chapter · fanfiction · Romance · Sad

[Chapter] Love Mission 2 of ?

love mission cover copy

LOVE MISSION PART 2

Author: Shafirasurya

Poster : ShafirArt

Cast:  Park Jiyeon

            Kim Myungsoo

            Bae Suzy

            Yoo SeungHo

            ( others)

Backsound: Yoon Mirae – Always

Annyeeeooonngg!!!!!! Author is back!!!!! Kali ini aku bener-bener nepatin janjiku looohhhhh. Aku lanjutin dulu love missionnya yaa… aku kebut dua hari ini buat nyelesain chapter dua nyaa.. So.. aku harap kalian sukaa yaaaa.. Jangan lupa komennya loh, jangan jadi siderss pleasee. Kalo yang komen sedikit kan jadi males buat lanjutinn u_u;;. Happy Reading ^^❤

DONT BE A SIDERS !!

 

-Myungsoo POV-

Sudah enam bulan berlalu sejak kejadian itu. Aku memutuskan untuk meninggalkan Amerika dan disinilah aku sekarang, Korea. Tidak banyak yang berubah dari negara asalku ini walau sudah kutinggalkan selama tiga tahun untuk melanjutkan studi S2 ku dan bekerja di Amerika. Tetap sama, dan tetap dengan banyak kenangan disetiap sudut Kota Seoul.

Matahari kini telah berada tepat di atas dan jam sudah menunjukkan waktu istirahat. Banyak karyawan yang mulai meninggalkan ruangan untuk mengisi waktu istirahat mereka dengan makan siang. Namun, tidak begitu denganku. Aku tidak terlalu berselera untuk makan siang hari ini. Sudah lama sekali aku tidak makan masakan Korea dan hal tersebut membuatku membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan masakan disini.

Aku memutuskan untuk menghabiskan waktu istirahatku di atap gedung. Ya, yang aku butuhkan saat ini hanyalah merenung diatas sana dan beristirahat dengan tenang dan nyaman. Sesampainya diatas, samar-samar aku mendengar suara seorang yeoja. Aku terus berjalan mendekati asal suara tersebut. Aku melihat seorang yeoja kini telah berdiri dipinggir atap pagar. Ia seperti sedang berbicara dengan seseorang didepannya. Namun, tidak ada orang lain disana, hanya ia sendiri.

“ Kau sedang berbicara dengan siapa?” ujarku kepada yeoja tersebut dengan tatapan penuh curiga. Dia terlihat begitu kaget dengan kehadiranku.

“ A..Aku..” ujar yeoja tersebut dengan terbata-bata. Aku ingat dengan yeoja ini. Yeoja dengan rambut panjangnya yang berwarna coklat dan diikat kuncir kuda.

“ Kau yeoja yang membuat keributan tadi pagi kan?” ia terdiam dengan pertanyaanku. Aku berjalan mendekat hingga kini berdiri tepat didepannya.

“Ah pantas saja..” lanjutku.

“ Maksud Anda?” ia nampak bingung. “ Aku mendengar suara yang begitu bising dari arah sini dan ternyata itu kau.” Jawabku dengan tersenyum sinis. Ia mendelikkan matanya dan menatap kesal ke arahku.

“Diam kau!” umpatnya. Aku mentap takjub kearahnya. “Apa yang barusan kau katakan?” aku memastikan bahwa yang kudengar barusan benar. Dia mengumpat atasannya sendiri, dan dihari pertamaku bekerja. Luar biasa.

“Aku tidak mengatakan apa-apa.” Ia menggelengkan kepalanya.

“ Jelas-jelas tadi kau mengatakan ‘Diam kau’.” Jawabku.

“Jika Anda mendengarnya, kenapa harus bertanya lagi kepadaku?” ia menatap kesal kearahku. Aku pun melakukan hal yang sama. “ Ah dan perkataan itu bukan buat Anda.” Lanjutnya lagi.

“ Mwo? Lalu buat siapa? Hantu? “ kini aku semakin kesal dengan yeoja ini.

“ Jika Anda percaya hantu, bisa dikatakan begitu.” Ia tertawa, menyindir. “Saya permisi dulu.” Lanjutnya lagi dan bergegas pergi meninggalkanku yang kini benar-benar kesal.

