chapter · fanfiction · PG 16 · Romance · Sad

My life / part 9


Author: Shafira Yesung’Elf

Kategori: Chapter

Genre: Romance, Sad

Cast:  Park Jiyeon

Choi Minho

            Park Sang Hyun/ Thunder

 

Annyeong^^

Pasti udah ga sabar sama kelanjutannya kan?? *soktau*

Langsung aja, Happy Reading ^^, jangan lupa di komen yaa..

 

Be a good Readers, don’t be a Silent Readers

 

-Thunder pov

            “ Thunder~ah, mian. Kau duluan saja kekelas, aku akan menyusul nanti.”ujar Jiyeon yang menyetujui untuk berbicara dengan Minho saem. Aku agak sedikit bingung melihat sikap Jiyeon kepada Minho saem. Tidak biasanya dia bersikap dingin seperti itu. Sebenarnya apa yang telah terjadi diantara mereka berdua ini?

            “Baiklah, aku tunggu kau dikelas.”jawabku, lalu aku segera pergi meninggalkan mereka berdua. Aku berjalan menuju kearah kelas, dan berhenti ketika sudah jauh dari mereka yang sudah berjalan menuju taman. Aku memutuskan untuk mengikuti mereka ke taman. Dan mendengar percakapan mereka secara diam-diam.

            “ Ada apa denganmu?Dari kemarin aku terus-terusan menghubungimu, tapi hp mu sama sekali tidak bisa dihubungi! Tidak tahukah kalau aku begitu khawatir?”tanya Minho saem kepada Jiyeon, yang kini terlihat sedikit marah. Dan Jiyeon hanya menatap Minho saem dengan dingin.

            “ Khawatir? Kau khawatir padaku setelah apa yang kau perbuat padaku, saem?”kini giliran Jiyeon yang berbicara. Nada suara nya agak sedikit bergetar. Apakah dia menangis?

            “ Apa kau sakit? Mengapa sikapmu menjadi aneh seperti ini?”Tanya Minho saem, sambil menyentuh dahi Jiyeon.

            “ Jangan menyentuhku !” aku benar-benar kaget melihat Jiyeon yang kini membentak Minho saem. Dia tidak pernah bersikap kasar dengan Minho saem, apalagi membentaknya seperti itu. Aku benar-benar tidak mengerti dengan percakapan mereka ini. Apa yang sebenarnya terjadi?

            “Benarkah kau tidak tahu apa yang kau lakukan? Atau kau hanya pura-pura tidak tahu?”Tanya Jiyeon, sambil menatap Minho saem dengan tatapan penuh amarah.

            “ Sejujurnya aku benar-benar tidak tahu apa yang sedang kau katakan, Jiyeon.”jawab Minho saem, yang sekarang terlihat bingung.

“ Aku melihatnya.  Melihat kau dan Joo berciuman. Itukah yang selalu kau lakukan dibelakangku?” Aigoo~, jadi inikah maksud perkataan Jiyeon waktu itu? ‘ melihat sesuatu yang seharusnya tidak aku lihat’ itulah yang Jiyeon katakan waktu itu. dan Mengapa Minho bisa berciuman dengan Joo? Dan apakah mereka berdua ini berpacaran?

            “T..tunggu, kau salah paham Jiyeon. Itu tidak seperti yang kau pikirkan. Aku akan menjelaskannya padamu.”

            “ Haruskah aku mendengarkan penjelasanmu, saem?”tanya Jiyeon sambil memandang Minho saem dengan begitu sinis.

            “ Tapi itu tidak seperti yang kau bayangkan Jiyeon.”jawab Minho saem yang berusaha untuk membujuk Jiyeon.

            “ Aku sudah memikirkannya baik-baik.”ujarnya, sambil menghela nafas dan kemudian kembali berbicara.” Untuk saat ini, lebih baik kita berpisah saja.”ujar Jiyeon. Dan ternyata benar , mereka berdua memang berpacaran. Tapi aku sama sekali tidak tahu tentang hubungan mereka ini.

