chapter · familly · fanfiction · PG 16 · Romance · Sad

I love you, but i can’t .. / part 3

 

 

 

 

Author             : Shafira yesung’elf (shafira surya)

Kategori          : Chapter, PG 16

Genre             : Romance , sad.

Cast               :   Park jiyeon

                            Choi Minho

    Jung Krystal

   Yoo seung ho

Credit by        : YeonNiaArt

-Jiyeon pov

            Tidak terasa hari pernikahan appa pun tiba. Tema pernikahannya adalah traditional wedding. Seluruh interior yang ada didalam gedung resepsi bertemakan dengan Traditional, begitu juga dengan baju yang dikenakan oleh para undangan. Hampir seluruh undangan mengenakan Hanbok, dan sisa nya mengenakan jas yang didominasi oleh orang-orang bule,yang tidak lain adalah mitra bisnis appa.

           Khusus hari ini, aku dan Krystal eonni mengenakan hanbok dengan motif yang sama tapi warna yang berbeda. Aku mengenakan hanbok berwarna ungu, sedangkan Krystal eonni mengenakan hanbok berwarna pink. Dan sebenarnya itu adalah ide dari nya. Dia bilang, alangkah baik nya kalau adik dan kakak mengenakan sebuah baju yang sama. Dan aku hanya bisa pasrah menuruti keinginannya itu.

            Aku dan Seung ho duduk bersebelahan dibangku paling depan yang ada disebelah kanan, sedangkan Krystal eonni, ia duduk di bagian sebelah kiri bersama teman-temannya. Minho oppa duduk disebelah Krystal eonni. Ia memakai hanbok berwarna biru. Aku memperhatikannya. Setiap hal yang ia kenakan hari ini, mulai dari bagian atas hingga bagian bawah, dan semuanya benar-benar sangat pas sekali dikenakannya.

            Ia menatapku, dan menyadari kalau aku sedang memperhatikannya. Tiba-tiba suara alunan piano terdengar, dan menandakan kalau  acara akan segera mulai. Buru-buru Aku mengalihkan perhatianku, dan menatap kearah altar. Disana appa sudah berdiri, untuk menunggu mempelai wanita. Dan ketika pintu terbuka, para undangan berdiri semua, dan menyambut mempelai wanita yang sedang berjalan menuju ke depan altar bersama seorang wali nya.

           “ Eomma mu, benar-benar cantik sekali.”bisik Seung ho ditelingaku. Aku tersenyum mendengarnya. Dan kuakui memang benar perkataan Seung ho. Hyorin ahjumma benar-benar terlihat begitu cantik dan elegan. Pantas saja Krystal eonni terlahir dengan begitu cantik.

            Setelah mengucapkan janji sehidup semati, kini saatnya mereka untuk bertukar cincin. Dengan perlahan appa memasukan cincin ke jari manis Hyorin ahjumma, dan begitu juga dengan Hyorin ahjumma, ia memasangkan cincin ke jari manis appa. Dan mereka sama-sama tersenyum setelah selesai memasangkan cincin, dan diputuskan telah resmi menjadi suami istri.

            Air mataku mengalir melihat pemandangan ini. Appa benar-benar terlihat bahagia sekali. Untung saja aku tidak melarang appa untuk menikah, jika tidak aku benar-benar akan menyakiti hati appa. Dan menghancurkan cinta mereka. Seung ho menyadari kalau aku menangis. Dan dia segera merangkulku dan menepuk-nepuk bahuku dengan pelan.

            “ Jangan menangis Jiyeon~ah, semua nya akan baik-baik saja.”ucap Seung ho meyakinkanku.

            “ Aku tahu itu. Aku hanya , begitu terharu Seung ho~ah.. benar-benar terharu sekali.”Seung ho mempererat rangkulannya, dan membuat aku benar-benar nyaman dengan perlakuannya ini sebagai temanku.

            Setelah acara pernikahan selesai, kami segera mengganti pakaian kami dan bergegas pergi kebandara untuk mengantar appa dan Hyorin ahjumma. Mulai hari ini hingga 2 minggu kedepan, mereka akan berbulan madu di Hawaii. Dan mulai hari ini juga, Krystal eonni akan mulai tinggal bersama ku.

