fanfiction · PG 16 · Romance · Sad

My life / part 8

Author: Shafira Yesung’Elf

Kategori: Chapter

Genre: Romance, Sad

Cast:  Park Jiyeon

Choi Minho

            Park Sang Hyun/ Thunder

 

Annyeong readers^^

Mianhaeyo, karena saya baru nge post FF nya .

Karena keasyikan liburan sih jadinya gak ada ide buat kelanjutannya, makanya baru bisa post sekarang, dan berhubung author bisa OL nya pas weekend aja, kalo hari sekolah modem disita #abaikan.

Kalo gitu langsung aja deh, happy reading all😀

*Sekali lagi saya minta maaf karena gak update FF nya lama banget.*

Be a Good Readers, not SILENT readers ^^

-Thunder pov

            Aku terus memandangi yeoja yang kini sedang duduk didepanku. Dia sibuk menghabiskan makanan yang ada didepannya dengan begitu lahap. Aku sedikit bingung dengan sikap Jiyeon hari ini. Tidak biasanya dia mengajakku untuk pergi, dan tidak biasanya juga dia menjadi lebih ramah padaku.

            “ Waeyo?”tanyanya, yang sadar kalau aku sedang memperhatikannya. Lalu aku segera mengalihkan perhatianku.

            “ Ani, aku hanya sedikit takjub melihat nafsu makanmu hari ini. Kau seperti belum makan selama 3 hari.”jawabku sambil terkekeh, lalu jiyeon membelalakan matanya mendengar perkataanku mengenai nafsu makannya itu.

            “ Ya! Jangan mengataiku seperti itu, thunder~ah. Moodku sedang tidak bagus, jadi biarkan hari ini aku melakukan apa yang aku mau lakukan. Arasso?”aku tidak menjawab, dan tetap memandanginya dengan begitu lekat. Dan Jiyeon, kembali fokus pada makanannya.

            “ Aku sudah selesai..”ujarnya sambil tersenyum kearahku. Aku melihat ada sedikit bekas saus yang tertinggal di bibirnya. Aku segera mengambil tisu dan membersihkan sisa saus yang ada di bibirnya. Jiyeon terlihat sedikit salting ketika aku sudah selesai membersihkannya.

            “ Kau seperti anak kecil sekali, makan saja sampai belepotan seperti ini.”aku mengejeknya, untuk mencairkan suasana.

            “ Y..Ya! kau terus-terusan mengataiku, park sang hyun! Dasar, nappeun kau !”aku hanya tertawa melihat sikapnya itu.

            “ Lalu kita akan kemana sekarang?”tanyaku.

            “ Mollayo. Apa kau ada ide?”

            “ Kita ke Timezone (anggap aja di korea nama nya juga timezone ya^^) saja, bagaimana?”tanyaku.

            “ Mwo? Kau kira aku anak kecil apa ? Shireo !”

            “  Aish~ kau ini ! jadinya kau ingin kemana, huh? “

            “ Kita ke pantai saja , otthae?”

            “ Baiklah, baiklah. Terserah kau saja.”jawabku yang kini sudah pasrah dengannya.

            Sepanjang perjalanan,Jiyeon tertidur dengan begitu pulas. aku memberhentikan mobilku sejenak untuk menurunkan jok mobil agar Jiyeon tidak tidur dengan posisi yang begitu tegak. Lalu setelah itu aku kembali menjalankan mobilku dan pergi menuju pantai.

            Hanya butuh waktu sekitar 1 jam untuk ke pantai. Dan kami tiba disana tepat pada pukul 15.35.

            “ Jiyeon… Ireona.”aku berusaha membangunkannya dengan begitu pelan, namun dia masih tetap terlelap.

            “ Jiyeon, ireona. Kita sudah sampai.”aku berusaha untuk membangunkannya lagi, dan kali ini aku berhasil membangunkannya. Dengan perlahan dia membuka matanya, dan menatap kesekeliling dengan tatapan bingung.

