chapter · fanfiction · Romance · Sad · Uncategorized

[Chapter] Idol’s Scandal 1 of ?

idol's scandal

| Idol’s Scandal |

Main cast :

  • Park Jiyeon
  • Kim Myungsoo
  • Choi Minho

Additional Cast :

  • Krystal Jung
  • Park Sowon
  • Park Chanyeol
  • Lee Jieun

Genre : Life, Romance & Friendship

Rating : PG-15

Length : Chapter

Haiiiii readerssss!!!! Aku mau ngepost ff lagi niihhh! Semoga kalian sukaaa yaaa… Aku harap banyak readers lama untuk baca FF ku lagi dan aku juga berharap banyak readers baruuu yang baru pertama kali baca FF ku hehe *^* Happy Reading yaa. Jangan lupaa komennya  lohhh. <3 

Jangan memberi atau menerima apapun. Juga jangan mengharapkan apapun. Maka kau tak akan kecewa atau pun terluka

.

.

.

Rambut hitam pekat panjang yang terurai berantakan, mata yang tertutup rapat dengan nafas yang teratur dan posisi badan yang tengkurap. Ya.. yeoja itu masih terlelap dalam tidurnya. Kicauan burung di pagi hari dan sinar mentari yang sudah memasuki celah-celah jendela kamar tidak membuat yeoja itu terusik sedikit pun. Ia masih terlelap seakan-akan langit masih terus berwarna gelap, padahal waktu sudah menunjukan pukul setengah 7, namun yeoja itu masih tertidur pulas.

Cklek.

Pintu kamar yeoja itu terbuka. Seorang namja tengah melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar itu. Namja itu terus melangkahkan kakinya hingga berhenti tepat disamping tempat tidur yeoja tersebut.

Ckck.  Namja itu menggelengkan kepalanya.

“ Ya ! Ireona!” pekik namja itu, namun tidak ada jawaban dari yeoja itu. Masih tertidur.

Tidak berhenti disitu saja, ia kemudian menendangkan kakinya yang jenjang itu ke arah badan yeoja tersebut dan menggoyangkannya. Masih sama seperti sebelumnya, tidak ada tanda-tanda kalau yeoja itu akan bangun.

“ Ya! Mau sampai kapan kau tidur ?” pekikknya lagi yang sudah mulai jengkel karena tidak mendapatkan respon apapun. Tak lama kemudian namja itu tersenyum licik dan menampakkan wajah devil nya seakan-akan ia memiliki ide yang sangat cemerlang. Beberapa detik kemudian, namja tersebut tengah bersiap-siap dan mengambil posisinya untuk…

Hap.

Namja  tersebut melompat ke atas kasur dan mendaratkan badannya tepat di atas tubuh yeoja tersebut.

“ Yap! Pendaratan yang bagus.”gumamnya, dan tiba-tiba saja..

“ YA !! PARK CHANYEOL!!!!!!!”

 

***

“ Cepat habiskan sarapanmu itu.” Ujar seorang yeoja paruh baya yang tengah sibuk didapur setelah menyiapkan sarapan untuk kedua anaknya. Nyonya Park adalah seorang single parent yang membuka usaha rumah makan di daerah Namdaemun, sedangkan suaminya, Tuan Park, telah meninggal sekitar 2 tahun yang lalu dan meninggalkan ia beserta seorang putri dan putranya.

“ Eomma, punggungku benar-benar sakit sekali. “ keluh yeoja itu sambil melahap sarapan pagi yang telah dibuatkan oleh Nyonya Park.

“ Sudah jangan banyak mengeluh, cepat habiskan makananmu atau kau akan terlambat. “ Yeoja itu hanya mengangguk pelan dan memandang tajam ke arah namja yang duduk tepat didepannya yang tengah menghabiskan sarapannya.

“ Mwoya?” ujar namja tersebut dan mendelik ke arah yeoja itu.

“ Lihat saja, kau akan mati hari ini !” ancam yeoja itu sambil mengarahkan sendoknya untuk melemparnya ke arah namja itu.

“ Dasar kau babi jelek!” ujar namja tersebut, tak mau kalah.

“ YA ! Park Jiyeon! Cepat kau berangkat sekolah!! “ Pekik Nyonya Park dari arah dapur yang kesal melihat tingkah kedua anaknya tersebut.

“ Arra arra ! Aku pergi~” ujar yeoja itu buru-buru dan segera keluar rumah untuk berangkat sekolah.