            “Berpisah? Jangan bercanda Jiyeon! Bahkan kita baru saja jadian, dan sekarang kau ingin berpisah dariku?”tanya Minho saem. Aku bisa melihat kalau Minho saem benar-benar kaget sekali dengan keputusan Jiyeon yang tiba-tiba itu.

            “ Mianhae.”jawab Jiyeon.

            “Benarkah kau benar-benar ingin berpisah?”kini Minho saem kembali memastikan. Dan Jiyeon hanya menunduk menyesal, menanggapi pertanyaan Minho saem itu.

“ Baiklah, jika memang itu maumu, lebih baik kita berpisah saja !” ujar Minho saem dengan nada bicara yang agak kasar dan dingin, dan kemudian meninggalkan Jiyeon sendirian.

Aku terus menatap Jiyeon, kini air mata nya mulai menetes dengan perlahan. Aku bisa merasakan kesedihannya. Rasanya aku ingin sekali memeluknya dan menenangkannya. Tapi aku ragu untuk melakukannya.

“ Naega ottokeh?” batinku, dan terus berpikir apa yang harus aku lakukan.

“ Mianhae, jeongmal mianhaeyo..”ucap Jiyeon dengan begitu lirih sambil menangis dengan begitu sedihnya.Aku putuskan untuk mendekatinya. Aku tidak bisa membiarkan dia sedih seperti ini. lalu aku berjalan kearahnya, dan segera menariknya kedalam pelukanku.

“ T..Thunder..”ujarnya kaget.” Apa yang sedang kau lakukan?”tanyanya sambil sedikit terisak-isak dan kemudian mengelap air matanya. Aku melonggarkan pelukanku , dan menatapnya.

“ Jangan lakukan itu.”aku mencegahnya. dia menatapku bingung.

“ Menangislah, jika kau memang ingin menangis. Aku akan mendengarkan semua keluh kesah mu, Jiyeon. “

“ Na..naneun..”ucapnya ragu-ragu.

“ Aku tahu apa yang kau rasakan, dan aku bisa merasakan itu Jiyeon. Jadi jangan bersikap seolah-olah kau baik-baik saja didepanku.”ujarku, dan kini dia terlihat tertegun mendengar perkataanku, dan kemudian dia memelukku dengan begitu erat sambil menangis dipelukanku.

“apa yang harus aku lakukan, Thunder~ah? Bagaimana jika dia membenciku? Aku tahu kalau aku terlalu egois, aku tidak memikirkan perasaannya, dan seenaknya saja meminta putus. “ujarnya sambil terisak-isak, dan aku tetap mendengarkannya dengan serius.

“ Aku benar-benar tidak tahu apa yang harus aku lakukan, Thunder~ah..”

“ Aku mengerti Jiyeon, tapi lebih baik kau tenangkan pikiranmu. Dan biarkan suasana hatimu tenang dulu. Baru setelah itu kau pikirkan baik-baik apa yang harus kau lakukan.”

“ Tapi aku..”belum sempat dia selesai bicara, aku segera memotongnya.

“ Berhentilah menangis, dan bersemangatlah Jiyeon~ah. Aku akan terus mendukungmu.”ujarku sambil menyemangatinya.

“ Gomawo, Thunder~ah. Kau benar-benar teman yang baik.”

“ Teman? Padahal aku berharap, kalau aku bukan hanya sekedar teman bagimu, Jiyeon..”batinku.

“ Kajja kita kekelas.”ajakku.

“ Shireo .”jawabnya.

“ Wae? Apa karena sekarang kelasnya Minho saem? Dan kau takut untuk bertemu dengannya?”tanyaku sambil menatapnya, dan menunggu jawaban darinya.

“ Anio, bukan karena itu. Aku hanya perlu waktu untuk melihatnya. Aku akan pulang kerumah, dan memikirkannya baik-baik .”

“ Apa perlu aku mengantarmu?”aku menawarkan diri.

