chapter · fanfiction · PG 16 · Romance · Sad

My Life / part 10.2 ( ENDING )


 

 Author: Shafira Yesung’Elf

Kategori: Chapter

Genre: Romance, Sad

Cast:  Park Jiyeon

Choi Minho

            Park Sang Hyun/ Thunder

 

Annyeong all ^^

Pasti sudah lama banget nunggu kelanjutan ff ini yah ?

Maaf yah, soalnya modemku ilang, jadi baru sempet untuk post ff. Dan untungnya modemnya udah ketemu sekarang😀

Oke deh langsung aja ya… Happy Reading ^^

-Jiyeon pov

            Selama perjalanan menuju kerumah, aku tidak bersuara sama sekali. Aku benar-benar bingung sekarang. aku tidak tahu harus berbuat apa. dan air mata ini, tidak henti-hentinya mengalir dari pelupuk mataku. aku lelah. Lelah dengan semua penderitaan yang terus-terusan aku dapatkan.

            tidak ada satu orang kah yang peduli terhadapku, umm ?

apa benar aku adalah orang pembawa sial ? bahkan kakak kandungku sendiri, mengatakan seperti itu.Jadi apa yang sebenarnya harus aku lakukan ? tidak pantaskah aku untuk hidup didunia ini ?

” Gwenchanayo ?”suara Thunder membuyarkan lamunanku, aku menatap kearahnya yang sedang melihatku kearahku sekilas sambil tetap fokus menyetir.

            ” Umm..”jawabku, pelan.

” Adakah suatu tempat yang ingin kau kunjungi ?”tanyanya. ” aku akan mengantarmu.”ia menambahi.

Aku menggeleng pelan , ” Anio, aku tidak ingin kemana-mana.” jawabku. ” Aku hanya ingin pulang.”jawabku lagi.

kemudian aku menyenderkan kepalaku, dan memejamkan mataku untuk sedikit menghilangkan rasa lelah dan penat yang aku rasakan.

 

-Jiyeon pov end

 

-thunder pov

 

            Saat kami sedang dalam perjalanan pulang, Jiyeon benar-benar diam .  aku sama sekali tidak mendengar suaranya semenjak dari pemakaman.

            Aku benar-benar bodoh. yang bisa aku lakukan hanyalah diam, melihat yeoja yang ku suka menjadi seperti ini. Aku tidak bisa berbuat apa-apa, yang hanya bisa kulakukan adalah berusaha untuk selalu menemaninya .

            mengapa namja itu harus pergi disaat seperti ini ?

” Gwenchanayo ?”tanyaku pada Jiyeon. dia menatap kearahku, dan kemudian menatap lurus kedepan.

” Umm . “jawabnya dengan begitu pelan.

” Adakah suatu tempat yang ingin kau kunjungi ?”tanyaku. siapa tahu dengan mengajaknya ke suatu tempat yang ia inginkan, akan membuat nya menjadi lebih baik.

” Aku akan mengantarmu.” lanjutku lagi.Namun dia menggeleng pelan yang menandakan dia tidak ingin kemana pun.

            ” Anio, aku tidak ingin kemana-mana.”jawabnya. ” aku hanya ingin pulang.”jawabnya lagi. aku terdiam. aku tidak tahu harus berkata apa lagi.

AKu melirik kearahnya sekilas, dan ku lihat dia telah menyenderkan kepalanya dan memejamkan matanya. sesekali aku memandangi wajahnya yang tertidur itu. Begitu tenang. tapi tetap saja dia terlihat begitu sedih. bahkan terdapat lingkaran hitam dibawah matanya itu.

Sesampainya dirumah, Jiyeon langsung berjalan menuju kekamarnya tanpa bersuara sedikit pun . aku hanya bisa memandanginya dengan iba sekaligus sedih. dia benar-benar bukan seperti jiyeon yang kukenal.

            ” Astaga, Minho saem, tidak seharusnya kau meninggalkan dia seperti ini.”batinku.

 

-Thunder pov end

 

-Author pov

           

            Sudah berjam-jam lamanya Jiyeon berada didalam kamarnya. ia sama sekali tidak keluar.  yang ia lakukan hanya menangis. dan saat makan siang pun, ia sama sekali tidak makan, padahal Thunder sudah mengajaknya untuk makan, tapi tidak ada jawaban dari dalam kamar tersebut.