            “ Kenapa kau diam?”tanya Seung ho saat perjalanan menuju bandara. Aku memutuskan untuk pergi bersama Seung ho dengan menggunakan motor kesayangannya itu. Sedangkan Krystal eonni dia pergi menggunakan mobil bersama teman-temannya.

            “ Diam? Tidak. Bukankah kita memang selalu seperti ini kalau sedang diperjalanan?”jawabku.

            “ Apa kau baik-baik saja? Kau terlihat gelisah sekali? Apa karena hari ini aku begitu tampan menggunakan hanbok?”goda Seung ho.

            “ Ya ! yang benar saja ! apakah aku harus gelisah melihatmu memakai hanbok? ”ujarku sambil memukul punggungnya dengan pelan. Dan kami pun sama-sama tertawa.

            Sesampainya dibandara, aku dan Seung ho segera pergi menuju terminal keberangkatan, dan semua orang telah berkumpul disana.

            “ Appa !” aku memanggil appa yang sepertinya sedang menungguku.

            “ Jiyeon~ah, disana kau rupanya nak.”jawabnya.

            “ Mian ahjussi kalau kami agak terlambat. Tadi kami terjebak lampu merah.”Seung ho meminta maaf.

            “ Gwenchana , ahjussi bisa memahaminya. Oh iya Seung ho~ah, selama ahjussi pergi, bisakah kau menjaga Jiyeon? Kalau dia nakal, dan tidak mau menurutimu, kau bisa laporkan padaku.”

            “ Appa, aku bukan anak kecil lagi.”ujarku yang tidak setuju untuk diperlakukan  seperti anak kecil lagi.

            “ Oke ahjussi Park, saya akan menjaga Jiyeon dan saya jamin dia tidak akan nakal sama sekali.”jawab Seung ho yang setuju dengan permintaan appa itu. Aku hanya mendengus kesal dengan sikap appa dan Seung ho yang sama-sama menjengkelkan itu.

Setelah Hyorin ahjumma selesai berbicara dengan eonni, kini saatnya dia berbicara padaku. Dia tersenyum sambil mengusap lembut rambutku.

            “ Jiyeon~ah..”ia memanggilku.

            “ Ne eomma?”tanyaku yang agak sedikit canggung memanggilnya dengan sebutan eomma.

            “ Aku tidak akan pernah memaksamu untuk memanggilku eomma, aku sama sekali tidak keberatan kok kalau kau tetap memanggilku ahjumma.”ujarnya yang merasa tidak enak padaku. Dengan cepat aku langsung menggeleng.

            “ Anio, aku tidak pernah merasa terpaksa untuk memanggilmu eomma. Benar-benar keinginanku sendiri. Bolehkan aku memanggilmu , eomma ?” aku bertanya.

            “ Aigoo~, tentu saja boleh Jiyeon~ah..”jawabnya sambil memelukku, dia terlihat senang sekali. Lalu dia melepaskan pelukannya, dan menatap kearahku.

            “ kami hanya pergi sebentar saja, dan kami akan segera kembali. Jika ada apa-apa, kau bisa segera menelpon eomma. Jaga dirimu baik-baik ya sayang, dan aku titip krystal padamu.”

            “ Ne eomma, aku akan menjaga Krystal eonni dengan sangat baik. Eomma juga baik-baik ya disana.”jawabku, lalu appa dan eomma segera mengambil barang mereka untuk bersiap-siap boarding.

            “ Jiyeon~ah, jangan nakal. Dan turuti apa kata eonni mu. “pesan appa ketika mereka sudah mau berangkat.

            “ Ne appa. Aku janji tidak akan nakal. Cepatlah pulang appa, aku pasti akan sangat merindukanmu.”ujarku.

            “ Appa, hati-hati ya disana.”ujar Krystal eonni kepada appa.

            “ Ne, jaga diri kalian baik-baik yah. Kami pergi dulu.”

 Lalu mereka segera masuk kedalam ruangan untuk boarding . Saat didalam, mereka sempat melambai ke arah kami, dan kami semua membalas lambaiannya mereka berdua. Dan semakin lama mereka sudah tak terlihat lagi.

            “ Mau pulang sekarang?”tanya Krystal eonni .