“ Tidak usah. Lebih baik kau masuk kekelas. Aku baik-baik saja, jangan khawatir seperti itu.”dia meyakinkanku.

“ Baiklah, kalau ada apa-apa segera hubungi aku, arasso?”

“ Ne. Pergilah, dan belajarlah dengan baik.”dia tersenyum, tapi aku tahu kalau senyumannya itu hanya sekedar dipaksakan.

“ Aku pergi dulu.” Ia berpamitan, dan kemudian dia segera berjalan menjauh dariku. Aku tetap menunggunya hingga ia sudah tidak terlihat lagi dari pandanganku.

-Thunder pov end

-Author pov

            Setelah kelas selesai, Thunder segera pergi menemui Joo, dan berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan dia dan Minho saem.

            “ Joo, kita perlu bicara.”ujar Thunder yang berusaha untuk menahan Joo agar tidak pergi.

            “Sudah tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi, Thunder~ah. “jawab Joo yang berusaha mengelak.

            “ Benarkah? Lalu apa masalah kau dan Minho saem berciuman itu tidak perlu kita bicarakan, huh?”

            “ Itu bukan urusanmu.”jawab Joo, kemudian berjalan meninggalkan Thunder. Buru-buru Thunder segera menarik tangannya.

            “ Tapi itu urusanku ! Karena kau, Jiyeon dan Minho saem menjadi bertengkar dan putus !”ujar Thunder dengan suara yang agak keras, untungnya kelas sudah kosong jadi tidak ada yang mendengar percakapan mereka.

            “ Putus? Bukankah kau seharusnya senang kalau mereka putus? Jadinya kau ada kesempatan untuk bersama Jiyeon. Bukankah itu yang kau harapkan? Hidup bahagia bersama Jiyeon !”

            “ Tapi bukan seperti ini cara nya! Tidak tahu kah kau kalau mereka berdua itu berpacaran ?!”

            “ aku tahu itu. Dan karena itu aku mencium Minho. Aku ingin Jiyeon merasakan rasa nya bagaimana kehilangan seseorang yang dia cintai. “

            “ Apa salah Jiyeon ? dia tidak pernah jahat terhadapmu !”

            “ Kau ingin tahu apa salah Jiyeon , huh? Benar-benar ingin tahu ?”

            “ Aku serius Joo !”kini Thunder benar-benar menjadi begitu emosi.

            “ Karena dia, aku kehilangan kau ! dan karena dia, aku benar-benar telah ditolak olehmu, Park sang hyun !”bentak Joo, dan membuat Thunder tercengang.

            “ Karena masalah itu akhirnya kau melakukan itu semua? Dengar Joo, walaupun Jiyeon tidak pernah hadir dikehidupanku, sampai kapan pun aku tidak akan pernah bisa mencintaimu. Dari kecil aku menyayangimu, tapi rasa sayang ku hanya seperti rasa sayang seorang kakak terhadap seorang adik. Jadi jangan pernah menyalahkan Jiyeon seperti ini. Aku tahu kau menderita, tapi Jiyeon juga menderita karenamu.”

            “ Kenapa selalu Jiyeon yang kau pikirkan? Aku melakukan ini juga karena mu ! Seharusnya kau berterima kasih padaku, karena aku telah berhasil membuat mereka putus.”

            “ Berterima kasih padamu? Tidak akan pernah . Dengar Joo, aku akan mendapatkan Jiyeon dengan caraku sendiri,dan tidak dengan cara licik sepertimu !”

            “ Dan satu hal lagi, lebih baik kau pergi dari rumahku. Kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi dan semuanya sudah jelas. Jadi lebih baik, kau kembali ke Amerika.”Thunder menambahi.

            “ dan sekarang kau berani mengusirku, huh?! Baiklah, tapi jangan pernah menyesal dengan keputusanmu ini !”bentak Joo, lalu dia segera pergi meninggalkan Thunder.