 

            ” Jiyeon~ah..”panggil Thunder dari luar kamar Jiyeon.

” ….”  diam, sama sekali tidak ada jawaban dari dalam kamar itu.          

” Keluarlah, dan nikmati udara sore hari yang sangat menyegarkan ini.”ajak Thunder. tapi lagi-lagi tidak ada jawaban.

            ” Baiklah kalau kau tidak ingin, aku akan jalan-jalan sendiri saja.”ujar Thunder lalu segera pergi dari depan kamar Jiyeon.

Namun pikiran buruk tetap saja menghantui pikiran Thunder. Dia benar-benar bingung apa yang sedang Jiyeon lakukan didalam kamar. tidak ada suara sama sekali didalam kamarnya, benar-benar sepi.

            ” Jiyeon~ah..”ujar Thunder yang kembali lagi datang dan mengetuk pintu kamar Jiyeon.

            Tok tok tok.

” Buka pintu nya Jiyeon !”Thunder benar-benar khawatir sekaligus takut. benar-benar takut sesuatu yang buruk terjadi pada Jiyeon.

” Jebal Jiyeon , buka pintu nya!”Thunder memohon, dan kali ini dia mengetok pintu lebih keras dari sebelumnya.

” Jiyeon~ah, buka pintu nya !!” kini dia benar-benar putus asa sekali. sudah beberapa kali dia memanggil dan mengetuk, tapi semua nya sia-sia. tiba-tiba pintu kamar Jiyeon terbuka . perlahan Thunder melihat wajah Jiyeon dibalik pintu , wajah Jiyeon benar-benar tidak bersemangat sekali. Tapi ada perasaan lega saat melihat wajahnya nya itu. lalu dia segera memeluk Jiyeon, dan membuat Jiyeon bingung.

“ W… wae ?”tanya Jiyeon, bingung.

“ Syukurlah kau tidak apa-apa. Aku benar-benar takut sekali, Jiyeon~ah..”ujar Thunder dengan begitu senangnya.

“ aku terus mengetuk kamarmu, tapi kau tidak kunjung keluar. Aku benar-benar seperti orang bodoh.”lanjut Thunder sambil terus memeluk Jiyeon dengan begitu erat.

“ Mianhae, aku ketiduran..”jawab Jiyeon , menyesal.

“ Apa perasaanmu lebih baik sekarang ?”tanya Thunder sambil melepaskan pelukannya dan menatap kearah Jiyeon.

“ Umm, lebih baik.”jawab Jiyeon sambil tersenyum getir.

“ Jinjja ?”tanya Thunder lagi, kemudian Jiyeon mengangguk menjawab  pertanyaan dari Thunder.

“ Jiyeon~ah..”panggil Thunder.

“ Umm ?”

“ Bagaimana kalau kita jalan-jalan ?”tanya Thunder, namun Jiyeon tidak menjawab. Tanpa menunggu jawaban dari Jiyeon, Thunder langsung menarik tangan Jiyeon.

“ Y..Ya!”ujar Jiyeon yang berusah untuk menolak, tapi Thunder terus menarik tangannya dan mengajaknya pergi.

“ Baiklah, baiklah kita pergi. Tapi lepaskan tanganku dulu.”ujar Jiyeon yang akhirnya mengalah. Dan kemudian Thunder melepaskan genggaman tangannya itu.

“ Kajja, kita pergi !”ujar Thunder dengan bersemangat.

 

-Author pov end

 

-Jiyeon pov

            “ Kajja kita pergi !”ujar Thunder dengan begitu semangatnya. Sejujurnya aku sama sekali tidak ingin jalan-jalan sore. Tapi, Thunder memaksa. Dan benar-benar kekanak-kanakan sekali. Jadi terpaksa aku harus menyetujui nya.

            “ Kita mau kemana ?”tanyaku yang akhirnya mulai bersuara.

            “ Ke taman didekat sana, tidak terlalu jauh kok.”jawab Thunder, lalu aku kembali diam dan tidak bersuara.

