chapter · Uncategorized

Love Mission [chapter 3 of?]

lovemission-cover

LOVE MISSION PART 3

Author: Shafirasurya

Poster : ShafirArt

Cast:  Park Jiyeon

            Kim Myungsoo

            Bae Suzy

            Yoo SeungHo

            ( others)

Annyeoong readers~ udah nunggu lama yaa? Miaan hehe~ Okey happy reading yaaaaaa❤

” I want to be your favorite hello and your hardest goodbye “

-Author POV-

Byurr

Seketika cola yang berada didalam mulut Jiyeon tersembur dan menodai wajah Myungsoo yang tiba-tiba saja duduk didepannya.

“ K..Kwajangnim..” Jiyeon tersontak kaget melihat wajah atasannya menjadi kotor karena ulahnya. “M..Maafkan saya.”ucapnya terbata-bata dan segera mengambil beberapa helai tisu. Jiyeon beranjak dari tempat duduknya dan kemudian duduk tepat disebelah Myungsoo. “Jeongmal Joseonghamnida, kwajangnim..” ucap jiyeon sambil membersihkan wajah Myungsoo dengan tisu. Wajah Myungsoo menegang melihat kelakuan Jiyeon.

“ Dwaesso.”ujarnya dingin. “ A..Aniya kwajangnim, biar saya bantu bersihkan.” Jawab jiyeon yang tetap mengelap wajah Myungsoo dengan tisu.

“ AKU SUDAH BILANG TIDAK USAH KAN?!” Jiyeon tersontak kaget melihat Myungsoo membentaknya dan buru-buru segera menarik tangannya.

“ J..Joseonghamnida..”ujar Jiyeon terbata-bata. Ia menunduk takut. Cairan bening pun mengalir perlahan dari pelupuk matanya yang sembab selama beberapa hari ini. Myungsoo menatap kesal kearah Jiyeon.

“ Hanya menangis saja yang bisa kau lakukan?” tanya Myungsoo. “Nde?” jiyeon mendongak dan menatap bingung ke arah myungsoo. Ia tidak mengerti maksud pertanyaan lelaki yang kini berada didepannya itu.

“ Apakah itu keahlianmu selalu menangis di tempat umum? Apa kau berusaha mencari perhatian orang-orang agar ia mengasihanimu?” Myungsoo tersenyum sinis membuat Jiyeon bergidik ngeri melihatnya.

“ Kau benar-benar menyedihkan.” Myungsoo bangkit dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan Jiyeon yang masih terdiam.

-Author POV end-

-Myungsoo POV-

“ Kau benar-benar menyedihkan.” Aku segera berdiri dan meninggalkan yeoja yang bernama Jiyeon itu.

Aku tidak tahu apa yang sebenarnya membuatku marah. Aku terus memikirkan mengapa yeoja itu menangis dan sekarang ia kembali menangis! Apa yang sebenarnya terjadi padaku.

“Aishh” aku mengacak rambutku frustasi dan tiba-tiba seseorang menarik bahuku membuat badanku menoleh menghadap seorang yeoja. Yeoja yang akhir-akhir ini mengusik hidupku.

“ Waeyo? Apa aku salah jika tidak bisa menahan air mataku?” aku terdiam menatapnya. Air matanya terus mengalir. Mulutku terlalu kaku untuk menjawab pertanyaanya.

“ Orang yang kucintai meninggalkanku. Apa aku salah jika aku menangis? “ ucap jiyeon yang sesekali sesegukan.

“Keurae! Kwajangnim benar, aku memang menyedihkan. Aku tidak seperti anda yang memiliki hidup mewah dan dikelilingi orang-orang yang menghormati dan juga menyayangi anda.” Yeoja itu kembali menyelesaikan perkataannya yang sepertinya ia telah berhasil mengeluarkan semua unek-uneknya tentangku. Aku tersenyum pahit mendengarnya.

“ Aniyo.” Hanya kata itu yang mampu keluar dari mulutku. “ Mwo?” yeoja itu menatap kesal ke arahku.

“ Sudahlah lupakan. Lebih baik kita segera bergegas kembali ke kantor.” Aku segera mengalihkan pembicaraan dan berjalan kembali menuju kantor.