-Author pov end

-Jiyeon pov

            Aku benar-benar bingung. Disatu sisi aku mencintai Minho, tapi disatu sisi aku begitu membenci nya.  Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku benar-benar bingung. Tapi seharusnya aku tidak langsung bertindak gegabah seperti tadi. Aku harus mendengarkan penjelasannya, dan tidak berbuat seperti ini.

            “ Eomma, appa ,apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku benar-benar butuh kalian sekarang.”rengekku sambil menutup mukaku dengan bantal. Dan melepaskannya ketika aku benar-benar telah tidak sanggup menahan nafas lagi.

            “ Benar-benar tidak ingin jadi seperti ini..”ucapku dengan begitu sedih, dan air mataku kini mulai mengalir secara perlahan. Bayangan Minho mulai memenuhi pikiranku. Dan membuatku kembali mengenang setiap hal yang telah kulakukan bersama nya.

            “ Aku tidak bisa hanya diam, dan menangisi nya seperti ini. Aku harus menemui nya, dan meminta maaf padanya. Aku seharusnya percaya padanya, mungkin saja semua ini hanya sekedar salah paham.”ujarku yang kini mulai bersemangat lagi, dan segera bersiap-siap untuk pergi menemui Minho saem.

            Setelah selesai bersiap-siap, aku segera keluar kamar. Aku mengambil handphoneku yang aku taruh diatas meja komputer Dan kemudian berjalan kearah pintu. Saat aku akan membuka pintu, seseorang telah membukanya terlebih dahulu. Dan seseorang itu adalah Thunder.

            “ Jiyeon..”ujarnya kaget.

            “ Kau mau pergi kemana?”tanya nya, bingung melihat penampilanku yang sudah rapi.

            “ Aku ingin menemui nya. Aku tidak bisa hanya tinggal diam, dan hanya menangisi nya saja. “jawabku.

            “ Tapi sekarang bukan saat yang tepat, Jiyeon.” Dia menyarankan.

            “ Tidak bisa Thunder~ah, aku harus segera bertemu dengannya.”

            “ T.. tapi..”

            “ Mianhae, tapi aku harus segera pergi Thunder~ah. Setelah selesai , aku akan segera pulang.”

            “ Naiklah ke mobil, aku akan mengantarmu.”ujarnya, yang kali ini menyetujuiku untuk pergi. Aku hanya menatapnya bingung.

            “ Wae? Kau ingin bertemu dengannya kan? Lebih baik aku antar kau. Sudahlah, kajja.” Dia menarik tanganku dengan pelan, dan menyuruhku untuk masuk kedalam mobilnya. Dan kemudian dia mengantarku untuk bertemu dengan Minho saem. Semoga saja dia masih ada diruangannya, dan aku bisa bertemu dengannya.

            “ Thunder~ah..”panggilku.

            “ Mmmh?”tanyanya.

            “ Kenapa kau begitu baik terhadapku?”

            “ Mollayo.”ujarnya sambil menghela nafas. “ Mungkin karena selama ini kau baik padaku. Jadi sudah seharusnya aku juga baik terhadapmu.”lanjutnya lagi.

            “ Sepertinya kali ini kau sudah benar-benar berubah. Pasti Dara eonni akan senang sekali melihatmu seperti ini.”ujarku sambil terkagum-kagum menatapnya.

            “ Ini semua juga berkatmu. Aku banyak belajar darimu.”jawabnya.

            “ Dengan begitu, tandanya pekerjaanku sudah selesai, Thunder~ah. Kau bisa menjalani hidupmu tanpa aku sebagai pelayanmu.”

            “ Wae? Mengapa kau berkata seperti itu?”

            “ Anio, tapi kalau kau sudah berubah itu tandanya sudah tidak ada lagi yang harus aku lakukan.”

            “ Tapi kuliahmu kan belum selesai Jiyeon~ah, bukankah Dara noona yang akan membiayai semua kuliahmu.”