            Lalu sesampainya ditaman, aku dan Thunder duduk disebuah bangku yang dikelilingi bunga-bunga yang begitu indah. Kami duduk sambil memandagi pemandangan disekeliling kami.

            “chakkamanyo, aku akan pergi sebentar. Kau tunggu aku disini dulu.”ujarnya, dan lagi-lagi aku terpaksa menurutinya. Aku memandanginya yang berlari pergi meninggalkanku yang semakin lama semakin tidak terlihat.

            Aku termenung memandagi bunga-bunga yang ada disekitarku. Kembali membuatku memikirkan tentang Minho oppa. Memikirkan apa yang sedang ia lakukan di atas sana ? Dan apakah mungkin ia sudah bertemu dengan eomma dan appa di atas sana? Entahlah, aku hanya bisa bertanya-tanya tanpa tahu jawaban yang bisa aku dapatkan.

            “ Jiyeon~ah..”tiba-tiba suara Thunder menyadarkanku. Dan aku mendapati Thunder yang sudah duduk disampingku. Lalu aku melihat dua buah es krim ditangannya.

            “ Makanlah selagi es nya belum mencair.”ujarnya , sambil memberikan satu es krim strawberry. Aku mengambilnya, dan terus menatap es krim itu, sedangkan dia, sudah  memakan es krim nya.

            Air mataku kembali menetes melihat es krim yang aku pegang itu. aku ingat disaat hari pertamaku jadian dengan Minho oppa, dia membelikanku sebuah es krim. Kenapa begitu banyak kenangan yang selalu membuatku teringat akan sesosok Minho oppa ?

            “ Wae geurae, Jiyeon ?  kenapa menangis?”tanya Thunder yang menyadari kalau aku menangis.

            “ Mianhae Thunder. Aku hanya teringat dengan Minho oppa.”jawabku sambil terisak. “ waktu itu dia membelikanku es krim saat dihari pertama kami jadian.”jawabku lagi sambil tersenyum sedih mengingat kenangan manis itu. lalu aku mulai memakan es krim yang sudah mulai mencair sedikit sambil terus menangis.

            “ Jiyeon~ah, dengarkan aku baik-baik.”ujar Thunder sambil menatapku dengan begitu serius. “ Kau harus kuat , Jiyeon. jangan buat suasana hatimu sedih terus-menerus seperti ini. Masih banyak hal yang harus kau hadapi didunia ini, dan walaupun Minho saem tidak ada disampingmu..”ujarnya sambil menghela nafas . “ Masih ada aku yang akan menemanimu.”lanjutnya lagi.

 

-Jiyeon pov end

 

~Keesokan harinya ~

 

-author pov

            Walaupun masih diselimuti dengan perasaan duka yang mendalam, Jiyeon harus tetap datang ke kampus, dan menjalani kewajibannya sebagai seorang mahasiswi . hari ini dia berangkat kuliah bersama dengan Thunder. Sama seperti kemarin, tidak ada senyum yang terpancar dari wajahnya yang selalu ceria itu.

            Ketika Jiyeon dan Thunder sedang berjalan menuju kekelas mereka, terdengar beberapa cemohan dari beberapa anak sambil memandang Jiyeon dengan tatapan yang begitu sinis. Jiyeon hanya menunduk, menahan air mata nya agak tidak menetes.

            “ Aku harap dia yang mati, bukan Minho saem !” dengus salah seorang yeoja.

            “ Berani sekali dia menginjakan kakinya disini lagi ! “

            Dengan cepat, Thunder segera menggenggam tangan Jiyeon, dan membawa Jiyeon untuk segera kekelas, agar tidak terus-terusan mendengar hinaan tentang dirinya.

            “ Jangan dengarkan apa yang mereka katakan, Jiyeon.”ujar Thunder yang terus mengenggam tangan Jiyeon dengan begitu erat dan terus berjalan menuju kelas. Sesampainya dikelas, seketika kelas menjadi sunyi saat Jiyeon masuk. Dan semua pandangan tertuju kearah Jiyeon. lagi-lagi cemohan dari beberapa anak mulai terdengar. Membuat kuping rasanya begitu panas.

            “ Aish~, untuk apa dia datang? Tidak tahu malu sekali.”ujar salah seorang .