“ Yah Kau!” teriakku, namun yeoja tersebut tak menghiraukanku dan terus berlari. Aku terdiam dan berusaha untuk menenangkan diriku sendiri.

-Myungsoo POV end-

 

-Suzy POV-

“ Apa kau gila? Dia itu atasanmu!” ujarku ketika aku berlari menuruni tangga menemani Jiyeon menuju ruang kantornya.

“ Yah ! apa kau sudah lupa? Aku sudah terlanjur gila gara-gara kau!” sindirnya.

“ Ah benar juga. Mianhae Jiyeon-ssi.” Aku terkekeh dan terus mengikuti yeoja cantik itu. “ Tapi tadi benar-benar daebaakkk!!” aku tertawa puas.

“ Hey kau.” Dia memanggilku membuat tawaku seketika pudar bergantikan wajah serius.

“ Waeyo?” tanyaku. “ Hal pertama yang harus kita lakukan…” ia berpikir, “ Kita perlu mencari nama baru untukmu.” Lanjutnya. Aku menatap ke arah yeoja itu, bingung dan mulai mencerna apa yang ia katakan. Aku mendekat dan menatap kearahnya “ Whooaah, jeongmal? Jeongmalyo?” aku begitu antusias mendengarnya hingga tanpa sadar aku telah menarik-narik lengannya.

“ Jangan tarik-tarik lengan bajuku seperti ini.” Ujarnya buru-buru melepaskan lengannya dari tarikan tanganku.

“ Ah mian mian..” aku terkekeh. “ Aku hanya begitu senang akhirnya kau mau membantuku.”

“ Jangan senang dulu. Aku bukannya mau membantumu, tapi aku hanya.. yah bisa dikatakan aku kasihan padamu.” Jawabnya. Aku tersenyum senang dan kemudian memeluk yeoja itu.

“Yah! Yah!”dia berusaha mengelak, namun aku memeluknya begitu kuat. “ Kukira hantu itu begitu lemah, tetapi ternyata memiliki kekuatan juga ckck.” Ujarnya pelan.

“ Gwenchanayo Jiyeon-ssi. Walaupun kau menolongku karena kasihan, aku tetap berterima kasih padamu hehe. Jeongmal gomawoyo..” kemudian aku melepaskan pelukanku.

Aku sangat senang mendengar Jiyeon akan membantuku. Bahkan ia bilang ia akan mencarikan nama baru untukku. Senang sekali mendengarnya !

“ Hmm.. Bagaimana jika ku beri kau nama Cho Haneul?  Cho- artinya kupu-kupu cantik dan Haneul- artinya langit.” Jiyeon menatapku dan menunggu reaksiku. Aku tersenyum dan menganggukkan kepalaku. “ Nama yang indah.” Aku begitu bahagia, karena aku sekarang telah memiliki nama. Cho haneul, ya itulah namaku sekarang.

-Suzy POV end-

 

-Jiyeon POV-

Waktu sudah menunjukkan pukul lima sore dan ini saatnya untuk pulang setelah seharian bekerja. Yeoja yang ku beri nama Cho Haneul itu entah pergi kemana, tetapi setidaknya ia tidak mengusikku lagi seperti tadi siang. Aku tidak tahu apakah keputusanku untuk menolongnya tepat atau tidak. Selain itu, entah bagaimana cara menemukan ingatan hantu, benar-benar PR besar untukku. Aku menghela nafas panjang sebelum akhirnya memasukkan barang-barangku yang berada diatas meja kedalam tas.

“ Jiyeon-ah, mau pulang bersama?” aku segera menoleh ke asal suara tersebut, yang tak lain Hara- rekan kerja yang mejanya persis disampingku. Kadang-kadang jika Seungho tidak menjemputku biasanya Hara akan mengantarku pulang dengan mobilnya.

“ Maaf, aku tidak ikut dulu. Terima kasih tawarannya, Hara-ah.” Jawabku.

“ Ah.. gwenchana, kau akan dijemput Seungho ya?” ciiaat.. rasanya seperti ditusuk dengan pisau tepat didadaku.

“ Aniya, aku masih ada urusan jadi tidak langsung pulang ke rumah.” Aku terkekeh, namun dipaksakan.

“ Ah begitu.. baiklah kalau begitu aku duluan.. byee~.” Ia melambaikan tangannya sebelum akhirnya berjalan menuju elevator.