            “ Aku tahu itu. Tapi pekerjaanku kan sudah selesai Thunder~ah, dan itu tandanya aku harus membiayai kuliahku sendiri. Aku tidak ingin merepotkan Dara eonni terus-terusan. Dan tentu nya merepotkanmu juga.”

            “T..tapi.”

            “ Kita sudah sampai.”aku memotong perkataannya, yang baru sadar kalau kami sudah sampai .” Kita akan bicarakannya lagi nanti, sekarang aku harus pergi menemuinya dulu. Kau pulang saja duluan. Dan gomawo telah mengantarku, Thunder~ah.”ujarku sambil turun dari mobilnya.

            “ Jiyeon~ah..”ia memanggilku, dan membuka kaca mobil nya. lalu aku menunggunya berbicara.

            “ Aku doakan, semoga kau berhasil, Jiyeon.”ujarnya menyemangatiku sambil tersenyum kearahku. Dan kata-katanya terdengar begitu tulus dari lubuk hati nya.

            “ Ne, gomawo Thunder~ah. Aku pergi dulu.”ujarku sambil melambai kearahnya, lalu aku segera berlari menuju ke ruangan Minho saem. Aku terus berlari, aku tidak peduli dengan orang-orang yang menatapku dengan tatapan aneh mereka dan aku tidak peduli dengan nafasku yang kini sudah tersengal-sengal. Yang aku pikirkan hanyalah aku akan segera bertemu dengan Minho saem. Hanya itu.

            Akhirnya aku sampai didepan pintu ruangannya. Aku menarik nafasku dalam-dalam, kemudian membuka pintu ruangannya itu dengan perlahan. Sedikit demi sedikit aku bisa melihat apa yang ada didalam ruangan itu. Seperti biasa, aku selalu melihat piano yang terletak di tengah-tengah ruangan Minho saem. Aku melihat Minho saem sedang bermain piano. Dia terlihat senang. Tapi tunggu, ada seorang yeoja disebelahnya. Aku melangkahkan kakiku untuk masuk kedalam, dan melihat lebih jelas lagi. Kini aku tahu siapa yeoja itu. Dan lagi-lagi yeoja yang selalu bersama Minho saem adalah Joo.Dengan refleks handphoneku terlepas dari genggaman tanganku, dan terjatuh ke lantai.

PRANGG. * anggap aja itu bunyi handphone jatuh*

            Minho dan Joo segera menoleh ke arahku. Mereka berdua kaget melihat aku sudah berada didekat mereka.

            “ Jiyeon..”ujar mereka bersamaan.

            “ Mian.”ujarku sambil memungut handphone yang terjatuh. Air mataku lagi-lagi menetes. Entah sudah keberapa kalinya aku menangis hari ini.

            “ Sedang apa kau disini?” tanya Joo, sambil berjalan kearahku. Aku segera menyeka air mataku, dan kemudian berdiri.

            “ apa yang sedang kalian lakukan?” tanyaku, dan tidak menjawab pertanyaan Joo. Minho saem berdiri dan berjalan ke samping Joo.

            “ Aku sedang mengajarinya piano, apa ada yang salah?”kini Minho saem yang menjawa pertanyaanku. Dia menatapku, menatapku dengan tatapan kesal sekaligus marah.      

            “ Sebenarnya apa hubungan kalian berdua? Mengapa aku selalu melihat kalian bersama-sama?”aku memberanikan diri untuk menanyakannya. Dan entah apa yang akan aku dengar nanti.

            “ Kami berpacaran.”jawab Minho saem, sambil merangkul pundak Joo. Joo menatap Minho saem dengan agak bingung. Aku benar-benar tidak tahu permainan apa yang telah terjadi sekarang ini. Aku benar-benar seperti orang bodoh sekarang.

            “ Jadi ternyata begitu, baru beberapa jam putus denganku, dan kau langsung memutuskan untuk berpacaran dengannya?”aku tersenyum getir kearah Minho saem.

            “ kami sama-sama saling mencintai.”kini Joo yang berbicara, dan Minho saem hanya diam.