“ N..nde kwajangnim.” Jawab jiyeon ketus yang kemudian disusul langkah kakinya yang mengikutiku dibelakang.

Aku tidak tahu mengapa orang-orang menganggapku sebagai seseorang yang memiliki segalanya. Bahkan, Jiyeon memiliki pandangan yang sama mengenai diriku. Pada kenyataannya, orang-orang yang kusayangi justru meninggalkanku.

-Myungsoo POV end-

-Jiyeon POV-

Sudah dua jam berlalu sejak kejadian makan siang tadi. Aku benar-benar tidak mengerti dengan perkataan namja itu.

“ Apa sih maksudnya?”ocehku sambil menatap kosong ke arah layar komputerku.

“ Hmm.. Jiyeon ah, gwenchana?” aku menoleh ke arah Hara yang kini memandangiku dengan tatapan bingung.

“ Waeyo?” tanyaku bingung.

“ Sudah dua jam berlalu, dan kau belum menyelesaikan pekerjaanmu itu. Sheet kerjamu masih kosong seperti awal kau akan mengerjakannya..” Aku melihat ke arah lembar kerja wordku di komputer. Benar kata Hara, aku belum mengerjakan apapun semenjak kembali dari istirahat makan siang.

“Apa kau sakit? Kau terlihat tidak seperti biasanya akhir-akhir ini.”

“ Aniyo.. aku baik-baik saja Hara-ah.” Aku berbohong.

“ Jinjja? “ tanya Hara yang terus menatapku dengan penuh tanda tanya.

“ Eoh, jinjja. “ aku mengangguk. “ Ah, aku pergi ke toilet dulu ya..” ujarku buru-buru beranjak dari tempat dudukku dan bergegas menuju kamar mandi meninggalkan Hara yang masih mencurigaiku.

Aku dan Hara memang sangat dekat sebagai rekan kerja. Aku tidak bermaksud untuk membohonginya, tetapi aku masih belum bisa menerima kenyataan kalo aku dan Seung hoo sudah putus.

“ Huuff..” aku menghela nafas panjang sambil melangkah dengan gontai menuju toilet.

“ Ingin menangis lagi?” tiba-tiba Myungsoo sudah berdiri didepan ku. Baru saja aku akan masuk kedalam toilet dan kini lelaki itu muncul.

“ Aniyo.” Aku menggeleng. “..Kwajangnim” aku buru-buru menambahkan. Bisa gawat jika aku kembali berperilaku tidak sopan didepannya.

“ Sejujurnya..” ia kembali berbicara. Aku memandangnya dan menunggu apa yang akan ia katakan kali ini. “ Kau benar-benar terlihat buruk sekali ketika menangis. Terutama ingus mu itu.” Ia melanjutkan kembali dengan tawa kecilnya.

“ M..mwo? Yah!!” seketika aku berteriak dan membelalakan mataku. Beberapa orang disekitar toiletpun memandangiku dengan tatapan aneh.

“ Lihatlah yang kau lakukan Park Jiyeon. Kau membentak atasanmu…” racauku pelan. Lelaki itu justru tertawa seakan-akan mendengar perkataanku. Membuatku benar-benar kesal!

“ J..Joseonghamnida.” aku membungkukan badanku seraya meminta maaf dan kemudian berlari masuk kedalam toilet perempuan.

Dia benar-benar menguji kesabaranku!! KIM MYUNGSOOO!!!!!!

-Jiyeon POV end-

– Author POV-

Matahari sudah terbenam di ufuk barat dan tergantikan dengan bulan sabit yang sedang bersinar terang malam ini. Seluruh karyawan sudah pulang kerumah dan menikmati istirahatnya setelah seharian bekerja, namun tidak dengan Jiyeon yang masih terduduk di kursi kerjanya.

“ Jiyeon ah bukankah harusnya kau pulang?” tanya Haneul yang kini sedang duduk disampingnya. Hantu itu terduduk lesu menunggu Jiyeon yang dari tadi tidak beranjak dari tempat duduknya.

“ Kau duluan saja pulang Haneul-ah, harus ada yang kulakukan.” Jawab Jiyeon yang sibuk memperhatikan ke arah sebuah ruangan yang masih menyala.