            “ Aku tidak mau dekat-dekat dengannya, dari pada aku kena sial !”

            “ YA ! Apa-apaan kalian ini ! “ tiba-tiba saja Thunder membentak , dan membuat suasana kelas menjadi begitu tercengang.

            “ Kenapa kalian malah menyalahkan Jiyeon atas meninggalnya Minho saem ?! Jiyeon adalah teman sekelas kita ! Kenapa kalian begitu tega mencemoh dia seperti itu, huh ?!!”bentak Thunder, yang kini benar-benar menjadi emosi, dan tidak bisa hanya tinggal diam melihat Jiyeon terus-terusan dicemoh seperti itu.

            “ Sudahlah Thunder~ah, biarkan saja. Aku baik-baik saja.”ujar Jiyeon yang kini baru mengeluarkan suaranya.

            “ Kau bilang baik-baik saja setelah mereka mengataimu seperti itu , huh! “

            “cukup Thunder~ah! Jangan membuatku menjadi malu seperti ini !!”kini Jiyeon malah membentak Thunder. Dia marah. Benar-benar marah dengan Thunder.

            “ Membuatmu malu ? jadi kau pikir apa yang telah ku lakukan ini telah membuatmu malu, Jiyeon ? benar-benar deh, sikap egoismu itu terkadang benar-benar membuatku kesal, Jiyeon ! “ ujar Thunder yang kini menjadi kesal. “ Terserah kau saja. Aku tidak mau peduli.”lanjutnya lagi, dan kemudian pergi meninggalkan Jiyeon .

-Author pov

 

-Jiyeon pov

            Thunder menggenggam tanganku, dan segera membawaku menuju kekelas. Sejujurnya aku benar-benar malu sekali. Dan ditambah lagi, aku takut. Aku takut dengan perlakuan mereka yang memandangku dengan tatapan yang begitu sinis. Apa aku benar-benar telah melakukan kesalahan yang begitu parah, umm ?

            “ Jangan dengarkan apa yang mereka katakan, Jiyeon.”kata-kata yang diucapkan Thunder, seolah-olah menjadi penyemangatku.  Dan membuatku tetap berani untuk melangkahkan kakiku masuk kedalam kelas. Tapi suasana tiba-tiba saja menjadi sunyi. Dan seluruh pandangan anak-anak mengarah padaku. Dan membuatku kembali menjadi takut melihat tatapan mereka yang sangat tidak ramah itu.

            “ Aish~, untuk apa dia datang? Tidak tahu malu sekali.”aku mendengar salah seorang mengatakan kata-kata yagn sangat menyakitkan itu.

            “ Aku tidak mau dekat-dekat dengannya, dari pada aku kena sial !”tutur salah seorang lainnya. Tapi itu hanya beberapa yang kudengar. Dan itu benar-benar menyakitkan sekali mendengarnya.

            “ YA ! Apa-apaan kalian ini ! “ tiba-tiba saja Thunder membentak , dan membuat suasana dikelas menjadi begitu tercengang.

            “ Kenapa kalian malah menyalahkan Jiyeon atas meninggalnya Minho saem ?! Jiyeon adalah teman sekelas kita ! Kenapa kalian begitu tega mencemoh dia seperti itu, huh ?!!”bentak Thunder, dan membuat suasana kelas menjadi tidak bersahabat sama sekali. Aku benar-benar bingung sekarang.

            “ Sudahlah Thunder~ah, biarkan saja. Aku baik-baik saja.”ujarkua yang baru mengeluarkan suaraku. Aku tahu, suaraku pasti terdengar parau sekali.

            “ Kau bilang baik-baik saja setelah mereka mengataimu seperti itu , huh! “sindir Thunder. Entah mengapa aku menjadi emosi melihatnya. Aku tidak suka dia bersikap seperti ini. Aku malu, benar-benar malu ! kenapa ia malah membentak seperti itu untuk membelaku ?aku tidak mau semua orang berpikiran yang tidak-tidak tentang dirinya . cukup Minho saem saja yang kena imbasnya karena aku, aku tidak ingin membuat orang lain ikut karena masalah ini.

