fanfiction · PG 16 · Romance · Sad

My Life / part 7

Author: Shafira Yesung’Elf

Kategori: Chapter

Genre: Romance, Sad

Cast: Park Jiyeon

Choi Minho

Park Sang Hyun/ Thunder

 

Annyeong haseyo^^

Udah pada penasaran kah sama FF ini??

Mian kalo lama nge post nya, hehe

Happy Reading😀

 

*Don’t be SILENT READERS and PLAGIATOR *

 

-Thunder pov

“ J..Joo?”betapa kagetnya aku melihat Joo . air mata mulai mengalir dari pelupuk mata nya itu.

“ Apa karena yeoja itu?”dia terisak. “ Apa karena yeoja itu kau tidak mau bertunangan denganku?”aku terdiam mendengarnya. Aku tidak menyangka kalau dia akan mendengar apa yang kukatakan pada Jiyeon tadi.

“ Jebal ! Jawab aku, cheondung~ah!” ia memohon padaku sambil menarik-narik lengan baju ku dengan begitu kuat.

“ Mian, Joo..”hanya kalimat itu yang mampu keluar dari mulutku. Joo tersenyum sinis mendengar jawabanku itu.

“ Neo~, neomu nappeun !” bentaknya, lalu dia segera lari. Aku berusaha mengejarnya.

“ Joo, chakkaman !”aku berhasil meraih tangannya dan membuat dia berhenti.

“ Mian Joo, jeongmal mianhaeyo. Joneun…”

“ Berhenti ! jangan lanjutkan ! aku tak ingin mendengar apa pun !”bentaknya sambil menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya.

“ Tapi kau harus tau kenyataan ini..”

“ Aku bilang berhenti ! Berhenti ! Berhenti !”kali ini dia berhasil membuatku terdiam.

“A..Aku..” ujarnya sambil terisak-isak.” Sudah begitu lama mencintaimu.”ujarnya lagi.

“ Dari kecil hingga sekarang aku masih terus-terusan mencintaimu. Aku begitu senang karena orang tua kita menjodohkan kita. Saat di Amerika, walau kau tak ingin bertunangan denganku, aku sangat berharap kalau kau akan memikirkanku.”

“ tapi ternyata itu semua jauh dari yang ku harapkan. Dan bahkan kau tetap bersikeras tidak ingin bertunangan denganku. aku tahu aku begitu bodoh. “ia berhenti sejenak, dan aku masih diam mendengarkan perkataannya.

“ Karena Aku..”

“ Karena aku terlalu mencintaimu, cheondung~ah..”dia tersenyum getir sebelum akhirnya dia masuk kedalam mobilnya dan meninggalkanku yang masih terdiam mendengar setiap kata-kata nya itu.

-Thunder pov end

-Jiyeon pov

Semua yang tadi Thunder katakan, masih terngiang-ngiang di telingaku. Wae? Mengapa dia mengatakan itu? mengapa aku terus-terusan terpikir dengan kata-kata nya itu. andwae ! andwae ! jangan menghiraukan kata-katanya itu !

“aish ~ paboya !”umpatku sambil memukul kepalaku dengan pelan namun seseorang telah berhasil menahan tanganku. Aku menoleh dan mendapati Minho saem sudah duduk disampingku.

“ M..Minho saem…”ujarku, begitu kaget melihat namja yang kini telah duduk disampingku itu.

“ Jangan memukul kepalamu lagi, arasso?”aku hanya diam menatapnya.

“ Dan sudah kubilang, panggil aku ‘oppa’ .”ia menambahi lagi. Tapi aku tetap diam. Dan terus menatapnya dengan penuh kebingungan.

“ Wae? Kenapa hanya diam? Appo ?”dia menyentuh dahiku untuk memastikan aku demam atau tidak.

“ Ani, suhu badanmu normal.”ujarnya lagi.

“ Gwenchanayo, oppa. Tapi kenapa kau bisa naik bis ini?”

“ Aku mengikutimu.”jawabnya sambil tersenyum penuh kemenangan(?) .

“ Mwo? Mengikutiku? Dari mana?”

“ Saat kau keluar dari rumah Thunder, aku sudah mengikutimu. Tidak sadar kah?”

“ Anii, tapi untuk apa mengikutiku?”

“ Akan kujawab nanti, kajja kita siap-siap turun.”dia mengenggam tanganku dengan begitu erat, lalu kami bersiap-siap untuk turun dihalte yang berada tepat didepan kampus. Saat turun pun, dia masih tetap menggenggam tanganku.

“ Oppa.”panggilku.

“ Wae?”dia menoleh ke arahku. Lalu aku segera menarik tanganku dari genggamannya.