            “ Ne, eonni juga kan ?”tanyaku balik. “ Ne.” Dia menjawab. Lalu aku melihat kearah teman-temannya. Dan kali ini Minho oppa sedang menatap kearahku. Aku pura-pura tidak melihatnya.

            “ Kalau begitu kami pulang duluan. Annyeong.”ujarku sambil menunduk untuk memeberi salam, dan kemudian segera pergi sambil menarik tangan Seung ho.

            “ Hati-hati dijalan, Jiyeon~ah..”teriak Krystal eonni saat aku sudah jalan menuju ke parkiran motor , dan sesampainya disana, aku segera melepaskan tangan Seung ho.

            “ Tidak biasanya kau memegang tanganku seperti tadi?”tanya nya .

            “ Aniio, aku benar-benar merasa canggung dengan para sunbaenim, makanya aku menarik tanganmu agar kita bisa segera terbebas dari mereka.”jawabku sambil mencari-cari alasan. Dan dia seperti tidak percaya.

            “ Sudahlah, kajja kita pulang ! aku benar-benar lelah sekali..”

            “ Baiklah aghassi, apapun untukmu.”jawabnya.

Mianhae Seung ho, kalau aku harus berbohong seperti ini.

-Jiyeon pov end

Keesokan harinya.

-Author pov end

            Pagi-pagi sekali Krystal sudah bangun untuk menyiapkan sarapan untuk adiknya. Padahal Pelayan Han sudah melarangnya, tapi Krystal tetap bersikeras agar dia diijinkan untuk memasak.

            “ Sudahlah aghassi, biar saya saja yang melanjutkan. Lebih baik aghassi membangunkan Jiyeon aghassi saja.”ujar Pelayan Han.

            “ Aku sudah bangunnnn.”ujar Jiyeon yang tiba-tiba sudah muncul didapur.

            “ Jiyeon~ah..”sapa Krystal.

            “ Eonni, apa yang eonni sedang lakukan didapur? “tanya Jiyeon .

            “ Naega? Ah, aku sedang membuatkanmu sarapan pagi. Apa kau suka omelet, Jiyeon?”tanyanya sambil tetap mengaduk-ngaduk (?) masakannya itu.

            “ Omelet? Tentu saja aku suka !”

            “ Jeongmal? Kalau begitu tunggu lah dimeja makan. Aku akan segera membawakannya untukmu.”ujar Krystal. Lalu jiyeon pun menuruti perintah darinya itu, dan segera menunggu dimeja makan. Tak beberapa lama kemudian, krystal segera membawakan sepiring omelet untuk adiknya itu.

            “ Taraaaa, satu piring omelet ala chef Krystal jung~, ah salah ala chef Krystal Park.”

            “ Huwaaaa, sepertinya enak sekali ! “ujar Jiyeon dengan begitu semangat. “ Kajja eonni, kita makan bersama !”Jiyeon menambahi lagi. Kemudian Krystal segera duduk tepat didepan Jiyeon dan segera menyantap sarapannya itu.

            “ Aku makan..”ujar Jiyeon dan Krystal bersamaan.

            “ bagaimana ? apa rasanya enak ?”tanya Krysta, menunggu reaksi dari Jiyeon.

            “ Wah, mashittaa..”jawab Jiyeon.

            “ jeongmal ?”

            “ Ne eonni, benar-benar enak sekali. “

            “ Kalau begitu, cepat segera habiskan sarapanmu.”Krystal menyuruh, dan Jiyeon segera melahap sarapannya dengan begitu cepat. Tiba-tiba saat mereka sedang sarapan , Pelayan Han datang menghampiri Krystal.

            “ Krystal aghassi, ada teman anda yang datang menjemput.”ujar Pelayan Han memberitahu.

            “ Suruh dia untuk masuk saja.”jawab Krystal.

            “ Ne, aghassi.”ujar pelayan Han dan segera pergi menemui teman Krystal, dan tak lama kemudian.

            “ Annyeong haseyo.”

            “ Ah, Minho~ah..”

-Author pov end

– Jiyeon pov

            “Annyeong haseyo.”sapa seseorang, dan yang pasti itu adalah teman dari Krystal eonni. Aku tetap makan dan tidak menghiraukan sapaan dari temannya itu.