            “ Kita dimana?”

            “ Kita di pantai. Kau kan tadi bilang ingin ke pantai.”jawabku.

            “ Pantai? Uwaaaaaa!”dengan cepat, dia segera keluar dari mobil, dan berlari menuju ke pinggiran pantai. Aku segera turun, dan mengikutinya. Dia terlihat begitu senang sambil mencipratkan air kearahku.

            “ Shireo! Aku tidak bawa baju ganti.”ujarku yang berusaha mengelak. Namun Jiyeon masih terus-terusan mencipratkan air kearahku. Aku segera membalasnya. Dan berhasil mencipratkan kearahnya. Lalu kami sama-sama tertawa dan menikmati saat-saat kebersamaan kami hari ini .

-Thunder pov end

-Author pov

            Setelah bermain dengan cukup senang, jiyeon dan Thunder memutuskan untuk segera pulang karena waktu sudah menunjukan pukul 6 sore, dan mereka harus segera kembali ke seoul.

            Jiyeon tidak henti-henti nya tersenyum senang saat didalam mobil. Dia begitu menikmati kebersamaannya bersama Thunder hari ini. Dan membuatnya sedikit melupakan hal yang membuatnya sedih hari ini.

            “ Apa moodmu sudah baik sekarang?”tanya Thunder yang diam-diam memperhatikan jiyeon yang tidak henti-hentinya tersenyum.

            “ Ne, lebih baik sekarang. Gomawoyo.”jawab Jiyeon sambil menatap kearah Thunder dan memberikan sebuah senyuman yang begitu hangat.

            “ Apa yang membuat moodmu buruk hari ini?”jiyeon tidak langsung menjawab. Dia terdiam sebentar.

            “ Aku melihat sesuatu hal yang seharusnya aku tidak lihat.”jawab Jiyeon dengan suara yang agak sedikit bergetar.

            “ Sesuatu hal yang seharusnya tidak dilihat?”ulang thunder, yang tidak mengerti dengan maksud perkataan Jiyeon.

            “ Bukan sesuatu hal yang penting. Jangan dipikirkan.”ujar Jiyeon.

            “ Malam ini kau ingin makan apa? Akan kumasakan untukmu.”Jiyeon menambahi lagi yang berusaha untuk mengalihkan pembicaraan.

            “ Makan? Bagaimana kalau kau buatkan kimbap untukku? Sudah lama sekali aku tidak memakannya.

            “ Kimbap? Baiklah aku akan membuatkannya untukmu.”jawab Jiyeon.

            “ Jiyeon~ah..”panggil Thunder.

            “ Ne?”

            “ Gomawo..”ujar Thunder.”Untuk hari ini.”Thunder menambahi lagi. Dan jiyeon membalas perkataan Thunder dengan sebuah senyuman.

-Author pov end

Keesokan hari nya.

-Jiyeon pov

            Seperti biasa aku bangun pagi-pagi sekali untuk menyiapkan sarapan untuk Thunder, dan yah termasuk untuk Joo. Semalam ketika aku bertemu dengannya, dia bersikap seperti biasa terhadapku, seolah-olah dia tidak melakukan sesuatu kesalahan apa-apa padaku.

            “ Kau sedang buat apa?”tanya Thunder yang tiba-tiba sudah berdiri disampingku.

            “ Ya! Kau mengagetkanku !”ujarku begitu kaget melihatnya.

            “ Hahaha, mian. Aku tidak bermaksud. Eh, apa yang sedang kau buat ?”tanya nya lagi. Aku sedikit tertegun mendengarnya mengatakan ‘mian’ . kata-kata yang begitu simpel, tapi yah agak aneh mendengarnya kalau Thunder yang mengatakannya.

            “ Wae?”tanya nya, yang nampak bingung melihatku bengong menatapnya.

            “ Apakah kau terpesona dengan ketampanan ku hari ini?”tanyanya lagi, dan membuatku tersedak mendengarnya.