“ Jangan menggenggam tanganku seperti ini, jika ada muridmu yang tahu, bisa-bisa kita menjadi bahan omongan satu kampus.”aku mengingatkannya. Karena sangat berbahaya jika muridnya tahu kalau aku dan Minho saem menjalin hubungan.

“ Dan satu hal lagi. Aku akan tetap memanggilmu ‘saem’ selama di kampus. Otthae?”

“ Mianhae, karena statusku disini, aku harus membebanimu seperti ini, Jiyeon~ah..”dia menunduk menyesal.

“ Jangan bicara seperti itu. gwenchanayo, dan aku sama sekali tidak mempermasalahkan itu. “aku tersenyum untuk memberinya semangat.”Ah sudah jam 9, aku harus segera masuk kekelas. Annyeong, saem.”ujarku sambil melambai kearahnya.

“ Ne, annyeong.”balasnya, lalu aku segera berlari menuju kekelasku.

“ Omona!”pekikku dan menghentikan langkahku sejenak.” Dia kan belum menjawab pertanyaanku yang tadi !”

“ Paboya kau, Park Jiyeon!”umpatku.

“ Hey park jiyeon! Apa yang sedang kau lakukan, huh?”aku menoleh dan melihat Ji eun sudah berada dibelakang ku.

“ Ji eun~ah..”ujarku kaget. “Ani, hanya lupa akan sesuatu.”jawabku sambil terkekeh.

“ Aish~, dasar kau ini. Kajja kita kekelas !”ajaknya lalu kami berjalan menuju kekelas kami.

-Jiyeon pov end

-Author pov

Selama pelajaran berlangsung, Joo tak henti-henti nya memperhatikan Jiyeon dengan pandangan sinis nya. Dan ketika kelas selesai, Joo langsung bergegas pergi meninggalkan kelas, dan begitu juga dengan Thunder.

“ Ada apa dengan mereka berdua?”tanya Ji eun kepada Jiyeon.

“ Molla, mungkin mereka sedang bertengkar.”jawab Jiyeon dengan asal, dan tak mau tahu dengan urusan mereka berdua itu.

“ Sebenarnya ada apa dengan nenek lampir itu? saat pelajaran, dia terus-terusan menatapmu dengan sinis, Jiyeon~ah.. Apa kalian bertengkar lagi?”

“ Menatapku?”tanya Jiyeon yang kini bingung dengan maksud Ji eun.

“ Ne. kau tak sadar? Dia terus-terusan melihat kearahmu dengan begitu sinis. ”

“ Mungkin dia masih kesal denganku. Ah biarkan saja. Aku tidak ingin mempedulikannya. “

“ Benar, jangan hiraukan nenek lampir itu ! Kajja, kita pulang !”ajak Ji eun.

“ Ah, mianhae Ji eun~ah.. aku masih ada urusan, jadi belum bisa pulang sekarang. Jeongmal mianhaeyo.”

“ Urusan? Baiklah, aku pulang dulu kalau begitu. Annyeong.”

“ Annyeong.”balas Jiyeon. Lalu menunggu Ji eun terlebih dahulu keluar sebelum akhirnya dia pergi menuju ruangan Minho saem.

“ Mianhae Ji eun~ah, aku tak bermaksud menyembunyikannya darimu.”batin Jiyeon lalu dia segera pergi menemui Minho saem.

-Author pov end

-Jiyeon pov

“ Benar, jangan hiraukan nenek lampir itu ! Kajja, kita pulang !”ajak Ji eun sambil menarik tanganku, dengan cepat aku langsung mengelak.

“ Ah, Mianhae Ji eun~ah.. aku masih ada urusan, jadi belum bisa pulang sekarang. Jeongmal mianhaeyo..”ujarku meminta maaf.

“ Urusan? Baiklah, aku pulang dulu kalau begitu. Annyeong.”

“ Ne, Annyeong.”balasku lalu menunggu dia terlebih dahulu keluar dari kelas.

“ Mianhae Ji eun~ah, aku tak bermaksud menyembunyikannya darimu.”batinku. lalu setelah merasa aman, aku segera pergi untuk menemui Minho saem. Biasanya dia berada diruangannya, jadi aku putuskan untuk pergi menemuinya disana saja.

Ketika aku sudah berada didepan ruangannya, aku membuka pelan-pelan pintu ruangannya. Aku melihat Minho saem sedang bersama seseorang disamping piano nya. Dan aku begitu terkejut melihat Joo yang sedang bersama Minho saem.

“ Apa yang sedang ia lakukan disana?”batinku, dan tetap mendengarkan apa yang sedang mereka bicarakan.

“ Apa maksudmu?”tanya Minho saem.