            “ Ah, Minho~ah.. ”sapa Krystal eonni. Dan mendengar kata ‘Minho’, membuat aku menjadi tersedak.

            Uhuk uhuk.

            Aku segera meraih gelasku, dan meneguk air tersebut dengan begitu cepat.

            “ Gwenchana, Jiyeon~ah?”tanya Krystal eonni yang nampak khawatir. Aku melihat Minho sunbae sudah duduk disebelahnya. Dia menatap kearahku, dengan cepat aku segera mengalihkan perhatianku.

            “ Gwenchana eonni, aku hanya tersedak saja.”jawabku dengan begitu malu nya.

            “Ah, lagi-lagi aku berbuat hal yang memalukan didepan Minho sunbae.”batinku.

            “ Minho~ah, kau mau sarapan?”tanya eonni kepada Minho, aku tetap fokus dengan makananku, sambil sesekali melihat kearah mereka berdua. Dan yah, mereka benar-benar pasangan yang serasi sekali. Membuat aku benar-benar iri.

            “ Ingat jiyeon, sunbae itu milik eonni mu !”umpatku dalam hati.

            “ Anio, aku sudah sarapan tadi.”jawab Minho sunbae.

            “ Jinjja?”

            “ Ne.”jawab nya lagi.

            “ Aku sudah selesai.”ujarku  sambil buru-buru untuk menghindar dari mereka berdua. “ Aku akan berangkat sekarang.”ujarku lagi.

            “ Bagaimana kalau kita berangkat bersama-sama saja?”Krystal eonni menawarkan.

            “ Berangkat bersama? A.. Anio, lebih baik aku berangkat duluan. kalian mengobrol lah lagi.”jawabku yang merasa tidak enak.

            “ Aigoo~, aku baru ingat kalau kau berangkat bersama namjachingumu itu !”ujarnya , dan aku nampak bingung mendengar ia mengatakan ‘namjachingu’.

            “ Mwo ? namjachingu ? anioo eonni, dia hanya seorang chingu.”jawabku dengan segera. Aku tidak ingin mereka salah paham dengan hubungan antara aku dan Seung ho.

            “ Jinjja ? aku pikir kalian sedang menjalin hubungan, iya kan Minho ?”kini Krystal eonni menanyai pendapat Minho sunbae, dan Minho sunbae hanya mengangguk .

            “ Mianhae, pasti kau merasa bising sekali yah? “tanya Krystal eonni yang mulai merasa aneh dengan sikap Minho sunbae yang hanya diam.

            “ Anio, aku hanya tidak ingin menganggu keakraban kalian.”jawab Minho sunbae sambil tersenyum kearah Krystal eonni.

            DEG !

 Appo .

Aku tidak sanggup untuk melihatnya lebih lama lagi.

            “ Aku akan berangkat duluan, annyeong ghi haseyo.”ujarku sambil menundukan badanku , kemudian aku segera berjalan menuju keluar rumah dengan begitu cepat .perasaanku benar-benar menjadi kacau melihat keakraban mereka berdua. Tidak seharusnya aku menyukai namja itu. Andwae ! andwae ! andwae !

            “ YA ! Park Jiyeon,kau ingin kubunuh ya ?! “teriak Seung ho ketika aku baru keluar dari rumah. “ Aku sudah lama menunggumu disini !”ia menambahi lagi.

            “ Mian..”hanya kata itu yang mampu keluar dari mulutku.

            “ Benar-benar deh, kau kira aku supirmu yang bisa menunggumu selama berjam-jam , huh ?”ujarnya lagi. Dan kali ini aku benar-benar telah menjadi emosi.

            “ Ya !! aku kan sudah minta maaf denganmu ! aku tau aku salah, tapi haruskah kau marah sampai seperti ini ?!”aku membentaknya. ” kalau kau merasa terbebani jika aku pulang pergi bersama mu, baiklah kau tidak perlu menjemput atau mengantarku lagi !” aku membentaknya lagi, kemudian aku segera pergi meninggalkannya dan berjalan menuju halte  yang tidak terlalu jauh dari rumahku. dan menunggu hingga Bis datang.