“ Bukankah pekerjaanmu sudah selesai?” tanya hantu yang bernama Haneul. Jiyeon mengangguk. “ eoh, tapi urusan yang lain. Kau duluan saja, kita bertemu dirumah.” Jawab Jiyeon.

“ Baiklah.” Haneul beranjak dari tempat duduknya yang menyerah untuk menenmani Jiyeon. “ Aku akan menunggumu dirumah. Kau berhati-hatilah, ne?”

“ Eoh, arasseo.” Jiyeon mengangguk dengan senyumnya dan sedetik kemudian hantu itu menghilang. Jiyeon pun merasa merinding.

“ Aku benar-benar belum terbiasa rupanya.” Oceh Jiyeon yang kemudian sibuk dengan kegiatan yang ia lakukan sebelumnya.

Waktu sudah menunjukkan pukul 7 pm. Sudah satu jam lebih yeoja itu menunggu dan hingga akhirnya ia justru terlelap di mejanya. Pintu ruangan seberang yang dari tadi ia amati pun terbuka. Yeoja itu masih asik terlelap dan tidak menyadari seseorang dari ruangan tersebut menghampirinya.

Seseorang itu adalah Kim Myungsoo. Namja yang kini begitu penasaran dengan Jiyeon yang telah mengusik hari-harinya. Namja itu kemudian duduk dikursi yang berada disamping yeoja itu. Ia mengamati wajah yeoja yang kini terlelap dan menikmati bunga tidurnya.

“ Park Jiyeon..” ucap Myungsoo pelan seraya menatap lekat yeoja yang bernama Jiyeon itu. “ Itu kah namamu?” lanjutnya lagi. Myungsoo baru saja mengetahui nama yeoja itu adalah Park Jiyeon. Ya, semua hal tentang yeoja itu membuat Myungsoo begitu penasaran.

“eung..” jiyeon perlahan-lahan membuka matanya dan seketika terlonjak kaget melihat wajah Myungsoo disampingnya. “ K..Kwajangnim.” Jiyeon segera berdiri begitu juga dengan Myungsoo.

“ Apa yang kau lakukan disini?” tanya Myungsoo dengan menatap penuh curiga ke arah Jiyeon. “ Kau menungguku?” lanjut Myungsoo dan membuat pipi Jiyeon menjadi memerah.

“ Nde. A..aniyo, bukan itu maksudku.” Jawab Jiyeon buru-buru yang terlihat begitu gugup.

“ Kau bilang iya, lalu tidak. Jadi kau menungguku apa tidak?” Myungsoo memandang Jiyeon dengan tatapan bingung yang membuat Jiyeon semakin gugup.

“ Nde, aku menunggumu. Maksudku, kwajangnim. T.. Tapi Anda jangan salah paham dulu. Saya menunggu anda karena ada yang ingin saya tanyakan.” Jawab Jiyeon buru-buru sambil memandang ke arah Myungsoo menunggu jawaban dari namja itu.

“ Keurae. Kajja.” Ajak Myungsoo yang kemudian berjalan pergi menuju elevator. Jiyeon menatap bingung yang kemudian bergegas membawa tas dan barangnya kemudian berlari menuju elevator mengikuti Myungsoo.

“ K..kwajangnim..” Jiyeon memandang Myungsoo dengan bingung. Namun, laki-laki itu hanya diam dan memandang lurus kedepan. Tombol P telah ditekan dan artinya mereka pergi menuju parkiran.

Jiyeon terus berkutat dengan pikirannya. Ia benar-benar tidak mengerti kemana atasannya itu akan pergi. Namja itu hanya diam selama didalam elevator.

Pintu elevator pun terbuka. Myungsoo melangkahkan kakinya keluar dari elevator dan berjalan menuju parkiran mobilnya. Jiyeon semakin bingung dan terus berjalan mengikuti Myungsoo.
“ K.. Kwajangnim.. chakkaman.” Jiyeon menghentikan langkahnya dan begitu juga dengan Myungsoo. Namja itu menoleh dan melihat Jiyeon yang sedikit terengah-engah mengikutinya.

“ Wae?” tanya Myungsoo yang akhirnya bersuara.