            “cukup Thunder~ah! Jangan membuatku menjadi malu seperti ini !!”kini aku membentak Thunder. Dan membuat dia terdiam melihatku yang membentaknya.

            “ Membuatmu malu ? jadi kau pikir apa yang telah ku lakukan ini telah membuatmu malu, Jiyeon ? benar-benar deh, sikap egoismu itu terkadang benar-benar membuatku kesal, Jiyeon ! “ ujar Thunder . “ Terserah kau saja. Aku tidak mau peduli.”lanjutnya lagi, dan kemudian pergi meninggalkan ku yang masih terdiam.

            Selama pelajaran berlangsung , aku sama sekali tidak fokus. Berkali-kali aku mencoba untuk serius memperhatikan, tapi tetap saja gagal. Dan ketika kelas berakhir, aku segera pergi menuju ruangan Minho saem. Didalam ruangan itu, tidak ada siapa-siapa. Hanya ada aku saja.

            Aku berjalan mendekati piano hitam yang sering Minho saem mainkan, dan duduk tepat didepan Piano itu. memandangi setiap tuts yang berwarna putih dan hitam itu. mendentingkan salah satu tuts hingga mengeluarkan dentingan suara.

            Ting.

            Buliran air mata lagi-lagi menetes dari pelupuk mataku yang semakin lama semakin sembab. Entah sudah berapa kalinya aku meneteskan air mataku dalam beberapa hari ini. Terlalu lemah , dan begitu menjijikan ! itulah yang sangat pantas digambarkan tentang aku!

            “ Oppa, jeongmal mianhae…”rintihku sambil tetap menangis terisak-isak.

-Jiyeon pov end

 

-Author pov

            Saat Jiyeon sedang sendirian didalam ruangan Minho saem, tanpa Jiyeon sadari beberapa orang  masuk secara diam-diam kedalam ruangan itu. tiba-tiba suara benda jatuh terdengar, dan membuat Jiyeon tersontak kaget, dan menoleh kebelakang. Dan pada saat ia membalikkan badannya, tiba-tiba saja seseorang menyiramnya dengan se ember air.

            Jiyeon mencoba untuk berdiri dengan kondisi baju yang sudah sangat basah. Dia menatap 3 orang yeoja yang telah menjahilinya itu. menatap mereka dengan pandangan yang begitu jijik, sedangkan tiga orang yeoja itu begitu tertawa riang melihat Jiyeon yang berhasil mereka kerjai.

            “ Ya!! Park Jiyeon !”tiba-tiba seorang dari mereka bertiga menarik paksa rambut Jiyeon . Jiyeon merasa sakit sekali, tetapi dia tetap menahan rasa sakit itu dan tetap menatap dingin mereka.

            “ kau tahu tidak, semua orang di kampus ini sudah tahu kalau kau adalah seorang PEMBUNUH !”bentak yeoja itu sambil menekankan kata ‘pembunuh ‘ , lalu mendorong tubuh Jiyeon hingga tersungkur ke lantai. Setelah mendorongnya, yeoja itu kembali menjambak rambut Jiyeon, dan dua orang yeoja lainnya mengangkat paksa Jiyeon untuk berdiri.

            “ Benar-benar yeoja penurut sekali kau ! pantas saja dua orang namja sekaligus berhasil kau dapatkan. “ujar yeoja itu.

“Tapi Sayangnya,  satu dari mereka harus meninggalkanmu, karena kebodohanmu itu , Park Jiyeon !!”bentak yeoja itu, sambil melepaskan jambakannya dengan begitu kasar. Jiyeon hanya tersenyum sinis melihat tingkah tiga orang yeoja itu.

            PLAKK !!! tiba-tiba saja yeoja itu menampar pipi Jiyeon dengan begitu keras.

            “ Dasar kau yeoja MURAHAN !!” bentaknya, dan kemudian mendorong Jiyeon hingga kembali tersungkur ke lantai.

            “ Kajja, kita pergi ! benar-benar muak sekali melihat yeoja ini !!”ujar yeoja itu lalu segera mengajak dua temannya itu untuk meninggalkan ruangan Minho saem .

 

-Author pov end

 

-Thunder pov

            Sudah pukul 15.00 , tapi Jiyeon belum juga pulang. Seharusnya Jiyeon sudah sampai dari jam 13.oo . tapi sampai sekarang aku belum melihatnya.

