar-benar memalukan.. ya! Ini semua gara-gara Seung ho !”

-Flashback end.

            Aku terus-terusan menatapnya, hingga mata kami saling bertemu. dia menyadari kalau aku sedang memperhatikannya. Aku segera menundukan kepalaku. Aku sangat berharap kalau dia tidak ingat dengan kejadian waktu itu. Kejadian yang sangat memalukan jika diingat kembali.

            “ Waeyo?”tanya Seung ho yang melihat sikapku yang agak aneh.

            “ Anio, kajja kita harus cepat kekelas !”aku segera menarik tangannya, dan berlari bersama menuju kelas kami yang berbeda.

-Jiyeon pov end

-Minho pov

            Aku merasa ada seseorang yang dari tadi terus-terusan memperhatikanku. Seseorang yang berada tidak jauh dari tempatku memarkirkan motorku. Aku mendongak kan kepalaku untuk memastikan . dan ternyata benar, seorang yeoja dari tadi terus menatapku. Dia menyadari kalau aku memergokinya memperhatikanku, dengan  cepat dia segera menundukan kepalanya.

            Yeoja itu, bukankah dia yeoja yang waktu itu tiba-tiba menghampiriku, dan berteriak ke arahku. Ah benar ! dia memanggilku ‘yoo seung ho’. Apakah yoo seung ho itu namja yang ada disebelahnya itu? dan apakah namja itu adalah pacarnya?

            Mwo? Apa-apaan aku ini ! bahkan aku tidak mengenalnya, jadi untuk apa aku memikirkannya.

            “ Anio, kajja kita harus cepat kekelas !”ujar yeoja itu sambil menarik tangan namja yang ada disebelahnya itu. dan mereka pergi dari pandanganku.

-Minho pov end

-Jiyeon pov

            Ketika bel istirahat telah berbunyi, aku dan teman sebangku ku, Ji eun, segera pergi menuju kantin untuk makan siang. Ketika aku sedang membawa makanan yang ku pesan, aku melihat sunbae itu lagi.dia berada tepat dikantin sebelah.

            Sunbae itu sedang bersama dengan 2 namja temannya, dan 2 orang yeoja. Mataku terus-terusan memandangi sunbae itu. dan salah satu yeoja temannya nya yang duduk disebelah sunbae itu menyadari kalau aku sedang memperhatikan sunbae yang duduk disebelahnya itu. aku sedikit kaget melihat yeoja itu tersenyum kearahku. Yeoja itu’neomu yeppeo’, tapi sayangnya dia terlihat pucat. Aku pun membalas senyuman yeoja itu, lalu kembali fokus untuk menghabiskan makan siangku.

            Aku mencoba kembali untuk memperhatikan sunbae itu, dan tanpa kusangka, sunbae itu melihat ke arahku ! aku panik tapi tetap bersikap tenang. Dan dengan spontan aku langsung menundukan wajahku dan segera menghabiskan minumanku.

            “ Ji eun~ah..”panggilku.

            “ Wae?”tanya nya.

            “coba kau lihat ke sunbae yang memakai hoodie biru itu.”ujarku.

            “ Sunbae? Hoodie biru? Dimana?”tanya nya sambil celingak celinguk mencari sunbae yang aku katakan.

            “ Ya! Pelankan suaramu itu.”

            “ Mian, Jiyeon~ah, tapi dimana sunbae yang kau maksudkan itu?”tanyanya.

            “ Lihatlah kearah kanan, disana ada sunbae yang memakai hoodie biru yang sedang bersama dengan temannya.”jawabku.

            “ Ah sunbae itu..”ujar Ji eun.

            “ Kau tahu dengannya?”tanyaku penasaran.

            “ Tentu saja! Lebih baik kita mengobrol sambil jalan saja. Kajja!”ajaknya, lalu aku menurutinya dan bergegas mengikutinya tanpa menoleh ke arah sunbae itu lagi.

            “ Siapa sunbae itu, Ji eun~ah?”tanyaku .