“Hati-hati Hara-ah..” ujarku. Aku kembali menghela nafas dan terdiam dikursiku. Aku kembali memikirkan laki-laki yang ku cintai itu. Aku mengeluarkan hpku dari dalam tas dan membuka tombol lock hingga muncul menu utama pada layar hp. Namun, hanya sebuah foto wallpaper yang nampak, tidak ada sms maupun telepon yang masuk. Benar-benar berakhir ya? Pikirku.

Tanpa aku sadar kantor sudah sepi dan jam sudah menunjukkan hampir setengah enam sore. Buru-buru aku beranjak dari kursiku dan berjalan menuju elevator. Aku melihat pintu elevator sedang terbuka yang artinya seseorang baru saja masuk kedalamnya. Aku segera berlari sebelum pintu elevator itu tertutup dan aku harus menunggu lebih lama lagi.

“C..chakkaman..” aku menghalang pintu elevator yang hampir tertutup dengan menggunakan lenganku. Pintu elevator pun terbuka dan seseorang berada disana. Namja tampan yang baru saja bekerja hari ini. “oh my god..”aku terdiam dan ingatan ketika kejadian memalukan tadi siang seketika teringat kembali.

“ Kau mau masuk atau tidak?” Namja bernama Myungsoo itu bersuara. “Ah..Ne..” aku bergegas masuk ke dalam elevator dan berdiri tepat disampingnya. Hanya kami berdua didalam elevator dan suasana benar-benar membuatku canggung. Bukan karena aku bersama dengan namja tampan yang kini menjadi karyawan populer di perusahaan ini, tetapi karena kejadian memalukan yang telah kulakukan. Aku kemudian menekan tombol angka 1 pada elevator, sedangkan namja itu sudah menekan pada tombol P. Ya, seorang anak direktur pasti membawa mobilnya sendiri. Mana mau laki-laki seperti dia menggunakan kendaraan umum. Pikirku.

“Hey turun kau.” Laki-laki itu bersuara. Dan ternyata elevator sudah berada pada lantai 1. Karena sibuk dengan pikiranku sendiri aku tidak sadar pintu elevator pun sudah terbuka. Aku bergegas keluar namun kakiku tersandung hingga akhirnya jatuh dengan lutut terlebih dahulu tepat didepan elevator.

“akhhhh!” pekikku, aku meringis kesakitan. Aku segera menoleh kedalam elevator. Lelaki itu tersenyum sinis. Sialan. Jelas-jelas aku terjatuh karena tersandung kakinya. Kemudian pintu elevator pun tertutup dan menuju lantai berikutnya.

Aku berusaha untuk berdiri, namun rasa sakit itu masih sedikit terasa. Aku berjalan perlahan menuju pintu keluar. “ jika saja dia bukan atasanku grrrr” hanya umpatan yang bisa kulakukan tanpa bisa membalas perbuatan yang dilakukan oleh Kim Myungsoo. “ Benar-benar seperti anak kecil!” keluhku lagi yang masih tersulut api emosi.

-Jiyeon POV end-

 

-Author POV-

Kini Jiyeon duduk termenung di kursi yang berada disudut namun berada persis disamping kaca yang menghadap keluar cafe. Ya, cafe ini tempat dimana banyak kenangan Jiyeon dengan Seungho, dan bahkan tempat duduk yang sedang ia duduki juga tempat favorit mereka berdua. Moccachino yang sudah berada diatas mejanya kini sudah tidak mengeluarkan uap panasnya lagi. Mungkin pemesannya bahkan tidak ingat bahwa ia telah memesan minuman panas kesukaannya.

Secara perlahan bulir bening kini menetes dari pelupuk mata yeoja itu yang sepertinya sudah tidak dapat ditahan lagi. Hanya rasa sakit yang kini ia rasakan. Ia ingin kembali dengan lelaki yang dia cintai itu. Namun, ia sadar itu tidak akan mungkin. Kini air mata yang menetes justru semakin deras. Yeoja itu terisak pelan. Beberapa pengunjung cafe mulai menoleh ke arahnya. Ia tidak peduli, ia hanya perlu Seungho disisinya sekarang.

“ Apa nona baik-baik saja?” terlihat seorang pelayan kini tengah menghampiri Jiyeon.

“ G..gwenchanayo.” Jiyeon mengangguk pelan dan kemudian pelayan tersebut kembali melakukan pekerjaannya.