            Khawatir ? tentu saja ! bahkan sekarang , aku benar-benar tidak bisa berpikir yang logis ! aku terus-terusan mondar-mandir didepan kamarnya, berharap tiba-tiba dia akan keluar dari kamarnya. Walaupun aku tahu itu sangat tidak masuk akal sekali ! tapi apa salahnya untuk berharap ?

            Aku benar-benar bodoh dengan perbuatanku tadi pagi. Aku meninggalkannya begitu saja ! dan sekarang, aku seperti orang bodoh ! untuk bertemu dengannya saja, aku menjadi ketakutan sekali sekarang. Aku takut jika dia akan marah padaku.

            Aku tahu sikapku tadi pagi benar-benar sangat keterlaluan. Aku mengatainya egois, padahal jelas-jelas aku yang egois ! Aku seperti itu karena aku kesal . aku kesal karena dia hanya diam dan menurut disaat orang-orang mengatainya yang tidak-tidak! Dan akhirnya aku malah tidak bisa menahan emosiku,dan malah meninggalkannya sendirian seperti tadi.

            “ Aish~ sebenarnya kemana sih dia ?”racauku  sambil mengacak-ngacak  rambutku. Lalu tiba-tiba aku melihat pelayan Han berlari kearahku, dia terlihat kaget sekali.

            “ Tuan, aghassi Jiyeon sudah pulang.”ujar pelayan Han memberitahuku.

            “ jeongmal ? dimana dia sekarang?”tanyaku segera. Lalu aku melihat Jiyeon dan Joo yang baru saja masuk kedalam rumah . aku segera berjalan menghampiri mereka. Dan betapa kagetnya aku melihat Jiyeon ! rambutnya berantakan, bajunya basah dan dibagian ujung bibirnya berdarah. Dia benar-benar terlihat kacau sekali.

            “ J..Jiyeon..”ujarku yang terbata-bata karena begitu kaget. Dia menatapku sekilas, sebelum akhirnya masuk kedalam kamarnya. Aku membiarkannya pergi, dan kemudian menatap kearah Joo.

            “ Kita bicara di taman saja.”ujarku kepada Joo, dan kami berjalan menuju taman yang berada di halaman belakang rumahku. aku duduk dikursi yang berada dipinggir kolam ikan, begitu juga dengan Joo.

            “ Apa yang sebenarnya terjadi ?Kenapa dia bisa jadi seperti itu Joo ?”tanyaku yang kini benar-benar khawatir sekali.

            “ Tenangkan dirimu dulu Thunder~ah. Jangan membuat dirimu menjadi panik seperti itu .”ujar Joo .

            “ Bagaimana aku tidak bisa panik, tadi pagi dia berangkat bersama ku tanpa luka sedikit pun, dan sore nya, penampilannya menjadi kacau seperti itu ! bahkan ia terluka !”jawabku segera. Dan sekarang aku benar-benar merasa bersalah sekali.

            “ Arra, arra. Sebenarnya kau mau aku ceritakan atau tidak sih ? kalau kau seperti itu bagaimana aku menceritakannya !”ujar Joo yang sedikit kesal dengan sikap Thunder.

            “ Baiklah, mianhae. Sekarang tolong ceritakan padaku.”ujarku yang akhirnya mengalah dan berusaha menenangkan diriku.

            “ jadi saat pulang, aku mencari-cari Jiyeon, tapi aku tidak bisa menemukannya dikelas. Jadi aku berusaha mencarinya di ruangan Minho saem. Aku rasa dia pasti kesana. “ujar Joo. “ lalu saat aku sedang  jalan menuju ruangan Minho saem, aku berpapasan dengan 3 orang yeoja . mereka tertawa dengan begitu riangnya sambil membawa sebuah ember. “lanjut Joo lagi.

            “ Firasatku tidak enak, dan aku segera berlari menuju ruangan Minho saem. Dan ternyata benar dugaanku, aku melihat Jiyeon yang duduk dilantai. Dia menangis, bajunya basah dan kondisinya benar-benar kacau sekali. “ujar Joo yang benar-benar merasa shock sekali.