            “ Kau benar-benar tidak tahu dengan sunbae itu?”

            “ Anii, memangnya dia  siapa?”

            “ Jeongmal? kau sama sekali tidak tahu?”

            “ Ya! Aku kan sudah bilang kalau aku tidak tahu. Sebenarnya siapa sunbae itu?”

            “ Dia ketua tim basket sekolah kita, Jiyeon~ah. Nama nya, choi minho. Dan dia sangat terkenal disini.”jawab Ji eun.

            “choi minho?”ulangku.

            “ Ne . memang nya ada apa dengan Minho sunbae? Apa kau menyukainya? Jangan berharap, Jiyeon~ah. Minho sunbae sudah menyukai Krystal sunbae.”ujar Ji eun langsung to the point.

            “ Krystal sunbae?”

            “ Ne, yeoja yang duduk tepat disebelahnya itu. kau tadi lihat kan, betapa yeppeo nya Krystal sunbae itu.”jawab Ji eun dan benar-benar membuatku begitu kaget mendengarnya. Jadi, yeoja yang tadi tersenyum padaku, adalah yeoja yang disukai oleh Minho sunbae! “Aigoo~ mati lah aku !”batinku.

            “ Kau benar-benar menyukai Minho sunbae, Jiyeon~ah?”tanya Ji eun dan membuatku terkejut mendengarnya.

            “ Anio, aku bukan menyukainya, Ji eun~ah. Aku hanya penasaran dengan sunbae itu, makanya aku bertanya padamu.”jawabku.

            “ Oh, araso..”ujar Ji eun sambil mengangguk mengert.

             

-Jiyeon pov end

-author pov

Tok tok tok.

            “ Masuk.”ujar jiyeon. Lalu namja yang bernama ahjussi park itu masuk kekamar anaknya, Jiyeon.

            “ Appa..”ujar Jiyeon begitu kaget melihat appa nya yang masuk kedalam kamarnya.

            “ Waeyo appa?”tanyaku. kemudian dia mendekat kearahku yang sedang mengerjakan PR di meja belajar. Lalu dia duduk di atas kasurku tepat didepan meja belajar.

            “ Rencananya , malam minggu nanti appa ingin mengajak pacar appa untuk makan malam dirumah kita.”jawabnya.

            “ jadi Appa sudah berpacaran dengannya?”

            “ Sebenarnya appa sudah 5 bulan pdkt dengan yeoja itu, dan kami baru berpacaran sekitar 3 bulan. Tapi kami berdua sudah menjalani hubungan yang serius, jiyeon~ah.”

            “ Mwo? 3 bulan? Kenapa appa tidak memberitahuku kalau kalian sudah cukup lama berpacaran?”tanya Jiyeon dengan begitu kesal.

            “ Mianhae, appa tau kalau tindakan appa ini sangat salah. Tapi appa menyembunyikannya karena appa takut kalau Jiyeon tidak mengijinkan appa..”jawab ahjussi Park dengan begitu menyesal.

            “ Tidak mengijinkan? Bagaimana mungkin aku tidak mengijinkan jika memang appa bahagia bersama nya appa? “

            “ Appa tahu itu. tapi appa benar-benar takut kalau kamu tidak setuju jika posisi eomma digantikan oleh yeoja lain.”

            “ Appa, sudah 7 tahun semenjak kepergiannya eomma, dan sudah 7 tahun juga appa menjalani hidup tanpa seorang yeoja yang menemani appa. “ air mata Jiyeon menetes dengan perlahan lahan. Dia  menghela nafas terlebih dahulu sebelum akhirnya kembali bicara. “ Aku tahu memang tidak ada seorang pun yang bisa menggantikan eomma . aku seorang yang sangata egois jika aku tidak mengijinkan appa bersama yeoja lain. Appa butuh seseorang untuk menemani appa. Walaupun aku memang terus ada disisi appa, tapi seseorang yang kau butuhkan bukan hanya aku, tapi seorang pendamping hidup untuk appa. Jadi jangan pernah berpikir kalau aku tidak akan mengijinkan appa untuk bersama yeoja lain. Aku sangat sedih kalau selama ini appa menyembunyikan hubungan appa dari aku.”mendengar kata-kata anaknya itu, membuat ahjussi Park tidak sanggup untuk terus menahan air mata yang ingin keluar dari pelupuk matanya itu.