Jiyeon mengelap air matanya dengan menggunakan tangannya kemudian beranjak dari kursinya dan meninggalkan cafe tersebut serta meninggalkan kenangannya bersama Seungho. Namun, tanpa jiyeon sadari seseorang tengah memandangnya dari sudut lain cafe tersebut.

-Author POV end-

 

-Suzy POV-

Aku kembali ke cafe tempat dimana aku dan Jiyeon bertemu. Aku tidak tahu ada apa dengan cafe ini, yang pasti ini ada kaitannya dengan ingatanku. Aku tidak mengingat apapun tentang masa laluku, ketika tersadar aku sudah berada di cafe ini dengan sebuah kalung kupu-kupu biru ini dileherku.

Aku duduk pada salah satu kursi dan kemudian memperhatikan ke seluruh sudut toko ini, tapi tidak ada satupun yang ku ingat. Aku berusaha untuk mengingat akan tetapi percuma saja hal itu kulakukan, nyatanya aku tetap tidak bisa mengingat masa laluku. Bagaimana  mungkin aku bisa menemuka identitas dan ingatanku hanya dengan dua hal ini saja. Keluhku.

Seorang namja baru saja masuk ke dalam cafe ini. Namja yang tidak begitu asing bagiku. Namja itu mengenakan jas nya yang berwarna hitam dan kemeja berwarna biru. Badannya begitu tegap dan wajahnya yang begitu tampan. Aku mengenalnya, ia tidak asing lagi bagiku. Dia adalah atasan Jiyeon, namja yang tadi siang secara tidak langsung melihat Jiyeon berbicara sendiri.

Dia berjalan ke arahku. “jangan bilang kalau ia akan duduk dikursi ini.” Batinku. Lelaki itu terus berjalan dan kemudian ia berhenti tepat dimeja yang sedang ku tempati. “Y..Yah!” aku kemudian segera bangkit sebelum namja itu duduk diatasku. Memang aku hanya hantu tapi kan tetap saja seenaknya ia mendudukiku. “Untung saja aku hantu, jika tidak aku akan mengeluarkan jurus taekwondoku!” umpatku pada namja itu. Sepertinya ia bisa merasakan kehadiranku, terlihat dia seperti risih dan menoleh ke arah kanan dan kiri.

“Mungkin ia merasa merinding haha” ujarku yang masih memperhatikan namja itu dan kemudian aku memutuskan untuk  duduk dikursi didepan namja ini. Ia kemudian memanggil pelayan dan memesan satu ice vanilla latte. Setelah pelayan itu pergi, namja ini hanya duduk dan terdiam seperti memikirkan sesuatu. Aku bisa memperhatikan wajah tampannya dengan begitu jelas. Namun, tiba-tiba saja mata kami saling terpaut. Deg. Bisa kulihat sorot matanya yang begitu sendu.  Dan anehnya mengapa hatiku yang justru sakit? Batinku. Kini mata tersebut nampak melihat ke arah lain. Jelas namja tersebut tidak bisa melihatku seperti yang bisa dilakukan Jiyeon.

Suara pintu cafe yang terbuka pun terdengar. Seseorang baru saja masuk ke dalam cafe ini. Aku masih memandangi namja didepanku yang kini nampak memperhatikan sesuatu dari arah belakangku. Ia memandangi yeoja yang baru saja masuk ke  dalam cafe ini dan duduk tepat disudut cafe yang bersebelahan dengan kaca.

“ Satu ice vanilla latte pesanan Anda tuan, silahkan dinikmati.” Seorang pelayan datang dan meletakan pesanan namja ini diatas meja. Namja bernama Myungsoo ini tidak menggubris pelayan tersebut, atau bahkan tidak menyadari kehadiran pelayan tersebut. Ia tetap sibuk memandangi yeoja yang baru datang tadi. Mungkin ia mengenalnya. Pikirku. Namun, ia tetap duduk dikursinya. Seharusnya jika laki-laki ini mengenalnya, pasti ia akan mendatangi yeoja itu.

Myungsoo kini sadar bahwa pesanannya telah datang dan kemudian ia menyuruput minumannya tersebut. Akan tetapi, perhatian namja ini masih tertujukan pada yeoja itu.