            “ Aku mendekatinya, dan menanyakan apa yang terjadi padanya.  Tapi dia tidak menjawab dan hanya menangis. Dan dia terus-terusan menyebut nama Minho saem.”aku terdiam mendengar  cerita Joo. Rasanya tubuhku benar-benar menjadi lemas seketika. Aliran darahku rasanya mengalir dengan begitu cepat.

            “seharusnya aku menjaganya, tapi aku malah membuatnya terluka seperti ini.”

            “ Anio, jangan salahkan dirimu seperti itu, Thunder~ah. Kau sudah berusaha, yang penting kau harus terus menemani dan menjaga orang yang kau cintai itu.”

 

-Thunder pov end

 

3 bulan kemudian…

 

-Jiyeon pov

            Sudah 3 bulan lamanya, Minho oppa telah pergi. Dan tepat hari ini, adalah peringatan 3bulan  kematiannya. Tanpa ditemani Thunder, aku pergi untuk membeli berbagai barang untuk perayaan kematiannya ( kayak di korea gitu lho, yang bawa makanan ke makam) .

            Thunder bilang, dia ada urusan dengan Joo, jadi dia tidak bisa menemaniku. Yah sejujurnya aku sedikit cemburu, padahal biasanya dia sering mengantarku. Tapi kali ini dia benar-benar tidak bisa mengantarku.

            Kami pacaran ? Anio, hubungan aku dan dia masih sama seperti dulu. Kami memang dekat, tapi yah hanya sebatas seorang teman. Sejujurnya aku sangat terharu dengan perhatian dia selama ini, terutama disaat masa-masa aku kehilangan Minho saem, dia yang selalu menghiburku dan menemaniku. Aku tidak tahu apa dia masih memiliki rasa terhadapku, tapi aku harap kalau dia masih memeliki perasaan itu. Karena aku juga ingin membalas perasaannya itu.

            Setealah selesai untuk membeli barang-barang yang aku perlukan, aku segera pergi menuju makam Minho saem yang tidak terlalu jauh dari kota Seoul. Hanya butuh waktu 30menit untuk pergi kesana.

            Sesampainya disana, aku segera menyiapkan tikar yang aku bawa dari rumah, dan menaruhnya tepat didepan makam Minho saem, sekaligus dengan makanan yang aku bawa.

            Setelah selesai dengan semua persiapan, aku segera berdoa untuk Minho oppa. Berdoa agar Minho oppa selalu baik-baik disana. Dan aku harap dia bisa bertemu dengan kedua orang tuaku diatas sana.

            “ Oppa..”ucapku sambil menatap foto Minho oppa yang ada didekat makamnya itu.

            “ Bagaimana kabarmu disana ? Aku harap kau baik-baik saja disana.”ujarku Lagi.

            “ Apa kau tahu, aku benar-benar sangat merindukanmu. Tapi kau tenang saja, saat ini aku benar-benar sangat baik sekali. Dan kau tak perlu cemas, karena ada Thunder yang selalu menemaniku.”

            “ Minho oppa, apakah aku boleh menyukai namja lain?”tanyaku, tapi suara disekitarku benar-benar hening.

            “ Aku tidak bermaksud untuk menggantikan mu dengan namja lain, tapi ….”aku terdiam.

            “ Aku menyukainya oppa.”lanjutku.

            “ Mianhae oppa, aku malah berkata seperti ini dihari peringatanmu.

            “ Tapi aku sudah tidak bisa membohongi perasaanku lagi. Aku benar-benar mencintainya oppa, mianhae..”ujarku. “ tapi sampai kapan pun aku tidak akan pernah menggantikan posisimu dihatiku, oppa. karena tidak ada yang bisa menggantikan posisimu itu. “lanjutku lagi.

            “ Jiyeon~ah..”aku tertegun mendengar sesedorang memanggil namaku. Suara yang tidak lagi asing aku dengar. Aku membalikkan badanku, dan mendapati Thunder yang sudah berdiri dibelakangku sambil membawa sebuah buket bunga mawar putih.

            “Thunder~ah..”ujarku kaget. “ K..kenapa kau bisa ada disini ? bukankah kau…”belum sempat aku menyelesaikan kata-kataku, tapi dia telah memotongnya.