“ Saranghae.. Neomu saranghaeyo, choi minho..”jawab Joo, lalu dia mendekatkan wajahnya ke arah minho saem dan kemudian dia mencium bibir namja yang berdiri tepat didepannya itu. dengan refleks, aku langsung membalikkan badanku. Dan bergegas meninggalkan ruangan itu . aku tak sanggup melihat adegan itu lebih lama lagi. Namjachinguku berciuman dengan yeoja lain. Bahkan kami berdua pun belum berciuman sama sekali.

Aku mengambil Hpku, dan mencari nama Thunder di contact hp ku. Lalu aku menekan tombol dial dan menunggu seseorang yang ku telpon itu mengangkatnya.

“ Yoboseyo..”ujar namja itu. suara yang begitu kukenal, yang biasanya dia berbicara begitu kasar denganku. tapi kali ini suara nya agak ramah padaku, tidak seperti biasanya.

“ Yoboseyoo.”dia memperkeras suaranya karena aku hanya diam dan tidak menjawabnya.

“ Aku dengar aku dengar, pelankan suara mu seperti tadi saja.”ujarku.

“ Mwo?”tanyanya bingung dengan maksudku.

“ Anio, lupakan saja.”

“ Ada apa kau menelponku?”

“ Kau ada dimana sekarang?”tanyaku.

“ Perjalanan pulang, wae?”

“cepat putar balik, aku menunggumu dihalte.”

“ Ya! Kau kira aku supirmu, huh?”

“ Ppali ! Jangan membuat aku menunggu lama.”

“ Ya!..”sebelum dia kembali mengomel, aku segera menutup telponnya dan menunggunya tepat dihalte. Tak lama setelah aku menelpon Thunder, Hp ku berbunyi. Tertera nama Minho di layar hp ku. Aku tidak menjawabnya. Dan membiarkannya terus berbunyi. Hingga akhirnya berhenti, aku baru mematikan hpku dan memasukannya kembali kedalam tas ku.

15 menit menunggu, dan aku melihat sebuah mobil warna hitam mendekat dan berhenti didepan halte. Itu adalah mobil Thunder, lalu aku segera masuk kedalam . dan duduk tepat disampingnya.

“ YA ! Kau ini benar-benar….”

“ Jangan membentakku atau memarahiku. Jebal, hanya hari ini saja.” Aku memohon padanya, hal yang tidak pernah aku lakukan terhadapnya. Dia hanya diam, dan mengerti dengan maksudku. Lalu dia menjalankan mobilnya yang mulai menjauh dari halte.

“ Eodiga?”tanya nya.

“ Kita ketempat Dara eonni saja !”jawabku.

“ Noona kan sedang di Jepang sekarang.”

“ M..Mwo? Jepang?”tanyaku dengan begitu kaget.

“ Mollayo, huh?”tanyanya, lalu aku menggeleng memberikan arti kalau aku tidak tahu. Aku dan Dara eonni memang sudah lama tidak berkomunikasi. Jelas saja aku tidak tahu mengenai nya yang sekarang ada di Jepang.

“ Lalu kita akan kemana?”tanyaku dengan wajah seperti orang yang putus asa (?) .

“ Sudah makan?”tanya nya.

“ Belum sempat.”jawabku sambil melirik ke arah jam tanganku yang sekarang sudah menunjukan pukul 1 lewat 5.

“ Baiklah, kita makan saja dulu. “dia melihat kearahku, menunggu respon dariku.

“ Terserah kau saja.”jawabku lalu kami pun sama-sama diam. Dia fokus menyetir, dan aku fokus memandangi jalanan yang sangat ramai dengan orang-orang. Mataku tertuju pada sepasang kekasih yang sedang berjalan bersama sambil bergandengan tangan. Sekilas bayangan saat diruangan itu kembali muncul dan membuatku kembali teringat. Aku memejamkan mataku dan berusaha untuk menghilangkan bayangan itu.

-Jiyeon pov end

-Joo pov

Benar-benar tidak bisa dipercaya ! seorang seperti Thunder bisa menyukai seorang yeoja seperti Jiyeon? Apa sih yang dipikirkan namja itu ?! benar-benar gila ! bisa-bisa nya dia menyukai yeoja yang kerja untuk eonni nya itu !

Untung saja aku melihat kejadian yang menarik didepan kampus tadi ! benar-benar beruntung sekali aku hari ini . walaupun aku belum bisa memiliki Thunder gara-gara Jiyeon, tapi aku tahu apa yang bisa membuat yeoja itu menderita !

“sekarang ini, Minho adalah segala nya untukmu, bagaimana jika aku merebutnya darimu sama seperti kau merebut hati Thunder dari ku ?!”batinku sambil menatap Jiyeon dengan begitu sinis.

Setelah kelas berakhir, aku segera keluar dari kelas untuk menjalankan rencanaku. Namun langkahku terhenti saat Thunder muncul didepanku. Aku menatapnya dengan malas.

“ Minggir kau !”bentakku.

“ Joo, kita harus bicara dulu..”