“ Saya hanya ingin bertanya.” Jawab Jiyeon menatap Myungsoo dengan bingung.

“ Keurae. “ Myungsoo pun kembali berjalan menuju mobilnya. Jiyeon justru semakin bingung dibuatnya yang kemudian berlari kecil mengikuti Myungsoo. Namja itu kemudian membuka pintu mobil sport hitam miliknya dan duduk dikursi pengemudi. Jiyeon hanya terdiam mematung ditempatnya.

Myungsoo menurunkan kaca mobilnya. “ Masuklah.” Ujar Myungsoo. Jiyeon menjadi semakin bingung dan sedikit ragu. Kemudian ia membuka pintu mobil tersebut dan duduk disamping Myungsoo. Tak lama kemudian Myungsoo melaju mobilnya dengan kecepatan penuh meninggalkan gedung parkiran SBS.

-Author POV end-

-Jiyeon POV-

Kami sama-sama terdiam didalam mobil miliknya. Aku mengamati bagian depan mobilnya yang begitu rapi dan tercium parfum mobilnya yang begitu khas. Hanya suara lalu lalang mobil yang menjadi backsound perjalanan kami dan aku tidak tahu kemana ia akan membawaku.

“ Chogiyo..” ujarku yang berusaha memecah keheningan diantara kami berdua. “ Kita akan kemana?” tanyaku memberanikan diri dan merasa ragu dengan keputusanku untuk bertanya lagi.

“ Makan.” Jawabnya datar.

“ M.. Mwo? “ aku membelalakan mataku. Aku benar-benar tidak mengerti apa yang namja ini pikirkan. “ Kwajangnim.. saya benar-benar tidak mengerti.” Ucapku dengan tatapan bingung. Namun, namja itu hanya diam.

“ Kwajangnim..” panggilku lagi yang berusah meminta jawaban. Tiba-tiba namja itu meminggirkan mobilnya dan berhenti seketika itu juga.

“ Bukankah ini yang kau inginkan?” ujar namja itu yang akhirnya bersuara. “ Kau mendekatiku dan merencanakan ini semua?” ia melanjutkannya lagi dan kemudian menatapku tajam.

“ Apa? Mendekati?” tanyaku yang semakin tidak mengerti. Aku menunduk takut dengan tatapannya yang tidak begitu menyenangkan. Tiba-tiba ia justru mendekatkan wajahnya kearahku.

“ Kau merencanakan ini semua untuk dekat denganku bukan? “ ia tersenyum sinis. “ Menangis di cafe itu juga bagian dari rencanamu juga. Lalu kau berbicara sendiri seolah-olah kau sedang bersama orang lain juga termasuk dari rencanamu ini?”

“ Saya benar-benar tidak mengerti kwajangnim. Rencana apa? Saya tidak memiliki rencana apapun.” Jawabku dan berusaha memberanikan diri untuk menatap matanya. Wajah kami begitu dekat dan aku dapat merasakan deru nafasnya yang hangat.

“ Dengar, aku tidak akan mudah terpancing dengan semua rencanamu ini untuk mendekatiku.” Tegas Myungsoo. “ Lebih baik kau urungkan semua niatmu itu. Aku tidak tertarik untuk serius padamu. Keundae, jika kau tertarik untuk one night stand mungkin bisa ku pertimbangkan?” lajutnya lagi dengan senyuman sinisnya. Seketika aku langsung mendorong keras  tubuhnya hingga terdorong mengenai pintu mobilnya. Terdengar suara benturan keras yang sepertinya dorongan itu agak menyakitkan.

“ Neo michesseo??” bentakku. Lagi-lagi air mataku mengalir. Kali ini bukan karena Seungho, tapi karena namja didepan ini mempermainkan harga diriku sebagai yeoja.

One night stand? Kau pikir aku pelacur?!” lanjutku lagi dengan tatapan dinginku. Aku sudah tidak peduli jika dia atasanku.

“ Dengar kwajangnim yang terhormat.” Aku memperingatkanya. Namja itu memandangku dengan terkejut. “ Batas kesabaranku benar-benar sudah habis. Aku sudah bersabar karena kau adalah atasanku. Dan sekarang kau dengan seenaknya mengatakan untuk One night stand? Kau benar-benar sudah gila rupanya!” bentakku. “ Aku tidak punya niat sama sekali untuk mendekatimu! Aku hanya ingin bertanya mengenai jawabanmu tadi siang. Dan sekarang kau mengajak ku untuk makan lalu apa, one night stand? Brengsek kau!” maki ku.