 

                                                                    ***

Jiyeon. Park Jiyeon. Nama yeoja yang kini tengah berlari mengejar bus yang baru saja melewati halte yang berada di dekat rumahnya. Yeoja itu baru saja berusia 17 tahun yang tengah berada di grade 2 Jeguk High School. Ia merupakan anak bungsu dari pasangan Tuan Park dan Nyonya Park, sedangkan anak pertama keluarga Park, Park Chanyeol, yang sedang meneruskan jenjang pendidikan di salah satu perguruan tinggi negeri yang terkenal di Korea.

“ Ahjusssssiiiii, berhentikan Bisnyaaaa!!” Pekik yeoja itu yang sudah benar-benar kelelahan. Untung saja supir bus itu berbaik hati dan memberhentikan kembali bus yang ia kendarai. Yeoja tersebut buru-buru lari dan masuk kedalam Bus.

“ Gomawo ahjussi.” Ia menundukkan kepalanya dan segera menempelkan kartu flashnya pada tempat yang telah disediakan untuk membayar biaya bus tersebut. Lalu, ia segera menduduki tempat duduk yang masih kosong.

“Benar-benar hari yang melelahkan. “ gumamnya. Kemudian ia melirik ke arah jam tangan miliknya yang sudah menunjukan pukul 7.15.

“ Omo~ mati lah akuu.. Jam pertama kan pelajaran guru killer itu. “ ujarnya sambil bergidik ngeri membayangkan ketika ia masuk ke dalam kelas.

Ia menggigit bibir bawahnya pelan.

Deg.

Panik.

“ Benar-benar tamatlah riwayatku hari ini.”

 

                                                                    ***

-Jiyeon POV-

“ Jeguk High School” ujar supir bus seraya memberhentikan busnya tepat di halte sekolahku.

“ Nde~” sahutku sambil bergegas berdiri dan keluar dari bus tersebut.

Aku segera berlari menuju gerbang sekolah yang sudah tertutup. Kulirik jam tanganku yang sudah menunjukan pukul 7.40. Pantas saja gerbang itu sudah ditutup. Aku segera memutar langkahku menuju ke arah pagar samping sekolah. Hanya ada satu cara yang bisa di lakukan ketika terlambat. Yak melompati pagar. Hanya itu yang bisa dilakukan. Penjaga gerbang juga tidak akan memeriksa, hanya sesekali saja jika sedang sial. Haha.

Pagar setinggi 2m itu tidak terlalu sulit bagiku. Ketika terlambat datang, cara inilah yang aku tempuh agar tetap bisa masuk kelas. Terkadang ketika sedang sial, penjaga akan memergoki. Ah tapi masa bodoh, yang penting aku sudah berusaha.

Aku segera melepaskan tas ranselku dan melemparkannya terlebih dahulu ke seberang pagar tersebut.

“ Ah good~ inilah saatnya memanjat. “ aku segera meraih besi pagar dengan kedua tanganku.  Menginjakan kedua kaki dengan mantap di tumpuan besi pagar dan menaiki tumpuan besi yang diatasnya dengan perlahan hingga aku sudah benar-benar berada diatas pagar dan sekarang aku harus melompat . Aku segera mengambil ancang-ancang untuk melompat dan..

Hap.

Aku mendarat dengan mulus di atas semen yang kasar.  Aku segera berdiri dan mengambil tasku untuk bergegas pergi menuju kelas .

“ Untung saja…” belum sempat aku menyelesaikan kalimatku, tanpa kusadari terdapat 3 orang yang sedang memandang ke arahku yang berada sekitar 400 meter didepanku, dan salah satunya adalah.. wali kelasku.

Matilah aku.

“ Park Jiyeon! Terlambat lagi ?!”

-Jiyeon POV end-

***

.Yeoja itu kini berada di ruang guru. Kim Seok saem sedang memarahi yeoja itu karena datang terlambat. Bukan hanya sekali, tapi yeoja itu sudah sering terlambat dan membuat wali kelasnya cukup kesal dengannya.

“ Alasan apa lagi hari ini?” seru Kim Seok saem yang tengah mendelik ke arah Jiyeon.

“ Alarm ku tidak berbunyi saem, makanya aku datang terlambat.” Jawab yeoja itu dengan memasang wajahnya yang memelas. Ia berbohong.

“ Alasan konyol !” ia memukul meja kerjanya dan membuat beberapa orang menoleh, termasuk wakil kepala sekolah Jeguk high school yang sedang menerima murid baru.