“ Setelah apa yang kau lakukan terhadapku, aku rasa sudah tidak ada yang harus kita bicarakan lagi, Park sang hyun.”

“ Tapi Joo..”

“ Kau akan menyesal karena pernah mencampakanku seperti ini.”

“ Aku tidak mencampakan mu Joo, aku hanya…..”

“ Hanya mencintai yeoja lain? “ujarku sambil tertawa sinis.

“ …..” dia diam tidak menjawab apapun.

“ Aku pergi dulu.”lalu aku segera pergi meninggalkannya dan bergegas untuk menemui Minho saem. Saat didepan ruangannya, aku mengetuk pintu terlebih dahulu. Kemudia baru membukanya dan masuk kedalam. aku melihat Minho saem sedang serius dengan sheet piano nya.

“ Jiyeon?”tanya Minho saem, yang tidak tahu siapa yang datang.

“Ternyata benar, kalau Jiyeon memang sering kesini.” Batinku.

“ Anio saem, ini aku, Joo.”lalu Minho saem mendongak dan melihat kearahku.

“ Ada apa Joo? Tumben sekali kau keruanganku.”

“ Ada yang ingin kukatakan saem, bisakah kita bicara sebentar?”

“ Kemarilah, dan katakan apa yang mau kau bicarakan denganku.”ujarnya. lalu aku berjalan mendekat kearahnya. Dia bangkit dan berdiri tepat didepan ku dan membelakangi piano nya itu. Dia menatapku untuk menunggu apa yang akan kukatakan.

“ Putuskanlah Jiyeon, saem..”ujarku yang langsung to the point.

“ Apa maksudmu?”

“ Saranghae.. neomu saranghaeyo choi Minho..”aku mendekatkan wajahku ke wajahnya dan mencium bibirnya itu. aku tahu ini terlalu berlebihan sampai mencium namja ini, tapi aku harus melakukan ini. Aku ingin yeoja itu benar-benar menderita.

“ Apa yang sedang kau lakukan?”tanya nya yang kini nampak kaget karena aku menciumnya tiba-tiba.

“ Saranghae. Apa harus aku katakan sekali lagi?”

“ Joo, jangan bermain-main denganku. aku adalah seonsaengnim mu disini. Dan kau sudah mempunyai tunangan.”

“ Tunangan? Aku memang menanggapnya sebagai tunanganku, tapi tidak dengan orang itu. lagipula kau dan Jiyeon sedang menjalin hubungan, dan itu tandanya aku juga bisa menjalin hubungan denganmu kan walaupun kau adalah seonsaengnimku disini.”

“ Tapi bagaimanapun sudah ada Jiyeon disisiku.”

“ aku tahu itu. dan aku tak akan pernah menyerah untuk menjadi yeojachingu nya Minho saem. Pikirkanlah ketulusanku ini saem. Aku pergi dulu. “lalu aku berjalan meninggalkan ruangannya.

“ Sedikit demi sedikit kau akan merasakan penderitaan yang kurasakan, Jiyeon…”

-Joo pov end

Tbc.. Penasaran dengan kelanjutan hubungan Jiyeon dan Minho? Jawabannya ada di part berikutnya^^.. DONT BE SILENT READERS AND PLAGIATOR !

31 thoughts on “My Life / part 7

  1. huaaaaaaaaaaaaaaaa….. eonniiiiiiiiiiiiiiii….. makiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnn seruuuuuuuuuuuuuu….. wkwkkk😀
    lanjut eon, kenapa tuhh TBC dateng cepet bgt padhal lagi seru2nya huh,😦
    lanjut eon🙂

  2. wah,,,,,, joo jahat,,,,,,
    tpi kok aq malah suka pasangang jiyeon x thunder ea???? hehehehehe ngarep…
    biar joo ma saemnya,,, xixixixix

  3. aq gtau klu sempat ada kejadian sprti ini == ff ny mau brenti ???

    mian ya modem saya juga disita klu lg sekolah ., jd bru tau ada berita sperti ini

    lanjut trs dong … jgn brnti ditngah jalan🙂

    hwaiting !

  4. annyeong ak riders baru:-)
    hehehe..
    ak sneng bnget sma ff ini:-)
    ini nnti ad brpa part sih onn??
    jdi pnsran??
    lanjut ya onn:-)

  5. joo jahat skali.. kasian jiyeon jady sedih😦
    ith kand bkan slah jiyeon.. qlo tander lbih mencntai jiyeon dri pada joo .. !

    makin seru ajh tapi eon^ crita’y .
    jdi pnasaran ,

    hehe^^

  6. Joo jahat banget -_- yah klo semua org cinta jiyeon emg slhnya dia -+- lebay nih joo wkwkwkw *emosi .. kkk . Lanjut ke next part ya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s