            “ Jeongmal mianaheyo, nak. Appa janji tidak akan pernah menyembunyikan apapun darimu lagi. “jawab ahjussi Park. “ Jika eomma mu ada disini, dia pasti sangat bangga melihat mu, Jiyeon~ah..”ujarnya lagi, kemudian memeluk Jiyeon dengan begitu erat.

-author pov end

-Jiyeon pov

            Sudah dua hari berlalu sejak kejadian appa menangis dikamarku. Dan hari ini aku akan bertemu dengan yeojachingu  appa dan juga anaknya. Appa tidak mau memberitahuku tentang mereka. Appa bilang akan diberitahu nanti ketika bertemu, dan itu membuatku sangat gugup sekali.

            “ Apa aku sudah terlihat rapi?”tanyaku kepada pelayan Han.

            “ Ne, aghassi. Anda yeppeo sekali malam ini.”puji nya. Lalu aku mendengar suara mobil diluar sana. Aku berjalan menuju balkon untuk melihat nya. Dan aku melihat sebuah mobil sedan hitam sudah terpakir didepan rumahku.

            “ Itu pasti mereka.”batinku.

            “ Aghassi, anda harus segera turun sekarang.”ujar pelayan Han, lalu aku mengangguk setuju. Aku segera turun dan berjalan menuju ke ruang tamu. Disana aju sudah melihat ada dua orang yeoja yang tingginya hampir sama satu sama lain. yang aku tahu yeoja yang berambut pendek itu pasti yeojachingu nya appa. Sedangkan yang berambut panjang itu adalah anaknya.

            “ Hyorin~ah, ini anakku, Park Jiyeon..”ujar Appa memperkenalkanku kepada yeoja yang bernama Hyorin itu.

            “ Annyeong, Jiyeon~ssi..”sapanya. aku memperhatikannya sejenak, kemudian membalas senyumnya itu.

            “ dan ini adalah putrinya.”appa menambahi sambil memegang pundak yeoja yang dimaksudkan appa. Betapa terkejutnya aku melihat yeoja yang ada didepanku itu. bukankah dia…yeoja yang…..

-Jiyeon pov end

Tbc..siapa kah yeoja yang dimaksudkan Jiyeon itu?? penasaran? Jawabannya ada di part berikutnya^^. Yang mau FF ini lanjut, silahkan komen. Kalau yang komen sedikit, kemungkinan besar enggak akan dilanjutin ff nya.

 

 

30 thoughts on “I love you but i can’t (part 1)

  1. huaaa…. eonni… ini FF terbarumu yahhh huaaa… jeongmal keren bgt kekekeke….
    ehh.. ehh… kenapa wajah Krystal pucat? malangnya😦
    ckckckck…. mudah2an benar, yeoja itu adalah Krystal kan? hahahaa….
    jawabannya d’part slanjutnya🙂

  2. wahhh eonn,,, udah buat ff baru lgi nih…

    itu yeoja yg dibawa sama calon ibu tirinya jiyeon si krystal yah??

    trus kok mukaknya pucat? dya sakit yah eonn??

    lanjut eonn,,, jadi penasaran…^_^

  3. Keren onnie FFnya..
    Semoga akhirnya yg Jadi MinJi coulpe ya onn
    Hehe, kata-katanya cukup baku sehingga aku jadi seakan ada dalam cerita ituuu
    Lanjut yg cepet ya onnie
    Btw namaku yolanda onn :*

  4. annyeonngggggg…
    *teriak pke toa
    kerennn banget.. Aku kangen blog ini udah lama gak baca ff disini…dari dulu ff.a selalu kerennn:D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s