            “ Mwo? Terpesona? Ya! Lebih baik kau pergi ke meja makan sana, kalau kau disini terus aku tidak akan selesai –selesai membuat sarapan untuk mu.”

            “ Arasso, arasso.”lalu dia segera pergi kemeja makan, dan duduk dengan begitu tenang. Lalu tak lama kemudian, aku segera membawa 2 piring omelet untuk Thunder dan Joo.

            “ Dimana Joo?”tanyaku pada Thunder, yang belum melihat Joo pagi ini.

            “ Mollayo, mungkin dia masih tidur. Kau bangunkan saja dia.”

            “ Shireo!”dengan cepat aku langsung menolaknya. Melihatnya saja sudah membuatku begitu kesal sekali.

            “ Tidak perlu,aku sudah bangun.”ujar Joo yang tiba-tiba datang, lalu dia segera duduk dikursinya. Suasana pun jadi hening seketika. Lalu aku segera duduk dikursiku, dan memulai makan sarapanku  .

            “ aku sudah selesai, aku berangkat dulu.”ujar Joo sambil bergegas pergi. Aku hanya diam menatapnya. walaupun aku sebal melihatnya, tapi sejujurnya aku sedikit aneh melihat sikapnya. Dia menjadi lebih diam dari biasanya. Dan dia sama sekali tidak berbicara dengan Thunder. Apakah mereka berdua sedang marahan sampai diam-diaman seperti ini?

            “ Wae?”suara Thunder membuyarkan lamunanku.

            “ A..Ani.”jawabku berbohong.

            “  cepat habiskan sarapanmu, kita bisa terlambat.”

            “ Kau duluan saja, aku masih harus membereskan meja dulu.”ujarku.

            “ Tidak usah, biar pelayan Han saja. Kan ada dia yang bisa membereskannya.”

            “ T..tapi..”

            “ Sudahlah, kajja kita berangkat.”dia menarik pelan tanganku, dan membawaku menuju mobilnya. Dia membukakan ku pintu , dan mempersilahkan ku masuk. Aku sedikit merasa tidak nyaman dengan sikapnya itu, tapi aku tidak menolak perlakuannya yang lebih manis dari biasanya itu. Sejujurnya aku menyukainya, menyukai sikapnya yang seperti ini.

            Sesampainya dikampus, aku dan Thunder segera menuju kelas kami. Saat kami sedang jalan, tiba-tiba Minho saem datang menghampiriku, dan membuatku sedikit bingung untuk menghadapinya.

            “ Jiyeon~ah, bisa kita bicara sebentar?”tanya Minho saem padaku. Aku hanya diam, tidak menjawabnya.

            “Jiyeon..”dia memanggilku lagi.

            “ Baiklah, kita ke taman saja. “ujarku yang akhirnya setuju untuk bicara dengan Minho.

            “ Thunder~ah, mian. Kau duluan saja kekelas, aku akan menyusul nanti.”

            “ Baiklah, aku tunggu kau dikelas.”jawab Thunder, lalu aku menunggunya sejenak hingga dia pergi. Setelah Thunder pergi aku segera berjalan menuju taman bersama Minho saem.

            “ Ada apa?”tanyaku pada Minho saem ketika sudah sampai ditaman.

            “ Mengapa kemarin kau tidak menjawab telponku?”

            “ Haruskah aku menjawabnya?”

            “ Ada apa denganmu? Dari kemarin aku terus-terusan menghubungimu, tapi hp mu sama sekali tidak bisa dihubungi ! tidak tahukah kau kalau aku begitu khawatir?”

            “ Khawatir? Kau khawatir padaku setelah apa yang kau perbuat padaku, saem?”aku berusaha untuk menahan air mata yang sudah menggenang di pelupuk mataku. Aku harus kuat. Aku tidak boleh terlihat lemah didepan seorang namja.

            “ Apa kau sakit? Mengapa sikapmu menjadi aneh seperti ini?”dia memegang dahiku untuk memeriksa apakah aku demam atau tidak.