            “ Bukankah begitu juga dengan kau dan Thunder? Kau juga memiliki perasaan yang sama kan seperti Thunder?”tanya Minho saem kepadaku, dan rasanya hatiku sakit sekali mendengarnya berkata seperti itu.

            “ padahal aku kesini untuk meminta maaf padamu, tapi ternyata sia-sia aku datang menemuimu. Aku kira Minho saem bisa mengerti aku, ternyata aku salah. “

            “ Jangan berkata seperti itu tentang Minho, jelas-jelas kau yang tidak mengertinya !” Joo membentakku, dan aku hanya tersenyum menanggapinya.

            “cukup , joo !” ujar Thunder yang tiba-tiba datang.

            “T..Thunder.. kenapa kau bisa ada disini?”tanya Joo yang kaget sekali melihat Thunder. Aku hanya diam, dan pikiranku benar-benar kosong sekarang.

            “ Kau benar-benar bodoh, saem !”maki Thunder kepada Minho saem, sambil menarik baju Minho saem dengan begitu kuat.

            “ Jelas-jelas Jiyeon mencintaimu ! Untuk apa dia datang ke sini dan berlari untuk menuju kesini? Dan dengan tega nya kau bilang Jiyeon menyukaiku? Kau benar-benar tidak berperasaan ! Kau benar-benar bodoh  !”kini Thunder benar-benar menjadi emosi.

            “ Benarkah itu?”kini suara Minho saem lebih terdengar lembut dibanding sebelumnya. Dan aku hanya diam, sama sekali tidak menjawabnya. Aku terlalu kecewa. Kecewa dengan kenyataan yang aku dapatkan.

            “ Sudahlah Thunder~ah, tidak ada gunanya aku berlama-lama disini.”ujarku yang kini sudah benar-benar lelah dengan semua ini.

            “ Tapi kau harus menjelaskannya Jiyeon, kau harus mengatakan apa yang kau rasakan sebenarnya!”Thunder memegang kedua bahuku, dan meyakinkanku agar aku melakukannya.

            “ Tidak ada yang perlu aku katakan lagi padanya. Semuanya sudah berakhir.”aku tersenyum kepada Thunder sebelum akhirnya aku berjalan meninggalkan mereka bertiga. Aku berjalan dengan langkah yang begitu berat. Rasanya semua masalah berada di pundakku. Aku benar-benar lelah dengan semua ini. Mengapa semua orang meninggalkanku seperti ini?

-Jiyeon pov end

Tbc.. wah ternyata udah sampai part 9 yah, dan itu tandanya FF ini akan segera berakhir di part 10😀 .

Pasti penasaran kan gimana endingnya? Apakah Minho akan kembali bersama Jiyeon? Ataukah Jiyeon akan memilih Thunder? Semua jawaban ada di Part 10 . jangan lupa rcl yah, readers ^^

25 thoughts on “My life / part 9

  1. yee jd org yg coment pertama haha
    udh lama nungguin ni ff, huh sebel sama minho jahat bgd sih kasian kan jiyeon
    mending jiyeon sama thunder aja yah pliis puppy eyes ^_^

  2. yee jd org yg
    coment pertama
    haha
    udh lama nungguin
    ni ff akhirnya kluar jg, huh sebel
    sama minho jahat
    bgd sih kasian kan
    jiyeon
    mending jiyeon
    sama thunder aja
    yah pliis puppy
    eyes ^_^
    part 10 nya jgn lama” yah

  3. yah udah mau ending di part 10 cepet banget…
    minho jahat jga nih cemburu tapi kasian kan jiyeon smpe nangis gitu, sayang kan hape nya jatoh #apaansih😀
    ayoooo lanjutkan ending nya harus bahagia yaaa hehehe😀

  4. Lanjut author….jgn lma2 ya lnjutn’x…
    Author hwaiting…#ngasih semangat buat author supaya ff’x cepat d’lanjut’kn…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s