“ Joseonghamnida..” ujar Kim seok saem yang merasa tidak enak dengan saem yang lain, terutama dengan wakil kepala sekolah Jeguk.

“ Ya! Tidak bisakah kau datang tepat waktu dan tidak membuat ku malu setiap saat ? “ belum sempat Jiyeon akan menjawab, ia kembali melanjutkan kalimatnya lagi.

“ Seperti yang kau tahu, sekolah kita ini sekolah yang terkenal. Tidak bisa sembarangan orang yang bisa masuk. Bahkan kau tau kan banyak idol yang bersekolah disini dan sekarang kita kedatangan idol lagi. Dan kau satu-satunya muridku yang sering membuatku malu. “ keluhnya.

“ Maksud saem, orang itu adalah idol?” ujar Jiyeon sambil menunjuk ke arah namja yang sedang bersama dengan namja yang lainnya dan juga wakil kepala sekolah Jeguk.

“ Jangan mengalihkan pembicaraan !”

 

***

-Jiyeon POV-

Woaah. Benar-benar lengkap sekali kesialan ku hari ini. Aku tak mengerti apa yang salah denganku hari ini. Semua orang benar-benar membuat aku kesal ! Arghh!!

“ Jiyeon-ah.. Kau tidak makan?” panggil seseorang.

“ Jiyeon!” panggilnya lagi dengan intonasi yang lebih keras.

“ Ah ne ?” aku tersadar dan kemudian menoleh ke arah datangnya suara. Lee Jieun, yang duduk tepat didepanku. Teman dekatku dari TK hingga sekarang. 

“ Ada apa denganmu? Ini masih jam 10, tapi pikiranmu sudah entah kemana.” Keluhnya.

“ Ah.. mian Jieun-ah. Aku kurang tidur, jadi pikiranku kemana-mana. “jawabku sambil mengambil sebuah buku dan kotak pensil dari dalam tasku dan kemudian aku meletakannya diatas mejaku.

“ Webtoon*(website cartoon / komik yang dipublikasi lewat dunia maya)  lagi ?” aku mengangguk.

“ Deadline seperti biasa. Lihatlah kantung mataku, sungguh mengerikaan!” keluhku sambil menunjukan kantung mataku yang semakin membesar.

“ ckckck. Kau semakin terlihat seperti panda!” ejeknya.

“ Yah!” bentakku, bercanda. Kami pun sama-sama tertawa.

Aku mengenakan kacamataku dan kemudian mengikat rambutku. Membuka buku sketsa gambarku dan menggoreskannya hingga menjadi sebuah gambar-gambar yang memiliki alur. Aku seorang komikus dunia maya. Walaupun webtoonku ini belum banyak dikenal orang, tapi aku yakin lama-lama semakin banyak orang yang mengenalku dan bisa menghasilkan uang yang banyak dari kerja kerasku selama ini.
“ Hei Jiyeon.”panggil Jieun dengan mulutnya yang sedang mengunyah coklat.

“ Eoh?” jawabku, tanpa melihat ke arahnya dan tetap fokus dengan gambarku.

“ Kau tahu tidak L Infinite sekarang satu sekolah dengan kita !” lanjutnya lagi dan kemudian aku kembali teringat dengan dua orang yang sedang bersama Kim seok saem, dan yang berada diruangan wakil kepala sekolah.

“ Nugu ? L ? “tanyaku, memastikan.

Jieun mengangguk. “ Ne~, Kim Myungsoo, masa kau tidak tahu sih. “

“ Idol ?” tanyaku lagi.

“ Iya! Ah kau ini payah sekali ! Kau tidak tahu seorang L ? Tidak tahu Infinite?”

Aku menggeleng. Mendengarnya saja baru kali ini.

“ Mereka baru saja comeback dengan lagu bad! Kau harus menonton MV mereka. Jangan terus-terusan dengan webtoonmu ituuuuuu.”

“ Membuang waktu. Aku tidak akan dapat uangkan jika hanya menonton MV.” Rutukku. “ Tapi untuk apa dia pindah ke sini? Ini kan bukan awal semester.”

“ Yah yah yah. Kau saja tidak tahu gossip yang lagi beredar kan! Ckckck. L itu terkenal dengan rumor skandal kencannya ! Baru-baru ini dia dikabarkan menjalin hubungan dengan ulzzang Kim Doyeon.”

“ Siapa lagi itu.” Rutukku lagi. Aku sama sekali tidak tahu dengan perkembangan selebriti Korea. Jika orang-orang mengatakan aku kuno, yah bisa dikatakan seperti itu.