Aku benar-benar kesal dengannya! Apakah dia harus membentakku karena aku telah membuatnya lama menunggu ? tapi yah harus kuakui tidak seharusnya aku juga membentaknya seperti itu.Moodku sedang tidak baik, dan dia malah membentakku seperti itu.

-Jiyeon pov end

-Minho pov

            Seperti rutinitas ku di pagi hari, aku harus menjemput Krystal untuk berangkat sekolah bersama. Tapi kali ini berbeda, aku akan menjemputnya dirumah barunya itu. dan tentunya ada Jiyeon disana.

Tok tok tok. 

Aku mengetuk pintu rumah kediaman keluarga Park. Tak lama kemudian seorang yeoja paruh baya membukakan pintu untukku.

“ Annyeong haseyo.”sapaku kepada pelayan yang seingatku namanya adalah pelayan Han.

“ Annyeong haseyo.” Ia membalas sapaanku. “ Ada perlu apa ya ?”tanya pelayan itu dengan begitu sopan.

“ Saya ingin menjemput Krystal.”jawabku.

“chakkamanyo, akan saya panggilkan Krystal aghassi.”ujarnya seraya pergi untuk memberitahu Krystal. Tak lama kemudian, pelayan itu datang lagi.

“ Krystal aghassi sedang sarapan bersama Jiyeon aghassi, tuan silahkan masuk kedalam.”

“Ne.”jawabku sambil membuka sepatuku kemudian masuk kedalam rumah kediaman Park itu.

saat pertama kali masuk kedalam rumah itu, aku melihat foto keluarga yang sangat besar yang berada diruang tamu. Dan bisa dibibilang foto tersebut baru, karena sudah ada Krystal dan Hyorin ahjumma disana. Dan ketika kami melewati ruang keluarga, aku melihat foto Jiyeon yang terpajang diatas sebuah meja. Dan disebelah foto tersebut, ada foto Jiyeon bersama eommanya saat masih kecil. Bisa dibilang, Jiyeon benar-benar mirip sekali dengan wajah eomma nya.

“ silahkan tuan..”ujar pelayan Han ketika kami hampir diruang makan.

“ Kamsahamnida.”ujarku, lalu dia segera pergi. Dan kemudian aku segera melangkahkan kakiku untuk mendekat ke meja makan, dimana Krystal dan Jiyeon sedang sarapan bersama.

“ Annyeong haseyo..”sapaku.

            “ Ah, Minho~ah.. ”ujar Krystal. tiba-tiba Jiyeon menjadi tersedak ketika mendengar namaku.

Uhuk uhuk.

            Aku sedikit bingung melihatnya, tapi aku tetap tenang dan duduk disamping Krystal. Dia segera meraih gelasnya, dan minum dengan secepat mungkin.

            “ Gwenchana, Jiyeon~ah?”tanya Krystal yang kini menjadi khawatir.Aku menatapnya untuk melihat reaksinya terhadapku. Dia menyadari kalau sedang menatap kearahnya, dan kemudian dia segera mengalihkan pandangannya.

            “ Gwenchana eonni, aku hanya tersedak saja.”jawab Jiyeon..

            “ Minho~ah, kau mau sarapan?”Krystal menawariku.

            “ Anio, aku sudah sarapan tadi.”jawabku.

            “ Jeongmal ?”ia memastikan.

            “ Ne.”

            “ Aku sudah selesai.”ujar Jiyeon tiba-tiba setelah aku dan Krystal selesai berbicara.

 “ Aku akan berangkat sekarang.”ujarnya lagi , dan segera bangkit dari kursi yang ia duduki.

            “ Bagaimana kalau kita berangkat bersama-sama saja?”tanya Krystal yang menawari dongsaengnya itu.

            “ Berangkat bersama? A.. Anio, lebih baik aku berangkat duluan. kalian mengobrol lah lagi.”jawab Jiyeon. Dan aku sedikit bingung dengan perkataannya itu. apa dia merasa tidak enak kah ?

            “ Aigoo~, aku baru ingat kalau kau berangkat bersama namjachingumu itu !”ujar Krystal yang membuat aku teringat dengan namja namja yang selalu bersama dengan Jiyeon itu.