“hiks..” suara isakan tangis seseorang. Aku mendengar seseorang menangis, namun suara itu begitu pelan. Aku kembali menolehkan kepalaku untuk mencari asal suara tangisan itu. Tidak hanya aku, beberapa orang telah menoleh ke arah suara tangisan itu. Suara tangisan itu berasal dari yeoja yang sejak tadi Myungsoo perhatikan. Seorang pelayan menghampirinya.

“ Apa nona baik-baik saja?” pelayan tersebut nampak kebingungan melihat yeoja itu yang tiba-tiba saja menangis.

“ G..gwenchanayo.” jawab yeoja itu dengan lirih. Kemudian pelayan tersebut meninggalkan yeoja itu dan melanjutkan kembali pekerjaannya. Tak berapa lama kemudian yeoja itu bangkit dari kursinya dan berjalan menuju pintu keluar dengan mata yang sembab. Disitulah aku baru menyadari bahwa yeoja yang menangis itu adalah.. Jiyeon. Ya yeoja cantik itulah yang menangis dan membuat seluruh pengunjung cafe memandanginya, dan Jiyeonlah yang Myungsoo lihat dari awal ia datang hingga yeoja itu pergi. Aku tidak mengerti dengan adanya kami bertiga disini dalam waktu yang berbarengan seperti ini. Teka-teki ini begitu membingungkan. Namun, yang pasti aku tahu yeoja itu kini terluka. Seorang laki-laki telah menghancurkan mimpi dan kebahagiannya yang selama ini telah mereka lalui bersama hanya dengan satu kalimat saja, ‘kita putus saja’.

-Suzy POV end-

Besoknya~

 

-Jiyeon POV-

Aku terbangun dari tidurku. Ketika sampai dikamar pun yang bisa ku lakukakan hanya menangis dan pada akhirnya aku tertidur karena kelelahan. Aku melihat Haneul sedang duduk termenung di kursi belajarku.

“ Kau sudah datang?” tanyaku, ia menoleh ke arahku dan tersenyum.

“ Kau sudah bangun?”ucapnya. “ Wajahmu terlihat buruk sekali, Jiyeon-ssi.” Lanjut Haneul. Aku kemudian segera bangkit dari kasur dan melihat wajahku di cermin. Dan benar saja.. “Aku terlihat begitu menjijikan..” keluhku. “Apa yang harus kulakukan?” tanyaku, frustasi sembari mengacak-ngacak rambutku. Namun, yeoja disampingku ini hanya tertawa.

“ Yah! Bukan saatnya kau untuk tertawa!!” pekikku.

“Arasseo arasseo kkk. “ ia terkekeh.

“ Jiyeon-ah.. Kau sudah bangun?” kini suara eomma terdengar dari lantai bawah. Ia sepertinya mendengar suaraku.

“ Neh eomma.” Jawabku dengan cepat.  “ Cepatlah mandi dan berangkat kerja.” Kemudian aku tersadar waktu sudah menunjukkan pukul setengah 7 dan aku bergegas untuk mandi dan meninggalkan yeoja disampingku ini sendiri.

Setelah Mandi aku segera mengenakan baju kerjaku dan mengenakan make up seadanya untuk kerja. Tidak lupa aku merapikan rambutku dan hari ini membiarkannya tergerai.

“ Yeppeo..” ujar yeoja yang kini tengah duduk diatas kasurku. Ternyata dari tadi dia memperhatikanku.

“ Apa kau baik-baik saja?”tanyaku pada Haneul. “ Kau nampak lebih diam hari ini.” Lanjutku.

“Aniya.. aku hanya.. baik-baik saja.” Ujarnya nampak ragu-ragu. Aku berdiri dan menghampiri yeoja itu. “ Well.. karena aku sudah setuju akan membantumu, maka jika kau ada masalah aku bisa menjadi teman curhatmu. Jadi katakan saja jika kau butuh aku.” Yeoja itu pun mengangguk. “ cepatlah pergii.. nanti kau akan telat.”ujarnya sambil mendorong tubuhku pelan, dan benar kini jam sudah menunjukkan pukul 7.15.

“ Ah benar, baiklah aku pergi dulu. Jangan mengangguku saat aku bekerja ya.” Aku segera membawa tasku dan menuruni tangga secepat mungkin. “ eomma aku berangkat ya.” Aku mencium pipi eommaku yang sedang sarapan bersama Chanyeol. “ Kau tidak sarapan dulu?’ tanyanya. “ Tidak bisa, sudah telat. Aku pergi~” aku segera mengenakan sepatuku dan berlari menuju halte bus dekat rumah.