            “ Jangan menyentuhku !”kali ini aku membentaknya.

            “ Benarkah kau tidak tau apa yang kau lakukan? Atau kau hanya pura-pura tidak tahu?”aku menatapnya marah.

            “ Sejujurnya aku benar-benar tidak tahu apa yang sedang kau katakan Jiyeon.”jawab Minho saem.

            “ Aku melihatnya. Melihat kau dan Joo berciuman. Itukah yang selalu kau lakukan dibelakangku?”

            “ T..tunggu kau salah paham Jiyeon. Itu tidak seperti yang kau pikirkan. Aku akan menjelaskannya padamu.”

            “ Haruskah aku mendengarkan penjelasanmu, saem?”

            “ tapi itu tidak seperti yang kau bayangkan Jiyeon..”

            “ Aku sudah memikirkannya baik-baik.”aku menghela nafas sebelum akhirnya kembali berbicara.” Untuk saat ini, lebih baik kita berpisah saja.”aku tau aku terlalu gegabah untuk langsung mengambil tindakan ini tanpa mempedulikan perasaannya, tapi apakah dia juga memikirkan perasaanku saat dia berciuman dengan yeoja lain? padahal aku berharap diawal hubungan kami akan baik-baik saja, tapi ternyata itu semua jauh dari yang aku bayangkan.

            “ Berpisah? Jangan bercanda Jiyeon! Bahkan kita baru saja jadian, dan sekarang kau ingin berpisah dariku?”

            “ Mianhae.”hanya kata itu yang mampu keluar dari bibirku.

            “ Benarkah kau benar-benar ingin berpisah?”dia berusaha untuk meyakinkanku lagi. Dan kali ini aku hanya menunduk menyesal. Aku tidak sanggup untuk melihat reaksinya.

            “ Baiklah, jika memang itu maumu, lebih baik kita berpisah saja !”ujar Minho saem dengan begitu dingin lalu meninggalkanku sendirian ditaman. Air mataku mulai menetes sedikit demi sedikit dari pelupuk mataku.perasaan bersalah mulai aku rasakan. Mungkinkah Minho saem akan membenciku karena sikapku kali ini?

            “ Mianhae, jeongmal mianhaeyo..”ucapku lirih.

-Jiyeon pov end

Tbc.. penasaran gimana kelanjutan hubungan Minho dengan Jiyeon? Apakah Thunder memiliki kesempatan untuk menganggantikan posisi Minho? Jawabannya ada di part berikutnya^^( maaf yah kalau cerita nya rada sedikit jelek, maklum author ngerjainnnya pas bgt lagi kena campak, author bela-belain buat demi Readers^^.. jadi mohon maaf sebesar-besarnya yaa)

 

15 thoughts on “My life / part 8

  1. akhirnya eonn,,,, d post juga ni ff,,,,

    yah kok jjiyeon putus sma abang minho??

    bikin balikan lagi dnk eonn….#reader maksa>>abaikan,,,

    lanjut eonn fighting …:D

  2. aigoo eonni… makin seru tapiiii kok pendek bgt yahh ckckckk….
    aku tunggu part slanjutnya yahh, dan aku kecewa sma Minho kenapa dy nyerah gitu ja dan aku salut bgt sma Thunder dy berubah gtu dan Joo OMIGOT kenapa ganggu trus heuh, oke kita tunggu kelanjutannya🙂

  3. wuaaahhhhhh ,, mkin sru crita y ….
    bLum Lma jadian dach putus ???? 0.0
    prLu dtiru tuchhhh ..
    *pLetakk!! abaikan*

    thunder skrank dach mniz sma ji yeon ,, wuaahhh thunder dach mLai nnjukin rsa ska y ma ji yeon ..
    thunder FIGTHING !!!
    minho oppa kasian =(
    ayo perjuangkan cintamu !!!
    *q sbener y dkung capa sich ??*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s