“ Aku tidak peduli jika kau akan memecatku. Aku lebih baik dikeluarkan dibandingkan bekerja dengan namja brengsek sepertimu!” bentakku yang kemudian segera keluar dari mobilnya. Aku segera berlari dan memberhentikan taksi yang lewat. Kemudian taksi yang ku naiki pun melesat meninggalkan mobil sport hitam milik Myungsoo yang masih berhenti.

“ Nappeun..” ucapku lirih.

-Jiyeon POV end-

-Suzy POV-

Sudah pukul 8 malam dan Jiyeon belum sampai dirumah. Tidak seperti biasanya yeoja itu pulang begitu larut. Ketika aku kembali ke tempat kerjanya yeoja itu sudah tidak ada. “Apa mungkin sesuatu yang buruk terjadi padanya? Aniya aniya. Dia pasti baik-baik saja.” Racauku yang begitu khawatir memikirkan Jiyeon.

“ Eomma, aku pulang.” Terdengar suara Jiyeon dari bawah. Aku segera menunggu yeoja itu didepan kamarnya. Tak lama kemudian yeoja itu naik ke lantai dua dan masuk kedalam kamarnya. Wajahnya terlihat lelah sekali.

“ Jiyeon ah gwenchana?” tanyaku pada Jiyeon yang kini membaringkan badannya diatas kasur.

“ Aku lelah sekali Haneul-ah..” jawabnya dengan tidak bersemangat.

“ Wae? Apakah sesuatu terjadi? Apa kau bertemu lagi dengan Seunghoo?” tanyaku yang begitu penasaran. Yeoja itu menggeleng pelan.

“ Aniyo.” Jawabnya.

“ Lalu apa yang kau kerjakan tadi?” tanyaku lagi yang begitu bawel.

“ Berantem dengan orang gila.” Jawabnya dan justru membuatku menatapnya bingung. “ Orang gila?” tanyaku lagi, namun yeoja itu sudah terlelap dalam tidurnya dengan masih mengenakan baju kerjanya.

“ Jiyeon-ah ireonaa, kau belum mandi.”aku sedikit membungkukkan badanku dan berusaha menggoyang-goyangkan tubuh jiyeon untuk membangunkannya, namun yeoja itu tetap tertidur pulas.

“ Aish.. benar-benar deh..” ya aku menyerah. Yeoja ini benar-benar sulit untuk dibangunkan ketika tidur.

“ Gomawo Jiyeon-ah..” aku tersenyum memandang Jiyeon yang sedang terlelap. Aku benar-benar bersyukur memiliki teman disaat kondisiku seperti ini dan tak ada seorangpun yang dapat melihatku, kecuali Jiyeon.

Potongan puzzle ini benar-benar membingungkanku. Siapa aku sebenarnya? Bagaimana dengan keluargaku? Dan.. apakah aku memiliki seorang kekasih?

Aku menghela nafas panjang.

Semua pertanyaan itu.. tidak ada satupun yang bisa ku jawab.

Aku benar-benar menyedihkan, bukan?

Tiba-tiba aku merasa lemas dan jatuh terduduk. Aku merasa tubuhku begitu sesak. Rasanya begitu menyesakkan membuat air mata ini tidak mampu tertahankan lagi. Aku mengepal tanganku dan memukul keras dibagian dadaku.

Bug

Bug

 

Wae? Wae?! Ada apa dengan diriku? Apa aku akan merasakan mati untuk kedua kalinya? Air mataku justru terus mengalir dengan begitu deras.

-Suzy POV end-

-Myungsoo POV-

“ Tuan muda..”

“ Tuan muda..” panggil seorang pelayan namja rumah yang membuatku tersadar dari lamunanku.

“ Tuan terlihat tidak menikmati makan malamnya, apakah harus saya ganti dengan menu yang lain?” tanya pelayan tersebut.