-Jiyeon POV end-

 

-Myungsoo POV-

Aku rasa aku sudah gila! Semalaman aku memikirkan yeoja itu. Namanya saja aku tidak tahu, untuk apa aku memikirkannya. Tapi mengapa ia menangis? Apa dia terluka gara-gara aku menyandungnya? Tapi mana mungkin, itu kan tidak sakit. Pikiran itu terus saja berkelut didalam kepalaku.

“ Selamat pagi manager-nim.”beberapa karyawan mulai menyapaku yang kini sedang berjalan menuju elevator dan aku membalasnya hanya dengan sebuah anggukan. Aku masuk kedalam elevator tersebut dan aku melihat yeoja itu sudah berada didalam elevator terlebih dahulu bersama beberapa karyawan lainnya.

“ Selamat pagi manager –nim.” Sapa beberapa karyawan sambil membungkukkan badan dan termasuk yeoja itu. “Ah sekarang dia mulai memperlakukan atasannnya dengan seharusnya?” batinku. Aku mengangguk sapaan mereka dan kemudian masuk kedalam elevator. Ketika sampai di lantai 10 pintu elevator pun terbuka. Aku segera keluar dari elevator yang kemudian diikuti oleh beberapa karyawan yang bekerja pada departemen 1, begitu juga dengan yeoja itu. Sebelum akhirnya aku masuk kedalam ruanganku, aku sempat melihat wajahnya sekilas. Matanya sembab. Batinku. Dan kemudian aku tersadar..

“ Kau benar-benar sudah gila Kim Myungsoo!” umpatku pelan pada diriku sendiri dan kemudian aku masuk kedalam ruang kerjaku. Aku pun mulai mengerjakan pekerjaanku.

-Myungsoo POV end-

 

-Jiyeon POV-

Sekarang jam istirahat dan aku memutuskan untuk pergi ke sebuah restoran cepat saji didekat perusahaan. Haneul kini sedang bersamaku. Aku tidak tahu apa yang ia lakukan akhir-akhir ini, tapi dia hanya muncul ketika aku sedang tidak sibuk.

“ Kajja.” Ajakku pada Haneul dan segera berjalan keluar menuju restoran.

Aku membawa sepiring nasi, segelas cola, dan fried chicken yang telah ku pesan dan berjalan menuju kursi yang telah diduduki oleh Haneul yang berada di ujung dan lebih sepi dari pengunjung. Dia memang sengaja memilih kursi yang jauh dari pengunjung agar kami lebih leluasa berbicara.

“ Jadi, apa saja yang kau lakukan hari ini? Aku tidak melihatmu dari semenjak berangkat kerja. Apa kau mengintip oppa ku yang sedang mandi?” aku bergurau dan dia pun tertawa.

“ Sepertinya itu ide yang bagus.” Jawabnya. “ tidak ada yang spesial, aku hanya kembali ke cafe tempat waktu pertama kali kita bertemu.” Lanjutnya lagi. Mendengar kata-kata cafe entah aku menjadi teringat lagi dengan namja sialan itu.

“ Keundae Jiyeon-ssi, sebenarnya ada apa dengan cafe itu? “ tanyanya bingung, terlihat kerutan pada dahinya tersebut. Setelah kulihat-lihat wajah Haneul begitu cantik, namun cantik yang begitu pure. Bukan cantik seperti yeoja-yeoja zaman sekarang dengan polesan yang begitu tebal. Selain itu, rambut hitam pekatnya yang lurus dan dibiarkannya tergerai membuat dia benar-benar cantik.

“ Maksudnya?” aku menanggapi pertanyaan Haneul. “ Apakah ada sesuatu kejadian aneh di cafe itu atau apapun itu? Jujur saja aku merasa tidak asing dengan cafe itu dan bahkan aku yakin pasti ada sesuatu tentang cafe itu yang aku lupakan.” Jawab Haneul. Aku berusaha mencerna pertanyaannya dan juga ayam yang kini aku kunyah.