            “ Mwo ? namjachingu ? anioo eonni, dia hanya seorang chingu.”ujar Jiyeon yang segera mengklarifikasi, dan syukurlah kalau ternyata mereka berdua itu bukanlah sepasang kekasih seperti yang ku pikirkan sebelumnya.

            “ Jinjja ? aku pikir kalian sedang menjalin hubungan, iya kan Minho ?”tanya Krystal yang tiba-tiba bertanya padaku. Dan aku hanya mengangguk.

            “ Mianhae, pasti kau merasa bising sekali yah? “tanya Krystal padaku. Mungkin ia sedikit bingung melihat sikapku yang aneh. Padahal aku bersikap seperti ini karena merasa canggung.

            “ Anio, aku hanya tidak ingin menganggu keakraban kalian.”ujarku sambil memberikan senyum terbaikku padanya . aku tahu kalau aku telah berbohong. Tidak mungkin kan jika aku mengatakan padanya kalau aku merasa canggung dengan adiknya. Aku takut melukai Krystal. bagaimanapun juga, dua  kakak beradik ini sangat penting bagiku.

-Minho pov end

-Seung ho pov

            Bel sudah berbunyi, tapi Jiyeon belum datang juga. Dan ketika Jin guk saem masuk kekelas, Jiyeon masih belum datang juga. Ada dimana sebenarnya dia? Apa aku begitu kelewatan karena memarahinya ? tapi biasanya juga, walaupun aku memarahinya, dia tidak akan marah dengan perlakuanku itu.

Aish~, dimana sebenarnya kau, park Jiyeon ?

Tok tok tok.

Jgrek. *suara pintu terbuka*

Pintu kelas terbuka dengan perlahan, dan aku melihat Jiyeon yang ada didepan pintu itu. dia masuk kedalam, dan rambutnya terlihat agak sedikit berantakan.

“ Mianhae, saem..”ujarnya dengan nafas yang tersengal-sengal karena lari .

“ Mengapa kau terlambat, huh ? kau tau kan kelas kita mulai pukul 07.00 , dan tahukah kau sekarang jam berapa ? Jam 07.10, dan itu tandanya kau sudah telat selama 10 menit , Park Jiyeon.”ujar Jin Guk saem yang sangat suka sekali dengan kedisiplinan.

“ Mianhae saem..”ucap Jiyeon dengan pelan.

“cepatlah duduk .”ujar Jin guk saem yang telah mengijinkan Jiyeon untuk duduk.

“ Kamsahamnida.”

“ Ingat, lain kali kalau kau terlambat lagi, aku tidak aku mengijinkanmu untuk masuk dikelasku.”

“ Ne.”jawab Jiyeon, lalu segera duduk disebelah Ji eun. Aku memperhatikannya , dan dia benar-benar telah mengacuhkanku.

~Sepulang sekolah~

Ketika bel tanda pelajaran selesai, Jiyeon segera keluar kelas bersama Ji eun. Aku segera menyusul mereka berdua.

“ Jiyeon~ah..”aku memanggilnya. Dan dia tidak meresponku sama sekali, dan tetap pergi bersama Ji eun.

Aku memutuskan untuk menunggunya didalam rumah. Aku sangat kenal sekali dengan keluarga Park dan juga pelayan Han, jadi dia mengijinkanku untuk menunggu didalam kamar Jiyeon. Aku sering bermain dengan jiyeon didalam kamarnya, dan kami tak pernah melakukan sesuatu yang tidak semestinya. Dan aku sebagai namja, tidak ingin melakukan sesuatu hal yang tidak seharusnya dilakukan dengan yeoja yang ku cintai ini. Ya, dari dulu aku telah mencintai Jiyeon. Dan aku akan berusaha keras untuk melindunginya.

Setelah 30 menit lamanya aku menunggu, aku mendengar suara Jiyeon yang baru saja sampai dirumah. Aku telah memberitahu Pelayan Han, untuk tidak memberitahu nya kalau aku ada didalam kamarnya. Aku rasa ini cara yang tepat untuk minta maaf dengannya.

Semakin lama langkah kaki Jiyeon semakin terdengar sangat dekat. Dan akhirnya dia sudah berada didepan pintu kamarnya, dan membukanya tanpa mengetahui keberadaanku. Dia masuk kedalam kamarnya, dan begitu kaget melihatku.