“ Tidak perlu. Aku sudah kenyang dan akan pergi ke kamar untuk beristirahat.” Jawabku yang kemudian beranjak pergi dari ruang makan.

“ Pak Kim.” Panggilku pada seseorang sebelum akhirnya masuk kedalam kamarku, dan seseorang namja paruh baya yang lebih senior dibandingkan pelayan maupun pekerja lainnya dirumah ini datang menghampiriku.

“ Ya Tuan?” tanyanya.

“ Besok aku akan pergi makan siang bersama temanku. Pastikan tidak ada jadwal pekerjaan untuk besok. Aku ingin menikmati hari liburku.” Ujarku pada Pak Kim untuk memastikan jadwalku untuk hari Sabtu besok. Kemudian aku melangkah masuk ke dalam kamarku.

“ Baik Tuan Muda. Selamat Malam. “ jawab Tuan Kim dan pintu kamarku pun tertutup.

Aku membaringkan badanku di atas kasurku yang berukuran king size dengan kualitas yang paling baik diantara kasur-kasur lain. Namun, tetap saja setiap hari tubuh ini merasa penuh dengan beban dan tidak sedikitpun aku merasa nyenyak ketika tidur.

“ Apa kau merindukanku disana?” aku menatap kosong langit-langit atap kamar tidurku dan kemudian terlelap dalam tidurku. Satu hari yang berat tanpa dirinya telah berhasil lagi kulalui. Entah sampai kapan aku mampu untuk terus bertahan seperti ini.

-Myungsoo POV end-

-Author POV-

Rembulan kini sudah tergantikan dengan teriknya matahari siang, namun jiyeon masih terlelap dalam tidurnya. Hari sabtu adalah hari libur untuk jiyeon dan juga waktunya untuk hibernasi. Ya, yeoja itu memilih menghabiskan waktu liburnya hanya dengan tidur sepanjang hari. Namun, siang ini tidur Jiyeon agak sedikit terganggu dengan suara bising yang berasal dari kamar Chanyeol.

“ Aish…” kesal Jiyeon yang terbangun dikarenakan waktu hibernasinya diganggu.

“ Sepertinya itu teman-teman chanyeol oppa..” ujar Suzy yang menyadari kalau Jiyeon sudah bangun. Yeoja itu sedang duduk di meja Jiyeon sambil membaca buku.

“ Si babi itu benar-benar mengganggu waktu tidurku!” kesal Jiyeon yang bangkit dari tempat tidurnya. Dengan rambut yang sedikit berantakan dan dengan wajah bangun tidurnya itu dia berjalan menuju kamar Chanyeol yang berada dilantai dua juga. Suara orang-orang tertawa semakin terdengar keras ketika jiyeon mendekat kekamar kakak laki-lakinya itu. Tanpa mengetuk pintu lagi Jiyeon segera membuka pintu kamar Chanyeol dengan kasar.

“ Ya Park chanyeol!!” bentak Jiyeon langsung dan seketika orang-orang yang berada di kamar Chanyeol menjadi terdiam melihat seorang yeoja yang baru saja masuk itu. Jiyeon sedikit terkejut melihat banyaknya teman-teman chanyeol saat ini dan dia merasa menyesal telah masuk dengan penampilan seperti ini.

“ Wae wae wae?” tantang Chanyeol.

“ N…neo!” jiyeon mengarahkan telunjuknya tepat kearah wajah Chanyeol dan akan segera membentaknya lagi namun tiba-tiba seseorang berbicara.

“ Park Jiyeon?” Jiyeon segera menoleh ke arah suara laki-laki yang menyebut namanya itu, dan begitu terkejutnya Jiyeon melihat seseorang yang begitu ia benci sekarang justru berada dirumahnya.

“ KIM MYUNGSOO?!!” suara lantang Jiyeon kembali membuat teman-teman Chanyeol terkejut.

“ Ini rumahmu?!” tanyanya lagi yang kini juga sama terkejutnya dengan Jiyeon.

-Author POV end-

 

Hai haii ^^ Maaf yaa update nya lamaaa.. Hayooo penasaran kenapa Myungsoo ada dirumaah Jiyeon? Gimana kisah mereka selanjutnyaa? Tunggu next chap berikutnyaaa yaaaa.. Byeeee❤

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s