“ Makanya dia pindah ke Jeguk. Kau tahu sendiri kan sekolah kita ini termasuk mahal dan wartawan sulit untuk meliput. Setidaknya L bisa aman dari para wartawan itu. Kau kan juga tahu banyak selebriti yang bersekolah disini maupun yang sudah alumni!”

“ Aku saja lupa.” Gumamku.

“ Yah ! Kau ini! “ pekik Jieun yang benar-benar kesal.

“ Mian mian hehe. Jadi, namja itu bergabung di kelas khusus?” tanyaku. Kelas khusus yang kumaksud adalah kelas yang hanya berisikan orang-orang tertentu, seperti anak menteri, anak konglomerat, idol, dan masih banyak lagi.

“ Tentu saja ! Dia setahun diatas kita dan dia sekelas dengan Minho! Mereka terkenal dekat dan juga si nenek sihir itu !” ujar Jieun dengan menampakkan wajah yang benar-benar kesal menyebut kata ‘nenek sihir’. Nenek sihir yang ia maksudkan itu adalah Krystal.

“ Yah hentikan membicarakan orang lain. Tidakkah kau kasihan dengan telinga mereka yang akan panas karena kita bicarakan? Dan lihatlah, serpihan coklatmu itu jatuh di atas gambarku !”

“ Mian Jiyeon-ah hehe.” Ia terkekeh malu.

Dasar kau, Lee Jieun paboya~ batinku.

-Jiyeon POV end-

 

***

 

Sementara Jiyeon dan Jieun yang lebih senang untuk menghabiskan waktu istirahatnya didalam kelas. Lain halnya dengan Myungsoo, Minho dan Krystal. Mereka bertiga lebih memilih untuk pergi ke kantin dan duduk terpisah dari murid-murid ‘biasa’.

“ Luar biasa kau Kim Myungsoo~ Lihatlah satu sekolah ini benar-benar heboh dengan kedatanganmu!” Ujar namja yang bernama Minho yang tertawa takjub sambil melihat ke arah namja yang bernama Myungsoo yang terlihat cuek.

“ Teriakan yeoja-yeoja itu benar-benar berisik sekali!” rutuk yeoja yang kini duduk bersama dengan kedua teman namjanya itu.

“ Kryssie, kau tidak ikut bersama dengan teman-temanmu itu ?” ujar Minho. Yeoja yang bernama Krystal itu pun tertawa menyindir.

“ Aku bukan tipe yeoja yang seperti itu.  Dasar kau playboy!”jawab Krystal sambil memukul bahu Minho yang duduk bersebelahan dengannya.

“ Tiba-tiba sekali kau pindah sekolah. Ada apa sebenarnya ?” lanjut Krystal yang kini menatap serius ke arah Myungsoo. Diam. Belum ada komentar apapun dari namja tersebut.

“ Entahlah, agensiku sudah mulai muak dengan rumor-rumor itu.” Jawabnya malas.  Krystal semakin penasaran dengan cerita Myungsoo.

“ Jadi, apakah skandal kali ini benar kalau kau jadian dengan ulzzang itu? Apakah kalian benar-benar putus?” seketika Myungsoo menegang mendengar pertanyaan Krystal. Dia diam. Pertanyaan temannya itu cukup sensitif dan membuat ia kembali mengingat hal yang ingin ia lupakan itu.

***

-Myungsoo POV-

Sepanjang perjalan menuju dorm Infinite, aku terus-terusan memikirkan perkataan Krystal itu. Aku terus memikirkan satu orang yang terus-terusan membuat perasaanku campur aduk. Hanya satu orang tapi ia mampu membuatku menjadi hancur saat ini. Kim Doyeon. Yeoja yang begitu aku cintai.

“ Hari ini kau tidak ada jadwal, hanya ada jadwal Woohyun dan Sungyeol saja.” Suara Manager Lee membuyarkan lamunanku.

“ Eoh. Mereka pasti sibuk sekali.” Aku menambahkan lalu kembali membenamkan diri ku dalam kepingan-kepingan memori lama.

.

.

.

-Myungsoo Flashback-

Sudah beberapa hari ini aku benar-benar tidak bisa menghubungi Doyeon. Yeoja itu pasti marah sekali melihat pemberitaanku dengan Naeun Apink. Aku benar-benar tidak habis pikir dengan media akhir-akhir ini. Hal yang biasa saja malah dijadikan sesuatu hal yang besar dan inilah jadinya.. Bisa-bisanya membuat rumor kalau aku makan malam bersama dengan Naeun.