“ Neo~”ujarnya. “ apa yang kau lakukan disini, huh ?!” tanyanya dengan nada yang begitu ketus. Aku tahu kalau dia masih marah padaku.

“ Jiyeon.. , aku benar-benar minta maaf. Aku tahu kalau aku telah berbuat salah. Aku membentakmu tanpa memikirkan perasaanmu..”ujarku dengan begitu tulus.

“ Aku tidak butuh permintaan maafmu itu !”Jiyeon membentakku.

DEG !!

Rasanya sakit sekali ketika ia membentakku seperti itu. tapi ini semua salahku, dan aku harus menerimanya.

“ Karena ini semua salahku.”

-Seung ho pov end

-Jiyeon pov

            “ Aku tidak butuh permintaan maafmu itu !”aku membentaknya. Seketika dia langsung terdiam mendengar aku membentakknya .  air mataku mengalir secara perlahan. Aku merasa begitu lelah dengan hari yang kulalui hari ini.

            “ Karena ini semua salahku.”ucapku dengan pelan. Dia mendongak kearahku. Dan begitu kaget meliahatku yang menangis. Dia mendekat kearahku.

            “ Jangan menangis Jiyeon~ah, aku tau aku benar-benar telah menyakitimu. Mianhae, jeongmal mianhae..”ujarnya dengan begitu tulus. Aku memukul kepalanya dengan pelan.

            “ Babo! Ini semua bukan salahmu.”ujarku, dan kini dia benar-benar menjadi begitu bingung. Aku kembali menangis, dan dia segera mendekapku.

            “ Wae ? mengapa menangis ? “tanya Seung ho yang nampak kebingungan.

            “ Bogoshippeosso uri eomma , hiks hiks ..”isakku.

            “ Karena itukah kau menangis ? “tanyanya, dan aku mengangguk. Aku berbohong.

            “ Aigoo~, karena itu kau menangis. Sudahlah, jangan menangis Jiyeon~ah, kau tidak ingin membuat eomma mu sedihkan?”tanyanya sambil menatapku. Aku mengangguk.

            “ Karena itulah, hapus air matamu, dan kembalilah tersenyum..”ujarnya sambil mengusap air mata ku.

            “ Buatlah eomma mu bangga, Jiyeon~ah..”dia menyemangatiku.

            “ Gomawo Seung ho~ah, dan Mianhae telah membentakmu. “ujarku merasa bersalah.

            “ Gwenchana Jiyeon~ah, bukan sepenuhnya kesalahanmu .”ujarny sambil tersenyum padaku. Dan aku membalas senyumannya itu.

            Mianhae Seung ho ~ah, jika aku lagi-lagi berbohong. Aku tidak bisa mengatakannya padamu.

-Jiyeon pov end

Tbc… bagaimanakah kelanjutan nya? Apakah Jiyeon akan merelakan Minho untuk Krystal, ataukah dia akan memilih untuk tetap bertahan ?

Gomawo yang udah baca FF gaje ini, dan jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian yaaah ^^

28 thoughts on “I love you, but i can’t .. / part 3

  1. waw smakin seru, berharap jiyeon bsa sama minho, tp ntar seungho kasian
    klo gtu biar seungho sama aku aja haha,
    cepet d lanjutin yah, ga sabar nii hehe

  2. Bnernya minho tuch spanya krystal sich??
    Tpi kyaknya minho ska dech ma jiyeon’,

    cptan ya cingu part 4_ny q g sbar tau klanjutan_ny…
    Mdah”an jach jdi minji bkan minstal/seungji..hee
    cptan ya!!🙂

  3. Episode Kelanjutannya mana nih Chingu😀
    dah mnunggu lama nih ( ga sabaran ) ..

    Park ji yeon – Rolling
    Park ji yeon – Little by little

  4. perasaan jiyeon benar2 tersiksa nie,seung ho kasian mencintai temannya tp gk dapat balasan,ditunggu part selanjutnya

  5. sekali baca aku ketagihan, pengen cepet cepet part 4😉
    oh, iya salam kenal juga
    lanjutkan lagi imajinasinya coba pas krystal pov belum di perlihatkan dia suka sama siapa hehe🙂 makasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s