“ Hmm.. ada sih.” Pikirku. Dia menunggu jawabanku dengan penuh semangat. “ Aku dan Seungho kan putus disana.” Jawabku, dan bisa kulihat raut wajah Haneul berubah menjadi penuh kekecewaan. “ Yah! Bukan itu maksudku Jiyeon-ssi… dan aku juga tau kau kemarin menangis disana kan?” seketika aku tersedak mendengar apa yang dikatakan Haenul.

“uhuk uhuk.” Aku segera meneguk cola ku. “ YAH! “pekikku. Dan yah lagi-lagi aku menghebohkan seluruh pengunjung cafe dengan teriakanku itu. Aku menoleh dan benar semua memandangku. Aku segera berdiri dan membungkukkan badanku. “ Joseonghamnida..” aku pun segera duduk.

“ kau lagi-lagi membuatku malu Haneul-ah..” namun yeoja itu justru terkikik.

Aku kembali meneguk colaku untuk menghilangkan rasa maluku dan tiba-tiba saja seorang namja duduk persis didepanku dan dia adalah.. Kim Myungsoo!!!! Aku terkejut dan seketika..

Byurr.. Cola yang ku minum pun tersembur dan menodai wajahnya yang tampan dan banyak diidolakan para yeoja itu. Gawat.  Kali ini aku pasti akan dipecat!!!!!!!!!!!!!

 

TBC!! 

Haii readerss gimana chap 2 nya? Penasaran gakk buat next nya gmnaaa? Oh yaa klo buat info aja ceritanya emang ku buat pelan-pelan soalnya biar gak terlalu terburu-buru dan sedikit demi sedikit masa lalu haneul biar bisa terungkaaap haha. Jangan lupaaaaa feedbacknya yaaaa biar semangat buat lanjutin chap nyaa heheee bebyeeee~❤

8 thoughts on “[Chapter] Love Mission 2 of ?

  1. Astaga stlh bertahun-tahun lenyap akhirnya author comeback.
    Dn senangnya krna ff ini kmbli dilanjutkan.
    Krna mmg dlu ini trmasuk ff yg ku nanti continue nya. Assaa!!
    Kali ini brhrp yg tghor.. ini ff mau gimana pun hrus smpai end. *maksa* wkwkwk
    Caffee? Myungsoo? Laki-laki itu ada hubungan kan dngn suzy.
    Apakah dia penyebab kematian suzy.
    Atau jng2 mantan jiyeon seunghoo juga ad sangkut pautnya?
    *byktanya*

    Aigoo~~ aku suka dngn moment myungyeon nya. Kocak. Sering2 aja yaa.. hehhe
    Part 3 nya dtgu ya thorr.

  2. wahhh jujur aku lupa sama part sebelumnya gimana, tp td sempet baca sekilas lagi sih part 1 nya
    kira2 ada hub apa haneul sama cafe itu??

    anyway cieeeeee myungsoo… koq mulai curi2 pandang ke jiyeon nih wkwkwk
    ditunggu lanjutannya ya

  3. wahh bagus sekali.. jngann lupa tahu thorr dii lanjut tu kan ceritta.aa Lgii.. penasaran sma cerita.aa.. jangan lama– post. aa yah.. gak sabar nunggu.aa

  4. Akhirnya update juga….lama banget hiatusnya…semoga x ini gk pki hiatus hehehehehe
    Makin seru ceritanya,,,,apa mereka berempat terkait satu sama lain atau hanya kebetulan aja café itu jd tempat favorit mereka.
    Sepertinya myungsoo dan suzy ada kaitannya.
    Suka pas adegan myungyeon,,,bikin ketawa. Jiyeon berani banget bentak atasannya. Next part ditunggu!!!!

  5. Akhirnya update juga ni blog stlah sekian lama gak ada kehidupan. Sepertinya mereka b3 emank ditakdirkan untuk bertemu dan memiliki keterkaitan.
    Myungyeon momentny bikin ngakak,,,jiyeon selalu konyol setiap pertemuanny dgn myungsoo hehehehehe
    Semoga dipertemuan selanjutnya jiyeon tdk brsokap konyol. Next part bener-bener ditunggu!!!!!

  6. Stlah sekian tahun akhirnya keluar jg ni lanjutannya walaupun telat berbulan-bulan soalny gk yakin ni blog bakal aktif lg. Makin seru ceritanya. Sepertinya semua ini ada kaitannya dengan myungsoo.
    Next chapter mohon di update ya penulis yg caem….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s