            “ Bersama Joo ?”tanyanya, lalu aku mengangguk dan kemudian menunggunya untuk menjawab.

            “ Tadi aku memang bersama Joo untuk membantuku membeli bunga ini.”jawabnya sambil menunjuk kearah bunga yang ia pegang itu.

            “ lalu setelah selesai, aku langsung kesini untuk menyusulmu.”lanjutnya lagi. Lalu Thunder meletakan bunga yang ia bawa didepan makam Minho, dan kemudian duduk disamping ku.

            “ Minho saem..”ujar Thunder sambil memandang makam Minho dengan begitu serius.

            “ Aku disini ingin mengatakan sesuatu padamu.”lanjutnya lagi. Aku hanya menatapnya dengan bingung. Tidak tahu apa yang ia akan lakukan. Tapi tiba-tiba saja dia menggenggam tanganku.

            “ Aku ingin Jiyeon menjadi kekasihku. “ujarnya, dan seketika membuatku benar-benar menjadi begitu kaget.

            “ Aku benar-benar mencintainya, dan akan terus melindunginya sampai maut menjemputku.”lanjtnya lagi. Lalu aku segera melepaskan genggaman tangannya itu. dia menatapku.

            “ Wae geurae Jiyeon ?”tanya Thunder .

            “ Kau selalu mengatakan kalau kau mencintaiku, tapi kau tidak pernah bertanya sedikit pun tentang perasaanku padamu !”ujarku sambil memasang wajah kesal.

            “ Baiklah, baiklah aku akan bertanya padamu.”jawab Thunder yang akhirnya mengalah. Kemudian dia menatap Jiyeon dengan begitu lekat.

            “ Jiyeon~ah, apa kau mencintaiku ?”tanya Thunder sambil menggenggam kedua tangan ku, dan menatap lurus kearahku. Aku terdiam sejenak sebelum akhirnya menjawab pertanyaannya itu.

            “ Dasar namja pabo.”jawabku sambil menjitak kepalanya.

            “ Ya! Kenapa kau memukul kepalaku ? giliran aku serius, kau malah seperti itu.”ujar Thunder yang kesal.

              Dengarkan aku baik-baik, Thunder~ah..”aku memegang kedua pipinya sambil menatapnya.

            “ Nado saranghaeyo.”lanjutku, lalu aku segera mencium singkat bibirnya .

            “ Wae ?”tanyaku yang bingung melihat reaksinya yang datar.

            “ Hanya seperti itukah kisseu yang kau berikan ? ah baiklah, sepertinya aku harus mengajarimu Park Jiyeon.”ujar Thunder yang kemudian segera mencium ku dengan begitu hangat. Ciumannya benar-benar manis sekali.

            “ Sekarang kau adalah milikku, Park Jiyeon..”ujarnya .

            “ Oke, sir..”jawabku, yang kemudian dia kembali mencium bibirku lagi.

 

                                                            THE END

 

Ahhhh akhirnyaaa ff My life kelar juga ! itu tandanya aku author bisa fokus sama ff yang belum diselesaikan, dan juga membuat FF baru.  Gimana menurut kalian endingnya ? maaf banget kalo feel nya enggak dapet, author sudah berusah sekuat mungkin lhoo..walaupun ff nya jelek, aku minta komentar dari kaliaan yaah. Jangan jadi SIDERS. Oke ? J

 

32 thoughts on “My Life / part 10.2 ( ENDING )

  1. akhirnya thunderrrr…jd jga ma jiyeon setelah penantian yg panjanggggggg….#lebay…
    tp sumpah chingu aku nunggu2 trus kelanjutan nih ff…dan akhirnya jd jga sma thunder….:-)

  2. Cerita’a keren. Ku kira Thunder juga bakal mati hehehe

    bikin FF horror romantic comedi dong, yg main Jiyeon, Minho, Thunder, Kyuhyun, Nichkhun, Seungri, and Myungsoo (infinite).
    Hehehe

  3. Bgus ending_ny q ska..hohoho ;>
    bwat lg dong ff couple thunji (thuder jiyeon)
    q ska couple nie..d tunggu y next ff thunji couple_ny… ;>
    GUMAWO…!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s