Hari ini Infinite tidak ada jadwal sama sekali dan Manager Lee mengijinkan aku untuk meninggalkan dorm, jadi ku putuskan untuk mengunjungi Apartement Doyeon. Hampir 2 tahun kami berpacaran, tapi sudah sekitar 1 bulan aku tidak bertemu dengannya dan sekitar 2 minggu aku tidak berhubungan lagi dengannya. Karena pemberitaan media, hubungan kami semakin lama semakin merenggang. Yeoja itu marah. Dia benar-benar mengabaikanku.

Aku sudah berdiri didepan apartement Doyeon. Aku menekan tombol password yang merupakan tanggal kami jadian dan.. Password salah. Ini tidak mungkin, aku ingat betul kalo Doyeon menggunakan tanggal tersebut sebagai password. Aku mencoba kembali, namun tetap saja tidak bisa. Berkali-kali ku coba namun tetap tidak bisa. Kemudian aku memutuskan untuk menekan bel. Tak berapa lama pintu pun terbuka.

Cklek.

Aku melihat yeoja yang terkahir kali kulihat sebulan yang lalu telah berdiri didepanku. Wajahnya tetap cantik seperti biasanya, namun rambut pendeknya kini telah memanjang. Aku tersenyum sambil menatapnya. Namun, yeoja itu hanya diam melihatku.

“ Aku kangen sekali padamu..” ucapku pelan. Yeoja itu tetap diam, tidak biasanya dia seperti ini.

“ Siapa yang datang, chagiya?” aku mendengar suara namja dari dalam apartementnya. Aku terkejut mendengar suara itu. “chagiya?” pikirku. Aku kembali menatap Doyeon yang kini tetap diam.

“ A..Aku tidak mengerti.” Ucapku terbata-bata dan masih sedikit terkejut.

“ Kita putus saja. “ akhirnya keluar kata-kata dari bibir yeoja itu. Namun, bukan kata-kata barusan yang ingin kudengar. Seorang namja tiba-tiba muncul dari balik pintu. Namja itu tidak mengenakan baju dan hanya dengan celana pendek saja. Seketika keringatku terus mengalir deras, rasa panas menjalar di tubuhku.

“ Ah kau rupanya..” ujar namja itu. Aku mengepal tanganku keras berusaha menahan amarah ini.

“ Bisa kau masuk dulu honey? Harus ada yang ku selesaikan dulu..” Doyeon tengah berbicara dengan namja itu. “ alright beb, jangan membuatku menunggu terlalu lama.” Ia mengecup kilat bibir Doyeon dan kemudian kembali masuk.

Emosiku benar-benar memuncak. Tidak kusangka bahkan mereka telah berciuman!

“ Dia adalah pacarku, Kim Daniel.” Sahut Doyeon. Ya, namja itu adalah teman masa kecil Doyeon ketika tinggal di New York.

“ Aku tahu dia. B..Bagaimana bisa kau..” belum selesai aku menyelesaikan kata-kataku.“ Aku tidak sanggup jika harus seperti ini terus. “ Doyeon memotongku.

“ Bahkan untuk jalan bersama pacarku saja aku harus menunggu entah sampai kapan. Selain itu, skandal mu itu membuatku muak!” lanjutnya.

“ Kau tahu kan skandal yang muncul itu tidak pernah benar. Aku hanya mencintaimu, bagaimana bisa kau begitu kejam denganku Doyeon-ah..” lututku terasa begitu lemas hingga akhirnya jatuh terduduk.

“ Bahkan fans-fansmu juga menginginkan kita putus dan kau berpacaran dengan idol-idol itu kan! Aku sudah muak, Kim Myungsoo!” kini ia berteriak. Aku tak sanggup melihat wajah yeoja yang amat ku cintai itu.

“ Terima kasih untuk selama ini. Aku hanya ingin berpacaran dengan orang yang benar-benar selalu ada untukku, dan maaf kau tidak cocok untuk kriteria itu. Aku harap kau segera menemukan penggantiku yang lebih baik. Selamat tinggal. “ kemudian pintu pun tertutup. Yeoja itu pergi meninggalkanku bersama dengan semua kenangan manis yang telah kami lalui bersama.

-Myungsoo flashback end-

“ Myungsoo-ah..” panggil manajer infinite. “Myungsoo-ah..” panggilnya lagi.

“ Ah.. Mian hyung.” Aku tersadar dari lamunanku. “ Waeyo hyung?” tanyaku.

“ Kita sudah sampai.” Jawabnya.

“ Ah benarkah?” aku menoleh ke samping dan ya kami sudah sampai di dorm infinite. “ Ah kau benar hyung. Baiklah aku turun dulu, terima kasih hyung.”

“ Neh, beristirahatlah. Sepertinya kau benar-benar lelah sekali.” Lanjut manajerku. Aku pun mengangguk, kemudian aku turun dari mobil dan berjalan menuju dorm. Benar kata hyung, hari ini begitu melelahkan.

***

Lagi-lagi hari ini Jiyeon kesiangan. Ia hanya tidur satu jam untuk menyelesaikan ceritanya sebelum akhirnya ia upload untuk bisa dinikmati para pembaca.

“ Eomma, aku berangkat dulu ya!” seru Jiyeon dan segera keluar rumah menuju halte bis.

Benar saja, sesampainya disekolah gerbang pun sudah ditutup.

“ Aish jinjja!!” Jiyeon mengacak rambutnya, frustasi. Ia melihat seorang namja tengah berdiri tidak jauh dari gerbang yang sudah tertutup itu. Ia yakin sekali jika namja itu pasti telat sama sepertinya. Kemudian Jiyeon segera menghampiri namja itu.

“ Hei, kau telat juga kan?” namja itu menoleh dan menatapnya.

“ Jika kau berdiri disini, kau akan ketahuan kalau kau telat. Lebih baik kau ikut aku melewati jalan pintas !” ajak Jiyeon. Namun, namja itu hanya memandang Jiyeon dengan tatapan bingung.

“ Kajjaa, sebelum kita ketahuaan!!” tanpa diduga Jiyeon segera menarik lengan baju namja itu dan berlari menuju jalan pintas yang sering ia gunakan.

Sesampainya disana, seperti biasa Jiyeon segera melemparkan tasnya. Tidak dengan namja itu, dia justru bingung.

“ Apa yang kau lakukan?” tanya Jiyeon yang menatap heran dengan namja disampingnya ini. “ Aish, sini cepat berikan tasmu.” Jiyeon segera mengambil tas namja tersebut secara paksa dan melemparkannya.

“ Nah, sekarang kau harus memanjat pagar ini. Lihat aku baik-baik.” Seperti yang sering biasa dilakukan, Jiyeon segera memanjat ke pagar itu dan.. Hap. Ia mendarat mulus seperti biasanya.

“ Kau sudah lihat kan? Nah sekarang giliran kau. Cepatlah sebelum pelajaran dimulai. “ paksa Jiyeon.

“ Tidak, aku tidak bisa melakukan ini.” Kini gantian namja itu yang bersuara.

“ Yah! Cepat! Tidak ada waktu lagi atau kau akan menerima hukuman. Tenang, aku akan membantumu dari sini.” Buju Jiyeon. Namun, namja itu tidak bergeming.

“ Ayolah, cepat naiki pagar itu. Kau akan baik-baik saja. Percaya padaku.” Jiyeon meyakinkannya. “ Please…” ia menatap namja itu dengan tatapan memohon. Dan yah namja itu ternyata memilih untuk mengalah dan melakukan apa yang diperintahkan oleh Jiyeon.

Hap. Ia berhasil melewati pagar tersebut.

“ Whoah. Aku kira kau penakut. Tapi kau cukup hebat untuk melakukannya. “ puji Jiyeon dengan menyunggingkan sebuah senyuman. Namun, lagi-lagi namja itu memilih untuk diam.

“ Ini tasmu.” Jiyeon memberikan tas namja tersebut yang sudah ia bersihkan terlebih dahulu. “Sudah ya, aku harus-harus cepat masuk dan kau jangan sampai ketahuan! Berhati-hatilah.” Lanjutnya.

“ Siapa namamu?” kini namja tersebut bersuara.

“ Park Jiyeon, kelas 2-B. Kau?” jawab Jiyeon. Namja itu tertawa kecil membuat Jiyeon sedikit bingung.

“ Aku.. Kim myungsoo. 3-A+” jawab namja yang bernama Myungsoo itu.

“ Ah.. berarti kau adalah seniorku… di A+?” jiyeon berkata pelan berusaha untuk mencerna apa yang diucapkan namja itu

. “ KIM MYUNGSOO?!!!” pekikknya.

***

TBC

 

 

 

 

 

 

6 thoughts on “[Chapter] Idol’s Scandal 1 of ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s